Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Analisis: Boss Berkharisma di Indonesia


Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya











Thomas Carlyle [04 Desember 1795 – 05 Februari 1881], sejarawan Skotlandia di era Victoria, pernah berkata, "Sejarah manusia sebetulnya hanya terdiri dari kumpulan biografi [para pemimpin].". Carlyle sangat percaya bahwa takdir jutaan, milyaran manusia berada di tangan beberapa orang pemimpin besar saja. Rakyat kecil akan terus berkembang jumlahnya dan sepanjang masa mereka akan tetap punya nilai hidup lebih rendah dibanding "Para Pembesar".

Begitulah kira-kira yang dimaksud dengan kharisma: ciri kemampuan yang dimiliki sedikit jumlah orang untuk menggerakkan sebagian besar orang.

Tentu saja pendapat Carlyle mendapat tentangan besar. Pasalnya antara lain adalah berbagai bencana dan masalah datang kian besar, dalam ukuran yang mengkerdilkan kekuatan para pembesar manapun.

Pemanasan global, gempa bumi, dan tsunami, datang bukan sebagai senjata perang namun mereka sudah memusnahka harapan hidup jutaan juta manusia. Seluruh dunia tahu bahwa pemimpin besar manapun sekarang tak akan mampu menghadang datangnya mega-disaster yang telah jadi pengalaman nyata di seluruh muka Bumi.

Di bidang pemerintahan, China jadi contoh yang mengejutkan karena makin meninggalkan ketaatan pada satu orang pimpinan dan beralih pada ide-ide mencapai kemakmuran bersama. Rasanya, kita tak akan melihat lagi lahirnya tokoh sekuat Sun Yat Sen, Deng Xiaoping, apalagi Mao Zedong, hadir di China karena fungsi mereka digantikan oleh kepemimpinan kumulatif begitu banyak orang.

Pertanyaannya, masihkah kita layak percaya pada karisma satu atau dua orang boss saja? Apakah hingga sekarang kita pantas menganggap bahwa pemimpin hanya bisa berasal dari satu kalangan saja?

Baca seterusnya




Edisi "Boss"

Juga:

 

 

 






Yuk, gabung?







Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...