Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Bahagia dan cinta

Seorang sahabat berkomentar tentang videoku yang berbicara tentang bahagia seperti ini,

Bahagia itu ketika kita bersyukur dan berdamai dengan apapun yang kita miliki dan apapun yang terjadi dalam hidup kita.

Di dalam bahagia memang ada damai, ada keteduhan dan kesejukan. Ketika kita dengan ikhlas bersyukur atas apa pun yang kita terima saat ini, di sana ada damai yang mengisi kalbu kita. Damai itu adalah rasa bahagia yang lembut namun dahsyat.

Apa, sih, ciri-ciri orang yang bahagia? Yang pertama, ia mudah tersenyum. Wajahnya sumringah. Ceria. Padahal belum tentu dia punya uang! Ada yang begitu? Ada. Selain aku (he he he..), gitu. Suatu hari nanti aku akan share tentang teman perempuanku yang lain yang sumringah dalam semua keberadaannya.

Kamu tahu, gak, kalau orang yang bahagia itu kuat? Jiwanya tak mudah terguncang, semangatnya tak mudah padam. Orang bilang, "gak neko-neko."

Namun materi bukanlah ukuran kebahagiaan. Dia bisa berlimpah kekayaan, tapi bisa saja bersahaja serba minimalis. Karena sesungguhnya, yang bikin bahagia itu bukan materi, tetapi kasih sayang.

Disayang itu membahagiakan. Apa lagi diberi kelimpahan. Itu bonus. Karena rejeki itu anugrah TUHAN. Makanya kalau mencari jodoh, carilah yang sayang kamu. Sedangkan mengenai materi, kita memang harus realistis agar kita bias berdiri di atas dasar yang kuat. Maka, dalam hal ini, si dia harus sepikiran tentang ekonomi keluarga yang akan dibangun bersama nantinya.

Lagi pula kasih sayang.. cinta.. itu dahsyat! Orang bisa berubah 180 derajat karena cinta. Seperti Bandung Bondowoso yang rela membangun 1000 candi dalam semalam untuk membahagiakan Roro Jongrang yang dicintainya, yang memberi tantangan itu bila Bandung Bondowoso ingin menikahinya.

Cinta membuat permintaan tersulit menjadi mudah. Kata orang, "tai kucing rasa coklat". Yuck... Tapi cinta memang luar biasa. Karena cinta, orang bisa berjuang untuk membahagiakan kekasihnya. Ternasuk bekerja keras agar dapat melimpahi kekasih hatinya dengan hadiah-hadiah yang indah.

Ujung-ujungnya materi juga, 'kan? Tetapi cinta bikin materi jadi manis. Ini bonus. Beda kalau dari awal yang dicari adalah materi. Materi tidak bisa membeli cinta, dan karena itu tidak bisa memberikan kebahagiaan. Mungkin kamu akan gembira, tapi tidak bahagia. Hampa. Gitu.

Mau bahagia? Mulai dengan belajar ikhlas.

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...