Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cupang-cupangku yang cantik

Hey kamu.. apa kabar? 

Kemarin asam lambungku naik, jadi aku banyakin istirahat sambil ngurusin cupang-cupangku yang lucu. 

Aku punya ikan cupang, lho.. sejak bulan Agustus yang lalu, selain 4 ekor ikan patin, seekor ikan sapu dan kura-kura dikolam ikan kecil rumahku. Aku sudah coba untuk potret cupangku, tapi susah banget dapetin angle yang bagus. Sabar, ya, nanti aku pasti share foto-foto mereka. Cantik-cantik banget! 

Ikan cupang atau dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan betta fish ini sekarang sudah dibudidayakan sehingga menjadi ikan hias yang cantik untuk dipandang-pandang sambil santai di rumah.

Dulu, 'kan, aku tauknya, ikan cupang itu ikan aduan. Teman-teman lelaki di masa kecilku senang turun ke got atau selokan (jaman aku kecil, air gotnya masih jernih, dong) untuk mencari ncu atau bakal nyamuk untuk memberi makan cupang.

Belakangan aku dengar ternyata di got itu juga dulunya ikan cupang tinggal.

Ikan cupang itu asli Indonesia, tetapi sekarang sudah mendunia. Aku lihat banyak YouTuber asing yang sharing tentang betta fish peliharaan mereka. Bangga, deh.

Ikan Indonesia ini gampang dipeliharanya. Dan gak harus makan ncu juga karena orang sudah bikin pelet khusus buat cupang. Murah pula. Aku beli yang harganya sepuluh ribu rupiah di tukang ikan dekat rumahku, dan cupang-cupangku senang.

Yang penting rajin ganti airnya supaya ikannya sehat, ada sinar matahari tapi teduh, dan jangan kena hujan karena bisa mati.

Dengan adanya budidaya cupang, ikan ini sekarang gak cuma jadi ikan aduan mainan anak lelaki. Tetapi juga sudah menjadi ikan hias yang harganya bisa sampai satu juta rupiah!

Aku pernah punya yang harganya empat ratus ribu rupiah tapi akhirnya mati karena salah perawatan. Sedih banget. Aku benar-benar terpukul waktu cupang berikutnya juga mati saat kujemur di teras depan rumah.

Saat itu matahari bersinar lebih terang dari biasanya, setelah beberapa hari agak mendung meski tanpa hujan. Saat aku memeriksa cupangku yang berwarna merah itu, cupang lucu yang kusayang, aku heran kok dia diam saja sambil kepalanya mengarah ke bawah, ternyata dia sudah mati!
Aku sedih banget!

Baru setelah itu aku mengerti bahwa cupang ini gak boleh terlalu banyak kena sinar matahari dan hujan. Aku pikir itu ikan comberan, pasti gampang hidup di kondisi apa saja. Ternyata nggak, lho.

Mereka perlu sinar matahari yang bikin warna mereka cerah, tapi harus teduh supaya mereka tetap bisa bernafas dengan nyaman. Gak perlu pompa untuk membuat gelembung. Cukup taruh di toples dan ganti airnya dua hari sekali. Sesekali traktir mereka dengan hidangan kutu air hidup yang menyehatkan buat mereka.

Aku sudah coba untuk pelihara kutu airnya supaya cupang-cupangku bisa makan kutu air setiap hari. Tapi sampai sekarang masih gagal.  Jadi seminggu sekali aku pesan kutir (kutu air) dari Becis Cupang, penjual cupang di Depok yang jualan di Tokopedia. Kamu bisa lihat koleksi cupangnya di Instagram mereka. Cantik-cantik, deh!

Yuk, pelihara cupang. Cantik dan it's relaxing!

Enjoy your weekend, yaaa...! 

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...