Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Cerita sebelumnya:
Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang...

Nita Si Sekretaris


 Nita Si SekretarisNita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi.

“Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen.

“Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi.

Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantasnya bisa memahami kesulitan Nita menghadapi sikap sulit Vero.

Di dalam perpustakaan itu, Nita masih menerawang. Tadi pagi, Tasya yang disebut-sebut Vero, buru-buru pulang ke rumah, setelah dia menerima telpon yang memberitahukan bahwa anaknya panas tinggi.

Aneh, pikir Nita. Padahal semalam juga Tasya tidak ikut membantu apa-apa. Tasya tidak pernah ikutan lembur dengan alasan anaknya sering sakit.

Kenapa, ya, gue ini? Nita masih melamun sendirian. Dipandanginya gambar-gambar kartun seorang ibu cantik setengah baya sedang marah-marah pada supir taksi dalam komik tersebut. Ini membuat dia ingat lagi pada wajah Vero yang tadi pagi ngamuk-ngamuk padanya. Dari pertama kali kenal, "...Vero ga' pernah baik sama gue...", keluhnya dalam hati.

Nita menutup komik tersebut, dan mengembalikannya ke petugas perpustakaan karena waktu sudah menunjukkan jam satu kurang tujuh belas menit. Kalau di halte nanti dia tidak perlu menunggu lama Kopaja atau Metro Mini segera lewat, berarti Nita tiba di mejanya kembali sekitar jam satu kurang lima.

Ahhhhh… malas sekali rasanya Nita melangkahkan kakinya kembali ke kantor.

Dan sesaat di halte bis, Nita melamun lagi. Panas terik, suara bising kendaraan, dan debu yang berterbangan di jam satu kurang itu tidak terlalu terasa karena dikalahkan lamunannya.

Zzzzz... zzzz... zzzzz. Telephon selular yang disimpan di sakunya bergetar. Ada pesan tertulis dari Andy Smith: Nita, cud u plz tell Marsya to reschedule the meeting 2day coz I have to go with Pak Walker 4 another urgent appointment. Thx.

Nita, Si Sekretaris di CANTIK SELAMANYAHhhhhhh…! Nita menarik napas panjang. Ia jadi tambah bete setelah membaca teks tersebut. "Dasar bule gendheng! Kerjanya gonta-ganti meeting melulu. Dia pikir emangnya gampang apa gonta-ganti jadwal meetingnya Bu Marsya!"

Nita marah-marah sendiri dalam hati tepat pada saat Metro Mini berhenti di haltenya. Cepat-cepat telpon selular tersebut dimasukkannya kembali ke dalam saku untuk segera melompat ke dalam Metro Mini. Tapi.. Nita jadi tambah jengkel karena si kondektur Metro Mini tiba-tiba meraih pinggang Nita. Mungkin tujuan sang kondektur adalah membantu Nita melompat memasuki Metro Mini.

“Apa sih!” omelnya sambil Nita menepis tangan si kondektur.

Dan kendaraanpun melaju cepat yang salah satu tujuannya berhenti dekat gedung tempat kerja Nita.


Bersambung



Updated - Baca juga: "Pembacaan Cerber "Nita si Sekretaris" di Radio Cempaka Asri FM!"


Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...