Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

High Heels

Suatu hari aku pernah baca blog seseorang yang mencela abis pemakai high heel seperti aku. Katanya, perempuan pemakai high heel itu cuma nyiksa diri demi memikat hati kaum lelaki. Astaga! Such a low thought!

Tauk apa dia tentang my keenness with high heel?


Dia memang gak nunjuk ke aku langsung walau pun mungkin pernah liat aku yang wearing high heel almost all the time, karena kebetulan dia itu temennya adik bungsu aku. Tapi, bahkan tanpa maksud menunjuk ke aku, dia gak bisa menuduh seperti itu terhadap para pemakai sepatu tinggi.

Hello... Cantik itu adalah bagian dari kewanitaan, deh...

Siapa pun hendaknya memperhatikan penampilannya. Untuk lelaki misalnya, sebaiknya memotong rambutnya dengan baik. Sehingga seorang pria yang suka berambut gondrong tidak terlihat seperti Tarzan masuk kota yang gak punya sisir.

Aku tauk, kebanyakan lelaki Indonesia masih risih dengan being dandy. Takut dibilang kurang “laki”. Padahal kerapihan itu aja wajib, kok, di ketentaraan. Ada cermin di banyak area di lingkungan militer yang dilengkapi stiker bertulisan “Sudah Rapihkah Saya?”

Kerapihan diri itu menunjukkan bahwa kita menghormati diri kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan diri kita, begitulah orang akan memperlakukan kita.

Kalau kita sembarangan terhadap diri kita sendiri, maka orang pun akan sembarangan terhadap kita. Kalau kita berpakaian rapih, maka orang pun memandang kita sebagai orang yang berpakaian rapih, yang identik dengan kemapanan. Yang namanya mapan itu artinya dewasa.

Demikian juga dengan my high heels. Sepatu tinggi aku membuat penampilanku menjadi rapih. Aku jadi merasa dan terlihat lebih anggun dengan sepatu tinggi. I truly enjoy it.

Lalu bagaimana kita membawa diri memilih pakaian yang pantas dipadu dengan those high heels, dan tentu saja penataan rambut serta make up. Jadilah seorang wanita membentuk impresi sesuai apa yang dia inginkan saat orang memandangnya. Di dunia ini, semuanya perlu dikerjakan. Termasuk penampilan bagus.

Gak semata-mata karena pake high heel, rok mini, lalu si perempuan itu sedang memancing syahwat. That is shallow, girl...

...Or you are just being lazy?

Comments

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Nonton film layar lebar - BOHEMIAN RHAPSODY

Akhirnya aku nonton film-nya QUEEN, BOHEMIAN RHAPSODY! Mengaku sebagai fans QUEEN, rasanya wajib nonton film ini. Maka aku pilih hari Senin kemarin untuk menonton di bioskop terdekat ke rumahku, pada pertunjukan tengah hari, pukul 12.45. Sedikit yang nonton.. Ya, wajarlah, hari pertama of the weekday.. Hari kerja! Tetapi walau sedikit yang datang menonton, serunya terasa karena semua penonton menikmati filmnya. Kami sama-sama tertawa pada humor yang ditampilkan di film itu. Meaning , semua memperhatikan. Sepertinya tidak ada yang tertidur di tengah pertunjukan! Film Bohemian itu tentang Freddie Mercury pencipta lagu Bohemian Rhapsody-nya QUEEN yang mendunia itu.  Aku sendiri sangat menyukai film ini dan merasa bahwa kekecewaanku untuk bisa menonton konser Queen yang pupus dengan meninggalnya Freddie Mercury, terbayarkan setelah menonton film ini kemarin siang. Dulu, di masa remajaku, selain hafal hamper semua lagu-lagu Queen, aku juga membaca berbagai artikel tentang ...