Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

A Nice Dress dari ITC Kuningan

...bought my lovely derss in ITC Kuningan...Kemarin (18/03/09) aku ke kantor mengenakan dress bermotif bunga yang panjangnya melewati betisku.

Aku suka dress-ku itu. It's a unique design. Aku beli pada saat sedang musimnya orang memakai dress bunga-bunga a la Hawaii. Rasanya waktu itu semua orang se-Jakarta pake gaun yang sama. Aku jadi ilfeel, walaupun sebenernya aku suka dengan dress. Lagi pula design baju yang dijual seperti seragam. Gak, deh. Aku gak suka.

Nah, waktu hunting dress yang lain dari yang lain tapi keren, aku menemukan sebuah toko di ITC Kuningan yang menjual dress ini. Waktu itu ya...tinggal satu-satunya.

Aku gak tauk berapa potong dia jual, yang penting aku belum pernah ketemu orang lain yang memakai dress yang sama. Kalau ketemu juga gak papa, kok. Berarti orang itu sekeren aku.. ha ha ha..

Nah, sore hari, sepulang kerja, sepupuku dengan terheran-heran bertanya, "Kakak pake baju itu ke kantor?"

Dengan santai aku jawab, "Iya, dong.. I am not a lawyer.. I am an artist, I can dress the way I want.." maksudku, aku ini seniman, jadi bisa berdandan sesuka aku. Sedang sepupuku itu Sarjana Hukum.

Tapi sebenernya, sih, karena dalam pekerjaanku, aku gak selalu bertemu langsung dengan client. Jadi, aku gak perlu berpakaian formal yang konservatif itu. Aku pake blazer gitu cuma kalau lagi jadi MC di marketing event kantor kami karena saat itulah aku berhadapan langsung dengan customer. Jadi saat seperti itu harus memberi kesan formal, kan?

Kata sepupuku, bajuku itu keren. "Foto, Kak!" Dia bilang.

Sepupuku itu juga baru keracunan photo session-ku. Tadinya posenya culun dan dia selalu bilang dirinya jelek setiap kali aku mau foto. Untungnya, dia tipe orang yang mau belajar. Jadi gak susah membujuk dia untuk mau difoto. Lagi pula, 'kan dia liat bagaimana aku juga sebenernya masih belajar pose.

Dengan cepat sepupuku jadi pinter berpose :). Dan tentu saja jadi tambah percaya diri. Jadi, suka, deh, dia dengan yang namanya photo sessions. Lihat sendiri deh, gayanya berpose bareng Andry.

So, I gave her my pocket camera and she took my pictures. Showing off my lovely dress yang matched dengan sepatu Charles & Keith yang aku beli di Metropolitan Mall, Bekasi. Setelah aku lihat hasil photonya.. Mmm.. aku makin suka dress-ku itu.

Setelah photo session sendiri, aku teringat anjing-anjingku, Welly dan Sophie-Emelie. Lalu aku minta Meyland, sepupuku itu, untuk mengambil photo kami.

Welly sudah belajar berpose, tetapi Sophie masih malu-malu dan menyembunyikan wajahnya di antara lenganku. Funny dog.

Anyway, you can go to ITC Kuningan to hunt for nice dresses... There, you can find affordable outfit, yet won't harm one's good taste.


Comments

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...