Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tsunami Kecil di Tangerang

Dini hari tadi pagi, tepatnya jam 2, Tanggul Situ Gintung di Desa Cireundeu, Tangerang jebol. Korban meninggalnya mencapai 60 orang lebih, dan terus bertambah. Di kantor, aku memantau beritanya lewat detik.com.

Klik di sini untuk melihat beritanya di detikdotcomLewat berita gambar, mereka memperlihatkan keadaan yang porak-poranda di sana mirip suasana pasca tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. That is terrible! Mobil bertumpuk karena terbawa arus! Ada juga mobil yang nyangkut di pagar! Ada lagi mobil yang rusak karena menabrak tiang listrik saat terbawa air. Mengerikan!

Kita masih harus bersyukur karena TUHAN baik sebab pastilah DIA menahan jebolnya tanggul itu sedemikian sehingga korbannya gak sebanyak seandainya peristiwanya terjadi ketika di jalan, saat masih banyak orang atau kendaraan berlalu-lalang.

I feel sorry for the victims. Kayaknya gak percaya, gitu, loh, kalau "tsunami" ngejar kita juga sampai ke tempat yang jauh dari pantai.
Pak Presiden SBY langsung mengirimkan bantuan pribadi berupa makanan dan memerintahkan Menkes untuk melakukan penanganan yang sebaik-baiknya bagi para korban.

Meanwhile, isn’t it time for us to be reminded how important is it to care?

Menurut berita,
sebenernya tanggul itu sudah sempat jebol bagian bawahnya bulan November 2008 yang lalu. What?! Dan semalam, sebelum air bah menghantam warga sekitar, alarm yang dipasang di tanggul buatan Belanda itu berbunyi tapi hanya warga yang ada di daerah dekat wadu yang tergerak untuk menyelamatkan diri.

Mungkin memang gak ada yang ngerti what to do. Gak tauk harus menyiapkan masyarakat punya tingkatan respon bagaimana karena memang gak pernah ada yang mikirin. Tanggulnya aja udah ada di situ dari jaman Belanda, gitu, loh. Lagi pula nothing bad had ever happened before. Siapa yang ngerti mesti gimana?

Kebiasaan buruk kita memang begitu. Gak prepare. Tapi, kok, aku merasa kita ini cenderung ignorant, gitu. Kenapa, ya? Karena nyawa kita gak ada harganya, kah?

Di Jakarta, di setiap gedung perkantoran yang tinggi-tinggi itu, pasti diadakan latihan keselamatan dalam keadaan darurat. Evacuation drill. Alarm tanda bahaya akan dibunyikan dan para pekerja diminta untuk keluar gedung, semuanya mengikuti prosedur yang sudah diajarkan sebelumnya. Kegiatan itu dilakukan secara berkala. Maksudnya apa? Biar kita inget.

Harusnya, yang kayak gitu itu juga diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Karena nyawa kita ini berharga. Harusnya, kita belajar dari pengalaman tsunami di Aceh. Ketika early warning was not in place dan mengakibatkan kerugian yang dahsyat.

Aku rasa inilah saatnya setiap pemerintah daerah di semua wilayah di Indonesia memeriksa apakah ada potensi bahaya di wilayahnya masing-masing yang harus segera ditangani pencegahannya.

Lihat beritanya di detik.comAgak-agak bengong juga aku karena baru aja beberapa hari yang lalu aku teringat tsunami di Aceh (lihat
catatannya di blog ini), lalu tiba-tiba tsunami kecil terjadi di Tangerang. Ada baiknya kita memandang ini sebagai alarm bagi kehidupan kita juga. Entah tsunami versi apa yang bisa melanda kita kalau kita ignorant. Mungkin tsunami perebutan kekuasan setelah pemilu?

Initinya: jangan cuek dengan lingkungan kita. Bertindaklah.

Bertindaklah karena rasa sayang kepada keluarga, teman, lingkungan, bahkan kepada diri sendiri. Jangan tunggu sampai keadaannya terlalu parah sehingga terlalu sukar untuk memperbaikinya.

Kita sudah mengalami banyak peristiwa yang mengagetkan dari waktu ke waktu. We should take the lesson and take action quickly. Sebelum lagi-lagi kita terlambat.






Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...