Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Barang Mewah Demokrasi



Hari ini Jakarta menyelenggarakan pesta demokrasinya. Tapi warga Jakarta mungkin belum tahu adanya indikasi bahwa berkembangnya demokrasi pertama kali di antara bangsa Yunani Kuno karena masalah barang mewah..

Para ahli sejarah mendapatkan bahwa sebenarnya masyarakat Yunani Kuno di Athena mengartikan 'barang mewah' seperti anggapan kita sekarang. Namun sepupu mereka di Sparta, menganggap kemewahan juga berarti hak untuk ikut serta dalam perang fisik.

Para ahli sejarah mendapatkan bahwa sebenarnya masyarakat Yunani Kuno di Athena mengartikan 'barang mewah' seperti anggapan kita sekarang. Namun sepupu mereka di Sparta, menganggap kemewahan juga berarti hak untuk ikut serta dalam perang fisik.

Di waktu libur Pesta Demokrasi Jakarta, stasiun BBC punya tayangan menarik mengenai sejarah demokrasi. Sulit untuk bisa diduga bahwa di awal tumbuhnya paham demokrasi masyarakat Yunani Kuno harus memecahkan masalah agar barang mewah tak jadi simbol pertentangan antar kelas masyarakat.

DR. Michael Scott, penulis naskah
'Guilty Pleasures: Dr. Michael Scott
and Ancient Greece'

Tayangan didaktis ini bisa dinikmati lewat youtube dot com, saat waktu istirahat kerja disediakan bagi warga Jakarta untuk menunaikan hak demokrasinya. Silahkan mengaksesnya, tayangan berjudul 'Guilty Pleasures: Dr. Michael Scott and Ancient Greece'*, lewat: http://www.youtube.com/watch?v=1W4A_NcYOpk.

Orang Athena percaya semua orang sepatutnya diperbolehkan mempertahankan impiannya sedemikian rupa, termasuk mengejar apa yang menjadi barang/hal langka atau lainnya -- meski akan ada konsekuensinya. Tugas bersama adalah menjalin tiap impian yang hidup untuk saling berinteraksi secara harmonis, perjuangannya akan menunjukkan kualitas demokrasi.

Macedonia, salah satu kelompok dari bangsa Yunani Kuno, menggunakan kemewahan untuk menunjukkan kehebatan kerajaan mereka mewujudkan mimpi. Dengan sistem militer yang lebih demokratis, Macedonia merupakan salah satu suku bangsa yang memiliki sejarah berprestasi besar hingga sekarang.

Sementara itu, masyarakat Sparta yang hidup di era sebelum Macedonia, percaya tak seluruh anggota masyarakat bisa diperkenankan bermimpi untuk mengejar kemewahan versi bangsa mereka. Bagi orang Sparta, hanya orang kaya yang boleh perang. Bisa menemui kematian di ladang konflik adalah keagungan bagi kelompok elit.

Menurut para ahli sejarah, bangsa Sparta akhirnya jadi penuh korupsi, dan malah seluruhnya menemui nasib punah ditelan serangan musuh. Akhir ironis ditemui suatu bangsa yang terkenal atas kemampuan militernya, semua karena Sparta tidak mengenal demokrasi.

Pengajaran dalam sejarah ini mengungkapkan pentingnya rasa keberanian bagi tiap anggota masyarakat untuk menentukan dan mengejar cita-citanya masing-masing. Meskipun artinya adalah sebagian orang tak akan mampu mencapai tahapan seperti yang diharapkan, bahkan sampai seumur hidupnya sekalipun.

To have a purposeful life. Hidup yang memiliki tujuan, tidak dibiarkan kosong.

Kalau semua orang berani bermimpi, bagi masyarakat demokratis, ini akan berarti seluruh anggota kelompok dapat memiliki jalan untuk meraih hidup lebih baik.

Jadi... bagaimana dengan mimpi Anda?




Catatan:
*Penulis tidak bertanggungjawab atas hak cipta tayangan yang dimuat di youtube.com

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...