Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Ketika Perempuan Selingkuh

Untuk Yang Kehilangan Cinta
Perselingkuhan adalah insiden terbesar yang bisa jadi penyebab perceraian. Rasanya kita mudah mengerti hal itu.  

Paul Amato, seorang profesor psikologi yang bekerja sebagai penasihat dalam National Healthy Marriage - Amerika Serikat, punya pendapat tentang perselingkuhan secara umum. Yaitu, kesetiaan merupakan pokok utama norma pernikahan, dan pengkhianatan atau perselingkuhan (infidelity) dianggap sebagai kesalahan paling besar yang bisa terjadi.

Para ahli percaya bahwa ikatan perasaan adalah alasan utama penyebab perempuan berselingkuh. Sedangkan lelaki? Tentu saja karena pesona fisik. Bagaimanapun, pengkhiantan badani atau "sekedar" perasaan, keduanya tidak dapat diterima masyarakat.

Penilaian ini juga berlaku bahkan di negara yang cukup liberal seperti Amerika Serikat. Dalam survey di tahun 2006 terungkap bahwa hampir 90% orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan bahwa kendati ikatan fisik atau perasaan tidak diperhitungkan sebagai faktor penyebab, perselingkuhan tidak dapat diterima secara moral.

Namun ada fakta menarik yang bisa kita lihat di dalam masyarakat. Yaitu, perempuan selingkuh akan lebih sulit untuk dimaafkan suaminya dibanding bila yang memiliki affair adalah sang istri. Tiada ampun bagi perempuan yang selingkuh.

Sama seperti lelaki, salah satu penyebab perempuan berselingkuh adalah adanya kesempatan untuk melakukan. Bila seorang perempuan berselingkuh, maka sang suami akan terus dihantui tentang masalah keabsahan posisinya sebagai ayah dalam pernikahan tersebut. Kontras dengan perempuan, para ayah bisa ragu tentang status kebapakannya karena mereka memang tidak mengandung.

Para lelaki yang sakit hati, akan berkonsentrasi untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa perpisahan lebih mungkin terjadi, bila yang melakukan pengkhianatan adalah sang perempuan.

Untuk Yang Kehilangan CintaNamun bagaimanapun, baik lelaki atau perempuan sama terlukanya setelah mengetahui pasangannya selingkuh. Bedanya, lelaki akan merasakan harga dirinya atau kejantanannya runtuh secara lebih besar dibanding dengan kesedihan atas ikatan pernikahan itu sendiri.

Seperti perempuan, lelaki yang menjadi korban perselingkuhan akan mengalami gangguan emosi dan memiliki surut rasa percaya permanen kepada pasangannya. Dan bila ingin memperbaiki, harganya adalah kerelaan mengikuti proses penyembuhan yang pasti tidak akan terjadi dalam waktu sebentar.

Namun Amato mengatakan penyembuhan relasi setelah perselingkuhan terjadi - bahkan bila pelakunya adalah sang perempuan -  adalah sangat mungkin terjadi. Begini pesan Prof. Paul Amato:

" ...Re-establishing trust takes time, but if both spouses sincerely want the marriage to continue and are willing to work on it, then it is possible to have a healthy relationship again" .

Surviving Infidelity: What Wives Do When Men Cheat


Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...