Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Waktu Google Mencatat Kita Kurang Dalam "Bersyukur"

Dian Manginta - Cantik Selamanya

Dalam obrolan sehari-hari, rasanya aku sering mendengar kata syukur terucap dari bibir orang Indonesia, which is nice. Ucapan syukur selalu menyejukkan.

Tapi kalau baca berita atau tulisan di media, kok kayaknya beritanya tegang terus. Yah.. baru agak santai kalau beritanya soal gossip artis. Itu pun kalau bukan seputar perceraian atau perbuatan salah seorang artis.


Melacak Kata "Bersyukur"

Jadi, timbul my curiousity, apa hasilnya kalau kita googling kata "bersyukur" di media-media nasional yang sampai sekarang rasanya jumlah hasilnya akan lebih banyak berisikan tentang hal-hal berbau politik saja. Coba googling aja kata kunci ini: site:nama_situs_media_yang_ingin_dicari.com "bersyukur".

Lihat sendiri hasilnya. Kata bersyukur lebih sering jadi berita kalau ada latarbelakang politisnya.

Padahal, bukankah orang Indonesia disebut paling jago bersyukur? Mengapa kebiasaan bersyukur cuma sering disorot hanya sebagai komoditas politik saja?


Dian Manginta - Cantik Selamanya

Memang, sih, sulit untuk dijadikan barometer, tapi, hasil penemuanku menggunakan Google ternyata memberikan hasil 60% lebih banyak jumlah halaman situs yang menyebutkan kata "bencana" dibanding kata "bersyukur" (lihat screenshot di atas). Rasanya, kita bisa melihat cermin bahwa kita memang kurang sering mengucap bersyukur. Atau seperti yang sering orang media katakan, "itu yang mau didengar oleh pemirsa/pendengar/pembaca". Wah! Apa bener kita lebih suka mendengar tentang kabar buruk dan bencana?

Padahal, bersyukur itu obat yang mujarab, loh! Karena banyak sekali gunanya, aku sudah me-list-nya buat kita semua. Aku ingin kita semua bersyukur karena bisa membuat diri:

...Menjadi Optimis

  • Bersyukur itu artinya kita mencatat keberuntungan dan menjadi percaya akan masa depan penuh harapan.

  • Bersyukur itu mengingatkan kita untuk mau berani melangkah ke depan.

  • Bersyukur itu artinya berbangga karena kita disayang Tuhan Yang Maha Kuasa, padahal, siapa sih kita ini?

  • Bersyukur itu akan membakar bara semangat hidup.

  • Keinginan untuk bersyukur adalah motivasi hidup yang paling terindah dan mententramkan, elok dipandang.

  • Cita-cita untuk hidup bersyukur terdengar seperti bujukan kepada Tuhan supaya ia mau membina hidup kita sepanjang hayat.

  • Bersyukur? Bikin hidup lebih hidup.

  • Mendengar ucapan penuh syukur adalah menyuburkan keinginan supaya kita untuk turut yakin bahwa masa depan yang cerah itu sungguh ada.

  • Hati yang selalu bersyukur akan memancing nasib mujur.


...Punya Modal Bagus untuk Bergaul

Click Here To Enjoy Your Weekend
  • Kemauan bersyukur itu apalah pengakuan bahwa kita tidak harus hidup dengan upaya sendiri hingga menjadi manusia picik.

  • Melihat orang yang selalu bersyukur adalah seperti melihat penari, pemusik, seniman yang berbakat.

  • Tidak ada orang yang suka bersyukur namun hatinya picik dan memiliki mata yang merendahkan orang lain.

  • Bila kita sedang tertekan, bujuklah pikiran untuk bersyukur. Itu adalah obat yang sangat menguatkan.

  • Bersyukur itu adalah memberikan pamrih yang paling tinggi yang bisa berikan bagi Tuhan. Ingat, kita tidak punya apapun yang cukup besar untuk mengembalikan setimpal dengan perbuatannya.

  • Ingatlah masa-masa saat kita sering mengucap syukur dengan tulus, maka kita akan ingat waktu di mana kita berbuat benar.

  • Selidikilah perbuatan Tuhan dengan melihat hati. Namun hati yang tak tahu bersyukur akan sulit melihat perbuatan-perbuatan-Nya.

  • Inginilah semua mimpi yang membuat kita bersyukur, maka kita akan tidur nyenyak.

  • Akal yang cerdas tak akan berguna bagi orang lain tanpa landasan niat hati untuk bersyukur.


....Membuat Indonesia Kuat!

  • Redakan pertengkaran dengan mengingat hal-hal yang membuat kita bersyukur akan pertemanan, persahabatan, bahkan persaudaraan.

  • Tinggi luhur suatu Bangsa yang tahu bersyukur.

  • Apakah kita tak tahu bahwa hidup ini penuh keajaiban? Barangkali karena kita kurang bersyukur?

  • Bangsa yang besar adalah Bangsa yang selalu bersyukur - Karena rakyatnya tahu mereka tak harus kenal lelah dalam berjuang: Tuhanlah yang akan menjamin keberhasilannya.

  • Cara berbangga yang paling patut ditiru adalah dengan bersyukur. Mari kita jadikan Indonesia yang patut ditiru oleh bangsa-bangsa lain karena kita tahu bersyukur!



Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Perlu dibaca juga:







Yuk, gabung?


Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...