Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Ngobrol (lagi), Ah...

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Cantik Selamanya Ngomong-ngomong soal ngobrol sudah kita bahas sebelumnya dalam perspektif kesehatan. Tapi, ngobrol selain sehat, juga bagus untuk menjalin hubungan baik dengan kolega di kantor. Baik dengan rekan yang se-level, maupun dengan bawahan, ataupun dengan atasan.

Di sela-sela kerja, berjalanlah ke meja rekan sekerja dan ambil permen atau cemilan yang ada di mejanya. Kalau ada. Kalau gak ada, bawakanlah cemilan itu and share with your colleagues.

Cemilan, Pancing Teman
Walaupun bukan penggemar cemilan, aku memang telah melihat the magic of cemilan. Cemilan itu alat yang ampuh untuk mencairkan kebekuan dalam hubungan yang formal.

Jadi, kalau belum punya cemilan di meja, mampirlah ke toko, beli sebungkus permen dan satu toples. Lalu hidangkanlah permen itu di dalam toples di meja kerja, supaya rekan kerja kita tahu bahwa kita akan gembira menyambut mereka apabila mereka mampir.

Dian Manginta Bicara KarirKalau ada waktu, ajak rekan sekerja atau bawahan untuk membeli secangkir kopi dari kafe di dekat kantor. Suasana santai saat berjalan ke kafe itu, lalu kegiatan membeli dan menikmati kopi yang terjadi akan menjadi langkah yang baik untuk menjalin hubungan baik dengan rekan sekerja.

Kalau keadaan memungkinkan, baik juga untuk mengajak si boss beli kopi. Selain baik buat si boss untuk juga taking a break, ini juga kesempatan yang baik untuk menjalin hubungan baik dengannya.

Setelah hubungan baik telah terjalin, baik dengan rekan sejawat, bawahan maupun atasan, maka, komunikasi akan lancar, dan mestinya akan lebih mudah untuk menciptakan teamwork yang baik. Selanjutnya, tentunya adalah memanfaatkan hubungan baik itu for your success in performing your duties.

Good luck!

Perlu dibaca juga:





  • Not to be so serious is as important as to be so serious. Don't you know...Anyway, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk? ;)
Yuk, gabung?

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...