Skip to main content

Posts

Showing posts with the label karir

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Jangan bekerja untuk uang, bekerjalah karena cinta

Haiiiii... Apa kabar? It's weekend! Kemarin aku bertemu dengan teman-teman lamaku dari salah satu perusahaan tempat kami dulu pernah bekerja.  Semula aku pikir kita akan ngobrol tentang kanker sampai kenyang. And we did . Kami memang memulai dengan obrolan tentang kanker yang sempat merobohkanku hingga dirawat di rumah sakit dan melalui rangkaian terapi yang melelahkan itu. Tetapi kemudian, dari omong-omong soal sakit kanker, kami pun jadi membahas tentang nutrisi yang penting untuk tubuh kita, dan ternyata dua dari temanku yang hadir saat itu bekerja untuk Herbalife. Aku sebenarnya tidak  bermaksud menyebut nama perusahaannya, tetapi rasanya lebih mudah untuk membayangkan cerita yang akan aku bagikan ini bila kusebutkan namanya.  Jadi, kamu tahu 'kan kalau produk Herbalife itu mahal. Juta-juta gitu harganya. Nah, temanku ini, Bety namanya, memutuskan untuk menjalankan bisnis Herbalife ini. Awalnya malah hanya murni berjualan, tanpa niat untuk mengkon...

Menguasai Industri Fashion Negeri China

Kala China telah mulai mampu menghasilkan fashion kelas atas, kita harus mengerti cara menaklukkan pasar mereka . Dengan populasi lebih dari 1,3 milyar penduduk, China adalah pasar terbesar di dunia. Dalam kecepatan pembangunan yang luar biasa, China juga berkembang menjadi salah satu negara industri terbesar di Dunia, bahkan nilai total segala produksi di negara tersebut telah mencapai dua kali lipat dibanding Jepang. Tak hanya menjadi pasar, China juga menjadi produsen. Bermodalkan tenaga kerja yang berlimpah, China seakan mampu untuk membuat apa saja, termasuk untuk produk fashion. Situs internet berbasis kota Jiangsu, kurang lebih dua ratus kilometer dari Shianghai, www.madeinchina.com bahkan tak segan-segan memasarkan image kemampuan mereka untuk menghasilkan barang berkualitas kacangan yang murah harganya. Rasanya, bagi mereka apapun yang laku dijual, layak dibanggakan. Baca selanjutnya di www.cantikselamanya.com Seri "Tahun Baru China & Valentine's Day" ...

Office Politics, Waktunya Meminta Bantuan

Dari www.cantikselamanya.com : Lawrence B. MacGregor, pengarang buku "The End of Office Politics as Usual‎", menggambarkan tentang kejadian office politics yang pernah terjadi di Microsoft. Dua grup marketing saling bersaing dan bertengkar dan akhirnya berhasil bersatu kembali. Mereka akhirnya sama-sama menyadari bahwa saingan bukan berasal dari kantor sendiri namun produsen IT lainnya. Di dalam eksperimen yang dicatat oleh Wikipedia, tercatat bahwa 60% dari seluruh kelompok manusia akan berusaha secara agresif untuk mengalahkan saingannya sembari menanggung resiko akan mendapatkan kerugian. Ini terjadi meskipun ada tawaran bila mereka "diam" saja maka masing-masing akan mendapat ganjaran sama rata. Politik kantor, tak akan reda segampang yang digambarkan Lawrence B. MacGregor. Baca seterusnya Seri "Berani Minta Pertolongan" di www.cantikselamanya.com : Berani Minta Bantuan Korupsi Aparatur Negara Saat Diminta Bantuan: Ombudsman Mengapa Harus...

Kegelisahan Jadi Bawahan/Atasan [Riset]

"Takut untuk menang sama buruknya dengan takut untuk kalah ." [Dian Manginta, tentang keberanian untuk berkembang ] RENTHYNA , pengarang Nita si Sekretaris , betul-betul menyukai topik dunia kerja. Dengan kacamata artistiknya, Renthyna merekam kejadian-kejadian saat para pegawai berinteraksi untuk dijadikan bahan cerita bertopik kelas pekerja yang utuh. Kualitas keutuhannya lahir karena Renthyna merenungkan kembali secara detail apa yang telah dia lihat. Dan pertanyaan-pertanyaan yang ia gelutkan akan memberikan berbagai refleksi praktis untuk kita nikmati. Dengan gaya artistik, renungan Renthyna jadi segar untuk diikuti. Cantik Selamanya sendiri merekam bahwa artikel " Ketika Atasan Mau "Membunuh" Kita [Riset ]", di samping seri " Nita Si Sekretaris " sukses menggaet ribuan pembaca. Her works always give Cantik Selamanya instant success . Di sini, sekali lagi, Renthyna ingin mengajak kita merenung. Ia ingin mengajak kita untuk melihat lebih dek...

Indonesia Loves Mercedes-Benz' Technology - True Icon of Luxury

"Wajar kalau Indonesia kaya: alam negara kita diakui kekayaannya di seluruh dunia! Yang tak wajar adalah kalau kita tak berani kaya. Artinya, mengingkari warisan kekayaan dari negeri yang ditinggali  ayah-ibu-kakek-nenek-moyang kita sendiri." [Dian Manginta, tentang SEMANGAT MENJADIKAN INDONESIA MAKMUR] AKU melihat sebuah Merceds-Benz , minggu kemarin. It looked really gorgeous ! Aku perhatikan serinya dan keliatannya it ' s an S-Class. Tidak sulit membuat S-Class Mercedes jadi pusat perhatian. Karena kelas ini adalah kelompok sedan terbesar Mercedes-Benz. "S" adalah singkatan dari " Sonderklasse ", yang artinya "kelas khusus", atau "berada dalam kelasnya sendiri". Aku jadi teringat, akhir bulan Oktober lalu, news contributor Cantik Selamanya menyerahkan sebuah materi dari Mercedes-Benz. Aku pun memutuskan untuk memeriksa berkas dari Mercedes-Benz yang pernah diberikan padaku. Di dalamnya ada tulisan judul "TRUE ICON OF LUXU...

Mengejar Impian Di Ajang Lomba Perancang Mode

"Melihat adalah mengetahui. Mempercayai, tak harus melihat dulu. Kita harus lebih banyak percaya daripada mengunggu melihat." [Dian Manginta, tentang KEYAKINAN BERSAMA] Seandainya Walt Disney [1901 - 1966] jengah dengan usia remajanya yang masih sembilan belas tahun, ia bisa saja kehilangan momentum memulai bisnis animasi. Pada tahun 1920, Disney memulai usahanya - yang berjalan jatuh dan bangun. Seperti hidup semua orang, Disney pun mengalami kepahitan. Di usia 26, ia pernah dikhianati partner bisnisnya hingga tak hanya kehilangan hak cipta bagi karakter " Oswald the Lucky Rabbit ", namun juga ditinggalkan seluruh karyawannya sekaligus. Setelah kehilangan Oswald dan pegawainya, Disney menciptakan Mickey Mouse, kemudian usahaya tumbuh hingga sekarang [2007] menghasilkan keuntungan lebih dari Rp. 332.500.000.000.000,- per tahun [!] Kalau saja Walt Disney mudah menyerah, maka nasibnya barangkali tak akan jauh dari garis tangan Walter Elias Disney, sang ayah yang hidu...

Berani Investasi Dengan "Mandiri Investasi"

"Resiko terbesar dalam berperang menghadapi apapun adalah rasa takut menghadapi  resiko.  Kalau takut, maka jangan pernah menghadapi masalah sendirian, agar paling tidak orang lain dapat memberitahukan resiko apa yang sebetulnya harus kita hadapi." [Dian Manginta, tentang RESIKO INVESTASI UANG] "BERINVESTASILAH sekarang. Karena investasi itu akan meningkatkan kemapuan sukses di masa mendatang", begitu pesan para ekonom setiap saat. Di artikel " Tips Dari Bankir: Memilih Bank Yang Aman ", kita diingatkan oleh Romy Henry [bankir], bahwa menunda konsumsi seringkali bisa jadi strategi keuangan yang sangat baik. Apalagi kalau kita mengingat bahwa laju kenaikan pendapatan sering tidak meningkat sebesar menambahnya kebutuhan. Investasi, karena tujuannya meningkatkan daya beli di masa depan, dekat sekali artinya dengan resiko. Kalau gagal, paling tidak seluruh upaya menunda konsumsi bisa tidak berguna. Itulah sebabnya, para ahli menganjurkan supaya kita memanfaatk...

Nita, (Bukan Sekedar) Kisah Seorang Sekretaris di Indonesia

"Karena kita butuh satu sama lain, jangan sampai orang Indonesia direndahkan, dalam situasi apapun. Memang kita mau, disebut membutuh jasa orang yang rendah martabatnya?" [Dian Manginta, tentang RASA HORMAT ANTAR ORANG INDONESIA] Atas kemurahan hati sang pengarang, Renthyna , Cantik Selamanya mendapat kesempatan untuk memuat kutipan novel Nita Sekretaris yang saat pertama kali dipublikasikan masih baru ditulis juga. Very fresh . Waktu itu kami setuju bahwa dia bisa menghentikan berbagi cerita [yang ini beneran berbagi cerita, ' kan ?] Nita si Sekretaris kapan saja dia mau. Namanya juga gratis. Syukurlah sang pengarang mau berbagai sampai novelnya sendiri selesai ditulis. Dia berjanji, setelah ini dia akan mengirimkan cerpen-cerpennya untuk menjadi selingan a-la sersan [SERius tapi SANtai]-nya Cantik Selamanya. Tapi karya Renthyna itu ternyata tetap saja serius, ' kan ? Sekretaris, Direndahkan Kita yang mengangkat kehidupan seorang sekretaris yang memang sering terjad...