Mar 31, 2009

Rame-rame Melapor Pajak

Hari ini hari terakhir penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT Tahunan) Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP). Kalau hari ini gak ngelapor, kena denda seratus ribu rupiah. Atau dipidana, not cool :(.

Come one, let's see it:)Tadi aku lihat masih ada yang mengantri di tenda drop box kantor pajak di dekat gedung kantor tempat aku kerja. Sebentar antriannya panjang, sebentar pendek. Untung banget hari ini agak mendung jadi yang mengantri gak kepanasan.

Masa pelaporan pajak tahun ini agak heboh juga. Aku, sih, sudah lama punya NPWP, jadi rasanya seru juga melihat tiba-tiba ada rombongan orang-orang mengantri di sebuah tenda dekat gedung kantorku. Tadinya aku pikir ada rame-rame apa. Soalnya gak ada tanda apa-apa. Hmm.. atau mungkin waktu itu tertutup badan orang-orang yang berkerumun, kali, ya?

Ternyata tenda itu adalah pos drop box dari kantor pajak yang disediakan untuk mempermudah para wajib pajak melaporkan setoran pajak tahunannya.

Waktu itu aku masih mikir mau melapor seperti biasanya, datang ke kantor pajak wilayah tempat aku terdaftar, ngantri di sana, lalu berangkat ke kantor kalau masih sempet. Kalau gak, ya pulang. Tapi setelah aku pikir lagi “mm.. kayaknya bodoh juga kalau gak manfaatin sarana yang disediakan”.

Aku pilih menyampaikan laporanku pada saat harkitnas, hari kejepit nasional, between hari Nyepi dan Sabtu minggu lalu. I was thinking of taking a day off sebenernya. Tapi aku pikir lagi, hari Jumat, pas hari kejepit libur begitu, pasti jalanan agak sepi. Dan pasti antrian ke drop box juga gak panjang. Lagian mumpung aku gak begitu sibuk, mending dipake buat ngurusin pajak aja, kali. Tanpa harus taking a day off. Maka, aku gak jadi cuti...

Lihat di facebook (juga)...And I was right. Waktu aku melapor, aku gak pake mengantri. Dan petugasnya ramah-ramah. Mereka dengan sabar menjawab pertanyaan kita.

Aku dengerin di sebelah aku ada a girl who asked many questions. Dia pingin make sure laporannya bener, kayaknya. Yang mengantri di belakangnya aja yang harus sabar. They could ask questions too later..

Di drop box itu disediakan juga amplop yang sudah dicap dengan formulir data yang harus kita isi termasuk nomor NPWP kita. Ambil aja. Gratis. Masukkan laporan pajak kita ke dalamnya, lalu serahkan kepada petugas pajak. Mereka akan membuatkan tanda terima berupa sticker. Yang satu ditempel di amplop kita itu, yang satu lagi buat kita bawa pulang. Mereka juga yang tutup amplop kita dengan strapler. Ok, ya?

Untung ada sunset policy (penghapusan sanksi administratif pajak yang dibuka sejak pertengahan 2008 kemarin). Mudah-mudahan tiap tahun acara melapornya dibikin seperti ini. Praktis.

Two thumbs up, Dirjen Pajak!





Mar 30, 2009

Ke Pesta, Simple Look at a Wedding Party

Tadi malam aku ke pesta pernikahan seorang teman. And when we're about to attending wedding parties, dress is the first thing to ponder, right?

Untuk menghadiri pesta kali ini, aku maunya yang simple aja. Jadi, aku hunt dress yang simple, bukan long dress. Dan harus chic.

Setelah hunting di beberapa department store, akhirnya aku berhasil menemukan satu simple dress yang kumau di Matahari Dept. Store di Metropolitan Mall, Bekasi. Aku suka banget dengan desainnya, dan cocok banget dengan penataan rambut yang aku sudah bayangkan sebelumnya juga.

Setelah menemukan dress yang aku mau itu, aku cari sepatu yang matched dengan warna dress itu. Kalau yang ini, aku nemunya di Centro Dept. Store di Plaza Semanggi.

Sore aku ke salon Tommy dekat rumahku di Pondok Kelapa. You can view the photo when I was there here. Nice salon dan mereka terima debit card! Soalnya, setelah hampir dekat salon itu, baru aku sadar kalau I did not have enough cash. To turn around ke ATM rasanya terlalu lama. Aku takut nanti di salonnya harus mengantri dan akibatnya bisa terlambat ke pesta.

Sebagai insan yang selalu datang telat, he he he, aku sebenernya malu, kok, karena telat melulu. Jadi, kali ini aku ingin datengnya, tuh, gak telat-telat amat. Minimal sempet muter-muter ngeliat makanan sebelum photo session, deh...;) Maunya.

Akhirnya, setelah rambutku ditata seperti yang kumau, aku pulang dan mendadani wajahku sendiri. Masih inget posting-ku tentang eye shadow, kan? I love to play with my own face.

Setelah gambar-gambarin muka aku, matut-matut dengan baju baru dan sepatu baru, aku felt comfortable dengan penampilanku. Aku pake jewelry simple aja sehingga tadi malam dandan aku nyaris minimalis kecuali make up-nya. Tapi aku gak pake bulu mata palsu, kok. Jadi make up-nya gak nyaingi pengantin..

Dan aku senang kali ini aku gak telat. Malah pengantinya yang telat




Mar 29, 2009

Makanan Vegetarian di Loving Hut - Plaza Semanggi

Pengalaman makan siang di "Loving Hut" bareng Tika sama Andry ini bagus buat referensi.

Temanku, Tika, sedang temporary assignment di Kuala Lumpur, Malaysia. This week end, dia pulang kampung. Kangen, katanya.

Dia memaksa aku dan Andry untuk menemani spending the night di hotel tempat dia menginap. Just one night, girls' night, karena minggu siang dia harus kembali lagi ke Malaysia. Jadi, Sabtu siang kami bertemu.

Lihat situs Loving HutAku putuskan untuk bertemu di Plaza Semanggi sambil lunch di sana, dan aku pilih restoran Loving Hut yang menyajikan aneka jenis masakan vegetarian. Aku sudah mendengar mengenai restoran ini beberapa waktu sebelumnya. Katanya, masakannya enak.

Masakan enak tanpa daging? I am curious. And there we were.

Aku pilih nasi kuning yang diolah dengan jamur. Ada rendangnya, tapi yang direndang bukan daging. Enak. Katanya sih itu akar. Entah akar apa. Gak jelas. Porsinya kurang banyak buat aku yang lagi kelaparan. Gak nendang. Tapi enak :D.

Loving Hut itu adanya di lantai 3A Plaza Semanggi, di area food court. Dekat dengan lift. Mampir aja. Ada sambelnya juga, kok.. :)






Mar 28, 2009

Tsunami Kecil di Tangerang

Dini hari tadi pagi, tepatnya jam 2, Tanggul Situ Gintung di Desa Cireundeu, Tangerang jebol. Korban meninggalnya mencapai 60 orang lebih, dan terus bertambah. Di kantor, aku memantau beritanya lewat detik.com.

Klik di sini untuk melihat beritanya di detikdotcomLewat berita gambar, mereka memperlihatkan keadaan yang porak-poranda di sana mirip suasana pasca tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. That is terrible! Mobil bertumpuk karena terbawa arus! Ada juga mobil yang nyangkut di pagar! Ada lagi mobil yang rusak karena menabrak tiang listrik saat terbawa air. Mengerikan!

Kita masih harus bersyukur karena TUHAN baik sebab pastilah DIA menahan jebolnya tanggul itu sedemikian sehingga korbannya gak sebanyak seandainya peristiwanya terjadi ketika di jalan, saat masih banyak orang atau kendaraan berlalu-lalang.

I feel sorry for the victims. Kayaknya gak percaya, gitu, loh, kalau "tsunami" ngejar kita juga sampai ke tempat yang jauh dari pantai.
Pak Presiden SBY langsung mengirimkan bantuan pribadi berupa makanan dan memerintahkan Menkes untuk melakukan penanganan yang sebaik-baiknya bagi para korban.

Meanwhile, isn’t it time for us to be reminded how important is it to care?

Menurut berita,
sebenernya tanggul itu sudah sempat jebol bagian bawahnya bulan November 2008 yang lalu. What?! Dan semalam, sebelum air bah menghantam warga sekitar, alarm yang dipasang di tanggul buatan Belanda itu berbunyi tapi hanya warga yang ada di daerah dekat wadu yang tergerak untuk menyelamatkan diri.

Mungkin memang gak ada yang ngerti what to do. Gak tauk harus menyiapkan masyarakat punya tingkatan respon bagaimana karena memang gak pernah ada yang mikirin. Tanggulnya aja udah ada di situ dari jaman Belanda, gitu, loh. Lagi pula nothing bad had ever happened before. Siapa yang ngerti mesti gimana?

Kebiasaan buruk kita memang begitu. Gak prepare. Tapi, kok, aku merasa kita ini cenderung ignorant, gitu. Kenapa, ya? Karena nyawa kita gak ada harganya, kah?

Di Jakarta, di setiap gedung perkantoran yang tinggi-tinggi itu, pasti diadakan latihan keselamatan dalam keadaan darurat. Evacuation drill. Alarm tanda bahaya akan dibunyikan dan para pekerja diminta untuk keluar gedung, semuanya mengikuti prosedur yang sudah diajarkan sebelumnya. Kegiatan itu dilakukan secara berkala. Maksudnya apa? Biar kita inget.

Harusnya, yang kayak gitu itu juga diterapkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Karena nyawa kita ini berharga. Harusnya, kita belajar dari pengalaman tsunami di Aceh. Ketika early warning was not in place dan mengakibatkan kerugian yang dahsyat.

Aku rasa inilah saatnya setiap pemerintah daerah di semua wilayah di Indonesia memeriksa apakah ada potensi bahaya di wilayahnya masing-masing yang harus segera ditangani pencegahannya.

Lihat beritanya di detik.comAgak-agak bengong juga aku karena baru aja beberapa hari yang lalu aku teringat tsunami di Aceh (lihat
catatannya di blog ini), lalu tiba-tiba tsunami kecil terjadi di Tangerang. Ada baiknya kita memandang ini sebagai alarm bagi kehidupan kita juga. Entah tsunami versi apa yang bisa melanda kita kalau kita ignorant. Mungkin tsunami perebutan kekuasan setelah pemilu?

Initinya: jangan cuek dengan lingkungan kita. Bertindaklah.

Bertindaklah karena rasa sayang kepada keluarga, teman, lingkungan, bahkan kepada diri sendiri. Jangan tunggu sampai keadaannya terlalu parah sehingga terlalu sukar untuk memperbaikinya.

Kita sudah mengalami banyak peristiwa yang mengagetkan dari waktu ke waktu. We should take the lesson and take action quickly. Sebelum lagi-lagi kita terlambat.






Mar 25, 2009

Jadi Saksi Pemilu, Yuk?

Jaga agar jujur! Tadi sore aku nonton talk show di Metro TV tentang kecurangan dalam pemilu di Jawa Timur. Aku sedih melihat bagaimana orang akan lakukan segala cara demi mencapai tujuannya.

Aku gak habis pikir, how dare they are to manipulate the data so they could win?! Siapa pun pelakunya.. that is cruel. Jahat banget. Jelas orang itu, pelakunya, gak bisa dipercaya.

Di dalam acara talk show itu, Metro TV memperlihatkan bagaimana kecurangan itu dilakukan. Ngeri banget. Kesimpulan mbak pengamat politi yang diwawancarai (maaf, aku lupa namanya) bilang bahwa Pemilu nanti bisa jadi pemilihan umum yang gak damai. Aduuuuh.. perang, dong?

Aku sedih, inget orang-orang "kecil" yang bakal jadi korban. Ah, orang-orang yang gak kecil juga, kalee...

Aku inget rasa bahagia aku waktu di Bali awal tahun ini, waktu melihat suasana Bali yang mulai ramai lagi. Bali is back. Matahari terbit lagi di Bali. Beberapa tahun sebelumnya aku pergi ke Bali dan aku melihat Bali sepi. Sedih sekali. Itu semua karena teror bom beberapa tahun sebelumnya. Dampaknya lama sekali. Kasian orang Bali. Sekarang, Bali rame lagi. Orang-orang bisa kerja lagi. Masa depan terlihat cerah lagi. That's beautiful.

Tapi kalau Pemilu nanti gak damai? Mungkin ganti giliran wilayah lain yang akan merana. Kita yang malu, karena ribut melulu.

Aku inget Aceh yang kena tsunami tempo hari. Kalau kita gak damai setelah pemilihan umum nanti, bagaimana caranya kita bisa mempercepat perbaikan di Aceh? Inget Ambon.. Ya, ampuuun, jangan, dong kita sampe berantem...

Aku inget korban global crisis di negeri ini. Minggu lalu ada beberapa teman yang kena PHK. Tadinya aku ngebayangin dengan uang pesangon mereka, mereka bisa memulai suatu usaha. Kayak teman aku yang lain yang buka warung. Tapi kalau negara kita gak damai... gimana kita bisa kerja?


Yuk, Jadi Saksi
Gini aja, kita semua harus peduli. Jangan ada yang Golput. Pokoknya pilih salah satu partai yang lumayan, deh. Yang nasionalis, cinta Indonesia. Eh, emang ada yang gak cinta Indonesia?

Anyway, pada hari Pemilu, kita dateng semua ke TPS. Mau golongan putih, kek..mau milih, kek... Pokoknya dateng dan kita jadi saksi pelaksanaan Pemilu itu. Biar kita make sure bahwa pelaksanaannya fair.

Karena menurut aku, walau pun kita gak percaya sama partai, tapi 'kan kita mesti make sure bahwa negara ini bakal di-run secara fair. Siapa pun yang menang Pemilu nanti haruslah menang dengan fair, bukan karena memanipulasi data.

Jadi, kita harus lihat perhitungan suaranya sampai semua kartu selesai dihitung. Paling gak, di TPS itu kita udah liat hasilnya dan tauk siapa pemenangnya untuk wilayah sendiri. Jangan sampai ada pemilih fiktif ya (lihat deh artikel di Koran Tempo).

Kalau se-Indonesia care, mana ada yang berani memanipulasi? Iya, kan?

Gak mau dong yang terjadi di Jawa Timur, terulang lagi? Gak mau dong, kalau yang curang malah yang menang?







Mar 24, 2009

Hari Raya Nyepi di Bali





Minggu ini ada temen aku yang lagi di Bali. Dia akan balik ke Jakarta besok. Tadinya hampir aja dia stay di Bali tanggal 26 Maret, tepat pada Hari Nyepi.

Wah, hari itu, orang-orang pendatang di Bali malah banyak yang menghilang dari pulau Dewata itu. "Keluar" sejenak sebelum tanggal 26, menghindari terjebak dalam situasi gak bisa ngapa-ngapain. Hari Nyepi itu dimulai tanggal 26 Maret jam 6:00 pagi sampai 27 Maret jam 6:00.

Kata adik aku yang pernah tinggal di Bali, airport pun tutup pada hari itu. Gak ada taxi. Gak ada transportasi. Gak ada lampu, gak ada api. Gak ada yang masak. Semua umat Hindu Bali diam di rumah. Melaksanakan ibadah mereka, Tapa Brata Penyepian.

Kalau bukan umat Hindu Bali, bisa berabe karena mereka pun diminta untuk menghormati dengan gak keluar dari rumah. Lagian jalanan gelap.

Nonton televisi selama 24 jam! Itu yang waktu itu adik lakukan ketika berada di Bali pada hari Nyepi. Dia gak bisa ke mana-mana, gak bisa ngapa-ngapain. Nonton tivi teruuuuus...

Yang penting, hindari mendarat di Bali sebelum jam 24:00 tanggal 25 Maret. Karena pada saat itu terjadi kemacetan dan kemungkinan bisa terlantar di bandara. Atau di terminal kalau ke Bali naik bus antar kota. Atau di pelabuhan, kalau naik feri.

Persis jam 00:00 bandara dan pelabuhan ditutup. Dan kalau sampai terjebak di tempat-tempat ini. Jangan harap bisa keluar sampe besokannya tanggal 27 Maret jam 6:00 saat ibadah Nyepi selesai.
























































Mar 23, 2009

Eye Shadow

Aku paling suka main-main dengan eye shadow, karena eye shadow bikin mata yang tadinya "kurang hidup" jadi keliatan lebih cerah. Eh, eye shadow juga sudah dibahas di Wikipedia loh.

Sejak kecil aku sudah suka belajar make up, karena ibu aku memang suka dandan waktu mudanya dulu. Sayang sekarang dia males. Lagian aku suka gambar. Hobi gambar ini, sih, runs in the family.

Celebrate your beauty now!Main-main dengan eye shadow gak susah, kok. Karena sudah ada pakemnya.

Yang paling perlu diingat adalah posisi mata terhadap hidung. Ada yang jaraknya agak dekat, ada yang jauh. Kalau soal besar kecil mata, sih, gak jadi soal. Tapi besar kecil kelopak memang agak mempengaruhi tingkat kesukarannya. Karena, kelopak yang besar 'kan bikin kita punya area yang besar buat diwarnai. Kalau kelopaknya kecil, ya, main-main dengan eye shadow-nya juga harus agak hati-hati biar gak belepotan.

Kalau mata agak dekat ke hidung, sebaiknya gunakan eye shadow yang berwarna terang in between eyes and nose. Tapi kalau mata agak jauh dari hidung, gunakan eye shadow yang gelap di antara mata dan hidung itu.

Selain eye shadow, yang penting untuk dipake juga adalah eye liner.

Actually, eye liner ini dipakenya duluan sebelum eye shadow. Kalau matanya agak besar seperti aku, eye liner di bawah mata gak usah terlalu tebal. Tipis aja. Karena kalau kebanyakan bisa jadi menor banget.

Kalau kelopak matanya besar, bisa main-main dengan banyak warna. Kelopak mata bisa dibingkai dengan warna gelap di sudut luarnya, ditarik menipis ke arah atas-menuju ke tengah kelopak. Lalu di atas eye liner diberikan warna yang agak muda, sesuaikan dengan warna baju. Warna ini bisa ditarik terus sampai ke daerah kelopak di dekat alis, sehingga warna gelap yang tadi ditarik dari sudut mata itu berada di antara warna terang ini.

Bisa juga warna terang di bagian atas kelopak mata diganti warna lain. Ini kalau pake baju yang agak banyak warnanya. Dipadankan dengan warna terang yang paling menonjol dari pakaian yang akan dikenakan.

Kalau pake baju yang agak gelap, bisa pake warna senada yang gelap juga di kelopak mata. Even kalau mata sipit, pun, model pemasangan eye shadow yang seperti ini paling gampang diaplikasikan. Nantinya, di atas kelopak (di bawah alis) tinggal kasih warna cerah yang agak lembut, yang sepadan dengan warna pakaian kita.

Nah, terakhir, alis. Ini juga harus digambar biar rapih. Kalau alisnya sudah tebal, make sure sudah dibentuk dengan rapih juga. Jangan dibotakin. If your alis cuma sedikit, juga jangan dibotakin. Rapihin aja pinggirannya pake kerokan alis. Banyak, kok, di department store.

Biar hasilnya rapih, rajin-rajinlah latihan di rumah. Kaloudah biasa, jadi gampang, kok.

Eh, jangan lupa untuk selalu memakai eye cream agar mata terawat, gak cepet keriput. Seperti mataku :(. Rumus memerangi keriput di daerah mata juga bisa dijalankan dengan selalu memakai sun-glasses kalo sedang ada di luar ruangan, di siang hari.


Waktu liburan ke Bali... klik untuk ke artikelnya.

Mar 21, 2009

Guru - Yang Digugu dan Ditiru

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Hari Jumat minggu lalu, waktu working from home karena sakit perut, aku ngobrol dengan sepupuku di saat break. Kerja di rumah juga pake break, dong...

Lagi ngobrol-ngobrol gitu, sepupuku cerita bagaimana salah seorang gurunya waktu di SMU dulu menasehati murid-muridnya untuk menjadi "guru aja seperti saya". Kata bu guru itu, jadi guru itu gampang, tinggal kasih soal aja biar dikerjain sama murid-murid lalu tinggal nonton infotainment.

Hah?! Mana tanggungjawabnya, tuh, guru? Satu pendapat seperti ini sampai bisa muncul di antara komunitas guru, bisa bikin orang berpikir, "Pantesan aja lulusan sekolah Indonesia gak malu suka nyontek". Gak pernah diajarin nanggung tanggungjawab, sih.

Kebiasaan nyontek itu bagiku adalah masalah lama kita. Aku heran kenapa kita santai banget sama kebiasaan nyontek. Padahal gak nyontek itu 'kan latihan biar otak bisa jalan. Sebenernya, Ujian itu bukan supaya ketauan siapa yang pinter, lagee.. Tapi supaya otak murid-murid itu dilatih bekerja. Hhh..

Syukurlah sepupuku dan teman-temannya gak tolol dan mereka malah menjawab, "gak, ah, Bu. Kami mau jadi dokter aja atau kayak-kayak gitu, deh, bu.." Kayaknya, sih, itu ibu guru itu gak malu sama jawaban murid-muridnya. Mana wibawanya? Ada, ya, seorang guru menasehati muridnya supaya tidak menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit? Apa kata Soekarno? Waduh...

Kata sepupuku, "Guru di sekolah negri gitu, kali, ya Kak, ya..?" Ya, gaklah.

Aku dulu sekolah di sekolah negeri, SMAN 4 Jakarta (lihat catatan Wikipedia soal sekolahku dulu di sini). Guru-guru kami bangga dengan alumninya, yang banyak jadi orang sukses - termasuk jadi menteri.. Kalau dokter lulusan UI, sih, banyaklah kalau dari SMAN 4. Wajar aja, soalnya gurunya berdedikasi semua.

Entah kenapa. Kami dulu gak nyogok-nyogok mereka, kok. Gak ada hadiah-hadiah luar biasa demi menyenangkan sang guru. Kalau ngasih hadiah sebagai tanda ucapan terima kasih atas jasa mereka mendidik kami, ya, boleh, dong? Kalaupun mau berekspresi seperti itu, biasanya kami berikan setelah naik kelas atau lulus. Bukan dalam rangka menstimulus integritas sang guru. Gaklah. They are trustable.

Lalu, kok, ya, seperti kebetulan, later that day on tv, di TV One, dalam sebuah acara parodi, dua tokohnya mengunjungi sebuah sekolah di Jakarta yang sudah berdiri dari tahun enampuluhan. Sekolah itu begitu mengerikannya karena.. cuma memakai tenaga pengajar honorer yang digaji antara Rp.85.000 sampai Rp.216,000-an! That is horor!

Ada bagian lebih mengerikan lagi dari kisah nyata sekolah itu. Alih-alih memperbaiki kualitas sekolah tersebut, wacana yang ada adalah menutup sekolah itu. Aduh, tambah sakit perut, deh aku.. Murid-muridnya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu di lingkungan sekitar. Salah satu dari lulusannya sudah bergabung di sekolah itu jadi guru honorer juga. Mak! Aku miris mengingat nasib bangsa ini. How can they improve their life if they don't have good education?

Ada satu kebetulan lain yang luar biasa dan makin menambah kemirisanku: ketika dalam acara berita tengah malam aku mendengar bahwa mak comblangnya Kiai Puji yang kontroversial dengan istri mudanya itu (literally young in age!) adalah seorang guru! Eh alaaaah..!

Semoga ada anak-anak membaca tulisan ini dan mengerti bahwa mereka harus sekolah. Jangan nyontek biar otaknya bisa terlatih untuk berpikir. Gak harus jadi juara kelas karena yang penting adalah otaknya terlatih untuk berpikir.

Jadi juara kelas itu bukan segala-galanya, kok. Tapi yang diperlukan adalah otak yang terlatih untuk bisa mengolah fakta dan mengerti suatu masalah sehingga bisa mengambil keputusan secara benar.

Semoga para guru juga membaca tulisan ini dan menyadari bahwa tanggungjawab mereka besar untuk mencerdaskan bangsa. Dan sebagai guru, mereka adalah peletak dasar moral bangsa ini. Kalau gurunya keliru, muridnya bisa jadi dungu.

Dan orang tua, semoga diingatkan bahwa pendidikan itu penting supaya anak-anaknya bisa lebih pintar dari dirinya dan mampu meraih kehidupan yang lebih baik lagi dengan keberadaannya, bukan karena disuapin. Mandiri karena terdidik.


Juara Kelas, Bukan Segalanya

Mar 19, 2009

Garlic Bread - Resep dari Tari, Temen Aku

Hari Minggu kemarin aku bikin garlic bread dengan resep dari temen aku, Tari. Dia kirim resepnya lewat facebook (Cantik Selamanya ada facebook-nya loh).


Ini aku kutip isi tulisan dia:


Kalo garlic bread gw gak pake resep, jadi main campur aja.. bahannya:
mentega sekitar 2 sdm (bisa mentega putih ato mentega biasa)
seledri cincang 2 sdm
bawang putih 2-3 siung diparut/dihaluskan
merica bubuk secukupnya
garam secukupnya
roti perancis dipotong2 serong ukuran 2-3cm

semua bahan dicampur rata, dirasain asin dan rasa bawangnya. kalo kurang tambahin sendiri aja...hahahhaa..


terus diolesin di potongan roti, trus dibakar di oven deh.


Kebetulan di rumahku adanya roti tawar merk Sari Roti yang memang selalu jadi pangan setiap hari. Jadi, aku pake aja roti tawar itu. Aku ambil empat lembar lalu tiap lembarnya aku potong diagonal menjadi empat.

Untuk mentega, aku pake butter yang non salted.

Karena di rumah gak ada oven, aku pake microwave.. Kebetulan microwave-ku bukan microwave oven.. Soalnya, kami di rumah jarang manggang-manggang.. jadi ‘kan gak perlu oven..

Ada resep lain?Setelah mengaduk-aduk semua bahan-bahannya, aku oleskan adonan garlic on the bread seperti mengolesi selai. Lebih tebal lebih baik.


Selesai dipanggang.. Mmmm.. wangi.. Lalu aku cicipi satu.. Mmmm.. enaaaaaak..

Wah, resepnya Tari is ok, loh! Waktu aku served buat keluargaku, they liked it! Jadi mau bikin lagi.

Kata Tari, anak-anaknya suka banget. Coba, deh, buat sarapan pagi di hari Sabtu.. pasti okay!



Punya resep easy? Share dong di Cantik Selamanya - facebook

Makan Siang di Pancious, OPP

Kemarin siang (19/03/09) aku lunch dengan teman-teman sekantor di One Pacific Place (they got Wikipedia page, you know?). Mereka ajak aku ke sebuah restoran bernama Pancious.

Waktu di perjalanan, mereka gak sebut nama restoran itu. Mereka hanya sibuk membicarakan kelebihan restoran itu. Yang harganya reasonable... yang rasanya enak.. Jadi pingin tauk, restoran apa, sih yang mereka maksud?!

Kebetulan, gedung kantorku memang gak jauh dari OPP. Jadi kami bisa lunch ke sana. Dan kami straight ahead menuju restoran yang ada di lantai 4 itu. Ternyata yang mereka maksud adalah Pancious, yang kebetulan udah lama aku tauk.

"...Oh, kalau ini, sih, aku tauk.." bersama Andry, Vivi dan Tika, aku pernah dined in di sini. Tika yang ajak kami ke sini karena katanya makanannya enak. Aku, sih, seperti biasa cuma care untuk cari good spot for photo session ;).

Restoran Pancious ini memakai dekorasi serba merah. Kalau bikin close up photo jadi seperti bikin pasfoto buat KTP.

Menu utama restoran ini sebenernya adalah pancake dan waffel dengan berbagai ide penyajian. Ada yang original, dengan selai dan ice cream dengan dua ukuran. Kalau gak lagi kenyang, yang kecil aja cukup buat dimakan sendiri. Kalau yang besar bisa di-shared.

Aku, sih, tetap aja gak kuat, meski satu porsi sudah di-shared. Kata temen aku, "Mbak Dian gak asik, ah" soalnya aku makannya dikit. We were supposed to indulge ourselves with the food there.. Yaaah, maaaf.. Sorry.. I can't ruin my diet.. ha ha ha..

Tapi, sebenernya, aku gak bisa terlalu banyak makan pancake-nya karena it was too sweet for me. Tapi, kalau liat menunya, mereka juga sediain savoury pancake & waffel, kok. Ada bolognaise, tuna mayonnaise, smoked beef.. macem-macem, lah. Cuma aku belum tertantang untuk nyoba aja. Gak kebayang, gitu, loh, makan pancake pake salad.. :-/?

Anyways, makanan yang disediakan bener-bener variatif, kok. Ada banyak lagi jenis masakan lain dengan a la westerner. Restoran Pancious ini memang lumayan rame, serame fans-nya.

Temen-temen aku dan Tika sudah terbukti menjadi penggemarnya. Kata salah satu temanku tadi, restoran ini pertama kali buka di Permata Hijau. Waktu baru buka, katanya, rame banget sampe jalanan macet! Sekarang mereka buka cabang di OPP, dan akan buka satu lagi di Plaza Indonesia.

Waktu makan siang tadi, teman-teman aku pesan hot tuna fettucinni. Pake cabe! Mereka sudah pernah coba and they liked it, and they wanted it more. Tempo hari, waktu ke sini bersama sahabat-sahabatku, aku cuma nyobain pancake, and of course.. wasn't my kind of taste. Tapi bukannya gak enak, ya... ;)

Sekarang karena datang untuk lunch, aku jadi harus nyobain sesuatu. Karena gak suka ikan, aku pilih fettucinni smoked beef. Biar cepet aja. Kalau gak lapar banget, mungkin aku akan pilih steak karena aku lebih suka pasta yang creamy (which is not in the case of fettucini smoked beef the're serving).

Setelah makan di situ dan melihat makanan yang dimakan teman-temanku, aku jadi ngerti why Indonesians like it. Ternyata yang mereka sajikan adalah selera Indonesia banget. Pantes aja restoran ini rame.

Chef-nya berhasil memadukan masakan a la western dengan selera Indonesia. Dan kalau kita pesan teh tawar panas atau pun es teh, mereka sediakan refill. Gratis. Ok, tuh!

Uh, for the note: "...I Love Free Tea Refills..."


Aku dan Andry

Mar 18, 2009

A Nice Dress dari ITC Kuningan

...bought my lovely derss in ITC Kuningan...Kemarin (18/03/09) aku ke kantor mengenakan dress bermotif bunga yang panjangnya melewati betisku.

Aku suka dress-ku itu. It's a unique design. Aku beli pada saat sedang musimnya orang memakai dress bunga-bunga a la Hawaii. Rasanya waktu itu semua orang se-Jakarta pake gaun yang sama. Aku jadi ilfeel, walaupun sebenernya aku suka dengan dress. Lagi pula design baju yang dijual seperti seragam. Gak, deh. Aku gak suka.

Nah, waktu hunting dress yang lain dari yang lain tapi keren, aku menemukan sebuah toko di ITC Kuningan yang menjual dress ini. Waktu itu ya...tinggal satu-satunya.

Aku gak tauk berapa potong dia jual, yang penting aku belum pernah ketemu orang lain yang memakai dress yang sama. Kalau ketemu juga gak papa, kok. Berarti orang itu sekeren aku.. ha ha ha..

Nah, sore hari, sepulang kerja, sepupuku dengan terheran-heran bertanya, "Kakak pake baju itu ke kantor?"

Dengan santai aku jawab, "Iya, dong.. I am not a lawyer.. I am an artist, I can dress the way I want.." maksudku, aku ini seniman, jadi bisa berdandan sesuka aku. Sedang sepupuku itu Sarjana Hukum.

Tapi sebenernya, sih, karena dalam pekerjaanku, aku gak selalu bertemu langsung dengan client. Jadi, aku gak perlu berpakaian formal yang konservatif itu. Aku pake blazer gitu cuma kalau lagi jadi MC di marketing event kantor kami karena saat itulah aku berhadapan langsung dengan customer. Jadi saat seperti itu harus memberi kesan formal, kan?

Kata sepupuku, bajuku itu keren. "Foto, Kak!" Dia bilang.

Sepupuku itu juga baru keracunan photo session-ku. Tadinya posenya culun dan dia selalu bilang dirinya jelek setiap kali aku mau foto. Untungnya, dia tipe orang yang mau belajar. Jadi gak susah membujuk dia untuk mau difoto. Lagi pula, 'kan dia liat bagaimana aku juga sebenernya masih belajar pose.

Dengan cepat sepupuku jadi pinter berpose :). Dan tentu saja jadi tambah percaya diri. Jadi, suka, deh, dia dengan yang namanya photo sessions. Lihat sendiri deh, gayanya berpose bareng Andry.

So, I gave her my pocket camera and she took my pictures. Showing off my lovely dress yang matched dengan sepatu Charles & Keith yang aku beli di Metropolitan Mall, Bekasi. Setelah aku lihat hasil photonya.. Mmm.. aku makin suka dress-ku itu.

Setelah photo session sendiri, aku teringat anjing-anjingku, Welly dan Sophie-Emelie. Lalu aku minta Meyland, sepupuku itu, untuk mengambil photo kami.

Welly sudah belajar berpose, tetapi Sophie masih malu-malu dan menyembunyikan wajahnya di antara lenganku. Funny dog.

Anyway, you can go to ITC Kuningan to hunt for nice dresses... There, you can find affordable outfit, yet won't harm one's good taste.


...Ketika Wanita Menikah

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Minggu kemarin, aku baca satu short article yang muncul di dua milis kaum perempuan. Satu artikel yang di-share ke mana-mana karena isinya pasti menarik buat para perempuan.

Temanya apa lagi kalo' bukan soal relationship.

Artikel itu berisi analogi tentang seorang istri yang bosan pada suaminya. Ini karena kekurangan sang suami mulai gak bisa dia abaikan.

Singkat cerita, sang istri akhirnya memutuskan untuk mengatakan kepada suaminya bahwa ia ingin bercerai. Sang suami pun mencoba menahannya. Sang istri memutuskan untuk menguji cinta suaminya dengan memberikan pertanyaan, "...Apakah kamu akan mempertaruhkan nyawamu demi mengambil sekuntum bunga yang ada di jurang hanya karena aku menginginkannya?"

Sang suami tidak segera menjawab. Dan tentu saja sang istri merasa kecewa.

Keesokannya harinya jawaban tiba melalui sebuah surat yang diselipkan di bawah segelas susu yang dibuatkan oleh sang suami buat istrinya. Intinya, sang suami gak mau mempertaruhkan nyawanya untuk sang istri hanya demi menyenangkan hatinya.

Karena apa? Karena dia melihat banyak kekurangan sang istri. Dan karena itu, di kehidupan ini sang suami sedang mempersiapkan dirinya untuk mengimbangi kekurangan istrinya, yang antara lain suka menonton tv dan membaca buku dari dekat.

Katanya si suami mau siap-siap supaya kalo' nanti sudah tua, dia punya mata yang cukup sehat untuk membantu istrinya melihat dan membaca.

Sang istri menitikkan air mata dan mereka pun tak jadi bercerai. Happy ending, gitu, deh...

Kesimpulan sang penulis sederhana saja: cintailah pasanganmu.

Aku angkat alis. Memang ada, ya, yang menikah bukan karena cinta? Kok harus dihimbau? Hmm.. mungkin ada. Atau menikah tanpa cinta? Hmmm.. mungkin ada juga.

Serendah apapun alasan seorang perempuan untuk menikah, tetap aja dia sudah memutuskan untuk menikah dan mendapatkan honor to be with someone who will entrust his life to her, who will entrust his happiness to her.

Karena itu, seorang perempuan yang menikah itu seharusnya sadar, bahwa selain mendapatkan kehormatan untuk menjadi seorang istri, dia juga mendapatkan tanggungjawab untuk membahagiakan pria yang menjadi suaminya.

Sebab bagaimana pun, ketika seorang wanita menikah, dia menjadi lebih dihormati oleh lingkungannya sebagai wanita yang telah menikah.

Gak seperti wanita single yang kebanyakan waktu dalam hidupnya selalu ditanya, "kapan kawin?" Capek, deh.

Tapi menikah itu 'kan about making two lives become one. Dua pribadi yang bukan aja punya otak, tapi juga punya perasaan bersatu menjalani kehidupan dan selamanya akan selalu saling terkait. Bagaimana bisa hidup bersama kalau tanpa emosi?

Maka dua manusia yang bersatu ini harus belajar untuk mengendalikan emosinya dengan belajar memahami pasangannya. Belajar mencintainya. Sebab itu, menikah haruslah dengan cinta.

Ketika seorang wanita menikah, dia memberikan hak kepada seseorang yang menjadi suaminya itu untuk selama-lamanya menjadi satu-satunya orang yang berhak mencintainya. Tetapi juga dia mendapatkan seseorang yang berhak menerima cinta darinya. Seseorang yang akan merasakan bahagia bersamanya, seseorang yang akan membuat hidupnya berarti karena dimiliki dan memiliki.




Take and Give

Mar 17, 2009

Kelembutan Melawan Kekerasan

Dipukulin suami.. ngeri juga, ya?

Udah baca kasus Rihanna (21) dipukulin Chris Brown (19)? Mmm... ngeri banget... Kompas Entertainment pernah nulis soal kekerasan Chris Brown ini. Luar biasanya, Rihanna malah disebut sangat mencintai Chris Brown sampai dia enggan mengumbar kasus ini. Belakangan, ketahuan juga sama Kompas, kalau Rihanna ini sudah nikah sama Chris Brown. Heran juga sama si Rihanna, kok, dia (masih) mau sama Chris..?

Lelaki suka memukul perempuan biasanya sangat ahli merayuKalo' aku baca-baca artikel-artikel tentang KDRT oleh suami, kayaknya si laki-laki pelaku pemukulan itu biasanya memang kalo' ngerayu nggak kalah serunya sama mukulnya. Makanya keluarganya Rihanna bilang Brown is a nice guy..

So, buat yang single, kalo' ketemu cowok yang nice banget, hati-hati... Jangan-jangan dia menyembunyikan sesuatu.

...Lho? Terus gimana, dong, cara mengantisipasinya? Kalo' terlanjur menikah dengan si galak itu, gimana, dong?

Mmm.. aku, sih, dulu pernah punya pacar gualak banget. Sampe semua temen sekantor tauk pacarku galak. Tapi setelah lebih dari dua tahun pacaran, lama-lama dia gak galak lagi, kok.

Aku, sih, memang gak pernah ngajakin dia berantem. Kalo' dia marah, aku berusaha menenangkan walau dia terus aja marah. Dengan lemah lembut aku coba minta pengertiannya. Kalau dia gak mau dengar, ya aku diam. Aku juga gak nangis, or showing some signs of fear. Nunggu dia reda aja, sampai calm down.

Cuma aku memang simply loving him. Gak neko-neko, lah. Aku tetep respek, dan nggak pernah nunjukkin sikap merendahkan dia.


Sabar, Mungkin Itu Caranya?

Sebab kekuatan perempuan adalah dari kelembutannya.

Kata mantan pacarku itu, sih, aku ini super sabar... Terus kalo' kita gak sabaran, gimana? Hehe.. itu 'kan memang gak boleh dipiara.. gak boleh dibiarkan, gitu, loh.

Kita sebagai perempuan ya harus penyabar. Simply loving the guy with whom we are with. Seperti kita menyayangi saudara (atau saudari) sendiri. 'Kan kalo' saudara sendiri gak bisa kita pecat status persaudaraannya, ya?

Yang pasti, setelah hampir tiga tahun, mantan pacarku itu kemudian melamar aku. Sampai dua kali, loh... Belakangan, ternyata aku merasa gak cukup mencintai dia untuk menerima lamarannya. Kami putus baik-baik, walau tanpa setahu dia aku menangis sendirian karena harus berpisah..

Aneh, ya, perempuan?





Saling Hormat, Saling Hormat, Saling Hormat!

Mar 15, 2009

Photo Session di Rumah Keramik, Depok

Bulan Januari 2009, aku menghadiri pesta pernikahan teman sekantorku. I came with Andry and my cousin, Meyland.

Seperti biasa, kalau ke pesta aku pasti terlambat. Maklum, selain harus dandan lama, aku juga bangunnya lama! Hihihi... :D


I didn't realise that the wedding venue was very-very-very far from where I live... Alhasil, kami tiba di sana saat teman kantorku yang lain sudah pulang! Jadi deh, aku nggak ikutan photo session bersama mereka.


Nggak lama kami di sana, kami memutuskan untuk pulang saja. Iyalah! Lah wong tamunya udah tinggal sedikit!


Saat menuju keluar, kami lihat arsitek Rumah Keramik, tempat pestanya. It was very beautiful. Cocok buat photo session kalee..

Ya sudah, kami saling berpandangan. Dan aku pun mengeluarkan kamera dari tasku. Tanpa ragu-ragu lagi, kami mengambil posisi untuk berphoto di luar area pesta. Ganti-gantian dong...


Now I share the results for you. Enjoy!

Demam facebook

Pertama kali ikutan facebook, alasanku sebenarnya cuma supaya bisa melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh pacarku. Kebetulan dia pada waktu itu baru pindah ke Baghdad, Irak.
 
Tetapi bersamaan dengan mulainya aku join di facebook, beberapa orang yang sudah pernah mengundangku melalui alamat e-mail yang kupakai itu pun bermunculan. Dan aku tiada kuasa untuk ignore mereka. Jadilah aku terhubung dengan teman-teman lama maupun yang baru melalui facebook.
 
Tanpa aku sadari, jumlah temanku di facebook dengan cepatnya melewati angka 100!

Sementara jumlah temanku terus bertambah, aku pun mulai mempelajari features yang ada di facebook. Aku coba gunakan status untuk bercanda. Guyonan. Just for laugh. Aku juga iseng-iseng kasih comment di status teman-temanku, atau menulis sesuatu di wall teman-temanku. Jadinya, aku jadi sering tertawa sendiri.. he he he.. Asik juga, nih.
 
Aku jadi terharu banget waktu temen-temen yang dulu gak begitu deket, ternyata ngajak aku ngobrol di facebook. Bahkan ada temen yang pernah berantem dengan aku, di facebook malah dia baik sekali. She’s really a good girl, ternyata. Kita rekonsiliasi di facebook. Nice, ya? Tiba-tiba aku melihat bahwa aku punya lebih banyak teman dari yang selama ini aku sadari. It’s amazing.
 
Mulanya Trauma
Gabung ke facebook kityaFacebook punya model kelola yang private, membuat aku merasa aman berada di sana.
 
Aku pernah ikutan situs jejaringan yang lain sebelumnya dan seringkali diganggu oleh pengunjung lain yang coba-coba kasih komentar aneh-aneh di comment box aku di situs itu. Akhirnya aku jadi malas login walau sebenernya seneng kalau dapet teman baru. Tapi aku lebih males lagi kalau teman baru itu ngomong yang “nggak-nggak”. Makanya waktu diajakin ikutan facebook, aku gak begitu tertarik.
 
Di facebook kita bisa tetap stay in touch with friends meskipun lagi gak punya topik buat diobrolin dengan teman-teman kita. Kalau kita terlalu sibuk untuk bersosialisasi, kita bisa menghilang untuk kemudian muncul lagi, and all we have to do are updating our status and checking out our friends pages. Lalu kasih-kasih comment.
 
Gampang banget untuk melepas kangen di facebook ini, apalagi member-nya banyak banget. Sekarang, ada kemungkinan besar temen-temenku punya account di facebook. Kalau misalnya kita mengandalkan telepon, pertama-tama kita harus punya topik, lalu berharap mudah-mudahan teman kita itu ada di tempat, lalu berharap lagi dia gak lagi sibuk.
 
Lihat OprahBayangkan aja kalau misalnya telepon tersambung setelah dengan gembira saling bilang “apa kabar?” “wah, ke mana aja?” lalu teman kita buru-buru menyambung, “say, aku telepon lagi sejam lagi, ya. Kebetulan..” blah blah blah.. Hilang, deh, excitement-nya.
 
Dengan facebook, kita bisa drop message ke teman yang mana aja, tinggalin comment di status teman yang mana aja, kapan aja, dan kita tahu mereka gak akan merasa terganggu. It’s very convenient.
 
Dan mereka adalah teman-teman yang kita udah kenal. Kalau ketemu teman baru, biasanya orang itu ada hubungannya dengan salah satu atau lebih dari teman-teman kita. Jadi paling gak ada rekomendasi bahwa teman baru itu “aman”. Nggak nakutin kayak yang ganggu aku waktu di situs yang lain itu.
 
Facebook is memang ok, deh ;).

Photo Session - Nasi Goreng Ala Akyu

Sayang dong sama diri sendiri... :)Aku bikin photo session waktu buat Nasi Goreng a la Akyu di rumah. It was fun!

You know, photo session itu gak harus pakai baju mewah, atau makai set dekorasi super mahal, atau pergi ke luar negeri sana. Juga gak perlu pakai perangkat kamera super komplit. Cukup pake camera phone, atau pocket camera.

Malah photo sessions bisa dilakukan di mana aja, kapan aja. Even when we're cooking things at home, bisa juga bikin acara photo session. Atau waktu jalan-jalan ke mall, or anywhere. Masih ingat 'kan
Photo Sessions Waktu Shopping?

Capturing moments with camera is one simple and effective way for you to celebrate your life.

Acara foto-foto bisa dipakai sebagai tanda kita bersyukur lage... Gak mau 'kan, punya hasil foto yang jelek? Jadi kita musti latihan cari supaya wajah kelihatan enak waktu difoto... :).

Kalau bisa sayang sama diri sendiri, pasti bisa sayang juga sama orang lain ;).

Mar 14, 2009

Demi Membangun Rasa Percaya Diri

Dulu aku jengkel sekali setiap kali merasakan jantungku berdebar keras pada saat aku harus berhadapan dengan public. Sampe sesak nafas!



Yang paling aku gak suka adalah hilangnya rasa percaya diriku setiap kali aku menghadap pak boss. It’s just gone I don’t know where it’d gone. Padahal semua baik-baik aja. Alhasil aku cuma bisa diam dan senyum-senyum karena boss aku gak pernah nyusahin aku, kok.


Kebetulan aku suka baca-baca artikel psikologi, jadi aku ngerti kalau masalahku ini kompleks. Complicated. Perlu terapi. Wah, repot.. soalnya, salah satu masalah aku adalah nggak percaya orang lain selain ibu aku. Termasuk psikolog, psikiater. Walau aku baca artikelnya, aku gak percaya orangnya. Parah, ya?

Sampai kemudian aku mulai langkah make over yang panjang. Mulai dari nekat jadi MC di acara-acara kantor, nyanyi di acara kantor juga. Aku seringkali kecewa karena gak sekeren yang aku bayangkan. Sampai di atas panggung, semua ide-ide stage act hilang. Aku muncul di panggung dengan sempurna membaca text. Gak ada improvisasi sama sekali. Di akhir acara aku pun sibuk menghibur diri tanpa ada yang tahu karena aku senyum-senyum saja dan langsung menyibukkan diri dengan acara beres-beres. Dalam hati aku bertekad akan mencoba lagi dan menunggu kesempatan lain segera tiba.

Setelah itu, aku juga make over penampilanku. Koreksi bentuk gigi, ganti perawatan wajah, ganti potongan rambut.. Dan pindah kerja. Terlalu lama di satu pekerjaan agaknya membuat aku jadi gak berkembang. Akibatnya bukannya makin percaya diri, malah makin down.


Di kantor baru, aku dapat kesempatan ngemsi lagi. Kali ini malah di acara-acara external. Di hadapan clients yang terhormat. Memang bidang yang aku sukai adalah komunikasi. Kesempatan ngemsi pertama kali masih agak grogi. Aku gak kapok dan terus ngemsi sampai kemudian bulan lalu aku ngemsi lagi. Semua tentu saja sejalan dengan berbagai proses make over yang sudah aku kerjakan selama bertahun-tahun. Dan bulan lalu, di salah satu acara kantorku, aku menemukan bahwa aku bisa bicara dengan lancar dan gak “kalah” menghadapi tamu-tamu kami. I think I made it. Aku senang dengan hasilnya meskipun aku sendiri akan kasih nilai enam. Gak apa-apa. Kemarin aku cuma dapet lima, kok. Next time I will make it seven, then eight.. nine..

Mar 13, 2009

A Vacation yang (Hampir) Gagal..

I was so excited when a friend asked me to help her out with her vacation plan to Bali. She saw my posting about my vacation to Bali and she was hoping that I could help her making hers as fun as mine.

Iyalah.. siapa sih, yang gak kepengen cutinya seru dan gak boring..?

Aku seneng banget, dan dengan semangat aku telepon Andry untuk bantu bikin great plan for my friend.


Aku sudah ngebayangin acara-acara yang seru dan gak terlalu padat sehingga temen aku dan keluarganya gak serba keburu-buru.. Aku sudah interview, tanya-tanya flight schedule dia gimana, apa her restriction-nya supaya aku jangan arrange yang gak cocok dengan selera ato kondisi dia, dong...

Eh, tauk-tauk, dia PM me.. Private Message pake messenger.. katanya cutinya gak di-approved! Uuh.. aku ikutan sediih..

Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya temen aku PM aku lagi, katanya cutinya diundur ke tanggal 25 - 29 Maret, sedang tanggal 26 Maret adalah Hari Raya Nyepi. Adyuuuuh, kasian, deh, temen aku itu..


Soalnya, kalo' di Hari Raya Nyepi itu, bandara tutup, gak ada taksi or anything sampai besok paginya.. Akhirnya dia telepon aku and kita diskusi kecil sebab aku saranin dia untuk not to go to Bali on Nyepi day. Quiet day.. Karena di sana bakal gak bisa ngapa-ngapain selain diem di hotel aja. Sayang, 'kan. Mending dia jalan-jalan di mall di Jakarta..

Aku sarankan untuk mempersingkat waktu cutinya sambil aku janjikan akan bikin acara short vacation-nya fun and of course: memorable.. Tapi syukurlah, tadi dia PM aku lagi untuk ngasih tauk bahwa vacation-nya sudah di-approved seperti rencana semula. Aku makin semangat untuk bikinin vacation plan yang OK buat dia.


Hopefully she will forget the chaos and thing about the happy time selama di Bali. Aku pasti seneng kalau bisa assist others like that!



Take vacations now!

Mar 11, 2009

Perempuan Hanya Ingin Dicintai... (Hanya? Yang Bener Aja...)

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Kemarin aku ngobrol dengan Andry over the phone. Biasa, deh.. ngalor-ngidul, gitu. Ke sana ke mari.. buang-buang pulsa :p..


Nah, lagi ngobrol-ngobrol gitu, sampe, deh, ke topik yang banyak perempuan suka ngomonginnya... apa lagi kalo' bukan soal relationship! Aku bilang "banyak" karena gak berani bilang "semua", takut ada yang nulis comment bilang "aku gak suka".. bisa malu, deh.. he he he.. Karena memang 'kan manusia beda-beda...


But anyway, waktu ngomong-ngomong soal relationship gitu, Andry ngutip pernyataan yang sering diucapin orang: "perempuan itu cuma ingin dicintai"...
Oh oh.. aku gak setuju.. Apa lagi earlier that day aku abis chat dengan sepupu aku tentang relationship juga and mendapat pencerahan tentang to love and to be loved ini.
My dear... perempuan bukan cuma ingin dicintai. Perempuan juga butuh mencintai. Karena perempuan sama manusianya dengan laki-laki yang juga pingin dicintai.
 Kalo' kita, pria dan wanita, bisa mendapat kesempatan untuk mencintai (baca: memberi cinta, atau bisa juga dibaca memberi dengan cinta), maka kita gak akan kesepian. We are perfect as human when we can give love.

We all wants to love somebody

Mar 10, 2009

Nasi Goreng a la Akyu...

Aku juga punya resep sendiri, dong.. Nasi goreng meriah & sehat. Bisa dipakai nih resepnya untuk gantiin acara makan-makan di luar :D!

Nasi goreng buatanku itu very rich. Soalnya isinya macem-macem. Ada sosis, bakso, telur, ada ayam, hati ayam, plus empela plus jantung (komplit, deh!), ada udang juga. Plus kacang polong.

Hari Senin kemarin, aku masak untuk sepuluh orang. Berhubung aku gak sanggup makan yang pedes-pedes, jadi aku gak biasa menakar jumlah cabe. Ternyata, nasi untuk sepuluh orang perlu cabe lebih dari sepuluh, karena dengan cabe delapan aku gak ngerasain pedes sama sekali. Tapi perutku, sih, rasanya agak aneh.. Hmm..

Anyway, persiapannya seru juga, loh. Jadi aku gak bisa ngerjain sendiri, jadi rame-rame. Lagian aku gak suka bumbu instant. Lha, wong, bumbu nasi goreng aja kan gak neko-neko. Cuma tomat, bawang putih, dan cabe. Jangan lupa garam yang banyak karena garamnya buat bikin nasinya gak tawar lagi. Kupas tomatnya, tapi kulitnya jangan dibuang karena vitaminnya banyak di situ ;). Tomatnya dikupas supaya ngulegnya gampang. Sediain aja 6 - 7 butir tomat. Tambahannya adalah paprika hijau yang pedas. Oh ya, di blog Kuliner Kita, ada penjelasan soal bagusnya cabai dan paprika buat ngejauhin diri dari masalah pembuluh darah.

Terus, yang perlu juga disiapkan adalah minyak untuk menggoreng, minyak untuk membuat oseng-oseng telur, garam, lada satu sendok makan, kecap asin, dan kecap manis.

Uleg 15 - 20 buah cabe (cabe itu ukurannya butir apa buah, ya? hehehe) bersama garam yang banyak. Tiga sendok makan garam, cukup deh, kayaknya. Setelah cabenya halus, masukkan empat butir bawang putih (hmm.. aku gak yakin, yang disebut siung itu seberapa.. jadi aku bilang aja butir, ya). Uleg sampe nyampur dan bawangnya gak keliatan lagi bentuknya. Kemudian masukkan tomat itu, uleg sampe tomatnya hancur. Lalu baru masukkan kulit tomatnya dan uleg lagi sampe tercampur dan agak hancur. Gak usah sampe hancur banget. Lama kale.

Meanwhile.. siapkan ayam (aku belinya yang sudah dipotong kubus), rebus sebentar. Siapkan juga hati ayam, empela, dan jantung. Rebus sebentar juga. Semua dipotong kecil-kecil. Siapkan udang yang sudah dikupas kulitnya. Potong-potong bakso jadi kecil-kecil. Potong-potong juga sosis (jangan lupa diiris-iris memanjang sebelum dipotong-potong). Banyaknya? Sesuai selera aja. Gak masalah. Oseng-oseng telur sebanyak 5 butir. Aduk-aduk di penggorengan yang minyaknya sedikit aja. Tiga sendok, lah. Aduk-aduk sampe hancur jadi seperti bola-bola kecil. Angkat dan siapkan di piring untuk nanti dicampur ke nasi gorengnya.

Bikin bawang goreng dari banyak banget bawang merah.. Ha ha ha.. aku gak hitung.. Yang pasti air mataku berlinang banyak banget waktu ngirisinnya. Hmm.. to be fair.. 20 butir, deh. Sebagian untuk dijadikan bawang goreng tabur, sebagian untuk campuran sambal yang tadi sudah diuleg itu. Goreng sebagian yang akan ditaburkan belakangan itu. Menggorengnya dengan api kecil aja, ya. Dan kalau sudah merah, matikan kompornya sambil bawang gorengnya diangkat. Otherwise it will be burnt out. Item semua.

Kacang polong direbus sampai mendidih biar empuk.

Untuk bikin nasi goreng ini, aku suka pake olive oil karena baik untuk kesehatan. Good for your heart. No chollesterol problem. Soalnya 'kan nanti minyak yang dipake akan dicampurkan ke nasi goreng semuanya. (Psss, kata Wikipedia olive oil itu bisa dijadikan sunblock alami loch...).

Siapkan juga paprika hijau sebutir. Iris-iris melingkar.

Nah, kayaknya udah siap menggoreng, nih.

Panaskan minyak untuk menumis sambal tadi. Mula-mula, tumis sebagian bawang yang bukan untuk dijadikan bawang goreng. Tumis sampe hampir merah, lalu masukkan adonan tomat tadi. Aduk-aduk sampai wangi. Terus, masukkan udang, aduk sampe warnanya jadi putih. Masukkan hati, empela, dan jatung. Aduk sampai hampir matang.

Masukkan bakso, aduk. Masukkan sosis, aduk juga. Masukkan ayam. Aduk lagi. Taburkan lada sedikit sambil isi penggorengan diaduk-aduk.

Tutup sebentar. Masukkan nasinya sambil diaduk-aduk sehingga pelan-pelan adonan tadi akan tercampur dengan nasi dan nasi pun berubah warna. Tambahkan kacang polong dan telur yang tadi sudah dioseng-oseng. Aduk terus sampai nasi panas lalu tambahkan kecap asin untuk menambah rasa asin. Sambil dicicip, ya. Biar gak keasinan. Kalau suka, tambahkan kecap manis sesuai selera. Aku, sih, gak suka.

Terakhir, masukkan irisan paprika.

Jadi, deh.



Spaghetti Bolognaise

Dian cooks Spaghetti Bolognaise, untuk di rumah Waktu belanja tempo hari, aku teringat pingin bikin spaghetti bolognaise yang gampang bikinnya.

Beli aja satu pak spaghetti, daging giling setengah kilo, satu tomat kaleng (aku beli yang sudah dikupas, isi satu kaleng isinya empat tomat).

Kebetulan di rumah ada jamur merang yang sudah direbus, jadi aku tambahkan jamur juga walaupun ini tidak termasuk dalam resepnya Kev. Dan untuk rasa asin aku tambahkan mozarella cheese.

Cara masaknya juga gampang banget.

Spaghetti direbus dengan air garam dan satu sendok minyak sayur sambil diaduk-aduk agar spaghetti-nya gak lengket satu sama lain. Sementara itu, daging gilingnya direbus dengan sedikit air sampe airnya habis, lalu diaduk-aduk sampai lemaknya hilang tersangrai. Masukkan jamur yang sudah direbus dan terus aduk-aduk adonannya. Kemudian tambahkan tomat dan aduk terus sambil tomat-tomatnya dihancurkan. Aduk sampai daging, jamur dan tomatnya menyatu dan air tomatnya berkurang. Selesai.

Kata adik aku, rasanya Amerika banget (plain, kurang terasa bumbu gitu loh).

Kalau suka yang agak spicy, tambahkan lada hitam sewaktu air yang dipake untuk merebus daging giling tinggal sedikit. Biar meresap ke daging.

Untuk rasa asin, spaghetti-nya dihidangkan dengan menambahkan mozarella cheese. Caranya, potong-potong kubus mozzarella cheese as much as you like it on to spaghetti yang sudah disajikan dipiring dengan taburan daging di atasnya, Jadi, mozzarella cheese-nya ditaruh atas dagingnya, ya. Masukkan ke microwave dan panaskan selama dua menit supaya kejunya cair. Jadi, deh.

Dan namanya juga orang Indonesia, pasti suka pedes. Tambahkan aja tabasco atau sambal botol.

Biar rasanya sedang makan di resto, resep ini bisa dipadankan sama Mashed Potato a la Vivi, dan Cocktail ala Akyu.

Enjoy it!



Mashed Potato a la Vivi

Mashed Potato, Vivi's recipe for you - Bisa jadi gantinya nasi! Hari Sabtu kemarin aku masak Mashed Potato. Aku dapet resepnya dari Vivi.

Masak mashed potato itu gampang banget. Bisa jadi alternatifnya nasi lagi, jadi aku saranin bikin mashed potato kalo ingin dapet taste baru di masakan yang sudah biasa dibuat.

Kentang sekilo dikupas kulitnya, terus direbus. Sementara itu, siapkan susu segar dan butter sesuai selera. Setelah kentang menjadi empuk sekali, hancurkan dengan menggunakan centong kayu biar pancinya tidak rusak. Bahasa Indonesia-nya centong apa, ya? Lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia kaleee...

...Anyway, sambil menghancurkan kentang, masukkan butter sesuai selera. Butter-nya akan meleleh dan bercampur dengan kentangnya. Sesudah butter tercampur, tambahkan susu. Terus, diaduk sampai rata. Hmm... aku suka harumnya :)!

Nah, waktu masak kentang, aku lupa kupas kulitnya.. Baru nyadarnya setelah airnya mendidih. Aku cepet-cepet angkat dan keluarin kentangnya dari panci. Tunggu sampe dingin lalu aku kupas itu kentang. Eh, ternyata malah jadi gampang ngupasnya!

Setelah kentang terkupas, aku ambil sepanci air. Baru kemudian aku masukkan lagi kentang yang sudah dikupas itu dan rebus lagi sampe mendidih. Lagi-lagi, aku menemukan rahasia baru: kentang dipotong-potong dulu baru direbus, biar cepet matang. Jadi sementara direbus, aku potong-potong kentang-kentang itu untuk mempercepat proses memasak.

Caution nih, kata Vivi, Mashed potato is fattening but some people would add cheese as they like it. Gurih, kayak martabak kali ya? Biar tambah sip, dimakannya pake rebusan wortel, buncis, atau selada.

Tapi mashed potato bisa dijadikan sebagai pengganti nasi juga, loh. Kemarin adik aku makan mashed potato-nya pake Soto Daging masakan ibuku. Enak, kata adikku. Inspiring, isn't it?...




Mar 9, 2009

Photo Sessions Waktu Shopping

Belanja di Bekasi Square As usual, kalo belanja ato jalan sama Andry ato Tika, pasti ada sesi foto. Photo sessions, gitu, loh.. Pasti loch, bukan mudah-mudahan, hehe. Termasuk juga waktu shopping bareng Andry di Bekasi Square kemarin.

Hari gini, hiburan paling okay plus praktis adalah foto-foto. Yah, seneng aja ekspresi diri. Celebrating life, boo!...

Berguna banget, kalo kita biasa pose. Bisa eksplorasi kemampuan diri, tambah PeDe. Jadi nggak kalah sama kamera. Supaya kalo ketemu kamera, bawaannya gak cuman jadi clumsy alis kikuk. Kalo banyak latihan, pose bakalan lebih tenang.

Coba deh, kalo jalan-jalan, jangan lupa foto-foto. Pake camera phone, kamera beneran, whatever. Buat apa punya, tapi nggak dipake?

Enjoy your days more maximum with cameras... :)