Mar 14, 2009

Demi Membangun Rasa Percaya Diri

Dulu aku jengkel sekali setiap kali merasakan jantungku berdebar keras pada saat aku harus berhadapan dengan public. Sampe sesak nafas!



Yang paling aku gak suka adalah hilangnya rasa percaya diriku setiap kali aku menghadap pak boss. It’s just gone I don’t know where it’d gone. Padahal semua baik-baik aja. Alhasil aku cuma bisa diam dan senyum-senyum karena boss aku gak pernah nyusahin aku, kok.


Kebetulan aku suka baca-baca artikel psikologi, jadi aku ngerti kalau masalahku ini kompleks. Complicated. Perlu terapi. Wah, repot.. soalnya, salah satu masalah aku adalah nggak percaya orang lain selain ibu aku. Termasuk psikolog, psikiater. Walau aku baca artikelnya, aku gak percaya orangnya. Parah, ya?

Sampai kemudian aku mulai langkah make over yang panjang. Mulai dari nekat jadi MC di acara-acara kantor, nyanyi di acara kantor juga. Aku seringkali kecewa karena gak sekeren yang aku bayangkan. Sampai di atas panggung, semua ide-ide stage act hilang. Aku muncul di panggung dengan sempurna membaca text. Gak ada improvisasi sama sekali. Di akhir acara aku pun sibuk menghibur diri tanpa ada yang tahu karena aku senyum-senyum saja dan langsung menyibukkan diri dengan acara beres-beres. Dalam hati aku bertekad akan mencoba lagi dan menunggu kesempatan lain segera tiba.

Setelah itu, aku juga make over penampilanku. Koreksi bentuk gigi, ganti perawatan wajah, ganti potongan rambut.. Dan pindah kerja. Terlalu lama di satu pekerjaan agaknya membuat aku jadi gak berkembang. Akibatnya bukannya makin percaya diri, malah makin down.


Di kantor baru, aku dapat kesempatan ngemsi lagi. Kali ini malah di acara-acara external. Di hadapan clients yang terhormat. Memang bidang yang aku sukai adalah komunikasi. Kesempatan ngemsi pertama kali masih agak grogi. Aku gak kapok dan terus ngemsi sampai kemudian bulan lalu aku ngemsi lagi. Semua tentu saja sejalan dengan berbagai proses make over yang sudah aku kerjakan selama bertahun-tahun. Dan bulan lalu, di salah satu acara kantorku, aku menemukan bahwa aku bisa bicara dengan lancar dan gak “kalah” menghadapi tamu-tamu kami. I think I made it. Aku senang dengan hasilnya meskipun aku sendiri akan kasih nilai enam. Gak apa-apa. Kemarin aku cuma dapet lima, kok. Next time I will make it seven, then eight.. nine..

No comments:

Post a Comment

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!