Oct 30, 2009

Nita, (Bukan Sekedar) Kisah Seorang Sekretaris di Indonesia

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Nita - Si Sekretaris




"Karena kita butuh satu sama lain, jangan sampai orang Indonesia direndahkan, dalam situasi apapun. Memang kita mau, disebut membutuh jasa orang yang rendah martabatnya?" [Dian Manginta, tentang RASA HORMAT ANTAR ORANG INDONESIA]





Atas kemurahan hati sang pengarang, Renthyna, Cantik Selamanya mendapat kesempatan untuk memuat kutipan novel Nita Sekretaris yang saat pertama kali dipublikasikan masih baru ditulis juga. Very fresh. Waktu itu kami setuju bahwa dia bisa menghentikan berbagi cerita [yang ini beneran berbagi cerita, 'kan?] Nita si Sekretaris kapan saja dia mau. Namanya juga gratis.

Syukurlah sang pengarang mau berbagai sampai novelnya sendiri selesai ditulis. Dia berjanji, setelah ini dia akan mengirimkan cerpen-cerpennya untuk menjadi selingan a-la sersan [SERius tapi SANtai]-nya Cantik Selamanya. Tapi karya Renthyna itu ternyata tetap saja serius, 'kan?

Sekretaris, Direndahkan

Kita yang mengangkat kehidupan seorang sekretaris yang memang sering terjadi di mana-mana di Indonesia. Gak tahu kalau di luar negeri - tapi aku akan bahas contoh dari luar negeri di bagian selanjutnya.

Kesan bahwa pekerjaan sekretaris adalah pekerjaan yang remeh-temeh [sepele, maksudnya] sudah telanjur melekat pada jabatan sekretaris yang sebenarnya sentral. "Pembantu" yang satu ini bertugas mempermudah pekerjaan pimpinan.

Ah, ya, kok pembantu? Tapi memang banyak sekretaris yang merasa dijadikan seperti pembantu alias babu ketika kepadanya diberikan kewajiban tanpa batasan yang jelas.

Perasaan diperbabu menjadi terasa apabila sang boss selain tidak memberikan rincian job description yang tegas, juga meremehkan intelektualitas sang sekretaris. Seolah sekretaris itu "ada" tapi bisa dianggap "tiada".

Seperti yang dialami oleh karakter Nita yang dipandang sebelah mata oleh rekan sekerjanya [ya, "rekan"-lah namanya, meskipun mungkin kedudukannya lebih tinggi tapi bukan manager yang membawahi si sekretaris]. Perbabuan terhadap sekretaris agaknya diawali asumsi bahwa pekerjaan yang diberikan kepadanya hanyalah pekerjaan sederhana saja sehingga mudah mengerjakannya.

Padahal pekerjaan sekretaris yang keliatannya remeh itu justru menyelamatkan sang boss dari terjebak dalam mengerjakan detil pekerjaan sehingga kehilangan waktu untuk memikirkan strategi atau pemecahan masalah yang lebih besar. Jasa seorang sekretaris lah yang bisa menambah kemungkinan seorang boss bisa punya nilai karir yang bertambah besar.

Ada Pelajaran PeDe Dari Jepang

Kepercayaan diri orang Jepang yang rendah hatiWikipedia menjelaskan bahwa arti PeDe [percaya diri atau self-esteem] sebetulnya adalah "...pengalaman melihat diri kompeten menghadapi tantangan dasar hidup, dan perasaan layak untuk merasa bahagia". Semakin PeDe seseorang, makin kuat keinginannya untuk hidup bahagia.

Kadang, kita berdalih bahwa tingkat ke-PeDe-an seseorang berbeda dari "sana"-nya. Sampai-sampai, misalnya, ada yang mengatakan bahwa orang Indonesia memang sudah punya cetakan minder, lebih rendah diri dibanding masyarakat negara lain.

Tapi Susumu Yamaguchi dari Universitas Tokyo dan beberapa rekan sesama peneliti psikologi dari Jepang dan Amerika Serikat punya pendapat lain: rasa PeDe sebetulnya universal. Kepercayaan diri tak selamanya bisa dilihat berkaitan dengan ras, suku bangsa, dan negara malah sejatinya kita bisa melihat relasi pencetus rasa PeDe di antara unsur tadi.

Yamaguchi dan kawan-kawan memang yakin bahwa rasa PeDe tidak harus selalu eksplisit alias bisa tampak jelas dalam perilaku, misalnya dari cara bertingkah saat berada di tengah keramaian. Namun tingkat ke-PeDe-an juga bisa diukur secara implisit, yaitu dengan melihat bagaimana seseorang menentukan citra dirinya. Secara implisit, makin PeDe seseorang, ia akan tambah yakin dirinya layak punya nilai hubungan setara dengan orang lain.

Kemudian Susumu Yamaguchi dan kawan-kawan meneliti 505 mahasiswa sebagai subyek penelitian. Mereka dibagi dalam 3 [tiga] grup mahasiswa di juga 3 [tiga] negara berbeda, yaitu Jepang, China, dan Amerika Serikat. Yamacuhi dan kawan-kawan, sebetulnya ingin melihat bagaimana rata-rata kepercayaan diri implisit masing-masing saat berada di sekitar kawan/sahabat dan di dalam kelompok umum.

Di samping itu, mereka juga melihat bagaimana perangai eksplisit masing-masing subyek saat berada di dalam kelompok umum. Artinya, Yamaguchi dkk menilai sikap mereka bilamana berada di depan publik - misalnya - akan menonjolkan diri atau tidak.

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Mahasiswa Jepang memiliki citra diri jauh lebih tinggi dibanding dua kelompok tadi namun saat di depan publik, grup dari Negeri Matahari Terbit memperlihatkan sikap jauh lebih rendah diri dibanding mahasiswa China dan Amerika Serikat.

Artinya, meski terlihat sangat merendahkan hati saat di depan umum namun mahasiswa Jepang sebetulnya tetap punya rasa percaya diri sangat tinggi dibanding kelompok lain yang secara eksplist bersikap PeDe. Meski tampak humble, tiap orang Jepang cenderung sangat yakin ia layak memiliki relasi setara dengan anggota masyarakat lain.

Yamaguchi dan rekan-rekan menjelaskan bahwa kemungkinan besar hal ini terjadi lantaran saat keluarga Jepang sangat menanamkan keyakinan bahwa diri mereka sangat bernilai tinggi. Meskipun di saat yang sama budaya masyarakat Jepang mengharuskan setiap orang bersikap rendah hati, tak menilai diri lebih tinggi dari yang lainnya.

Kuatkan Rasa PeDe Sesama Orang Indonesia!

Hasil penelitian Yamaguchi memberikan cermin dari masyarakat Jepang bahwa adalah penting untuk menanamkan rasa keyakinan diri. Bahwa manakala ingin melihat orang memiliki sikap rendah hati, kita juga wajib menginginkan orang tersebut memiliki apresiasi diri yang tinggi.

Seandainya ada beberapa orang yang tak memiliki keyakinan bahwa dirinya layak berinteraksi dengan orang lain, bayangkan betapa rendahnya kualitas kerja seluruh kelompok tersebut! Tak ada rasa percaya, malah bisa cuma saling menjatuhkan.

Sekarang, bisa 'kan kita melihat bahwa Nita adalah semacam simbol harapan Renthyna supaya orang Indonesia bisa memiliki kelompok-kelompok kerja terkuat di dunia... yang hanya mungkin tercipta manakala orang-orang Indonesia sangat menghargai kedudukan masing-masing?

Jadi kepengen baca novel "Nita, Si Sekretaris" cepat-cepat, ya? ;)

Have a nice weekend, my beloved readers....








*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






  • No one is allowed to see any of our fellow Indonesian as meek and has less value! Terus, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
  • Yuk, gabung?


Oct 29, 2009

Konser Musik Spektakuler Telkomsel - Indonesia Live

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Menginspirasi, selalu dimulai dengan kerendahan hati.




" Kita harus bersikap seperti orang yang sudah siap membangun, bukan sedang kebingunan mencari-cari tanah berpijak." [Dian Manginta, tentang  TANGGUNGJAWAB MEMBANGUN]





Rasanya, Telkomsel sebagai pelopor ring back tone [RBT] di Indonesia bakal kembali menancapkan sejarah dalam blantika musik di sini. Ini lantaran Telkomsel akan mengadakan suatu acara yang bertempat di Lapangan D, Senayan, Jakarta, pada tanggal 31 Oktober 2009, mulai jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam.

Apa yang istimewa? Telkomsel bekerjasama dengan Fame akan mengadakan sebuah perhelatan konser musik spekatuler bertajuk Indonesia Live. Di acara ini, suatu impian industri musik Indonesia akan tampil berdampingan dengan kesenian tradisional seperti tari-tarian daerah dari Papua, Bali, dan Aceh.

Nantinya, di acara "Indonesia Live" ini penyanyi dan pemusik dari berbagai aliran termasuk dangdut akan berbagi panggung. Penyelenggara menyatakan adalah bahwa event berwarna persatuan ini diadakan hanya beberapa hari setelah kita memperingati tanggal tanggal Sumpah Pemuda 28 Oktober sebetulnya adalah sekedar kebetulan.

Konser "Keluarga" yang Damai

Namun harapan yang terkait dengan semangat persatuan tetap ada. Yaitu untuk mewadahi keinginan untuk mempersatukan musik, pecinta musik, juga seni tradisi dengan penuh perdamaian. Maunya, acara ini diadakan di dalam atmosfir kekeluargaan, bersih, dan aman.

Ide aman ini muncul mengingat seringkali pertunjukan musik di Indonesia itu dirusak dengan kerusuhan. Makanya selain aparat kepolisian, petugas keamanan dari pihak panitia pun akan menjaga kelancaran acara dengan tegas meski akan berusaha untuk bersikap simpatik. Iyalah, sudah waktunya kita lebih memikirkan persatuan. Jangan kayak anak kecil, berantem melulu.

Penting dicatat bahwa acara yang menggunakan peralatan sound system berkekuatan 150.000 watt serta kekuatan lampu 900.000 watt ini cuma mengutip karcis Rp.10.000 per orang dan semua peserta akan mendapat gratis kartu perdana Telkomsel. Sedangkan bagi pelanggan Telkomsel, bisa masuk dengan cuma-cuma alias gratis. Okay, dong?

Pengisi acaranya sendiri antara lain adalah, Tax, Indah, Visual, Pain Killer, Exo, Superbejo, Pace Rasta, Tony Q, The Upstairs, Ridho Rhoma, Mahadewi Gangstarasta, Killed by Butterfly, Netral, Superman is Dead, Sain Loco, Rio Febrian, Yovie & Nuno, BIP, dan Gigi.

Menyimak daftar penampilnya, mestinya acara ini bakal penuh dengan kekeluargaan karena fanatisme terhadap suatu group band atau penyanyi bakal gak masuk akal di sini. Semua harus mau berbagi. Nyanyi bareng, menari bareng sambil menikmati semua musik yang ditampilkan. Why not? It should be fun!

Jangan khawatir dengan urusan perut juga karena penyelenggara akan menyediakan kudapan khas Indonesia yang akan dipamerkan di sana di samping pameran dunia mobile dan internet yang juga akan memeriahkan suasana.

Menikmati hiburan sambil meresapi kesan persatuan mumpung masih dalam suasana peringatan hari Sumpah Pemuda. Rasanya, ini adalah cara yang tepat untuk mengingat bahwa kita ini satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air, Indonesia.

Kerennya, semangat nasionalisme kayaknya sedang nge-trend. I love the idea that big companies like Telkomsel actually take nationalism in their creative works. Good for you, guys!

Kreativitas macam ini, kita jadi merasa tinggal di negara sendiri.

So ladies and gentlemen, mark your calendar to attend Indonesia Live, OK?








*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






  • Enjoy this live by keep fighting, and do make sure you share the enjoyment...Terus, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?

Oct 28, 2009

Tips Dari Bankir: Memilih Bank Yang Aman

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Perempuan Indonesia...




"Menggunakan uang itu mesti cerdik, karena rupanya seperti pisau tajam yang bisa memotong tapi juga mampu melukai." [Dian Manginta, tentang MANAJEMEN UANG]





Dian Manginta Bicara KarirSetelah global crisis melanda dunia, banyak ahli keuangan menyarankan masyarakat untuk menabung. Katanya, menabung adalah cara terbaik menghadapi krisis moneter yang terjadi sejak tahun lalu ini.

Belakangan, aku pun mulai banyak menerima tawaran untuk membuka tabungan, di bank ini dan itu. Tawaran tiba terutama dari bank yang aku punya kartu kreditnya.

Mengingat selera belanjaku yang seperti orang kelaparan, rasanya aku memang harus menabung instead of using my bank account as a transit place only! Duit cuma mampir di rekening aku.. Cuma.. pingin, sih, ikutan nabung, tapi memilih bank yang sehat, gimana caranya?

Kebetulan, aku kenal seorang economist yang adalah an officier in a bank, namanya Romy Henry. Aku mengirimi dia sebuah e-mail untuk mewawancarainya dengan sejumlah pertanyaan seputar menabung dan memilih bank. Tentu saja, hasil wawancara itu juga untuk di-shared kepada pembaca Cantik Selamanya, dong. Biar makin PeDe, 'kan? ;)

Berikut hasil wawancaraku dengan Romy Henry, SE:



    Apa itu "global crisis"?

Dunia saat ini dilanda krisis global, artinya adalah kondisi krisis [nilai mata uang menurun, tingkat pengangguran melonjak] yang melanda sebagian besar perekonomian negara di dunia. Jelas ini suatu kondisi ekonomi yang buruk di mana perekonomian mengalami banyak kendala sehingga berbagai elemen penggerak ekonomi tak bisa bergerak secara benar.

Akhirnya, situasi ini menghasilkan dampak-dampak ekonomi yang tidak baik. Sebagai contoh: terjadi inflasi harga-harga kebutuhan yang tinggi, sektor produksi, [pertanian, industri, jasa, dan lainnya] mengalami kendala menurunnya permintaan baik dalam maupun luar negeri.

Secara sederhana krisis ekonomi digambarkan dengan tingkat harga yang tinggi, tingkat pendapatan yang cenderung stagnan bahkan menurun, ancaman meningkatnya pengangguran karena banyak usaha menjadi bangkrut, dan seterusnya. Sehingga krisis global dapat diartikan sebagai kondisi buruk perekonomian negara-negara yang terjadi secara luas menimpa hampir seluruh perekonomian di dunia.


    Apa dampaknya bagi warga Indonesia?

Dampak yang paling terasa adalah 'hidup makin sulit', digambarkan dengan harga kebutuhan yang makin mahal, pengangguran yang bertambah, kualitas hidup menurun karena kemampuan ekonomis masyarakat memang secara umum menurun.

Dari sisi produksi juga mengalami kendala baik dalam hal operasional - karena modal/biaya bunga yang tinggi, bahan baku makin sulit didapat - maupun dari sisi permintaan [makin menurun, baik lokal maupun ekspor].


    Banyak bank yang mencari nasabah buat menabung. Mengapa kita harus menabung?

Menabung adalah suatu kegiatan untuk memindahkan konsumsi sekarang ke masa datang. Menabung juga dapat diartikan sebagai aktifitas pengelolaan keuangan sebagai cara untuk membentuk cadangan, langkah berjaga-jaga.

Arti lain adalah sebagai cara untuk menumpuk kekayaan atau mencari keuntungan. Menabung adalah suatu kegiatan yang positif. Menabung selain memberi keuntungan dari sisi finansial, juga memberi dampak memupuk kebiasaan yang baik. Seperti gaya hidup hemat, tertib, dan penuh perencanaan.

Bank akan memberikan banyak alternatif produk yang sifatnya menabung, antara lain produk tabungan, deposito berjangka, dan produk keuangan lainnya. Karena sifat bank adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya pada sektor produktif, maka menabung juga memberikan dampak baik pada perekonomian itu sendiri.


    Bagaimana cara memilih bank?

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bank:
  1. Cari referensi pribadi sebanyak-banyaknya; misalnya dari teman, saudara, atau kerabat kerja. Hal ini terutama dibutuhkan untuk mengetahui bank apa yang banyak digunakan oleh lingkungan terdekat kita. Suatu saat kita akan memerlukan akses ke bank-bank tersebut baik dalam hal transaksi [bisnis] atau kondisi darurat lainnya.
  2. Setelah itu, kita perlu mendapat informasi vital yang sebanyak-banyaknya tentang bank tersebut. Misalnya:
    • pemiliknya [apakah swasta atau pemerintah],
    • kapan berdirinya dan sejarah lainnya [misalnya pernah di-merger],
    • jumlah/lokasi kantor cabangnya,
    • fasilitas layanannya [ATM, fasilitas pembayaran publik seperti air, listrik, telephon, pajak],
    • produk-produk simpanan dan kredit yang dimiliki,
    • tingkat bunga yang ditawarkan [simpanan & kredit], dan seterusnya.
  3. Perhatikan kebutuhan kita akan bank tersebut. Berdasarkan informasi-informasi di atas, apakan bank tersebut cukup memenuhi kriteria yang kita butuhkan untuk memanfaatkan layanannya. Misalnya kita hanya memerlukan bank dalam kepentingan praktis saja, seperti membayar tagihan dan melakukan transfer uang, maka kita hanya membutuhkan bank yang menyediakan fasilitas pembayaran tagihan saja. Sedangkan untuk keperluan transfer, tiap bank dapat menjalankan transfer dana tersebut. Bedanya hanya dalam hal biaya transfer dan berapa lama proses transfer dijalankan.
  4. Satu hal sederhana yang tak kalah penting adalah pilihlah bank yang memberikan pelayanan yang baik, ramah, teratur serta memberikan penjelasan yang lengkap pada nasabah atau calon nasabahnya.

    Apa tandanya bank sehat, aman?

Suatu bank disebut sehat terutama dilihat dari laporan keuangan publikasi yang diterbitkannya. Umumnya [sebagian besar], bank sudah "Tbk." alias "terbuka" atau "go-public". Bank macam ini punya kewajiban utk menerbitkan laporan keuangannya secara berkala.

Untuk bank yang belum go-public, laporan keuangan tersebut dapat diminta pada bank yang bersangkutan. Sayangnya sering kali bank menerapkan asumsi-asumsi pada laporan keuangannya sehingga kondisi riilnya tak jarang menjadi tersamar oleh laporan keuangan tersebut. Membaca review bank pada berbagai penerbitan juga dapat memberi informasi tentang kondisi suatu bank.

Tapi secara kasat mata pun sebenarnya kita dapat memperoleh gambaran tentang kondisi suatu bank. Misalnya dari tingkat suku bunga yang ditawarkan. Tingkat suku bunga tabungan yang tinggi menggambarkan bank tersebut membutuhkan dana yang besar untuk memenuhi rasio-rasio keuangannya.

Kita perlu cermat melihat hal ini, jangan mudah tergiur dgn tawaran bunga yang lebih tinggi atau program hadiah berupa tambahan bunga [dalam bentuk-bentuk yang bermacam-macam]. Hal ini umumnya untuk mengatasi batasan tingkat penjaminan simpanan oleh LPS [Lembaga Penjamin Simpanan].

Perhatikan juga apakan bank dalam operasionalnya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian bank secara maksimal? banyak bank yang memberikan kelonggaran/permakluman atas kekurangan dokumen atau mekanisme transaksi yang terjadi. Contohnya nama yang salah/tidak lengkap, tanda tangan yang tidak sesuai, dan seterusnya.

Bank yang sehat akan menjalankan bisnisnya dengan cara yang benar, tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.


    Banyak yang menawarkan tabungan karena nasabahnya sudah menjadi pemegang kartu kredit, lalu ditawarkan kalau nabung di bank yang bersangkutan, gak akan dikenakan biaya tahunan. Apakah ini menguntungkan?

Sebetulnya free administration fee atau free anual fee itu tidak bisa jadi satu-satunya patokan.

Kita mesti melihat juga ketentuan-ketentuan lain [terms and conditions], seperti berapa saldo mengendap/minimalnya. Ini biasanya agak tinggi, misalnya lebih besar dari Rp. 150.000,- , bea administrasi penutupan rekeningnya, bunga tabungannya [biasanya rendah sekali atau pakai prasyarat-prasyat pemberian bunga], dan seterusnya.

Tapi secara umum, kriteria tabungan yang menguntungkan adalah:

  • Setoran awalnya tidak terlalu tinggi;
  • Bea administrasinya tidak mahal, bahkan gratis;
  • Bea layanannya juga masih rasional [bea transfer, RTGS, Bea ATM, dll];
  • Saldo minimumnya tidak terlalu banyak [termasuk bea penutupannya] - ada fasilitas ATM dan jaringannya [ATM Bersama, ALTO, BCA];
  • fleksible [bisa dipakai untuk pembayaran listrik, PAM, Telkom, artinya tergantung banknya juga punya fasilitas ini atau tidak;
  • Bunga yang tak terlalu rendah amat [umumnya bunga tabungan memang tidak setinggi bunga deposito].




*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:









  • Money cannot buy peace, but when spent wrecklessly, it can corrode your life. And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?






Oct 26, 2009

Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 - One Nation One Rhythm!





Let us unite to win tommorows!

Tuesday Bliss!






"Yang tak mengupayakan kesejahteraan Indonesia, harus dihukum." [Dian Manginta, tentang BERJUANG BERSAMA]





AKHIR MINGGU INI, tanggal 30–31 Oktober 2009, ada event istimewa di Jakarta yang dinamai “Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 - One Nation One Rhythm!”.

Dari namanya kita bisa tahu ini adalah event musik soul berskala internasional. Oleh penyelenggaranya event ini diharapkan akan dapat menjadi berfungsi sebagai public relation campaign [kampanye PR], baik untuk Jakarta dan Indonesia. Termasuk juga untuk para musisi yang tampil, maupun bagi pesan-pesan kepedulian.

Enjoy Jakarta karya Pemda DKI JakartaBertempat di Istora Senayan Jakarta, festival musik soul ini merupakan bagian dari program “Enjoy Jakarta” Pemda DKI Jakarta, dan menjadikan Jakarta sebagai kota festival musik internasional.

Pretty ambitious, isnt it? Harus gitu, dong! Kalau ingin maju, ya, kita harus punya mimpi dan berusaha mewujudkannya.

Pihak penyelenggara, Java Festival Production, mengatakan dalam festival ini akan dipresentasikan kekayaan seni, terutama musik Indonesia. Kiprah insan musik di acara ini akan terdongkrak kesempatan bagi Indonesia untuk memperoleh kesempatan mendapatkan sorotan dari publik nasional dan internasional. Pencinta dan industri musik dunia akan melirik Indonesia.

Penyelenggara acara didukung sepenuhnya oleh adalah AXIS, provider seluler di yang sedang berkembang di Indonesia.

Sebagaimana penyelenggaraan festival gelaran Java Festival Production lainnya, Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 juga mengusung pesan sendiri. Pada pokoknya festival yang dominasi target pengunjungnya anak muda ini menyampaikan pesan “KEPEDULIAN”.

Soulful in Unity

Menurut penyelenggara, tagline Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 adalah “One Nation One Rhythm”. Ini artinya bagaimanapun orang muda harus bersatu dan bersama-sama melakukan berbagai hal positif untuk kemajuan dan masa depan Indonesia dan dunia.

Kata nation di sini maksudnya adalah masyarakat yang mencintai musik. Sedangkan kata rhythm mengarah pada secara bersama-sama melakukan sesuatu.

Dalam konteks festival musik, “One Nation One Rhythm” artinya kurang lebih “mari bersama kita melakukan sesuatu untuk sesama manusia sambil menikmati musik yang soulful, penuh penjiwaan”. Dalam hal ini mengekspresikan KEPEDULIAN kepada sesama manusia yang terkena musibah dan hidup kekurangan.

Semangat kepedulian yang tentu saja patut dihargai dan didukung, terutama di saat kondisi negeri yang seperti sedang diuji dengan seringnya gempa mengguncang tanah air. Belakangan, kita juga sedang gelisah menghadapi berbagai ancaman bencana alam di segala penjuru tanah air.

Makes Unity Fun

Axis sebagai title sponsor juga memiliki program untuk membantu korban gempa bumi di Padang dan sekitarnya. Axis akan meyisihkan Rp 10.000 dari tiap pembelian tiket Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 melalui Axis Center. Selain berbagai program tersebut, di area Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 terdapat kotak bagi mereka yang ingin mengulurkan dana ke korban gempa bumi di Padang dan sekitarnya.

Java Festival Production memang mendedikasikan acara Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 untuk mereka yang berjiwa muda, penyuka musik, dan mau peduli dengan sesama manusia. Dan untuk itu di acara Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 akan tampil musisi rap, hip hop, R&B, soul dan pop. Semuanya kelas papan atas Indonesia, dan tampil bergantian dengan musisi ternama kelas dunia, seperti grup Arrested Development, DMC of Run DMC, Atlantic Starr, Musiq Soulchild, dan grup musik yang amat populer di kalangan anak muda, The Ting Tings.

Di Axis Jakarta International Java Soulnation Festival 2009 penikmat musik yang peduli sesama berkumpul, mengekspresikan diri dan menjadi gelombang dari… One Nation One Rhythm!

Jadi, unggah saja portal event ini di http://www.javasoulnation.com/2009/ untuk melihat siapa saja para performers-nya dan untuk membeli ticket secara online.

So, if youre in Jakarta, make plan to come and be inspired!




*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






  • Enjoy this live by keep fighting, and do make sure you share the enjoyment...Terus, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?

Program 100 Hari Kabinet Baru, Apa Artinya? [Legal]

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Dengarlah hasil kerja pemimpin kita

Punya mini laptop kayak aku? Unduh foto di atas lewat sini untuk menggunakannya sebagai background image mini laptop [ukuran 1024x576, 1,56 MByte].





"Yakinlah. Di muka Bumi ini, tidak ada hal yang baru." [Dian Manginta, tentang PENCARIAN IDE]





"PAY ATTENTION TO DETAILS!" Dulu itu pesan salah seorang senior ketika aku pertama kali bekerja. Tentu saja, the details are the devils, mengamati detil pekerjaan selalu bukan perkara paling mudah. Paling dihindari, malah[!]

Melihat detil berarti harus memiliki kemampuan merekonstruksikan fakta, dengan demikian mampu mengadakan analisis. Orang yang ingin melihat detail juga ditantang untuk menjadi sabar dalam segala hal. Itu sebabnya perkerjaan detil selalu memerlukan energi ekstra, dan dengan demikian nilai akhirnya lebih mahal.

Now my beloved readers, aku mengajak kita semua melihat lebih dekat tentang 100 Hari Kabinet Baru. Meyland SH akan mengantarkan kita untuk mengerti apa yang dimaksud dengan "100 Hari Kabinet Baru" ini.

Pada akhirnya, kalau kita bisa melihat bahwa program ini bisa kukuh dibangun dalam ukuran detail kerja yang tinggi, artinya seluruh masyarakat akan menerima upaya kerja yang mahal nilainya. Dan pula makna lainnya adalah cara kerja ala "100 Hari" seperti ini bisa jadi sumber ide bagi seluruh kalangan masyarakat dalam menciptakan sistem kerja yang baik.

Bukankah kaum perempuan yang cantik adalah perempuan yang gemar bekerja? Pastinya perempuan cantik ingin mendengar dong, bagaimana pemerintahnya sudah bekerja? ;)

Yuk, kita baca catatannya Meyland, SH?





KEBENARAN DALAM PROGRAM 100 HARI KABINET BARU



Mengerti Hukum Itu PentingSusunan kabinet telah terbentuk. Kini kinerja baik presiden, wakil serta para menterinya sedang dinantikan. Dan sekarang mata semua orang tertuju pada apa yang disebut sebagai Program 100 Hari Kerja. Apakah Program 100 Hari tersebut sebenarnya?

Memang bukan hal yang salah bila program tersebut muncul, tetapi orang bisa bertanya tentang efektivitasnya. Bisakah program tersebut membawa implikasi terukur terhadap tiap pihak yang terlibat di dalamnya?

Ternyata bila diurutkan, Program 100 hari pertama itu merupakan program yang pernah berhasil diterapkan Presiden AS ketigapuluhdua [32] Franklin Delano Roosevelt [FDR], yang kemudian berdampak pada baiknya pencitraan dirinya sebagai presiden yang berhasil menunjukkan kinerja positif.

Program kerja ala "100 Hari" FDR kala itu sering disebut sebagai "New Deal", untuk mengatasi Depresi Besar di Amerika Serikat. Saat itu, FDR sukses dengan program 100 harinya. Hal tersebut membuat program 100 ditiru oleh penerusnya dan belakangan sudah menjadi tradisi sebagai awal kinerja pemerintah di banyak negara.

100 Hari Pemegang Mandat

Bagaimana sebenarnya perhubungan antara rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam demokrasi dengan presiden, serta hubungan presiden, sang penerima mandat, dengan para menterinya?

Jalur yang terjadi di sini adalah bahwa presiden melalui pemilu langsung, mendapatkan mandat dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan negara. Dalam hal ini presiden mendapatkan haknya sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, tentu dengan segala fasilitas dan keistimewaannya. Akan tetapi suatu hak tidak pernah datang sendiri, ia akan datang selalu beriringan dengan kewajiban.

Maka apa kewajiban presiden? Tentu saja bekerja keras untuk rakyatnya. Dalam menjalankan tugasnya itu, presiden menunjuk para menteri sebagai pembantunya. Maka bila pembantunya melakukan kesalahan, tanggung jawab adalah milik presiden semata.

Oleh karena itulah presiden diberikan hak prerogatif untuk memilih orang-orang yang dapat membantunya. Hak prerogatif bukan hanya untuk mengangkat dan melantik para menteri akan tetapi juga untuk memberhentikan mereka dari jabatannya itu.

Masalah pengangkatan/pemberhentian menteri ini dimuat dalam Undang Undang No. 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara Pasal 24 ayat (2) point e, di mana UU meliputi ketetapan presiden sebagai alasan pemberhentian menteri dari jabatannya. Masih ingat pembahasannya di artikel lalu 'kan, "Trias Politika, Kebebasan, dan Kebahagiaan Kita"?

Dalam dunia kerja, para pekerja baru akan diberlakukan masa probation, di mana sang pemberi kerja akan melihat kepantasan dan kapabilitas dari si pekerja yang baru diangkatnya. Dalam term atau batasan waktu yang ditentukan [umumnya 3 bulan], pemberi kerja akan memberikan penilaiannya tentang kelanjutan hubungan kerja antara mereka: akankah diteruskan [bila pekerja dianggap layak] atau diputus [bila pekerja tidak layak].

Maka jika tugas yang sudah menjadi kewajiban yang disepakati dalam Program 100 Hari itu tidak dilaksanakan presiden [dalam hal ini sebagai lembaga tinggi negara] dengan baik oleh para menterinya, sudah menjadi keharusan bagi presiden untuk mempertimbangkan memberhentikan menteri yang bersangkutan.

Akan tetapi, benarkah segampang itu? Bila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan program awal yang diminta, presiden langsung memberhentikan? Dari pengalaman yang sudah-sudah, tidak tuh... Keabsolutan presiden dalam penentuan nasib langgengnya jabatan para menteri, menjadikan ujung segalanya jatuh di ranah politik.

Bila demikian, Program 100 Hari adalah program abstrak yang tidak membawa implikasi apapun, karena tidak dapat diukur maka ia tidak dapat dieksekusi secara hukum, hanya berfungsi bagi penciteraan yang politis saja. (Meyland.S)




*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • Want to make your works more valuable? Pay attention to detail! And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?



Oct 23, 2009

Di Jakarta, Belajar Dari Gaya Beda A.B.B.A

Dian Manginta - Cantik Selamanya - ABBA




Be Different, Do the right thing





"Tak semua kegiatan harus seragam. Yang penting adalah niatnya, dan caranya tak merusak hubungan sesama." [Dian Manginta, tentang BEING DIFFERENT]






TERINSPIRASI dari lagu-lagu yang pernah dipopulerkan oleh group penyanyi ABBA, pada tanggal 14 Oktober 2009 di Istora Senayan Jakarta, diselenggarakanlah sebuah pergelaran yang mereka namakan DANCING QUEEN in concert.


ABBA memang patut dikenang, karena punya karakter kuat. Sangat entertaining, ringan dan betul-betul untuk bersantai.

Saat ABBA masih aktif di era 1970-1980, segal musik yang sedang tenar cenderung terdengar serius. Lihat saja daftar lagu tenar pada tiap tahun di dekade tersebut, kental diisi oleh tema berat, dalam nada, emosi, lirik, bahkan penampilan pangungnya.

Dari Beatles, Queen, hingga Rolling Stones, semua teman seangkatan ABBA punya musik yang selalu tampil dalam topik kuat. Entah kritik sosial atau patah hati sampai anarki, terdengar rumit dan sangat dipikirkan, menguras emosi. Namun ABBA justru selalu melempar singles yang riang gembira. ”Chiquitita”, ”I Have A Dream”, ”Fernando”, sebut saja beberapa judul single ABBA tersebut, kita pasti teringat iramanya yang serba ringan.

Dian Manginta - Cantik SelamanyaGedung Istora hampir-hampir penuh dengan penonton yang antusias. Mereka kadang ikut menari, berdiri sambil menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama, dan seringkali ikut bernyanyi. Seandainya saja panggung didesain lebih panjang sampai melintasi tengah area, pasti sang artis akan dapat merasakan nikmatnya suara pengunjung yang ikut bernyanyi.

It's an honor for the singer if the audience follows. Karena dengan demikian dia jadi benar-benar tahu bahwa penonton memang menyukai pertunjukkannya.

Agnes Monica, Titi DJ,Pertunjukkan dengan musik orkestra ini menampilkan artis penyanyi Agnes Monica, BDO, Elfa's Singers, Mike Idol, Mulan Jameela, Patton, Sita Nursanti, dan Titi DJ sebagai sang Dancing Queen.

Diadakan di Istora Senayan, sayangnya peralatan sound system yang dipakai kurang bagus sehingga kebanyakan suara penyanyi tersebut tak jelas mengucapkan lirik apa. Hanya karena artikulasi yang baik sekali maka beberapa penyanyi berhasil mengalahkan akustik gedung olah raga yang memang bukan direncanakan untuk pertunjukkan musik.

Mungkin karena memang jam terbang yang panjang, akhirnya beberapa penyanyi berhasil menaklukkan akustik gedung olah raga yang memang bukan direncanakan untuk pertunjukkan musik. Dan perlu dicatat, lagipula karakter lagu lincah ABBA memang sangat kuat.

Dian Manginta - Cantik SelamanyaKlik saja video Youtube di atas, yang menampilkan lagu "Dancing Queen"-nya ABBA. Kita pasti jadi ingin dansa-dansa ;). Ingat saja, kalau ingin mencari lagu ceria, pilih ABBA :).

So, kalau ngerasa punya gaya berbeda - baik dalam kerja, penampilan, atau hal lainnya - jangan cepat minder. Lihat saja ABBA. Biar tak punya gaya sama, namun hasil kerja mereka sudah menguatkan begitu banyak penyanyi di dunia di segala jaman. Termasuk dari Indonesia.







*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






Yuk, gabung?

Oct 22, 2009

Kabinet Indonesia Bersatu II [KIB II], Selamat Bekerja!

Cantik Selamanya.com



Pada tanggal 21 Oktober 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah terpilih kembali,  mengumumkan nama para menterinya yang akan membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Era baru pun dimulai.

Ada 34 Menteri yang terpilih, tentu masing-masing diharapkan untuk dapat menunjukkan prestasinya dalam bidang yang ditanganinya. Banyak Menteri, berarti banyak juga lahan kehidupan yang di-cover oleh tim ini. Ada yang ngurusin kesehatan, pemuda, dan lain sebagainya.

Harapan kita sebagai rakyat Indonesia, tentu tak lain adalah agar para menteri dapat melakukan terobosan baru di bidang yang ditanganinya, membawa rakyat yang berhubungan dengan wilayah kerjanya pada kemakmuran.

Akhirnya, kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang baru, aku dan tim Cantik Selamanya mengucapkan selama bekerja, semoga sukses, tercapai apa yang diusahakannya. Amin.

Aku mendoakan bahwa para menteri yang baru, bisa segera bekerja dengan baik. Rasanya, Pak Budiono sudah memberikan teladan kecil melalui situs Setwapres, atau yang biasa disebut Kantor Wakil Presiden:

Screenshot Situs Setwapres, http://www.setwapres.go.id/

Mengenal Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II

Jadi, ingin kenal wajah para menteri KIB II dan di mana saja posisi pos mereka? Lihat saja di situs internet instansinya masing-masing ;) Ini daftarnya:




Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia

Budiono
Wakil Presiden Republik Indonesia


Djoko Suyanto
Menko Polhukam

Hatta Rajasa
Menko Perekonomian

Agung Laksono
Menko Kesra

Sudi Silalahi
Menteri Sekretaris Negara




Gamawan Fauzi
Menteri Dalam Negeri

Marty Natalegawa
Menteri Luar Negeri

Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan

Patrialis Akbar
Menteri Hukum dan HAM

Sri Mulyani
Menteri Keuangan

Darwin Saleh
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

M.S Hidayat
Menteri Perindustrian

Mari Elka Pangestu
Menteri Perdagangan

Suswono
Menteri Pertanian

Zulkifli Hasan
Menteri Kehutanan

Fredy Numberi
Menteri Perhubungan

Fadel Muhammad
Menteri Kelautan dan Perikanan

Muhaimin Iskandar
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Djoko Kirmanto
Menteri Pekerjaan Umum


Endang Rahayu Setyaningsih
Menteri Kesehatan


M Nuh
Menteri Pendidikan Nasional

Salim Segaf al Jufrie
Menteri Sosial

Suryadharma Ali
Menteri Agama

Jero Wacik
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

Tifatul Sembiring
Menteri Komunikasi dan Informatika

Suharna Surapranata
Menteri Negara Riset dan Teknologi

Syarief Hasan
Menteri Negara Koperasi dan UKM

Gusti Muhammad Hatta
Menteri Negara Lingkungan Hidup

Linda Agum Gumelar
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

EE Mangindaan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

Helmy Faishal Zaini
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal

Prof. Armida Alisjahbana
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas


Mustafa Abubakar
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara

Suharso Manoarfa
Menteri Negara Perumahan Rakyat

Andi Mallarangeng
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga
Keterangan: Gambar SBY dari www.presidensby.info dan photo Budiono adalah dari situs www.setwapres.go.id.





*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






  • I believe that Indonesia is the best country in the whole wide world. Gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuuuk yaaaak yiuuuuuuk? ;)
Yuk, gabung?

Oct 21, 2009

Cerber Nita Si Sekretaris (20)

KUTIPAN MINGGU LALU:

“Terima kasih semuanya. But sorry, time is up. Hope that we will be a great team.” Katanya lagi dengan wajah gembira membalas keramahan semua orang yang sedang menemuinya itu.

Mendengar suara Sarah mengucapkan kalimat seperti itu, hhmmm… aneh… Nita kok jadi merasa tidak nyaman, ya…? Ia jadi semakin bertekad untuk membicarakan masalah keanggotaan Nita dalam timnya Sarah itu dengan pihak yang berkompeten. Kalau tidak dengan Bu Marsya sendiri, ya, tentunya Pak Hardi di haerde.

Ketika Nita kembali lagi ke mejanya, pesawat telponnya sudah menyala.

Nita mencoba menghubuni Anna, sekretarisnya Pak Hardi itu. Tapi sekarang, kok malah tidak dijawab-jawab oleh Anna. Duh… capek deh…

Baru bergabung? Jangan mulai dari episode ini, baca dulu bagian:




*****




Nita Si Sekretaris, Dian Manginta, Cantik Selamanya


“Nit, gimana? Ada dokumen masuk ga untuk saya?” Tanya Edward per telpon.

Sesaat Nita diam hanya saja.

“Helooo Nit.” Kata Edward lagi.

“Pak, kayaknya bapak salah alamat lagi deh.” Sahut Nita dengan cepat.

“Emang kenapa sih, Pak.” Sambungnya. Sekarang Nita mulai meniru-niru gaya Ellen menggali informasi atas sesuatu yang tidak beres.

“Hmmm… Ga ada apa-apa sih.” Jawab Edward dengan nada suara yang tidak meyakinkan.

“Eh, kamu makan siang, di mana?” Tanya Edward tiba-tiba melompat dari topik pembicaraan semula.

Nita Si Sekretaris“Mau traktir, ya, Pak? Mau dong..”

“Boleh-boleh. Nanti jam dua belas kita ketemu aja di lobi ya?” Kata Edward lalu kemudian menutup telponnya.

Lho… kok ternyata si Edward itu menelpon hanya untuk mengatakan itu saja?

Nita malah jadi merasa heran dan tambah merasa pasti ada sesuatu yang hendak disampaikan Edward padanya… Apa, ya?

Bu Marsya tiba-tiba muncul dari koridor samping dan berjalan memasuki ruang kerjanya.

Nita segera beranjak dari kursinya dan memperhatikan apakah si bos sedang dalam suasana hati yang enak diajak bicara atau tidak. Nita yakin akan hal itu, karena setidak-tidaknya hal itu dapat ditebak dari ekspresi wajah Bu Marsya.

“Bu.” Kata Nita yang sudah berdiri di depan meja Bu Marsya.

“Ya?” Bu Marsya mendongakkan kepalanya dengan tatapan mata yang tidak enak dilihat.

Uhhhh… kelihatannya dia lagi bete.

“Kamu tidak mengetok pintu dulu, Nita. Biasa seperti itu, ya?” Ucap Bu Marsya dengan sinis. Aduh… gimana ya, ini? Nita sudah terlanjur melangkah masuk karena tadi ia melihat wajah Bu Marsya kelihatan tenang-tenang saja.

“Maaf, Bu.” Nita tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang pucat. Namun ia cukup berani juga menatap Bu Marsya.

“Saya cuma mau konfirmasi saja.” Katanya sepotong-sepotong.

Bu Marsya mulai menyandarkan punggungnya ke kursi, melipat tangannya dan memperhatikan Nita bicara apa. Masih dengan ekspresi wajah yang tidak enak dilihat.

“Maaf kemarin saya tidak sempat bilang ke Ibu, bahwa saya adalah bagian dari timnya Bu Sarah.” Kata Nita dengan lancar.

Bu Marsya masing memandangi Nita. Sekilas terlihat beliau mengangkat bahunya. Tapi kemudian beliau berkata, ’Ya?’

Nita tidak mengerti maksud kata ‘ya’ dari si bos.

“Ya, itu, Bu.” Kata Nita tetap menantikan konfirmasi dari atasannya itu.

“Tidak apa-apa. Nanti dibahas lagi masalah struktur jabatan dan tanggung jawabnya dengan kamu dari haerde.” Kata sang bos dengan tatapan tegas pada Nita.

“Begitu, ya, Bu? Terima kasih.” Kata Nita sambil berlalu meninggalkan ruang kerja Bu Marsya.

Hmmm… kenapa tadi si ibu bilang soal struktur-strukturan ya? Apa memang akan ada restrukturisasi?

Ketika Nita sedang berjalan keluar pintu itu, Nita melihat Vero sedang berjalan menuju ruang kerja Bu Marsya.

Nita memang tidak mengingat-ingat kapan jadwal Vero kembali dari trainingnya yang di Australia itu.

“Eh, mak lu ada?” Katanya, masih dengan suara keras terdengar oleh banyak orang, sambil berjalan dengan dagu sedikit terangkat dan menjinjing sesuatu di dalam tas yang sepertinya keluaran sebuah toko terkenal entah di mana.

Nita hanya menjawab dengan anggukan kepala saja dan berjalan menuju mejanya.

“Hai, mama Marsya!” Seru Vero dengan nada suara seperti orang yang sedang tidak dapat menahan diri melepas rindu dengan bos Nita itu…

“Hai, apa kabar?!” Itu suara Bu Marsya, wajahnya tampak gembira dan beranjak dengan cepat dari kursinya untuk menghampiri Vero lalu merangkulnya dan merekapun kemudian saling cium pipi kiri dan kanan.

Melihat pemandangan yang kontras dengan yang baru saja Nita alami di ruang kerja itu, uuuhhh… ia merasa hatinya tertusuk juga.

Apalagi kemudian Vero terlihat mengeluarkan sesuatu yang terbungkus dengan menarik dari dalam tas yang tadi dijinjingnya itu. Vero yang biasanya bicara dengan keras pada Nita, saat ini malah hampir-hampir tidak terdengar lagi volume suaranya.

Tidak lama sesudah itu, Bu Marsya malah berjalan dari tempatnya dan menutup pintu. Tapi dari balik kisi-kisi jendela terlihat ekspresi wajah mereka yang tadinya terlihat gembira, sekarang berubah jadi serius. Sepertinya mereka sekarang sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.

“Nit, kamu nggak nyamperin Vero tadi ya?” Tiba-tiba Darman yang pendiam itu mengeluarkan suaranya.

“Dia 'kan bawa banyak makanan tuh tadi. Kayaknya dia bawa dari Australi deh. Anak-anak masih pada ngerumunin.” Sambungnya lagi.

“Ellen tuh juga bawa cemilan juga dari tempatnya Vero.” Masih kata Darman.

Asti yang duduk di partisi agak jauh dari Nita hanya melirik saja ke arah Darman. Kalau melihat tingkah laku seperti itu, sepertinya Asti memang tidak ingin memberitahukan hal ini ke Nita.

Nita memang tidak mengerti dengan jalan pikiran Asti yang terlihat dari tingkah lakunya yang tidak simpatik padanya. Tapi Nita merasa tidak terlalu penting untuk mencoba memahaminya. Toh, seharusnya Asti bersikap professional karena semua orang yang ada di sini adalah sama-sama karyawan juga.








Baca juga: "Pembacaan Cerber "Nita si Sekretaris" di Radio Cempaka Asri FM!"




Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Oct 20, 2009

Perempuan Sukses Harus Tomboy?

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Perempuan Indonesia...




"Perempuan Indonesia, kemana langkahmu?." [Dian Manginta, tentang KEBIJAKSANAAN]





Dian Manginta Bicara KarirKetika mendengar bahwa aku menamakan blog aku ini "Cantik Selamanya", segera saja orang mengasosiasikan dengan masalah kecantikan. Urusan rias merias, fashion, rambut.... Urusan tetek bengek khas perempuan. Katanya.

Padahal fashion, rambut, perawatan tubuh, dan wajah juga sebetulnya tersedia juga untuk lelaki. Lalu, karena masalah kecantikan kerap dianggap sebagai lambang kemanjaan perempuan yang minta diperhatikan, maka orang memandang ide cantik sebagai kebodohan. Gak smart, gitu.

Walau gak pernah dilontarkan langsung, tapi aku merasakan kesan bahwa people expect us, women to look boyish untuk ditanggapi secara professional. Kalau rambut cepak, minimum make-up [paling-paling bedak], berpakaian seperti lelaki, baru, deh, dianggap serius.

Cristina Fernández de Kirchner - Presiden Argentina - Cantik SelamanyaPadahal kecantikan adalah jatidiri perempuan. Meski berambut pendek dan memakai pakaian lelaki, kalau si perempuan itu bahagia, maka kecantikannya pasti terpancar tanpa terbendung.

Sedangkan kebahagiaan itu 'kan pancaran hati karena kebebasan pribadi terlindungi. Bebas untuk menjadi diri sendiri. Bebas untuk berekspresi. Bebas untuk berpendapat. Bebas untuk bersikap. Bebas dan bertanggungjawab. Dan di atas itu semua, adanya perasaan dihargai tanpa intimidasi. Kalau sudah begitu maka seorang perempuan akan menjadi Cantik Selamanya sampai mati.

What do you think? Apakah perempuan sukses di kantor harus kelihatan "laki" dan tidak boleh cantik? Apakah berpenampilan maskulin adalah satu-satunya cara perempuan bisa dianggap berguna bagi lingkungannya?





*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:











  • Be happy with yourself, do not worry too much. And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?