Apr 30, 2009

What's in Your Mind, Girl?

Yuk, gabung?

Hari ini aku mau nulis apa, ya? Waktu online lagi setelah sampe di rumah, aku chat dengan temen yang lagi ngantri mau konsultasi dengan dokternya.

Kita ngomongin soal kiat memuaskan nafsu belanja tanpa hurting the savings. Katanya sekarang dia suka beli emas... Aku jadi inget, ibu aku dan ibunya temen-temen aku, semua juga suka kasih nasehat yang bijaksana itu: belilah emas.

Aku memang suka perhiasan. Ah, aku suka apa aja yang yang bagus-bagus... he he he.. Dulu, karena tertarik pada perhiasan imitasi, aku jadi gak mau maksain diri beli emas. Ya, aku beli beberapa, tapi aku terlalu kurus sehingga banyak perhiasan aku yang hilang cuma karena jatuh dari tangan... Ih, alasan...! :p

Perhiasan imitasi yang aku maksud itu yang good quality, loh. Good design, good metal. Jadi gak hurting my sensitive skin.

Begitulah. Sekarang jadi teringat lagi untuk beli emas lagi. Tapi harganya sudah mahal sekali... Ya, beli segram aja, kali, buat nyeneng-nyenengin hati? Well, at least kalo' memang pas ada uang lebih and the choices are not really tough seperti misalnya memilih antara beli cincin segram dengan a nice shoes in the mall. Belilah cincin...

Honestly, as I wrote it.. dalam hati aku berpikir, kalau sepatunya nice, comfy... Should I give it up? Ha ha ha.. Memang susah. Tapi semua tergantung niat, ya?

If you fancy a new shoes... why not? Tapi kalau gak urgent, ya beli emas aja, kale...

Sementara itu, sore ini aku juga tergeli-geli karena beberapa teman pria aku menanggapi catatan status aku di facebook waktu aku mempromosikan artikel night cream. Tanpa membaca keseluruhan artikel, mereka dengan semangat menanggapi kutipan tulisan aku yang aku jadikan catatan status, yaitu bahwa night cream bisa dijadikan alat lain untuk memanjakan suami. Wah, kalimat mereka sama persis: "mau, dong..."

Sayang temen-temen perempuan gak ada yang terbuka kasih komentar mereka. Tertarik, gak, sih, untuk manjain suami? I wonder... what's in your mind, girl?

Untuk topik romantisme, waktu bicara "bareng" laki-laki, kenapa kayaknya perempuan lebih pendiam?






Yuk, gabung?

Apr 29, 2009

Uang, Belanja, Nabung

Kemarin aku belanja grocerries. Rasanya aku gak belanja banyak, tapi, kok aku bayarnya banyak, ya?

Memang aku gak punya kebiasaan memeriksa tag harga, sih, jadi aku gak pernah inget harga suatu barang itu berapa. Karena itu, aku juga gak bakal inget, apakah harga barang yang dimaksud itu naik atau turun dibanding waktu terakhir belanja...

Don't get me wrong, bukannya apa-apa, but I simply want to give the best for my family and myself. That's why for me price is not the focus of attention. Cuma, kalau giliran bayar, ya, terasa juga. Rasanya, biasanya gak bayar sebanyak ini... :-/?

Agaknya masa resesi sudah sampai juga ke negeri kita. Hmmm... Kalau aku pikir, sih, orang Indonesia mestinya akan bisa melalui masa global resession ini. Karena kita kan suka belanja.

Aku, sih, dikasih tauk salah satu adik aku yang jadi credit analyst di sebuah bank. Katanya, kalau di Amerika, masalahnya semua orang sudah biasa pegang saham. Nah, ketika terjadi chaos dalam dunia usaha di sana, yang terjadi adalah para pemegang saham segera menarik dananya saking takut menanggung kerugian.

Setelah rame-rame jual saham, mereka menahan cash-nya sehingga bank kekurangan dana. Lha, padahal bank juga yang supply dana untuk dunia usaha. Karena gak ada uang di bank, ya gak ada uang yang bisa dipakai untuk berbisnis. Kacau, deh. The economy stopped.

Kalau di Indonesia, kebiasaan tanam saham itu belum umum. Masyarakatnya masih cash society. Jadi, masalah seperti di Amerika sekarang, lumayan gak terlalu terasa di sini.

Tapi, kok, harga-harga naik, ya? Kata adikku, itu karena ada komponen-komponen perekonomian seperti barang import yang harganya naik.

Kayaknya, solusi sederhananya, ya nabung juga, ya, belanja juga. Nabung, supaya ada uang di bank. Belanja, supaya perekonomian tetap jalan.

Aku rasa, sih, yang penting tenang, gak usah panik. Kalau tenang, kita akan bisa berpikir, bukan?

I believe, we gotta make the right decisions here. Banyak yang hidupnya semakin sulit. Saat seperti ini, as a nation, we suppose to try to think as a family, that we must not let no one be forsaken. Gak boleh ada yang nasibnya dilupakan.

Bagian yang ini, yaitu keyakinan kita bahwa setiap orang di negara ini layak hidup makmur, musti banyak dapat perhatian, ya?

Dan di sisi lain, selama para pengusaha yang mungkin "lebih kaya" masih bisa kerja, maka perekonomian di negeri kita pasti akan tetap ada di level "aman".

Sementara itu, for most of us, ngirit, sih, teuteup. Harus nabung, malah.

...Jadi, buat yang agak-agak shoppacholic seperti aku, mesti rajin usaha isi tabungan, dong, ya? I suppose it's a good way to express my gratefulness...



Yuk, gabung?





  • I know I want to talk more about money. Get the update notification of my page in convenient way! Gampang saja caranya..., dengan gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya". ...yuk?
Yuk, gabung?

Apr 28, 2009

Night Cream, Kemesraan Setiap Hari...

Ada satu ritual yang penting untuk dilakukan sebelum tidur, yaitu applying night cream onto your face. Dan eye cream.

Lihat artikelku sebelumnya tentang Cinta Fitri Pemakaian night cream yang teratur melembutkan kulit wajah. Aku sudah merasakan bedanya. Kalau sedang malas sampai beberapa hari, langsung, deh, kulit wajah ini rasanya gak selembut kalau night cream tak terlupakan.

Pasti ada penjelasan ilmiah tentang hal ini, yang pasti aku sudah merasakannya. Biar setiap hari pake moisturiser sebelum memakai kosmetik, kalau malam lupa pake night cream, wajah tuh jadi kurang cerah.

Skincare, bareng pasangan, kenapa tidak?Sekarang, beberapa perusahaan kosmetik juga sudah mulai memproduksi produk perawatan wajah untuk pria. Tetapi sebenernya, gak papa, kok, kalau para pria pake night cream untuk perempuan.

Beautifican yang membantu aku di Elizabeth Arden cerita bahwa salah satu pelanggannya adalah seorang bapak pejabat tinggi pemerintahan. Dia sebut nama si bapak ini. Pasti wajahnya kinclong, deh. Ingat 'kan, artikel "Self Make Over – Langkah EA", demi meraih ke-kinclongan wajah kulitkyu ;)? 

Tapi sebenernya acara pemakaian night cream bisa dijadikan ritual pemanjaan itu suami tercinta, loh. Perempuan 'kan makhluk yang suka melayani. Daripada sekedar nurutin rasa malas karena kelelahan setelah hari yang panjang, lebih baik mengingat how you love your hubby and that you want to comfort him.

Eh, suami juga harus nurut. Jangan suka sok nolak. Enjoy ajalah, perawatan dari istri. Aku suka denger, tuh, suami-suami yang suka sok nolak disayang istri, tapi giliran istri orang lain yang nyayang-nyayang (baca: flirt), kok, malah diturutin..

Saat menjelang tidur, bersihkan wajah suami, lalu dengan lembut aplikasikan night cream dan juga eye cream. Massage pelan-pelan sambil dia ngantuk-ngantuk gitu.. Pasti dia kangen, deh, dengan night cream-nya!

Setelah selesai mengaplikasikan night cream untuk sang suami, baru pake night cream sendiri. Tidur, deh...



Yuk, gabung?

Apr 27, 2009

Berburu Mie Mania di Bintaro Jaya

Karena aku pernah cerita soal restoran yang pernah aku kunjungi, Loving Hut dan Pancious, temen aku tadi cerita ada lagi tempat makan baru yang katanya aku harus coba. Namanya Mie Mania.

Tapi, masalahnya, lokasinya lumayan jauh dari tempat aku kerja. Jadi aku gak bisa langsung cobain. Di Bintaro Jaya...

Kata temen aku, harganya affordable tapi rasanya uenak sekale...

Selain ada aneka hidangan mie, di Mie Mania ada juga aneka masakan seafood seperti umumnya restoran yang menyediakan hidangan mie.

Sebenernya aku memang suka juga makan mie, jadi kayaknya Sabtu depan aku bakalan jalan ke Bintaro, nih. Naik kereta AC, dong. Aku suka, loh, naik kereta AC. Ada yang express, ada juga yang ekonomi. Karena pake AC, jadinya nyaman seandainya pun gak dapet tempat duduk.

Naik kereta sebenernya OK banget karena gak kena macet. Cuma, seringkali jadwalnya yang berubah karena terhalang kereta lain :(.

Lihat catatannya di wall Cantik SelamanyaDua minggu lalu aku pergi ke Mangga Dua naik kereta ekonomi AC karena yang express gak beroperasi. Bedanya dengan yang express ya, yang ekonomi berhenti di setiap stasiun. Tapi gak terlalu masalahlah, karena 'kan keretanya ber-AC. Kebetulan ada cowok yang baik yang kasih aku dan sepupu aku duduk. Jadi gak capek berdiri. Nice guy, right

Waktu ke Mangga Dua itu, aku turun di stasiun Kampung Bandan. Sebenernya stasiunnya keren. Tapi karena gak terawat, jadi kumuh. Sayang banget. Tapi aku tetep aja aku sempetin photo session (see the picture below ;) ). Buat yang suka fotografi, pasti setuju kalau lokasi stasiun ini keren banget.

So, Sabtu depan aku akan jalan-jalan lagi naik kereta ke Bintaro dan makan Mie Mania. Buat yang tinggal di daerah Bintaro, mungkin bisa cobain juga. Alamatnya di Ruko Marga No. 4, Jl. Bintaro Utama Sektor 5 (Samping Circle K, Depan STAN). Lihat peta STAN di streetdirectory.com.

Have fun!


I need to tell you the truth



Yuk, gabung?

Apr 26, 2009

Sun Glasses, Anti Kerut Modis

Belakangan matahari siang yang terik sudah sering muncul di Jakarta. Puanasnya minta ampun. Tapi sore hari, kok, hujan..

Kalau di siang hari terik begitu harus berada di luar, jangan lupa memakai kaca mata hitam untuk melindungi mata. Melindungi bola mata, dan melindungi kulit di sekeliling mata.

Lihat artikelku sebelumnya tentang Cinta Fitri Karena sinar matahari yang terik itu gak ramah buat mata kita. Kita perlu meredam sinar ultra violet yang masuk dengan UV protection yang ada pada kaca mata hitam. Sunglasses (or you can write as "sun glasses", they are the same).

Sinar ultra violet itu bisa bikin mata cepat capek. Gak sehat. Secara alami, mata kita, sih, sudah tauk duluan. Itu sebabnya orang akan mengkerutkan matanya kalau sedang berjalan dibawah terik matahari. Tujuannya adalah mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam mata.

Tetapi kalau mata sering dikerutkan seperti itu, akibat sampingannya adalah timbulnya kerutan di sekeliling mata. Kulit di sekitar mata kita itu 'kan kulit yang paling sensitif di wajah kita. Kulit ini yang paling cepat berkerut sehingga kita jadi tampak.. mature.. Tua, maksudnya..

Untuk mencegahnya, gak lain, ya pake sun glasess juga. Karena dengan sun glasses, kita gak perlu lagi mengkerutkan mata. Selain sinar ultra violet yang masuk bisa dikurangi, mata pun gak perlu lagi mengkerutkan diri untuk menahan masuknya sinar ultra violet.

Dengan sun glasses, dua persoalan diselesaikan. Ok, kan?

Lagian, penampilan kita juga jadi keren, dong.. *wink* ;)

Eits, jangan lupa. Pakai selalu eye cream di pagi hari dan malam sebelum tidur untuk merawat area sekitar mata kita. It's very good for the skin around your eyes. Biar mata kita selalu terlihat indah, dong!


Protect your eyes!
Don't forget, lihat juga artikelkyu sebelumnya tentang keindahan mata...





Yuk, gabung?

Apr 24, 2009

Besame Mucho... Kiss Me Many Times..

It's week end.. great time to be with the love one..

...Have you been in the mood of love?Dengan cerita-cerita aku minggu ini.. have I made you looking forward to have a romance this week end?

Tadi pagi, waktu sarapan di Daily Bread, background music-nya kebetulan lagu Besame Mucho yang dinyanyikan oleh Rosa Passos. Very nice. Jazzy, gitu.. Mesra banget!

Pagi-pagi dinyanyiin lagu seperti itu... Mmmm... jadi pingin melamun..

" Besame, besame mucho
Como si fuera esta noche
La ultima vez "

Dinyanyikan dengan iringan musik orchestra... romantis banget...

Andrea Bocelli juga menyanyikan lagu ini dengan irama yang mirip.. Sesuai dengan genre-nya Andrea, lah.. Kalau di facebook, try to use iLike application and search for Andrea Bocelli (I love facebook). Nanti pilih lagu Andrea Bocelli "Besame Mucho".

" Besame, besame mucho
Que tengo miedo
a perderte, perderte despues "

Waktu menemukan terjemahan lagu ini dalam bahasa Inggris di internet aku makin suka sekali..

" Kiss me, kiss me many time
I am so afraid I will loose you
loose you, later on "

Takut kehilangan dirimu... Terus, dengerin refrain-nya:

" Quiero tenerte muy cerca
mirarme en tus ojos
verte junto a mi
Piensa que tal vez manana
yo ya estare lejos, muy lejos de aqui "

" I want to have you very close to me
To see myself reflected in your eyes
To see you close to me,
Thinking that perhaps by tomorrow
I'll already be far away, very far from here.."

Maunya dekeeeeet terus takut besok gak ketemu... (everybody go "oooooh..."). Coba, deh, dengerin Andrea atau pun Rosa.. pasti jadi pingin melamun..

Dan kalau dengerinnya berdua si "dia", jangan mikirin yang lain-lain, ya.. enjoy the song aja.. you'll be drawn in its spirit.. in romance..

" Besame, besame mucho
Como si fuera esta la noche
La tiltima vez
Besame, besame mucho
que tengo miedo a perderte
perderte despues "

" Kiss me, kiss me many times
as if this night, were for the last time
Kiss me, kiss me many times
I'm so afraid I will loose you, loose you later on"

...Mesra, ya...?

Jadi, gimana? Have I triggered you to wanting a romantic week end now? Hope so!

" Besame mucho.. que tengo miedo a perderte, perderte despues..."
















Yuk, gabung?

Apr 23, 2009

Selimut Hati (by Dewa 19)

Pria, juga manusia...

Suka Dewa 19?

Aku suka lagu-lagunya. No offence but aku gak suka kasarnya Ahmad Dani. Siapa, sih, yang suka..? He he he.. Tapi, aku suka lagu-lagunya. Well, don't judge the book by its cover, right?

Aku juga suka suaranya Once. Nice voice. Salah satu lagu yang aku suka adalah Selimut Hati.

"Aku.. kan menjadi malam-malammu.. kan menjadi mimpi-mimpimu.."

Very nice. Lagunya bikin ngelamun. Lembut dan meyakinkan. Meyakinkan, bahwa yang menyanyikan lagu ini bener-bener ngerti perasaan kekasih hatinya. So sweet...

Dia bener-bener pengen menyenangkan hati kekasihnya, waktu bilang, "Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta.."

Tapi dia juga minta pengertian bahwa dia gak bisa seperti kekasih lama yang mungkin masih terkenang-kenang...

Ah... so dearly...

Wouldn't it be nice kalau ada orang yang berlaku begitu untuk kita? Dengan lembut mengungkapkan rasa sayangnya tanpa terdengar menjadi murahan... Tanpa menjadi gombal.. kain bekas buat lap lantai!

Tapi, pria juga senang, deh, kayaknya kalau sebaliknya, kekasihnya yang sekarang yang bilang begitu.. Mengungkapkan rasa sayang dengan lembut dan penuh pengertian..

Memang dimengerti itu enak, kok. Memberi rasa aman.

Cuma aku denger banyak perempuan yang gak percaya bahwa ada pria yang mau mengerti dirinya. Akhirnya yang keluar adalah sikap yang over protective untuk dirinya sendiri. Takut terluka.

Hati-hati, sih, boleh, kok. Tapi ada baiknya untuk mengingat bahwa lelaki juga mau disayang. Jangan lupa, ada penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa buat kaum lelaki, romance itu lebih penting dari sukses di kerjaan! Masih inget 'kan artikelnya di wall facebook page-ku? Tapi itu, sih, memang penelitian di Barat. Di Indonesia bagaimana, ya?

Aku belum denger, sih, ada penelitian untuk masalah ini di Indonesia. Gak papalah. Gak penting. Yang penting adalah sikap hati kita sendiri. Kita memang harus punya rasa percaya diri. Percaya bahwa kita cukup bisa memahami keadaan dan menguasai diri untuk menyelesaikan setiap permasalahan hidup kita. Selalu ada kiat-kiatnya.

Seperti penyanyi lagu Selimut Hati. Harusnya dia punya keyakinan itu bahwa dia bisa memenangkan hati kekasihnya dengan penuh pengertian dan kelembutan hatinya..

Iya, loh, kita juga bisa memenangkan hati kekasih hati kita. Asal kita punya willingness to love him dearly. Punya hati untuk memberikan yang terbaik dengan kejujuran hati. Iya, dong, harus jujur. Karena kalau gak jujur, ya gak bisa tulus.

Lagu "Selimut Hati" juga jujur, 'kan?

"...Tapi ku tak bisa menjadi dirinya," kata lagu itu.

Tapi lagu itu juga bicara janji "Aku 'kan menjadi embun pagimu..."

Mau, gak, janji untuk sang kekasih hati seperti itu?

You need to have the gut. Jangan takutlah. Kaum pria juga manusia, kok. Punya hati, punya rasa. Asal kita tulus, hati siapa pun pasti akan tersentuh.

So.. Kalau suka lagu ini, miliki juga spirit-nya. Jiwa lagu ini. Lembut, tetapi penuh percaya diri. Look at the one you are with and tell yourself in your heart that you love him and that you can make him happy. You can win his heart. You'll be happy.

It is sweet.



Yuk, gabung?

Apr 22, 2009

Resiko Mencintai

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Yuk, punya standar tinggi dalam romantisme...!

Aku suka kasian kalau denger ada perempuan yang berkilah dia gak perlu suaminya romantis-romantisan kepadanya.

Aku heran, kalau denger ada temen yang bilang dia percaya suaminya sayang dia. Yang penting sang suami selalu memberi nafkah. Biasanya, dengan statement itu, si wanita locking up the discussion.

Begini, nih, kalau gak PeDe. Padahal semua perempuan pengen di sayang. Semua perempuan itu pengennya percaya bahwa dirinya diterima apa adanya. Bahwa di mata pasangannya, dia adalah wanita cantik yang cukup bagi sang kekasih. "You are more than enough."

Ada istri yang "sukarela" menutup telinga dan mata terhadap keberadaan suaminya kalau sudah di luar pagar rumah. Sebenarnya dia cuma takut sakit hati. Takut kecewa. Takut kehilangan. Takut terluka. Takut harga diri tercampakkan. Lalu, istri-istri tersebut membangun tembok kepasrahan, yang sering diberi judul "Aku Mengerti Suamiku".

Jadi, dari pada merasa kehilangan, sebelum terjadi, dia bikin peraturan itu terhadap dirinya sendiri. Peraturan yang merantaukan hatinya jauh-jauh, hingga selamat dari luka.

Yang dia gak sadari, dengan cara begitu, dia juga menahan dirinya untuk mencintai suaminya itu dengan maksimal. Dengan membuat peraturan itu, dia mengontrol emosi yang diperlukan untuk mencinta.

Lelaki Pun Ingin
Tapi, jangan salah. Aku sudah ngobrol dengan banyak temen lelaki dan mereka juga pengen disayang, loh. Sebenarnya, perilaku perselingkuhan adalah tanda bahwa sang pelaku mengalami masalah merasa kekurangan kasih sayang.

Pada beberapa orang, masalah ini cukup akut sehingga dia selingkuh sana-sini. Pada beberapa orang lain, pelariannya adalah dengan menjadi workacholic. Kecanduan pekerjaan. Jadi ada yang kecanduan perempuan (tepatnya sex), ada yang kecanduan pekerjaan. Ada juga yang kecanduan kegiatan-kegiatan lain yang sepertinya gak berbahaya sehingga gak menakutkan pasangannya. Bisa ditolerir. Padahal kalau orang sampai kecanduan sesuatu, itu indikasi bahwa dia gak bahagia.

Masalahnya, kaum lelaki ini sudah dibentuk untuk gak obral perasaan. Gender issue, nih. Tapi ternyata, toh sampai sekarang orang masih menemukan fenomena-fenomena biologis, termasuk cara kerja otak, yang bisa menunjukkan bagaimana berbedanya lelaki dan perempuan.

Anyway, tubuh manusia kompleks banget, lah. I will put some references in my facebook page aja, ya?

Intinya, selalu ada alasan untuk ketidaksempurnaan karena kita manusia, baik lelaki maupun perempuan, memang lemah. Karena itu, baik lelaki mapun perempuan, sama-sama punya chance to hurt each other dengan kelemahannya. Dua-duanya bisa menyakiti atau disakiti.

Makanya dalam relationship, selalu ada perselisihan. Itu biasa. Yang penting adalah bagaimana menyelesaikan perselisihan itu. Bagaimana supaya setiap permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik. Apabila usaha ini dilakukan dengan kesabaran dan keyakinan, hasilnya akan menimbulkan kedekatan di antara pasangan yang bermasalah.

Masa iya? Iya, dong. Karena dalam usaha menyelesaikan masalah itu, harus ada usaha untuk mengerti, mentolerir, mengalah, mengesampingkan ego pribadi, dan semuanya ini akan mengakibatkan semakin terbukanya batasan yang wajar ada di antara dua manusia yang berhubungan. Karena gak ada manusia yang begitu kenal langsung open. Pasti ada barrier dulu.

Ketika timbul perasaan jatuh cinta pun, bukan berarti barrier itu sudah runtuh. Karena barrier ini adalah personalitas setiap orang yang terdiri dari pengalaman masa lalu, dan pemahaman-pemahaman pribadi tentang masalah-masalah sosial dan ideologi - termasuk agama.

Pengalaman masa lalu ini juga kompleks. Karena dikumpulkan dari sejak lahir sampai the day you met him. Saat itu dia sudah bertemu banyak orang, mengalami banyak hal, membuat penilaian dan kesimpulan terhadap banyak hal juga termasuk relationship.

Kondisi ini yang harus dimengerti oleh setiap orang yang ingin memasuki tahap relationship. If you want it to work out well, you have to have the heart to understand all those things. Memiliki hati untuk mengerti itulah awal dari cinta.

Dengan cinta, pasangan yang terlibat di dalamnya punya alasan untuk melakukan breakthrough. Ada resiko, tetapi untuk mencinta memang harus berani ambil resiko. Resikonya apa? Resiko sang kekasih terkejut dan marah ketika temboknya coba dibongkar.

Tetapi, cinta will heal, so don't worry. Dan ketika molekul cinta menjadi aktif, rasanya enak. Itu sebabnya, semua orang pingin disayang. Karena rasanya enak. Enak diperut, enak di hati.

Romantis-romantisan itu enak. Timbullah apa yang disebut dengan mabuk kepayang. Cinta jadi mengasyikkan ketika kita menemukan formulanya (karena bagi tiap pasangan, formulanya beda). It's not boring anymore. Mau?

Kalau mau, ingat hal-hal ini: si dia juga pengen disayang. Dia juga manusia. Lemah. Pahami kelemahannya, cari kiatnya.

Lagian, rumah tangga itu idenya Tuhan dari awal. Kalau gak, DIA tidak akan menciptakan lelaki dan perempuan itu berpasang-pasangan, kan? Therefore, it will never be too much to love your spouse. Tuhan senang. Karena dengan mencintai pasangan kita setulus hati, kita membuktikan kepadaNYA bahwa kita menghargai pemberianNYA: pasangan hidup yang dikarunikanNYA.

Take good care of your family. Tuhan pasti senang.




Yuk, gabung?

Apr 20, 2009

Kalau Di Luar, Dia Bukan Milik Saya...

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


My wish

Sejak masih kecil aku seringkali mendengar orang yang lebih dewasa menasehati younger girls untuk hati-hati terhadap laki-laki. Aku gak pernah bisa mengerti hal itu. Soalnya aku punya tiga saudara laki-laki yang luar biasa, dan ayah yang manja sekali dengan ibuku. They are not dangerous. Kenapa harus dihati-hatikan?

Ketika aku SMP, seorang teman berkata, "laki-laki itu, dipegang buntutnya.."

Aku bingung, "...buntut?"

Lain kali, seringkali dalam obrolan dengan sesama remaja putri, aku mendengar "laki-laki itu, cuma jadi suami kalau di rumah. Kalau sudah keluar dari rumah, dia sudah bukan milik kita lagi."

Aku resap aja yang mereka katakan tanpa pengertian. Soalnya, ibuku sayaaaang sekali sama ayahku. Demikian juga ayahku terhadap ibuku. Mereka sering berantem. Tetapi ayahku lebih lembut dari ibuku. Jadi, paling-paling aku mendengar ibuku yang teriak-teriak marah-marah.

Suatu ketika ibuku bilang, "...pulangin saya" Tetapi ayahku gak pernah menceraikan ibuku. Setelah menjadi dewasa, aku menegur ibuku untuk tidak mengucapkan kata-kata seperti itu lagi. Gak baik. Dan memang, di luar kesempatan itu, ibuku kerap berkata bahwa dia gak bisa hidup tanpa ayahku.

Sekarang, setelah lebih dari 40 tahun hidup bersama, mereka semakin akrab satu sama lain. Ayahku adalah suami ibuku meskipun dia di luar pagar. Aku gak tauk apa ibuku pegang buntut ayahku. But they are together. Dalam kemesraan. Bukan kebersamaan yang hampa karena terlanjur stuck on each other. Terlanjur terikat pernikahan. Bukan.

Mereka selalu bersama dan tak ingin berpisah. Ayahku gak suka pergi tanpa ditemani ibuku.

Yup, they love each other. When they were younger, ketika ayahku masih bekerja. Kata ibuku ada seorang wanita yang agaknya terlalu ramah kepada ayahku. Ayahku selalu menceritakan kepada ibuku. Dan ibuku jadi pendengar yang baik. Suatu ketika, ayahku memberitahukan kepada ibuku bahwa ia memutuskan untuk menghindar apabila bertemu dengan wanita itu.

Bijaksana, ya, ayahku? Oh, ya, dia memang takut sama Tuhan.

Sementara itu, dari kecil sampai sekarang, gak pernah ibuku mengatakan hal-hal yang aneh tentang laki-laki. Ibu selalu mengajarkan bahwa laki-laki juga manusia. Punya kelemahan. Ingin disayang.

And my brothers? Oh, girls would love to be their wives. Adikku mesra di depan umum tanpa malu-malu. Seperti mesranya ayahku terhadap ibuku, atau ibuku terhadap ayahku. Tanpa malu-malu, tanpa ragu-ragu. Gak ditutup-tutupi. Bebas. Honest.

So, why should I be afraid of man? Aku pikir, hati kita yang harus dijaga. Integritas kita. Kejujuran kita. Itu yang harus diperhatikan. Karena laki-laki juga manusia. Bisa salah. Seperti juga perempuan. Sama-sama lemah. Cuma perempuan memang lebih lemah. Tetapi laki-laki juga lemah. Sesama yang lemah harusnya saling menguatkan.

Kekuatan itu ada dalam cinta. Cinta memberikan kekuatan yang luar biasa. Aku sudah menjadi saksi kekuatan cinta, karena itu aku mempercayainya.

Aku berharap suatu hari nanti perempuan gak takut lagi sama laki-laki. Dan laki-laki juga gak iseng-seng lagi sama perempuan. Kalau lelaki dan perempuan saling menghormati, dunia ini akan jadi tempat yang berbeda. It can be started from home.



Yuk, gabung?

Apr 19, 2009

Ibu Kartini: Don't Forget The Daddy

Mengerti Kartini...

Mengingat Ibu Kartini, katanya adalah mengenang perjuangan seorang perempuan untuk kesetaraan gender.

Berjuang? Ibu Kartini berjuang? Gaklah.

Lihat artikel bagus soal Ibu KartiniIbu Kartini itu punya ayah yang luar biasa. Dia melihat bahwa orang Belanda sekolah dan dia ingin keluarganya juga sekolah. Maka dia sekolahkan Kartini muda sampai usia 12. Sang Ayah, had chosen to send her to school, while he could have not done so.

Sayang, jaman itu gak biasa buat perempuan untuk sekolah tinggi-tinggi. I suppose, takut jadi terlalu tua untuk menikah. Jadi perawan tua. Gak bagus.

Maka meskipun Ibu Kartini yang sudah jadi perempuan terdidik masa itu berhasil mendapatkan dukungan untuk melanjutkan sekolah di Batavia, Ibu Kartini pun melepaskan impian sekolah itu. Karena dia harus menikah.

Keputusan itu biasa bagi perempuan yang bukan feminis. Menurut aku, Ms. Kartini bukan feminis. Because feminists would not do that. Feminists would literally fight for what they believe.

Sampai sekarang pun kebanyakan perempuan akan berpikir dua kali apabila dihadapkan pada pilihan menikah, atau jadi menundanya untuk sebuah cita-cita. Sekolah, misalnya. Atau karir untuk yang lain. Ibu Kartini gak melihat ada untungnya menunda perkawinan. She was intelligent enough to understand bahwa menunda pernikahan baginya pada masa itu bukanlah pilihan yang tepat. Jadi, Kartini menikah. Let' be fair about this, on her real intellectual capacity to choose.

Dan lagi-lagi Kartini beruntung. Setelah dia punya ayah modern yang percaya pada pendidikan (saudara Kartini disebut berhasil menjadi ahli bahasa), dia menikah dengan pria yang juga mengerti artinya pendidikan. Maka, Kartini pun mendapat dukungannya untuk mendirikan sekolah.

So was she fought? Dia berjuang? Aku, kok, gak setuju. Apa lagi kalau dibilang dia itu tokoh emansipasi.. Now her dad, ayahandanya, mungkin, lebih tepat untuk mendapat kehormatan itu.

Kartini punya ayah yang luar biasa buat ukuran jamannya. The fact he had some wives, itu adalah karena kebiasaan umum di jaman itu. It was normal.

Tetapi Ayahanda Kartini juga lah yang memutuskan bahwa keluarganya harus sekolah. Aku percaya karena dia pingin keluarganya sepintar orang Belanda. Dialah pejuang yang sesungguhnya.

Dia gak mau kalah sama Belanda. Dari RMAA Sosroningrat, ayahnya Kartini, kita belajar peran seorang ayah dalam keluarga. Alih-alih mengenang ibu Kartini sebagai pahlawan emansipasi, lebih baik generasi kita mengingat keberadaan RMAA Sosroningrat sebagai ayah yang peduli. Alih-alih merayakan Hari Kartini, lebih baik kita merayakan hari Bapak yang belum diadakan di Indonesia.

Para Bapak itu penting sekali dalam hidup manusia. Gak ada bapak, gak ada anak. Bapaklah pribadi yang membuat seorang manusia punya kepercayaan diri tinggi atau rendah.

Bapak itu penting. Let's be fair about it.




Yuk, gabung?

PeDe

Sudah lama aku merasa kita, orang Indonesia, kurang PeDe.

Sejak aku bekerja di perusahaan multi-national yang besar, aku bertemu dengan banyak karakter manusia dari berbagai bangsa. Bule, hitam, coklat... Aku menemukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling gak PeDe di antara semua bangsa yang pernah aku temui di kantorku itu.

Mau itu laki-laki atau pun perempuan, pasti kalah PeDe dengan orang bule. Yang laki-laki, sih, lumayan. Dalam beberapa waktu aku melihat mereka bisa segera menguasai diri dan menjadi lebih PeDe. Tetapi yang perempuan, butuh waktu lebih banyak.

Bukan saja orang Indonesia gak fight for what they believe, alias pasrah sempurna, mereka juga gak keliatan santai ketika melakukan presentasi pekerjaannya.

Dulu aku termasuk grup yang gak PeDe itu. Cuma aja, aku cukup "gila" untuk fight. Aku gak rela keliatan lebih bodoh dari bangsa lain. I am Indonesian, and I am proud of it.

Aku belajar, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi gak PeDe. Agaknya, setelah berhasil dalam pekerjaan, barulah teman-temanku menjadi lebih percaya diri.

Aku melihat, banyaknya pertemuan dengan customer juga mempengaruhi tingkat kepercayaan diri teman-temanku. Semakin sering mereka berinteraksi dengan customer, baik dalam memberikan jasanya, maupun dalam melakukan presentasi, maka kepercayaan diri mereka semakin baik. Kesuksesan melayani client, membuat teman-temanku lebih cepat menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Gak semua, loh, yang keliatan banget gak PeDe-nya. Tapi banyak. Sementara orang-orang asing, walaupun usianya (jauh) lebih muda, the way they bring up themselves sudah keliatan PeDe banget.

Padahal soal pinter, orang Indonesia pinter-pinter, loh! Gak kalah dengan yang bule. Malah kata kawanku, seringkali orang bule itu yang kalah pinter dengan orang Indonesia. Pernah dong, denger soal pinternya otak orang Indonesia?

Orang yang percaya diri itu keliatan meyakinkan, bahkan mengagumkan. Orang lebih mudah mempercayai orang yang percaya diri. Lha, kalau kita gak percaya diri, gimana orang lain bisa percaya sama kita, 'kan?

Ada lagi hal lain yang aku pelajari dari kepercayaan diri ini, yaitu, bahwa PeDe bukan saja diperlukan di dalam pekerjaan, tetapi juga punya keterkaitan dalam segala aspek kehidupan.

Dari Keluarga, Jadi PeDe
Lihat catatannya di wall Cantik SelamanyaKata ahli pskologi, orang yang dekat dengan ayahnya sejak kecil akan cenderung lebih percaya diri dari mereka yang gak dekat dengan ayahnya. Mmm... jadi peran ayah penting juga, ya? Kalau begitu, bangsa yang besar itu karena Bapak-bapaknya di rumah deket sama anak-anaknya dong...

Harusnya ada Hari Bapak, dong!

Aku ingat di antara teman-teman seangkatanku, maksudnya tumbuh berkembang di kisaran tahun yang sama, memang jarang dari kami yang dekat dengan ayahnya. Menurut Andry, itu karena para bapak pada masa itu memang "menganut" paham ayah harus galak. Sangar. Ditakuti oleh anak-anaknya.

Padahal, paham yang ngajarin seorang bapak itu harus sangar jelas salah. Tetapi aku juga melihat ayah masa kini lebih ramah terhadap anak-anak mereka. That's very good. Gak heran kalau anak-anak itu nantinya akan jadi manusia yang punya kepercayaan diri, lebih baik dari manusia dewasa di angkatan sekarang ini. Anak-anak sekarang akan jadi lebih PeDe dibanding mereka yang aku lihat di kantorku dulu.

Tapi gak ada kata terlambat untuk memperbaiki rasa percaya diri yang tergores itu. Karena kita sudah terlanjur hidup lama, pastilah faktor yang merusak kepercayaan diri itu sudah tumbuh berbelit jadi seperti benang kusut. Rumit. Menurut aku, just move on. Get a courage to take yourself to a journey where you will fix your confidence. Mulai dengan niatan yang baik untuk memberikan yang terbaik out of yourself.

Pada beberapa orang, mungkin masalah keenggak PeDe-annya gak parah sehingga akan lebih cepat sembuh dan bisa segera meraih rasa percaya diri yang kuat. Tetapi pada beberapa orang lain, mungkin lukanya cukup parah sehingga perlu waktu lama untuk memperbaikinya. Gak masalah. Yang penting don't give up on yourself.

Dukungan orang di sekitar kita akan membantu percepatan proses membangun kepercayaan diri itu. Jujurlah dan mintalah dukungan mereka. Kita semua ingin bahagia, kalau kita berhasil (dalam hal apapun) pasti kita akan bahagia. Orang-orang yang sayang kita pun akan bahagia.

Kalau gak ada siapa-siapa yang bisa mendukung kita, ada Tuhan. Kita orang Indonesia adalah bangsa yang percaya pada keberadaan Tuhan, jadi jangan berpaling dari-Nya. Percayalah bahwa Tuhan akan menolong asal kita mau berusaha.

Orang yang PeDe, punya perasaan aman dalam dirinya yang lebih kuat daripada mereka yang kurang percaya diri. Orang yang kurang percaya diri, biasanya tertekan, baik disadari ataupun gak disadari. Karena ada perasaan tidak nyaman yang ingin meledak dari dalam hati. Outcome-nya bisa suara yang bergetar karena deg-degan. Atau emosi yang meletup-letup ketika sedang mengungkapkan idenya.

Orang yang PeDe abis akan lebih elegant dari mereka yang kurang percaya diri. Enak dilihat.

Aku membayangkan, apabila semua orang Indonesia punya kepercayaan diri yang tinggi. Gak takut sama orang lain. Gak takut salah. Mengingat dasar kepribadian orang Indonesia yang sebenernya ramah tamah, suka tersenyum, ringan tangan... We're known as a smiling society.

Kalau kita PeDe, bangsa kita akan jadi bangsa yang paling mengagumkan di dunia. Kita bisa saling mempercayai karena kita tahu, sesama orang Indonesia bisa dipercaya. When you have confidence on yourselves, you know how to have confidence on others.

Kita bukan lagi jadi bangsa yang "cuma" sanggup menggerutu, ngomong-ngomong soal keluhannya di dapur tanpa berani mengungkapkannya out loud. Atau kalau pun berani mengungkapkan keluhannya, gak sanggup menawarkan solusi. Tapi, kalau kita semua PeDe, kita jadi bangsa yang berani melangkah dengan kepercayaan diri because we know, it is alright.

Yang pasti, di mana ada kemauan, pasti ada jalan.


Mari pikirkan, gimana caranya membuat Indonesia lebih PeDe



  • Let's Learn More! What do I find about self-confidence (on its context in Indonesia), di wall blog di halaman facebook "Cantik Selamanya"...?
Yuk, gabung?

Apr 16, 2009

Perempuan Cantik, Takut?

I need to tell you the truth

Gara-gara teringat ibu Kartini di artikelku kemarin, aku jadi mikirin nasib perempuan.

Aku inget beberapa tahun yang lalu, temen aku di Personnel bilang sama aku kalau dia gak mau recruit sekretaris cantik karena mereka cuma modal kecantikan aja. Lalu dia bener-bener recruit an assistant yang.. maaf.. kurang cantik dari Bandung just to put aside the other pretty candidates from the city!

Boss Besar aku yang tanda tangan hiring letter kaget. "Kenapa harus hire orang dari luar kota?"

Karena menurut si Boss banyak orang di Jakarta ini yang qualified untuk posisi itu. Tapi karena proses recruiting sudah selesai and anyway she passed all the requirement, jadilah the not-so-good-looking-girl-from-out-of-town was accepted. Kecantikan 'kan bukan requirement. Sambil tanda tangan, Pak Boss wanti-wanti, "next time, don't do this anymore."

Soalnya, kalau di kantor aku waktu itu, ada yang namanya "Point Of Hire". Karyawan dari luar kota berhak mendapat ticket pesawat pulang-pergi untuk liburan bersama keluarganya (if the employee is married) pulang kampung. Maksudnya, semua anggota keluarganya harus diberi tiket pesawat sama kantor(!)

Aku pikir, ini orang gak sadar apa kalau dia curhat sama orang cantik dan pintar? Akyu, maksudna: cantik dan pintar. Kekekek.

Jadilah pengalaman kawan ini memberikan aku satu lagi alasan untuk membuktikan bahwa perempuan cantik juga banyak yang pintar, seperti juga perempuan jelek banyak yang bodoh. I took this seriously.

Lagi pula, how are we going to measure whether someone is pretty or not? Temen aku yang katanya kurang cantik itu get married soon after she joined us, with a quite good looking guy, and educated one. And now they have two children. I think. Gak inget pasti, sih, berapa banyak sebenernya anaknya sekarang. But she has plenty of children.

Lalu ada lagi seorang kawan yang kata temen-temen yang lain dia minder. Karena dia dari jurusan yang kurang OK di ITB tapi tokh berhasil masuk perusahaan besar seperti perusahaanku. Tokh, dia tetep aja keliatan minder. Padahal memang pinter, kok, dia itu. Institut Teknologi Bandung, gitu loch.

Ada masalah dengan giginya, memang. Worse than mine. Rasanya aku pingin saranin dia untuk pake braces juga like me. Remember my make over story?

Tapi gimana ngomongnya, ya? Mengingat the way she brought up herself yang kayaknya gak PeDe, gityu, aku takut dia jadi tersinggung. Aku berusaha, sih, deketin dia. Tapi belum sempet deket, dia udah terbang keluar negri. Dapet kerjaan di Eropa. She's still there till now, the moment I write this. Kayaknya lagi ngambil Ph.D.

Denger-denger dia juga mau membuktikan bahwa perempuan harusnya gak dinilai dari tampang. Hmm..aku setuju, sih.. Tapi bukan berarti kita gak perlu merawat diri. Karena cantik itu enak diliat. Dan merawat diri itu tandanya kita sayang sama diri sendiri.

Kalau kita bisa sayang sama diri sendiri, sabar sama diri sendiri, percayalah, kita juga bisa sayang sama orang lain. Sabar sama orang lain.

Kecantikan itu subyektif, loh. Dan yang pertama-tama menilai kecantikan kita adalah diri kita sendiri. If you believe you are pretty, people will see you as a pretty girl, too. Jangan mau jadi jelek, karena jelek itu adalah kebohongan.

Gak ada perempuan yang jelek. Jadilah cantik karena cantik itu menyenangkan. Menyenangkan diri sendiri, juga menyenangkan orang lain yang melihat.

Kecantikan gak perlu disombongkan. Itu karya Tuhan. Tetapi kalau hati kita cantik, itu bukti kita mengasihi Tuhan. People will know it (no human in this planet is fool enough to not notice the fact that you love God).

So, jangan takut jadi cantik because it is a previlege. Kita mencerahkan dunia dengan kecantikan kita. Menyegarkan seperti minuman dingin di hari panas. ...Apa coba! ;)





Yuk, gabung?

Apr 15, 2009

Hari Kartini, Pahlawan Pendidikan

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Aku sedang bosan ngomongin Pemilu.

Aku merasakan kekhawatiran masyarakat akan kepemimpinan mendatang. We saw certain people with their ambitions trying to rule in this nation. Mereka punya mimpi dan mengejarnya. Bagus juga.

Cuma sejauh yang rakyat sudah saksikan, banyak mimpi mereka bukanlah mimpi yang dimaksud oleh rakyat. Akhirnya rakyat berpikir bahwa kelompok orang yang rebutan kursi hasil Pemilu itu gak bisa dipercaya.. Lha, memang kita 'kan harusnya percayanya sama Tuhan?

Jadi, bagusnya kita jadi kelompok yang membiarkan Tuhan, yang tidak terbatas itu, yang melakukan bagianNya. Kita sudah melakukan bagian kita sebagai masyarakat dengan berpartisipasi dalam pemilu. Selebihnya, serahkan saja kepada Tuhan.

Seandainya pun ada, biar kalau calon pemimpin itu melakukan hal yang jahat terhadap kita, maka Tuhan yang akan bertindak menentang mereka. Amin!. Biar mereka yang jahat itu tauk rasa.

Terus kita ngomongin apa, dong?

Minggu depan itu 'kan ada event nasional yang disebut dengan Hari Kartini. Event yang aku setengah mati gak setuju merayakannya selain buat lucu-lucuan. Apa gak lucu kalo' kita ke kantor pake kebaya cuma karena mau mengenang ibu Kartini? Ya lucu, lah!

Tapi aku gak setuju dengan ide hari Kartini, yaitu mengenang ibu Kartini sebagai pahlawan pembebasan wanita. Women's liberation. Yang bener aja.

Aku menghormati ibu Kartini dan seluruh keluarga besarnya, loh. Tetapi aku gak setuju dengan keputusan Pemerintah menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional.

Kalau ada expat yang tanya aku mengapa ibu Kartini dijadikan pahlawan, maka aku akan jawab, "because she wrote letters to her Dutch's friends."

Pahlawan curhat. She was lucky to have friends who loved her that they would put her letters together and made it a book - yet it did not suppose to make her a heroine. No way.

Nanti semua orang yang bikin surat dan menceritakan mimpinya untuk Indonesia bisa dijadikan pahlawan nasional, dong. Kalau setengah penduduk Indonesia rame-rame menulis surat keluar negeri tentang mimpi mereka, bisa-bisa kita punya seratus-jutaan pahlawan curhat. Cara pikir kita tentang Ibu Kartini, terlalu praktis.

Tapi aku setuju menyebut dia sebagai pribadi yang peduli pada pendidikan. Ibu Kartini itu seperti juga ibu Dewi Sartika atau pun Ki Hajar Dewantara. Itu saja.

Yang dilakukannya dalam hal pendidikan untuk perempuan itu bagus. Dan wajar saja mengingat kedudukan perempuan di lingkungannya waktu itu kurang baik. Tentu saja, dia perlu mengadakan kelas khusus perempuan, karena sistem pendidikan di rumah dan lingkungannya juga sudah mengadakan pembedaan antara lelaki dan perempuan. And with a nice and rich husband, building a school was no big deal for her.

Because of that, she cannot be considered as a heroine.

Kita semua tahu bahwa penjajah Belanda dan Portugis yang jahat itu melarang pendidikan bukan saja untuk perempuan, tetapi juga untuk lelaki. Yang boleh sekolah cuma priyayi. Itu juga gak boleh tinggi-tinggi. Karena kalau sekolahnya tinggi, nanti orang Indonesia jadi pintar dan akan berbalik melawan mereka para penjajah itu. Gak bisa dibodoh-bodohi para penjajah lagi.

Karena itu, kalau mau mengenang Kartini, kenanglah dia bareng-bareng, altogether seperti saat kita mengenang Ki Hajar Dewantara dan juga Ibu Dewi Sartika, di hari Pendidikan Nasional.

Pendidikan memang penting sepenting makanan dan pakaian. Pendidikan itu harusnya termasuk dalam golongan kebutuhan primer. Gak bisa ditunda. Gak bisa disubstitusi.

Pendidikan itu penting! Nah, bapak dan ibu yang baik seharusnya memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya bukan karena mau ngejar ijazahnya, tetapi supaya mereka pintar dan gak bisa dibodo-bodohin sama seorang Caleg di kala kampanye Pemilu. Jangan pernah setuju kalau anaknya menyontek. Seperti korupsi, nyontek juga setara dengan pencurian. Malu-maluin.

Cara pikir tentang Kartini selama ini yang mengangkat beliau sebagai pahlawannya perempuan, dan bukan pahlawan pendidikan untuk semua orang, memvalidkan fakta umum bahwa kita masih belum terobsesi dengan bidang pendidikan. Padahal, Ibu Kartini bertindak sebagai selayaknya orang berpendidikan, laki-laki maupun perempuan, yaitu dia membagikan ilmunya bagi yang lebih "bodoh".

You see, orang pintar tiada berguna tanpa orang bodoh. The colonialists didn't want you to see that. And their wanting has been staying longer than we thought.

Para penjajah itu cuma mau melihat ada "priyayi" di antara kita. Karena toh, Penjajah Belanda yang membuat batas kemampuan belajar ada dalam status keningratan, bukan?

Seharusnya kita mengakui bahwa dampak menghilangkan kepriyayian itulah, yaitu memberikan harapan perkembangan hidup bagi kaum bawah, yang harus kita angkat nilainya dari pekerjaan Ibu Kartini. I hope we can see now, it was general foolishness that made our males and females once believed in sex discrimination.

Kebodohan, adalah banyak sumber dari segala kekacauan, ketidakmampuan menghargai other groups, including for the opposite of sex members...



  • Let's learn more! Apa yang akyu temukan berkaitan dengan topik Hari Kartini... Lihat catatannya di "wall" di halaman facebook "Cantik Selamanya" (sure it's fun!)
Yuk, gabung?

Apr 14, 2009

Jika Aku Menjadi Caleg... Telat, deh, Kayaknya..

Hari ini semua daily news, baik cetak maupun visual, rame-rame menampilkan berita-berita mengenai Caleg. Ada yang ngomongin Caleg terkenal dan Caleg cantik. Mereka yang beratribut asal profesi berbau "cantik" dan terkenal sepertinya mengungguli Caleg yang politisi beneran.

Ada juga yang ngomongin Caleg yang kecewa sehingga menarik kembali pemberiannya kepada rakyat di DAPIL-nya waktu kampanye dulu.

Ada yang lebih mengerikan: Caleg sakit jiwa sudah mencapai ribuan jumlahnya. Hitungannya, ratusan ribu. Yang gangguan jiwa berat, bisa puluhan ribu.

Andry, sahabatku yang kerja di rumah sakit, pernah ngasih tauk aku bahwa klinik perawatan sakit jiwa sudah siap di rumah sakit-rumah sakit pemerintah. Para dokter sudah mengantisipasi bakal banyak yang sakit jiwa. Sekarang terbukti mereka benar.

Aku ingat, waktu di Bali awal tahun ini, kami melihat banyak poster-poster Caleg di jalan. Saat itu pikiran konyol aku muncul lagi. Aku bilang, "gue nyesel gak daftar jadi Caleg..."

"Kenapa?" tanya Andry.

"Kalau gue jadi Caleg, gue bisa pasang foto di mana-mana kayak mereka!" Dasar aku memang narsis! Ha ha ha... :D

Kami tertawa dan sesi berkhayal pun dimulai. Kita mulai mengkhayalkan cara kampanye yang "murmer". Murah meriah.

Lihat facebookku yuk? "Pake facebook," kataku. "Nanti gue add semua orang yang muncul di box "People You Might Know".

Kami tertawa karena menganggap ide itu cukup konyol untuk ditertawakan. Eh, gak tauknya.. later.. ternyata para Caleg itu juga punya ide yang sama! Not so unique hah? ha ha ha...

Namanya orang usaha. Boleh... Yang penting halal. He he he..

Tapi kasihan juga, ya, sama Caleg yang jadi sakit jiwa karena stres kalah pemilu. Mereka gak siap mental, jadi bikin susah keluarganya.

Terus ada Caleg yang menarik kembali sumbangannya setelah yakin termasuk yang kalah. Memang dulu itu bukan lagi nyumbang, kok, ya? Lagi kampanye.. Aduh, deh.. Ada-ada aja. Kasihan rakyat yang jadi terluka karena kebahagiaannya sesaat dirampas tiba-tiba.

Ada Caleg yang mengambil kembali karpet yang dia kasihkan ke ibu-ibu pengajian karena menuduh mereka gak milih sang Caleg. Padahal kata ibu-ibu itu, mereka sudah milih dia. Sekarang, siapa yang sedih jadinya? Ibu-ibu itu, 'kan?

Yaaa.. aku, sih, cuma bisa geleng-geleng kepala.. sambil bilang, "sabar, ya, bu..."



Smile.. because it'll make you feel better..




Yuk, gabung?


  • Tolong aku milih gaya Caleg-ala-akyu yang tepat! Kalau aku jadi Caleg, aku pilih gaya mana ya dari dua options di atas ? Lihat my options di halaman facebook "Cantik Selamanya"
Yuk, gabung?

Apr 13, 2009

Cinta Fitri Season 3, Sudah Selesai Kemarin...

Lihat artikelku sebelumnya tentang Cinta Fitri
Aku bengong waktu sinetron Cinta Fitri selesai kemarin malam.

Fitri masih menjerit-jerit mau melahirkan.

Aldo tergeletak di hutan setelah dianiaya oleh temannya sendiri yang menginginkan istrinya.

Hadi sibuk dengan LBH.

Miska masih marah karena dicekik oleh Farrel setelah usahanya membunuh jabang bayi yang dikandung oleh Fitri ketahuan Farrel.

Mami baru saja kembali kepada Farrel setelah hatinya terluka oleh kekasaran Fais.

...Jadi serius mau dilanjutkan ke Season 4?

Wah, sinetron ini pastilah sudah memberikan keuntungan yang besar kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Mudah-mudahan sampai juga ke karyawan yang terkecil semacam office boys dan cleaning service, semua ketiban rezeki. Mana kutahu?

Tapi apa, ya, gak bosenin, nanti kalau ceritanya dipanjang-panjangin? 'Kan gampang ditebak.

Mestinya, nanti Fitri berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.
Aldo ditemukan oleh penduduk setempat yang lewat.
Hadi berhasil memenangkan perkaranya dan keluarganya selamat dari ancaman teror.
Miska ditangkap polisi karena percobaan pembunuhan.
Mami mengembalikan harta warisan Hutama kepada Farrel sesuai dengan surat wasiat papi.

...And Fais...

Hmmm... Mungkin bayinya Fitri meninggal? Kalau ya, pasti Miska masuk penjara. Tapi kalau bayinya Fitri selamat.. Mungkin Mami akan memohon kepada Farrel untuk tidak memenjarakan Miska demi Fais. Ibu-ibu 'kan suka begitu. Walau anaknya jahat gimana pun, tetap aja dia belain. Kasih ibu, gitu, loh!

Jadi ada banyak pilihan buat kelanjutan cerita Cinta Fitri ini. Hilman, si penulis naskah, mau pilih yang mana?

Lagi pula, cerita manusia, 'kan memang begitu. Gak habis-habis.

Kayak sinetron. Eh, dulu kita bilangnya "kayak telenovela".. Iya, 'kan? Sekarang, mungkin jadi "kayak Cinta Fitri".

Keren juga, dong, sekarang kita bisa pake produk lokal sebagai referensi... ;)

Aku, sih, bangga. Sinetron Cinta Fitri disukai juga di Singapura, loh. Lihat di facebook page-ku untuk preview situs yang aku temuin soal itu.

Bagaimana pun, Sinetron Cinta Fitri telah menunjukkan kualitas yang lebih baik dari sinetron lain yang bikin banyak orang jadi benci sinetron. Realistis. Meski ada beberapa hal yang harus diperbaiki, karena bagaimana pun setiap pelaku perfilman gak boleh melupakan unsur pendidikan demi mencerdaskan bangsa. Bukan "cuma" demi anak kecil, tetapi buat semua orang. Karena dalam belajar, we must count everybody. Gak seharusnya ada kata berhenti belajar.

Yang aku maksud bagian yang bisa dibagusin itu misalnya waktu Norman dipecat. Gak bisa begitu, dong. Kalau memang gak pingin kasih porsi yang banyak untuk adegan pemecatan, janganlah korbankan unsur pendidikannya. Yang cerdiklah. Mana ada orang dipecat dengan cara begitu? Mungkin ada, tetapi itu salah. Yang salah itu, kalau gak mau dibahas, jangan ditampilkan. Biar jangan diserap pemirsa, dan jadinya dianggap benar (it's a sensitive matter for us, labors). Gitu, loh, Mas Hilman. He he.. 'kan Hilman Hariwijaya yang penulis skenarionya, tokh?

Sekedar input aja, ya. Gak papa, 'kan? Soalnya, buat aku, penting sekali untuk hati-hati dalam hal ini. Karena walau di Jakarta dan mungkin beberapa kota lainnya sinetron dianggap sampah oleh beberapa orang, tetapi di lebih banyak tempat juga bagi begitu banyak penduduk Indonesia dianggap sebagai hiburan yang menyegarkan.

Lebih baik adegannya pemecatannya itu dihilangkan sekalian, diganti dengan adegan, misalnya, Norman keluar dari kamar boss dengan tampang suntuk lalu memberitahukan kepada seseorang bahwa dia baru dipecat. Karena dalam norma yang sebenarnya, perkara pecat memecat gak bisa sembarangan. Bisa panjang urusannya. Karyawan yang merasa dirugikan bisa ngadu ke Depnaker, kok. Dan Depnaker pasti menanggapi dengan memanggil pengusaha yang melakukan kesewenangan itu. Gitu.

Eh, nanti tauk-tauk aku jadi ngomongin masalah ketenagakerjaan lagi. This is for next time aja, ya.. :)

Intinya, kalau memang Cinta Fitri mau disambung lagi, mohon supaya lebih hati-hati. Masalah-masalah hukum yang ditampilkan hendaknya dikonsultasikan dengan ahlinya, sehingga tidak menyesatkan. Demikian juga masalah-masalah ketenagakerjaan, masalah-masalah kesehatan. Pokoknya harus lebih banyak riset, ya, Pak Hilman, ya?

Aku sangat mendukung hasil karya Hilman Hariwijaya ini. Aku nilai naskah Cinta Fitri hampir sempurna. Gak aneh-aneh lah. Gak kayak sinetron di jam sebelumnya. About that particular sinetron, I'd ask "how come someone can keep somebody's husband and the family cannot do anything"? Lebih aneh lagi, mantunya menyerahkan diri masuk ke sarang penyamun untuk merawat ayah mertuanya tanpa bisa dihubungi atau menghubungi keluarganya. Kok gak lapor polisi? Gak masuk akal, lah.

Nah, kalau Hilman mau lebih teliti lagi, aku yakin Cinta Fitri Season 4 bakal lebih baik dan bisa meraih Panasonic Award lagi yang banyak seperti kemarin. Tetapi at the same time, aku berharap bahwa sinetron yang lain pun dapat dipacu untuk meningkatkan kualitasnya menjadi tontonan yang bermutu dan membanggakan. Seperti Cinta Fitri.

Nice work, Hilman. It's so good, we can feel secure to say, "You could be better".


Yuk, gabung?

Apr 11, 2009

Aku Punya Anjing Kecil...

Anjing kecil aku namanya Welly, and Sophie-Emelie.. He he.. memang anjingku keren.. walaupun anjing campur, tapi mereka adalah anjing paling keren di dunia!

Kami bertiga foto bersama Welly itu ibunya Sophie-Emelie. Tapi aku jadi "ibu" mereka berdua. Sejak ada Welly aku jadi belajar bahwa anjing akan selalu menghormati ibunya sampai kapan pun. Tapi kalo' male dog, sih, teuteup aja ngawinin ibunya kalo' musim kawin tiba. Meskipun setelah itu dia akan kembali menjadi anak!

Sebenernya anjing aku sempet banyak juga. Tetapi ada yang mati, ada juga yang dikasihkan ke orang lain. Itu karena aku gak sterilkan Welly. Gak tega. Padahal harusnya kasian kalau dia jadi gak bebas main karena takut hamil, ya..?

Tapi sudah terlanjur. Welly sekarang umurnya lima tahun dan semua male dogs sudah disingkirkan dari rumah. Dengan berat hati we got to release the males go. Kecuali Jacko yang mati karena parvo.

Welly itu memang anggun, egaliter. Dia juga cerdas. Believe it or not, dia yang memilih aku dari sejak masih a little puppy yang cuma sebesar telapak tangan. Dia berusaha keras supaya dekat dengan aku dan tentu saja aku menyambutnya.

Kasian, sih. My mom gak suka ada anjing di rumah. Tetapi karena aku kasian sama Welly, maka aku diharuskan mengajak Welly tidur di kamarku. Gak masalah.

Kamarku lumayan besar, dan Welly kebetulan gak suka tidur di tempat tidur. Dia lebih suka tidur di kolong meja dekat tempat tidur aku. Tapi karena saat itu dia masih bayi, aku capek juga melatih dia supaya gak pipis sembarangan.

Dulu dia suka nangis kalau mau pipis malem-malem karena gak bisa keluar kamar. Sekarang dia sudah besar, bisa nahan pipis lebih lama. Tapi aku juga membiarkan pintu kamarku agak terbuka sedikit karena dia suka main-main dulu dengan Sophie sampai jam 3 pagi as long as there is somebody in the living room.

Welly Observes, Welly Understands
Setelah beberapa ekor bayinya mati, Welly belajar bahwa yang mati harus dikubur. Saat anak-anaknya mati, Welly memperhatikan kami menguburkan mereka. Suatu hari, ketika salah satu bayinya mati lagi, Welly menutupi si bayi dengan sedikit tanah dan daun kering yang digaruknya from our yard where we let her stayed when she labored. Aku kagum sekali! Marvelous...

Tadinya, hampir aja aku punya tiga anjing. Satu lagi Suzie, adiknya Sophie-Emelie. Tapi Suzie mati karena sakit dan aku terus aja merasa bersalah karena gak ambil cuti hari itu untuk merawat Suzie. Waktu Suzie mati, aku menungguinya bersama Welly. Sophie aku jauhkan karena dia baru sembuh dari sakit dan masih lemah. Mereka kena parvo.

Waktu akhirnya Suzie mati, aku gak bisa nangis saking sedihnya. Saat itu juga rasanya aku ingin ikut mati biar bisa terus merawat Suzie.. Sampai sekarang aku masih sedih kalau teringat Suzie.

Dan Welly mengerti how I love Suzie! Setelah Suzie mati, dia seperti mau menghibur aku dengan meniru perbuatan Suzie yang dulu aku suka seperti suka minta di-cuddled. Dulu Welly gak suka di-cuddled. Dia 'kan egaliter. Suzie juga suka difoto. Welly terus menghibur aku seolah tahu bahwa dia akan selalu menjadi pengganti Suzie bagiku. Sekarang, Welly pandai berpose.

Ketika Sophie menjadi "remaja", Welly jadi gak suka lagi dengannya. Padahal, Sophie yang tadinya adalah anak kesayangan Welly, lebih dari pada sayangnya kepada Suzie which was just a puppy.

Sophie itu memang Miss Adorable. Dia periang sekali dan suka merayu. Siapa aja yang gak suka dia, akan dirayunya sehingga jadi suka. She's so great. Tetapi karena Welly galak sekali kepadanya, Sophie jadi susah merayunya.

Aku juga sedih melihat Welly. Dia suka duduk saja melamun di dekatku, sambil waspada ngusir Sophie kalau mendekat ke aku. Eh, bukan duduk. Tapi tiduran dengan perut ke lantai. Welly selalu ada di dekatku.

Dengan sabar aku ajak Welly untuk ramah kepada Sophie. Karena Sophie memang maunya main, maka dia pun dengan gembira memanfaatkan usahaku itu untuk bermain dengan Welly. Akhirnya sekarang mereka jadi sering main bersama, walau Welly tetap lebih superior.

Welly gak suka aku pergi going out on Saturday. Dia selalu dengan sedih bersembunyi setiap kali aku keluar di hari Sabtu. Kalau hari lain, dengan senyumannya dia akan mengantarkan aku pergi di teras rumah. Dogs smile too, you know?

Kehadiran Welly, juga Sophie-Emelie, in my life, really, means so much to me. Mereka memberikan kasih sayang yang tulus yang gak bisa diganti dengan apa-apa.

Do We Belive in Love?
You know what? Kadang aku berharap bahwa mereka itu manusia sehingga bisa hidup lebih lama, dan bisa diajak jalan-jalan ke mall..

Di facebook, baru-baru ini aku bikin polling tentang cinta. Aku ingin tahu berapa banyak orang yang percaya pada true love. Tapi bukan true love dari anjing.. ha ha ha.. True love dari pasangannya, lah.

Lihat yuk, pollingnya?
Aku pingin riset bagaimana kecenderungan di masyarakat. Do they believe in love? Aku juga berharap ada comment-nya biar aku bisa coba untuk mengerti. Nanti hasilnya aku bisa share untuk menambah wawasan.


Biar tambah PeDe, 'kan?




Yuk, gabung?

Apr 10, 2009

Good Friday

Hari ini adalah hari raya Jumat Agung atau "Good Friday" bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Bagi umat Katolik, hari raya ini dikenang dengan ibadah-ibadah pendahuluan seperti Rabu Abu dan Kamis Putih.

Aku, sih, kurang mengerti makna ibadah-ibadah tersebut. Tetapi, selain itu juga ada peringatan Via Dolorosa atau jalan salib yang dirayakan di kota-kota, di mana umat Katolik menjadi mayoritas seperti di Flores, NTT, atau di Filipina. Kita pernah dengar 'kan, kalau di Filipina, malah orang rela disalibkan meniru penderitaan Tuhan Yesus dulu ketika menjadi manusia di dunia?

Bagi umat Kristiani, Jumat Agung ini adalah untuk mengenang peristiwa penyaliban Tuhan Yesus. Sebuah peristiwa ketika kebaikan mengalah terhadap kejahatan.

Lihat foto-fotoku di facebook Cantik Selamanya Kebaikan Terlihat Saat...  
Kebaikan terbaik seharusnya terlihat di saat situasi jadi betul-betul jahat. Di berbagai situasi paling skeptis, justru biasanya kita melihat chances untuk membuktikan apa yang percayai atau disebut dengan iman. Iman, hal yang abstrak, akan jadi nyata saat kita masuk dalam situasi paling buruk.

Pada akhirnya kebaikan menang ketika pada hari ketika Tuhan Yesus bangkit dari kematian yang dianggap kekalahanNya itu. Hari ketiga ini, yaitu hari Minggu nanti, inilah yang disebut dengan hari raya Paskah. Di hari ini orang merayakan dengan permainan mencari telur paskah bagi anak-anak. Entah kenapa begitu. I'm not interested to find out...

Untuk menghormati umat Kristiani yang merayakannya, di Indonesia, hari raya Jumat Agung dijadikan hari libur sehingga minggu ini menjadi long weekend. Ditambah lagi dengan libur dalam rangka pemilu. Jadi, deh, minggu ini kita mendapatkan libur lumayan panjang.

Banyak temen aku yang berangkat keluar kota setelah selesai mencontreng. Yang gak kebagian undangan pemilu kemarin malah sudah berangkat earlier. Jakarta jadi sepi kayak lagi libur Lebaran. Tapi mall sempet rame karena yang gak keluar kota rame-rame main ke sana. Gak tauknya, banyak yang punya pikiran yang sama :).





Yuk, gabung?

Apr 9, 2009

Let's Show to The World, Our Nation is the Best!

Tadi aku ikutan nyontreng di TPS 017. Wah, ini baru TPS yang menghayati Pemilu. Dari panitianya, aku lihat budaya berintegritas yang bisa jadi modal kita untuk jadi the best in the world

Dengan inisiatif sendiri, panitianya pake seragam a la Betawi. Memang di tempat aku tinggal, di Pondok Kelapa, kebanyakan warganya adalah orang Betawi. Layaknya sebuah hajatan, mereka cukup serius menyelenggarakan Pemilu di TPS ini.

Lihat foto di TPS 17 di blog page ku di facebookSeperti yang banyak aku dengar, mereka gak fokus pada keyakinan pada partai. Tapi mereka memperhatikan baik-baik bagaimana caranya supaya Pemilu ini berjalan lancar.

Termasuk menambah jumlah bilik suara adalah inisiatif mereka untuk melayani warga yang mau ikut nyontreng. Bayangkan, KPU cuma mengirimkan dua bilik! Mereka menambah 4 lagi karena mereka tidak ingin acara Pemilu ini jadi lambat oleh antrian yang panjang. Lihat photonya di situs facebook-ku di sini.

Bapak yang bertugas menerima nomor urut yang menceritakan kepadaku saat jeda penghitungan suara, kenapa mereka harus buat sendiri kotak bilik pencontrengan. Nah, ini dia mental bangsa Indonesia yang aku kenal dan sukai. Pantang menyerah. Gak suka mengeluh, tetapi sigap mencari solusi. Penyabar.

Kasih Solusi

Belakangan mulai banyak orang yang suka mengeluh tanpa menyediakan solusi. Mudah-mudahan yang kayak gini gak banyak-banyak amat.


Yang ikutan menyaksikan proses penghitungan hasil suara juga lumayan banyak. Di sini, penduduk setempat berkumpul karena memang sehari-hari mereka hidup rukun. Aku suka semangatnya.

Ada seseorang yang membisikkan sesuatu kepada Pak Panitia yang sedang membacakan pilihan warga dari kertas suara. Bapak itu langsung menyergah si pembisik, "...Jangan pengaruh-pengaruhi gue!" Ini namanya OK...

Bravo! Mudah-mudahan keadaan yang aman seperti di TPS-ku juga berlangsung di TPS yang lain, dan kita bisa buktikan pada dunia bahwa Indonesia memang negara yang paling demokratis di dunia, dan cinta damai.

BTW. So far, harapan kita yang ada di cause facebook-ku "Awasi Pelaksaan Pemilu" agaknya dipenuhi. Yaitu, kita berharap supaya rasa damai di negara tercinta nggak terganggu waktu Pemilu diadakan... :) Thanks God!

Let's pray, kita sukses terus ya, dengan Pemilu Presiden... :)?

Thanks to Para Petugas TPS!




Yuk, gabung?

Apr 8, 2009

Celebrating Life in (Your) Photo Sessions

Hari ini kita relax aja.. Enjoying taking pictures.

Lihat foto-fotoku di facebook Cantik Selamanya Buat aku, photo sessions adalah sesi yang penting karena saat itu kita latihan ekspresi. Dulu aku gak bagus difoto. Aku, tuh, kayak culun, gitu. Rasanya ekspresi aku norak banget. (Btw. Tahu nggak kalo kita lihat di situs Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata "culun" itu kurang lebih "anak tanggung". Hehe).

Lalu muncul photo box dan aku jadi rajin foto-foto kayak orang yang keranjingan. Padahal aku lagi cari best angle of myself.

Eh, gak tauknya it's not about angle. Tapi ini adalah soal being having confidence. Ketika aku gak takut lagi ngadepin kamera dan menjadi diri sendiri, fotoku pun jadi lebih bagus. PeDe aja, gitu.

Can I love my own pictures? Can I love myself?
I bring up myself just as I am dan yang penting aku sekarang bisa tampil lebih fresh di depan kamera. Gak takut lagi sama kamera. I love myself even better.

Eh, seneng, loh, kalau ada yang sayang. And it's never be artinya cuma diri kita sendiri yang sayang sama diri sendiri. Nanti, kalau tiba waktunya untuk menyayangi orang lain, kita akan bisa mengerti bagaimana perasaan dia karena disayang. Kita jadi lebih sabar.

Dahsyat juga, kekuatan ramuan photo session ini, ya!