Apr 29, 2009

Uang, Belanja, Nabung

Kemarin aku belanja grocerries. Rasanya aku gak belanja banyak, tapi, kok aku bayarnya banyak, ya?

Memang aku gak punya kebiasaan memeriksa tag harga, sih, jadi aku gak pernah inget harga suatu barang itu berapa. Karena itu, aku juga gak bakal inget, apakah harga barang yang dimaksud itu naik atau turun dibanding waktu terakhir belanja...

Don't get me wrong, bukannya apa-apa, but I simply want to give the best for my family and myself. That's why for me price is not the focus of attention. Cuma, kalau giliran bayar, ya, terasa juga. Rasanya, biasanya gak bayar sebanyak ini... :-/?

Agaknya masa resesi sudah sampai juga ke negeri kita. Hmmm... Kalau aku pikir, sih, orang Indonesia mestinya akan bisa melalui masa global resession ini. Karena kita kan suka belanja.

Aku, sih, dikasih tauk salah satu adik aku yang jadi credit analyst di sebuah bank. Katanya, kalau di Amerika, masalahnya semua orang sudah biasa pegang saham. Nah, ketika terjadi chaos dalam dunia usaha di sana, yang terjadi adalah para pemegang saham segera menarik dananya saking takut menanggung kerugian.

Setelah rame-rame jual saham, mereka menahan cash-nya sehingga bank kekurangan dana. Lha, padahal bank juga yang supply dana untuk dunia usaha. Karena gak ada uang di bank, ya gak ada uang yang bisa dipakai untuk berbisnis. Kacau, deh. The economy stopped.

Kalau di Indonesia, kebiasaan tanam saham itu belum umum. Masyarakatnya masih cash society. Jadi, masalah seperti di Amerika sekarang, lumayan gak terlalu terasa di sini.

Tapi, kok, harga-harga naik, ya? Kata adikku, itu karena ada komponen-komponen perekonomian seperti barang import yang harganya naik.

Kayaknya, solusi sederhananya, ya nabung juga, ya, belanja juga. Nabung, supaya ada uang di bank. Belanja, supaya perekonomian tetap jalan.

Aku rasa, sih, yang penting tenang, gak usah panik. Kalau tenang, kita akan bisa berpikir, bukan?

I believe, we gotta make the right decisions here. Banyak yang hidupnya semakin sulit. Saat seperti ini, as a nation, we suppose to try to think as a family, that we must not let no one be forsaken. Gak boleh ada yang nasibnya dilupakan.

Bagian yang ini, yaitu keyakinan kita bahwa setiap orang di negara ini layak hidup makmur, musti banyak dapat perhatian, ya?

Dan di sisi lain, selama para pengusaha yang mungkin "lebih kaya" masih bisa kerja, maka perekonomian di negeri kita pasti akan tetap ada di level "aman".

Sementara itu, for most of us, ngirit, sih, teuteup. Harus nabung, malah.

...Jadi, buat yang agak-agak shoppacholic seperti aku, mesti rajin usaha isi tabungan, dong, ya? I suppose it's a good way to express my gratefulness...



Yuk, gabung?





  • I know I want to talk more about money. Get the update notification of my page in convenient way! Gampang saja caranya..., dengan gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya". ...yuk?
Yuk, gabung?