Sep 20, 2012

Barang Mewah Demokrasi



Hari ini Jakarta menyelenggarakan pesta demokrasinya. Tapi warga Jakarta mungkin belum tahu adanya indikasi bahwa berkembangnya demokrasi pertama kali di antara bangsa Yunani Kuno karena masalah barang mewah..

Para ahli sejarah mendapatkan bahwa sebenarnya masyarakat Yunani Kuno di Athena mengartikan 'barang mewah' seperti anggapan kita sekarang. Namun sepupu mereka di Sparta, menganggap kemewahan juga berarti hak untuk ikut serta dalam perang fisik.

Para ahli sejarah mendapatkan bahwa sebenarnya masyarakat Yunani Kuno di Athena mengartikan 'barang mewah' seperti anggapan kita sekarang. Namun sepupu mereka di Sparta, menganggap kemewahan juga berarti hak untuk ikut serta dalam perang fisik.

Di waktu libur Pesta Demokrasi Jakarta, stasiun BBC punya tayangan menarik mengenai sejarah demokrasi. Sulit untuk bisa diduga bahwa di awal tumbuhnya paham demokrasi masyarakat Yunani Kuno harus memecahkan masalah agar barang mewah tak jadi simbol pertentangan antar kelas masyarakat.

DR. Michael Scott, penulis naskah
'Guilty Pleasures: Dr. Michael Scott
and Ancient Greece'

Tayangan didaktis ini bisa dinikmati lewat youtube dot com, saat waktu istirahat kerja disediakan bagi warga Jakarta untuk menunaikan hak demokrasinya. Silahkan mengaksesnya, tayangan berjudul 'Guilty Pleasures: Dr. Michael Scott and Ancient Greece'*, lewat: http://www.youtube.com/watch?v=1W4A_NcYOpk.

Orang Athena percaya semua orang sepatutnya diperbolehkan mempertahankan impiannya sedemikian rupa, termasuk mengejar apa yang menjadi barang/hal langka atau lainnya -- meski akan ada konsekuensinya. Tugas bersama adalah menjalin tiap impian yang hidup untuk saling berinteraksi secara harmonis, perjuangannya akan menunjukkan kualitas demokrasi.

Macedonia, salah satu kelompok dari bangsa Yunani Kuno, menggunakan kemewahan untuk menunjukkan kehebatan kerajaan mereka mewujudkan mimpi. Dengan sistem militer yang lebih demokratis, Macedonia merupakan salah satu suku bangsa yang memiliki sejarah berprestasi besar hingga sekarang.

Sementara itu, masyarakat Sparta yang hidup di era sebelum Macedonia, percaya tak seluruh anggota masyarakat bisa diperkenankan bermimpi untuk mengejar kemewahan versi bangsa mereka. Bagi orang Sparta, hanya orang kaya yang boleh perang. Bisa menemui kematian di ladang konflik adalah keagungan bagi kelompok elit.

Menurut para ahli sejarah, bangsa Sparta akhirnya jadi penuh korupsi, dan malah seluruhnya menemui nasib punah ditelan serangan musuh. Akhir ironis ditemui suatu bangsa yang terkenal atas kemampuan militernya, semua karena Sparta tidak mengenal demokrasi.

Pengajaran dalam sejarah ini mengungkapkan pentingnya rasa keberanian bagi tiap anggota masyarakat untuk menentukan dan mengejar cita-citanya masing-masing. Meskipun artinya adalah sebagian orang tak akan mampu mencapai tahapan seperti yang diharapkan, bahkan sampai seumur hidupnya sekalipun.

To have a purposeful life. Hidup yang memiliki tujuan, tidak dibiarkan kosong.

Kalau semua orang berani bermimpi, bagi masyarakat demokratis, ini akan berarti seluruh anggota kelompok dapat memiliki jalan untuk meraih hidup lebih baik.

Jadi... bagaimana dengan mimpi Anda?




Catatan:
*Penulis tidak bertanggungjawab atas hak cipta tayangan yang dimuat di youtube.com

Sep 19, 2012

45 and not alone anymore...



"Berkomitmen adalah soal keputusan untuk mengambil segala resiko demi membahagiakan sang kekasih."



Yes, today is my birthday! Hari ini, tanggal 19 September, aku berulang tahun lagi dan sekarang umurku menjadi 45 tahun. 45 dan gak sendiri lagi! Sekarang sudah ada seseorang yang sayang aku dan aku sayang berkomitmen denganku untuk menjalani hidup kami bersama. Thank God!

Iya, aku menunggu lama sekali karena komitmen adalah kata yang serius yang berisi tanggungjawab besar. Perlu mental yang kuat dan tekad yang besar untuk bekerja bersama seseorang yang tentunya punya karakter kepribadiannya sendiri sebagai bagian dari dirinya.

Akankah kita mampu menerima dia dengan segala kekurangannya? Siapkah kita untuk mendampinginya terus bila masalah menantang? Akankah kita sanggup membelanya ketika orang lain mendesaknya?

Yep. Berkomitmen itu bukan melulu soal romantisme jalan bareng dan pasang kacamata kuda alias gak jelalatan lagi.

Berkomitmen itu adalah soal keputusan untuk mengambil segala resiko demi membahagiakan sang kekasih.

Now I am ready, and I have found him. Or, bisa juga dibilang: he found me, tepatnya. Dia melihatku, mendekatiku, dan menyatakan cintanya. Aku menyukai caranya dan mendengar suara hatiku yang bilang, "inilah dia..." so I give him my commitment sebagai jawabannya. Isn't love beautiful?

Dalam usia relationship yang masih muda banget, cinta kami langsung diuji dengan persoalan yang menegangkan. Kami difitnah. Seumur-umur, lho, baru sekarang kena fitnah. Sedih rasanya melihat si dia tertekan karena aku meminta dia untuk menahan diri dan bersabar. Bersabar itu bukan cara dia. Walhasil, kami semakin kuat bergandengan tangan.

Sekarang badai telah berlalu dan kami terus bekerjasama membangun masa depan kami. Saling terbuka, saling mendengarkan, saling peduli. Saling mendukung, saling percaya. Kami bangun hidup bersama untuk hari esok yang lebih baik.

Kini.. I am happier than ever! Thank God! Terima kasih juga untuk kekasihku yang telah memilihku dan mencintaiku.

45 today, and I love it!