Sep 30, 2009

Cerber Nita Si Sekretaris (17)


KUTIPAN MINGGU LALU:

Mbak Tini yang tadi ada disitu ternyata hanya berdiri terbengong-bengong saja dan merasa gugup untuk menyampaikan pamit meninggalkan Sarah dan Nita. Sejak Sarah berbicara ini-itu dengan Nita, Mbak Tini terlihat berpindah-pindah arah pandangan, sebentar ke arah Sarah, sebentar ke arah Nita. Mungkin juga sih Mbak Tini ini sedang terkesima melihat penampilan Sarah yang cantik sekali itu.

“Ya, Ibu Tini boleh kembali ke tempat kerjanya lagi.” Kata Sarah tiba-tiba dengan suara yang terdengar tegas tapi dengan ekspresi wajah yang datar sambil menggerak-gerakkan jari tangannya ke arah Mbak Tini.

Hati Nita jadi mengkerut… Mudah-mudahan tidak seperti yang gue pikirin, harapnya dalam hati.


Baru bergabung? Jangan mulai dari episode ini, baca dulu bagian:




*****





Nita, Si Sekretaris - Cantik Selamanya




“Pagi Nit.” Sapa Edward yang ternyata berdiri di samping Nita di dalam lift yang sedang dipenuhi beberapa orang itu.

Nita menoleh dan terkejut melihat Edward ternyata ada di situ. “Pagi.” Jawabnya dengan tersenyum ramah.

Tapi mereka tidak berbicara apa-apa sampai pintu lift terbuka di lantai tempat mereka bekerja.

“Yanti kapan berangkat training ke Australi, Nit?” Tanya Edward sambil berjalan setelah berada di luar lift.

“Apa?” Nita terkejut dengan pertanyaan Edward. “Emang dia mau berangkat ke Australi juga?” Nita malah balik bertanya.

“Loh, dia kan berangkat atas persetujuan bos lo, Nit.”

“Wah, saya ga' pernah liat persetujuannya masuk meja Ibu tuh.” Kata Nita masih dengan agak-agak kebingungan.

“Oh, berarti dari si Walker, kali ya?”

Nita Si SekretarisNita hanya mengangkat bahunya menjawab pertanyaan Edward. Di pertigaan koridor, Edward dan Nitapun berpisah berjalan menuju meja kerjanya masing-masing.

Seperti biasa, ketika sudah tiba di mejanya Nita memasukkan tasnya ke dalam laci, menyalakan komputer, dan baru saja mengangkat cangkir yang berisi teh manis hangat yang sudah tersedia di mejanya.

Ups…” Hampir saja Nita menumpahkan isi teh tersebut. Ia baru sadar kalau si Usep itu tidak pernah membuatkannya teh…

“Loh ini teh kok ada di meja gue sih?” Tanya Nita berbicara sendiri.

“Oh, itu teh ditaruh sama Sarah dari ruangannya.” Sahut Darman yang mendengar celotehannya.

Nita jadi terkejut. Ia mengerutkan dahinya tapi tidak mengatakan apa-apa.

“Dah liat belum isi kado siapa tuh?” Tanya Darman tanpa menoleh sambil terus menghadap komputernya.

Nita jadi terkejut lagi. Tapi kali ini, tentu rasa keterkejutannya berbeda. Dia langsung merasa dagdigdug… Wah, Pak Wiguna lagi nih… Ia melihat ke arah sudut meja yang berjauhan dengan laci tempat ia menaruh tasnya.

Wow... Sebuah kotak kecil bermotif cantik dan dihiasi sebuah pita dengan warna senada dengan motif kotaknya.

Eh! Secara reflek Nita melirik ke arah Asti. Ups! Ternyata dia memang sedang memandangi Nita dengan ekspresi pandangan yang "bagaimana gitu"… Sepertinya sih dalam hati ia iri pada Nita.

Asti memang tidak bicara apa-apa, tapi wajahnya tampak cemberut. Lalu kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan pergi entah kemana melalui pintu yang menuju keluar arah area reception.

Tanpa buang waktu Nia membuka bungkusan kotak mungil itu, oh, ternyata bukan dari Pak Wiguna…. Tapi dari Dave Watson…! Nita sama sekali tidak menduga, karena selama ini si misterius Wiguna itu rajin sekali memberikannya aneka rupa kado.

Setelah sampulnya dibuka, di balik sebuah kartu kecil, ternyata pemberiannya itu adalah sebuah jam meja yang berbentuk sangat unik. Seperti bentuk lokomotif dengan tokoh kartun yang mengendarai lokomotif itu sambil membawa sebuah papan bertuliskan ‘Have a great time!’

Rasanya, bagi Nita, tulisan tangan Dave jauh lebih penting dari pada pemberian jam meja itu:
Dear Nita, how are you doing? It’s been long time not to see you again. I’m sorry I just could stop by shortly and left you this. I hope you like it. Pls do keep in touch. Dave.

Mmmmm…. Tulisan tangannya agak sulit juga dibaca, tapi… Owww… Hari masih pagi, tapi hati Nita sudah berbunga-bunga. Rasanya ia dapat merasakan kalau wajahnya sekarang berona-rona karena pipinya terasa hangat.

Eh.. Hush! Masa iya sih dia naksir gue? Apa ini artinya tanda orang naksir? Kalo dia liat si Sarah, pasti juga dia akan melotot ngeliatinnya. Hati Nita bergejolak sendiri.

Rrrrrr…rrrrrr…..rrrrrrrr…

Lagi-lagi telpon meja Nita berdering, merusak suasana hati yang sedang indah-indahnya...

Di layar telpon muncul nama "Edward".

“Ya, Pak?” Tanya Nita tanpa terlebih dahulu memberikan salam. Maklum, ia masih merasa seperti di awang-awang…

Sambil tangannya memegang-megang jam meja pemberian Dave, Nita mulai memperhatikan bahwa Edward hanya mengucapkan “hmmm”, “eh”.

Nita mulai menandai sesuatu yang tidak beres, ”Ya, Pak Edward? Ada yang bisa sa...”

Tapi ternyata tiba-tiba saja Edward memotong ucapan Nita,“Oh, gini, gini, saya mau tanya laporan anggaran yang sekarang sama Bu Marsya, gimana? Udah disetujui apa belum?”

“Oh, itu. Sudah. Nanti difoto kopi Usep dulu ya? baru diantar...”

“Nggak. Nggak. Saya ambil saja. Bisa kesana sekarang, saya, ya?” Tanya Edward buru-buru.

Ketika Nita sedang mengatakan,”Nanti aja diantar Usep.” Ruang kerja Sarah terbuka. Oh, ternyata si bos cantik itu sudah ada di dalam ruang kerjanya sejak tadi.

Nita sempat terbengong-bengong sesaat lamanya. Sejak pertama kali melihat Sarah, ia memang mengaggumi penampilan Sarah yang memang sudah cantik jelita namun pandai memilih pakaian yang sangat pantas bagi bentuk tubuhnya, walaupun rambutnya hanya dengan diikat begitu saja. Hari itu ia menggunakan sackdress berwarna putih dipadu dengan ikat pinggang mungil, sepatu, dan anting-anting yang semuanya berwarna merah muda. Penampilannya bak sebuah boneka cantik yang jadi trend mainan anak-anak perempuan segala jaman. Tapi di sini, di kantor ini, boneka cantik itu sungguhan hidup!

“Nita, kamu sudah datang. Bagus. Kesini sebentar.” Ucapnya cepat sambil menggerakkan jari tangannya memberikan tanda mengajaknya masuk kedalam ruang kerjanya. Dari situ terlihat di jarinya sebuah cincin yang matanya berukuran agak besar dan berwarna pink pula.

Nita mengangguk-angguk dan segera mengikut masuk ke dalam ruang kerja Sarah.

Di dalam ruang kerjanya, Sarah malah duduk di pinggir mejanya dan mulai melipat satu tangannya di dada, dan satu lagi di pinggangnya. Persis seperti seorang supermodel yang akan difoto.

“Saya selalu datang pagi-pagi. Saya merasa teh yang disediakan di sini tidak enak. Jadi...” Sarah mulai bergerak dari pinggir meja dan mengambil sebuah kotak yang ada di mejanya. “Kamu yang simpan teh ini dan berikan setiap kali saya perlu ke office boy di sini, okey?”

Tentu saja Nita sebal mendengarnya. Kirain dia mau ngomong yang lebih penting dari cuma teh doang.

“Baik.” Jawab Nita dengan sopan dan mengambil kotak teh tersebut dari tangan Sarah dan melangkah keluar.









Bersambung




Baca juga: "Pembacaan Cerber "Nita si Sekretaris" di Radio Cempaka Asri FM!"




Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Sep 29, 2009

Kenalan Dengan Wikipedia - Kembangkan Wawasan Kita

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya





Semua orang perlu belajar



"Kurang pengetahuan? Cari saja di Wikipedia! Mau diam-diam, juga nggak ada yang tauk..."





Salah satu keajaiban internet adalah menggelar kesempatan bagi siapapun untuk mengedarkan dan menerima informasi. Bila melihat data statistik dari situs Internet World Stats, dengan jumlah perkembangan pengguna 1150% pertahun, tampaklah Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang paling aktif menikmati mengembangkan keajiban informasi mutakhir ini. Keren, ya?

Karena sifatnya yang demokratis, internet kian mengubah samasekali cara pandang kita tentang penyebaran informasi: sekarang makin menggunakan prinsip kolaboratif.

Apalagi kalau kita mendengar berita bahwa tahun 2010 tarif berlanggangan internet bisa turun hingga 50% [Lihat beritanya di thejakartapost.com]. Bisa dibayangkan, dengan makin turunnya harga komunikasi di hari mendatang tiap orang atau kelompok di Indonesia akan lebih cepat menjadi narasumber, mengumpan, dan/atau memanfaatkan segala jenis informasi.

Wikipedia, Apa Itu?

Dian Manginta - Cantik SelamanyaInformasi makin banyak jumlahnya dan kecepatan edarnya tambah tinggi karena semakin gampang diakses. Dulu mencari informasi harus mengandalkan search-engine [misalnya Google atau Bing], namun sekarang sudah ada yang diklasifikasikan dan dijadikan ensiklopedia. Dan ensiklopedi di internet ada yang kian istimewa, namanya: Wikipedia.

Mencari informasi di internet bisa jadi perkara sukar. Apalagi banyak situs yang dijaga oleh pintu pendaftaran [subscription]. Tapi Wikipedia, di semua informasi ditulis, dikembangkan, diperbaiki, ditata, dan dijaga oleh para pengguna internet sendiri.

Sampai artikel ini aku buat [28 September 2009], menurut deskripsinya sendiri, Wikipedia memiliki 3,044 juta lebih artikel yang ditulis dalam hampir 18,1 juta laman. Untuk kualitasnya? Wikipedia telah mengalami perbaikan sebanyak kurang lebih 336,5 juta kali, dilengkapi dengan kisaran 860 ribu file. Semuanya dikelola oleh 1.689 orang yang sukarela menjadi admin.

Karena memang terjaga baik, informasi dan referensi yang ada di Wikipedia valid, bahkan ketelitiannya pada tahun 2005 diakui oleh jurnal ilmiah Nature setaraf dengan ensiklopedi Britannica.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Dian Manginta Bicara KarirMisalnya kita ingin mencari tahu tentang "internet". Setelah membuka situs http://www.wikipedia.org/, kita tinggal ketik kata internet di kotak yang disediakan, lalu memilih bahasa yang diinginkan, misalnya bahasa Indonesia. [Sekarang ini wikipedia tersedia dalam 105 bahasa, loh!] Selanjutnya, tekan tombol enter dan muncullah sebuah halaman dengan bahasan yang mendetil mengenai internet.

Seandainya kita mempunyai informasi yang belum terekam dalam Wikipedia ini, maka kita dapat ikut mengembangkan informasi yang ada dengan informasi kita. Yang penting kita harus memiliki referensinya, entah buku, blog, atau media lainnya. Nanti, kalau ada orang lain yang melihat informasi itu di Wikipedia dan ingin menambahkan atau merubah informasinya [tentu dengan referensi tertulis], orang itu pun dapat melakukannya. Dengan cara begini, informasi yang ada semakin mendekati akurat. OK, ya?

Menurut catatan answers.com, Wikipedia berasal dari kata "wiki" [bahasa Hawaii yang artinya "cepat"] dan "encyclopedia. Sehingga Wikipedia mengandung arti: sebuah copyleft encyclopedia yang secara konstan berkembang dan dapat diedit oleh siapa saja. "Copyleft" itu sendiri artinya membebaskan orang untuk menggunakan, tanpa biaya. Karena itu, Wikipedia sering disitir, karena lagipula informasinya dianggap dapat dipercaya.

Misalnya, ada sebuah perusahaan yang ingin membangun resor di suatu tempat yang jauh dari lokasi kantor tempat perusahaan itu beroperasi. Sebelum memutuskan untuk membangun resor itu, tentu sang pengusaha memerlukan informasi yang terbaik agar dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Nah, melalui Wikipedia, informasi tentang tempat yang dimaksud dapat diperoleh secara komprehensif dan memadai untuk pengambilan keputusan.

Coba, deh, wiki-kan kata "Bali". Luar biasa sekali informasi yang ada.

Dari Sekretaris, Ibu Rumah Tangga, Sampai Analyst

Iseng-iseng aku wiki “Pangandaran” dan mmm... aku menemukan informasinya. Lumayan buat orang yang belum pernah ke sana seperti aku. Kasian, ya, aku? :P

Makanya, sekretaris dan orang-orang yang bekerja sebagai analyst sebaiknya mengenal Wikipedia dan manfaatnya. Seorang sekretaris dapat memanfaatkan Wikipedia untuk mencarikan informasi yang diperlukan oleh atasannya, sedangkan para analis tentu terbantu dengan adanya informasi yang sebanyak-banyaknya sesuai dengan hal yang sedang dianalisanya.

Ibu-ibu juga sebaiknya mengerti penggunaan Wikipedia, dong. Sangat membantu dalam meningkatkan karir sebagai rumah tangga, loh... Minimal, sebagai sumber informasi di kala ingin tahu sesuatu. Sehingga kalau ngobrol dengan siapa aja bisa nyambung. 'Kan gak enak kalau teman bicara kita ngomongin sesuatu yang jarang didengar di rumah, dan ibu cuma bisa terdiam karena gak ngerti.. J



*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:








Yuk, gabung?


Sep 28, 2009

Pentingnya Awam Mengerti Kasus KPK [Legal]

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya





Dian Manginta - Cantik Selamanya - KPK, Korupsi, dan Pendidikan



"Masyarakat yang memiliki kecukupan pengetahuan akan mampu membuat negara ini bersih."





Di antara 25 juta pengguna internet di Indonesia, berdasarkan data Google, dapat diperhitungkan probabilitas mayoritas orang akan lebih ingin mencaritahu informasi tentang "lowongan" ketimbang "KPK". Demikianlah yang kita bisa ketahui dari Google Insights hingga 27 September 2009. Jarak perbandingannya mencapai 1:70. 

Korupsi VS KPKNamun toh ternyata, Google mencatat orang di Indonesia sama seringnya mencari informasi tentang "KPK" ketimbang "korupsi". Lihat gambar di samping atau klik di sini untuk mengetahui statistik pencarian kata kunci "KPK", "Korupsi", dan lowongan lewat Google Insights.

Seperti penduduk negara manapun, masyarakat Indonesia pun sudah lama mendengki terhadap korupsi, meski segenap lapisan seakan pernah merasa tidak berdaya menghadapinya. Di mana-mana orang mulai menganggap bahwa korupsi adalah bagian dari budaya bangsa, ciri kebiasaan kita yang menganggungkan kekuasaan secara berlebihan.

Namun pada 1970, majalah Time di artikelnya "Indonesia: Attack on Corruption" pernah mencatat satu hal mencarik. Yaitu bahwa saat ditanya tentang apa yang dimaksud dengan "korupsi" di negaranya, orang Indonesia tidak mampu menjawabnya dengan baik.

Di situ, Time mengungkapkan sebaris pendapat orang Indonesia sendiri tentang warganya, "Everybody is talking about corruption, and if you asked them what they mean, they don't know [Setiap orang bicara tentang korupsi, dan bila ditanyakan apa yang mereka maksud, mereka tidak akan tahu]."

Pengetahuan yang tinggi akan lebih bergunaRepotnya, seperti ditulis Meyland S.H. di "Mengenal Hukum: "Tahu" Itu Wajib" di Cantik Selamanya, hukum di Indonesia berdiri di atas "Asas Pendirian Hukum". Asas tersebut menyatakan bahwa semua orang yang terikat dalam hukum adalah orang yang mengetahuinya dan menyetujuinya. Jadi tanpa pengetahuan yang cukup tentang hukum, maka sebetulnya masyarakat tak akan mampu memiliki sikap apapun terhadap hukumnya sendiri.

Sekarang kita bisa melihat bahwa harapan akan terciptanya Indonesia yang bersih, bebas dari korupsi, harus bermula dari kemauan masyarakat mengelola tingkat pengetahuannya, baik tentang hukum maupun korupsi itu sendiri. Dengan pengetahuan yang cukup, niscaya kita bisa menjadikan negara ini bersih.

Dari data Google di bagian awal tulisan ini tadi, sekarang orang agaknya sudah mensebadingkan makna lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] sebagai jawaban untuk masalah korupsi. Padahal, sekarang kita sudah mengerti bahwa dalam budaya hukum Indonesia, jawaban paling hakiki untuk masalah korupsi sesungguhnya adalah memperbaiki tingkat pengetahuan masyarakat.

Itu sebabnya pada cover image di atas, aku mengatakan supaya kita aktif membayangkan apa yang terjadi bila seluruh orang Indonesia punya tingkat pengetahuan tinggi. Kesadaran, kepatuhan, kemampuan menjalankan hukum di Indonesia pasti akan lebih tinggi dibanding sekarang. Pengetahuan yang lebih tinggi juga akan membuat bangsa kita bisa bertambah yakin bahwa warganya akan tambah mampu membuat lowongan kerja dan tak melulu harus mencari berita lowongan, bukan? ;)

Bersyukurlah pada Tuhan karena sekarang Indonesia memiliki tingkat kebebasan yang terkenal baik di mata dunia, bahkan hingga pemerintah negara tetangga pun menjadi iri pada kita. Untuk itu, di Cantik Selamanya kita membahas tentang satu masalah penting di edisi legal kali ini. Yaitu tentang hebohnya berita posisi KPK, yang kerap disebutkan sedang digembosi.

Sekali lagi, menambah wawasan artinya mengembangkan rasa percaya diri yang baik dalam diri kita, mari kita ikuti essay legal di Cantik Selamanya oleh Meyland, SH.

Yuk, kita baca catatannya Meyland, SH?





Mengapa Kasus KPK Penting Untuk Anda Ketahui?



Mengerti Hukum Itu PentingKomisi Pemberantasan Korupsi [KPK] sedang mendapat perhatian besar dari kita semua akhir-akhir ini. Karena tiga dari lima pimpinan kolektif KPK sedang menjalani pemeriksaan di tangan kejaksaan dalam kasus pidana yang berbeda. Dan ini berimbas pada terganggunya kinerja kelembagaannya.

Lalu, perhatian kita tertuju pada kebijakan Presiden yang mengeluarkan perpu [Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang] yang memuat tentang penyelenggaraan pimpinan KPK sementara. Ada dua pendapat berbeda mengenai hal ini:
  • Pertama, mendukung dikeluarkannya perpu karena anggapan bahwa KPK dengan kepemimpinan kolektifnya yang hanya tersisa 2 dari yang seharusnya 5 orang berimbas pada ketidakefektifana kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi;
  • Sedangkan yang kedua, menolak dikeluarkannya perpu tersebut karena merasa KPK masih bekerja sesuai dengan tugasnya. Dengan demikian, lembaga ini tidak memerlukan adanya pemimpin sementara karena justru dikhawatirkan akan memberi kemungkinan penyusupan intervensi pihak-pihak tertentu atas independensi dan keistimewaan lembaga KPK.

Bila memang pendapat pertama benar, maka kita dapat melihat kepedulian yang tinggi dari pemerintah atas eksistensi KPK. Tetapi yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, mengapa perpu yang derajat urgensinya lebih tinggi dan bahkan sempat menjadi topik utama dalam debat pilpres lalu, kini malah ditelantarkan. Ya, Perpu yang saya maksud adalah Perpu untuk Pengadilan Tindak Pidana Korupsi [Tipikor]. Lihat contoh catatan liputan perdebatan itu di situs Tempointeraktif.com.

Kita perlu tahu bahwa "taring sakti" KPK untuk memberantas korupsi terletak pada keindependensiannya dan keistimewaan proses pengadilannya.

Pokok Masalah: Independensi

Keberadaan KPK sendiri dibuat independen dan terpisah dari peradilan umum di bawah kejaksaan adalah agar pemberantasan korupsi dapat berjalan efektif. Kita pasti pernah mendengar bahwa di era lampau pemberantasan korupsi berjalan di tempat. Bahkan penumpasan tindak kriminal korupsi terkesan justru menjadi lahan baru untuk korupsi, karena sudah merajalelanya "mafia peradilan" dalam kejaksaan kala lampau. Baca catatan para ahli tentang mafia peradilan di situs Antara.co.id.

Maka untuk menghindari terkontaminasinya lembaga pemberantasan ini, dibuatlah dasar hukum terpisah bagi KPK untuk melaksanakan tugasnya. Lihat dokumen PDF dari situs KPK, tentang Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan tindak Korupsi. Dari hukum tersebut kita melihat bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi memerlukan rangkaian peraturan pelaksana yang sistemnya terlepas dari pengadilan biasa.

Pelaksanaan proses pengadilan tipikor selama ini hanya dipayungi secara hukum oleh UU yang tadi disebut, namun suatu Mahkamah Konstitusi tahun 2006 lalu mengeluarkan amanat membatalkan pasal mengenai Pengadilan Tindak Pidana Korupsi [Tipikor] dalam UU Nomor 50/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi KPK efektif pada 16 Desember 2009. Lihat catatan berita tentang hal itu di situs KPK. Sehingga sekarang, masalah legal tindak pemberantasan korupsi sebetulnya sedang menunggu diterbitkannya UU peraturan pelaksananya.

Bila masa keberlakuan dasar hukum tersebut terlewati dan UU peraturan pelaksana UU belum terbit juga, maka sistem pengadilannya akan kembali kepada sistem biasa, yaitu di bawah kejaksaan.

Dapatkah kemudian KPK efektif menjalankan tugasnya sementara berjalan di area abu-abu, di mana ia seharusnya istimewa dan independen terpisah tetapi lantas berdiri di atas peraturan yang status quo [diserahkan pada kelompok pengambil keputusan]? Atau kita hanya akan menunggu mandulnya KPK dalam menjalankan tugasnya sendiri?

Semoga kita tetap concern akan posisi KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi di negara kita ini. Apa pun tindakan pemerintah, haruslah kita perhatikan bersama demi kepentingan negara ini. Janganlah kita cuma senang berpikir untuk kepentingan diri sendiri, namun upayakan juga memperhatikan masalah bersama. Karena, siapa yang mau negara kita bersih? (Meyland.S)




*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:








  • You are free to decide. But please, decide to build yourself to help yourself and others. And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?


Sep 25, 2009

Dian Manginta's Favorite: Purse Link, Penggantung Tas Yang Praktis & Cantik

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Penggantung tas, purse hook, atau handbag hanger

Purse Link/Purse Hook/Handbag Hanger




Dian Manginta - Cantik Selamanya

Klik gambar di atas untuk melihat kartu ucapan Hari Raya dari Dian Manginta.

Pernah dengar benda bernama "purse link"?


Aku baru dengar. Waktu itu, aku sedang berbelanja skin care di Metro Plaza Senayan. Kebetulan karena juga sedang memerlukan sebuah bros, setelah membeli skin care, sebelum ke kasir, aku mampir dulu ke jewelry section.


Di sana aku melihat benda bulat dipajang cantik sekali. Ada yang dipajang bulat begitu saja, ada juga yang menjuntai. Semua menarik mata. Iseng aku tanya apa itu ke petugasnya. Katanya, "penggantung tas kalau lagi makan di resto".


Sambil ber "oh?", aku memandangi aneka motif penggantung tas itu.


Ada yang dihiasi gambar-gambar saja, ada pula berdekorasi batuan swarovski. Yang terakhir ini harganya dua kali lipat dari yang lainnya.

Aku tanya apakah penggantung tas itu cukup kuat. Kata si penjual, "kuat, sampe 4 kilo."

Purse Link - Dian Manginta, Cantik SelamanyaI said "wah" lagi. Aku ingat kerepotannya perempuan yang bawa-bawa tas ke mana-mana. Kalau kebetulan ada kursi lebih, biasanya kita akan meletakkan tas itu di atasnya. Tapi kalau gak ada kursi lebih, terpaksa, deh, either tasnya dipangku, ya terpaksa diletakkan bersandar di kursi - sementara yang empunya tas duduk agak ke depan guna memberi tempat untuk tasnya. Tidak nyaman, 'kan?

Tak ayal lagi, purse link is very useful. Karenanya, aku kepingin ceritakan di Cantik Selamanya :). Di dalam kotak penggantung tas yang kulihat di Metro Plaza Senayan itu, ada lembaran leaflet keterangan. Benda itu ternyata dinamakan "purse link".

Useful & Beautiful, Made In Indonesia

Merk purse link yang kulihat namanya Jacquelink, terdengar elegan ya? Buatan dalam negeri, loh! I love Indonesia! Cantik, deh purse link dari Jacquelink ini. Lihat aja situsnya di www.jacquelink.com.

Purse link ini dapat difungsikan juga sebagai hiasan tas. Tetapi, karena aku suka ganti-ganti tas, aku lebih suka menyimpannya dan mengeluarkan hanya bila perlu. Bagusnya, purse link yang aku punya punya kemasan lulu dari bari bahan beludru.

Buat yang baru tahu, do not feel guilty, jangan merasa ketinggalan zaman. Ini karena aku menemukan suatu dialog di situs "Cruise Critics" yang berisikan tentang keheranan seorang warga negara Inggris waktu pertama kali melihat purse link di Amerika pada April 2006. Gak terlalu lama 'dong?

Kalau melihat di Wikipedia, purse link ternyata juga punya nama lain, seperti purse hook atau handbag hanger. Kata Wikipedia, di Brazil ada kepercayaan bahwa perempuan akan kehilangan uang bila ia meletakkan tasnya di lantai. I do not believe in cheap superstitious, but I am sure purse link will be on trend here soon.

So get your own purse link now. ;).



*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • Now, you know that the synonym of the word beautiful is functional ?... Gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?


Sep 24, 2009

Romance: Sulit Minta Maaf dan Memaafkan?

Cantik Selamanya.com



"Karena rasa maaf itu mahal, maka beruntunglah mereka yang bisa memberikan maaf. Di antara manusia yang rentan berbuat salah, mereka adalah orang-orang kaya yang tinggi manfaatnya ."





Dian Manginta - Cantik Selamanya

Klik gambar di atas untuk melihat kartu ucapan Hari Raya dari Dian Manginta.

Masih dalam suasana Idul Fitri. Saat-saat ini, kata “maaf” menjadi sangat terkenal; aku jadi ingin menulis tentang "maaf" dalam rubrik romance kali ini.


Baru saja aku mulai memikirkan judulnya, karena sudah tahu temanya, langsung di kepalaku terbersit lagu ini:.


"Maafkan aku
Menduakan cintamu
Berat rasa hatiku
Tinggalkan dirinya
Dan demi waktu
Yang bergulir di sampingmu
Maafkanlah diriku
Sepenuh hatimu
Seandainya bila kubisa memilih..."


Betul sekali, saudara-saudara, penggalan kalimat-kalimat di atas adalah petikan lirik lagu “ Demi Waktu” dari Ungu. Wah, tema lagunya gak enak, ya :)? Tentang permintaan maaf karena hati yang mendua.. Tapi, kok enak bener...! Gak setia, terus minta maaf?

Kalau merasa bersalah ya memang harus minta maaf. Soal masalahnya apa, kita bicarakan di lain topik, dong? Sekarang kita bicara soal maaf-memaafkan saja dulu.

 

YouTube - demi waktu - For The Sake Of Time (Demi Waktu)- English Subtitle · Added. 5:00. Ungu ...4 min 50 sec -  
http://www.youtube.com/watch%3Fv%3DGG5R3DObFjY


Meminta maaf dalam urusan romance itu penting, loh. Aku pernah mendengar ada orang yang enggan mengucapkan kata maaf. Katanya, kalau merasa bersalah, daripada minta maaf, dia berusaha saja menunjukkan rasa sesalnya hanya dengan tingkah laku.

Teladani Simpanse[?]

Moralitas pada primataAku coba-coba juga, sih, untuk mengerti. Cuma… bagi siapa saja yang enggan mengucapkan kata maaf, aku ingin bilang:
    "Tahukah engkau, bahwa permintaan maafmu itu dapat menyejukkan hati yang kecewa karena kesalahanmu?"
Kalau kita menyayangi seseorang, tentu kita ingin menyenangkan hatinya, ya? Karena kita sendiri akan merasa senang kalau melihat si dia yang tersayang merasa senang. Iya ‘kan?

Aku menemukan satu tulisan [2007] tentang hasil penelitian Dr. Frans de Waal, ahli primata, yang menemukan simpanse bisa mengusahakan perdamaian di dalam kelompoknya, sepertinya mereka menerapkan prinsip "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Dr. de Wall percaya bahwa simpanse punya cukup kecerdasan untuk bisa memutuskan berusaha menghilangkan rasa permusuhan di antara anggota kelompoknya. Pada tahun 2007, majalah Time, pernah memuat pendapat Dr. de Wall bahwa kerekatan antar manusia berkisar pada masalah timbal balk, empati, dan resolusi konflik.

Rekonsiliasi atau pemulihan hubungan, perlu untuk dilaksanakan demi menjamin keselamatan bersama. Jika tidak, tentu harapan baik tentang masa depan kita akan lenyap oleh konflik. Untuk kasus simpanse, inisiatif berekonsialisi sesungguhnya luar biasa. Bukan apa-apa, ini karena simpanse mampu mengingat siapa yang berbuat salah, atau bertingkah baik di dalam kelompok mereka.

Tapi, kita bukan simpanse, ya? Maksudnya, kalau ingin berkilah, kita bisa berpikir bahwa dibanding simpanse jelas manusia bisa melakukan kesalahan yang jauh lebih besar ;).

Kesungguhan Atau Merendahkan Diri?

Permintaan maaf yang sungguh-sungguh menunjukkan kesediaan kita untuk merendahkan diri kita, tetapi bukan menjadi rendah diri. Beda, loh

Merendahkan diri artinya kita meredam ego kita. Kita meletakkan “keakuan” diri jauh di lantai demi menghibur si dia. Sedangkan menjadi rendah diri artinya minder, menghina derajat diri sendiri. Gak percaya diri, dan itu samasekali gak bener.

Dengan merendahkan diri, kita secara sadar mengalah demi kebaikan. Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah tindakan sengaja mengalah. Ini adalah perbuatan mulia, karena sebetulnya tiada manusia yang berkenan mengalah, namun tiap orang hanya ingin selalu menang.

Pada umumnya orang akan menginginkan agar egonya terlindungi, tak ingin direndahkan. Well, barangkali tidak semua orang. Mungkin memang ada orang yang begitu penyabar sehingga gak mempedulikan egonya sendiri. Duh, itu, sih, kasus khusus. Harus dibicarakan dalam topik lain.

Jadi, kita setuju saja dulu bahwa dalam topik kali ini fokusnya adalah pada tingkah laku manusia yang secara umum saja, ya?

Untuk Alasan Yang Tepat

Bahwa secara umum perasaan kalah itu tidak menyenangkan, maka untuk mengalah dibutuhkan keberanian, kesiapan mental. Namanya sikap ksatria, pasti diidamkan manusia di mana pun berada. Sikap ksatria ini dapat meluluhkan hati yang keras, meredakan jiwa penuh amarah, bahkan menghapuskan kecewa. Maka ketika kita meminta maaf, seharusnya hati si dia melunak karena tersentuh oleh ketulusan kita. 

Tapi bagaimana kalau kata maaf kita itu tidak diterima? Wah, memang ego kita rasanya tercabik-cabik. Tapi dalam hubungan yang romantis, tentunya ada kedekatan yang lebih dari sekedar teman biasa.

Sebagai orang terdekat, tentu kita mengenal jiwa sang kekasih. Kalau kita bersalah dan dia enggan memaafkan, tentu kita mengerti mengapa itu bisa terjadi. Lalu bagaimana caranya mengatasi kebuntuan macam itu?

Tiada lain adalah merelakan diri mengalami ujian ketulusan atas keberanian mengatakan maaf. Apakah kita ingin minta maaf, atau hanya sekedar sedang melancarkan strategi fana saja? Namanya orang bersalah, pasti kena hukuman, 'kan? Jangan kesal, dong...

Kalau cinta, ya pasti rela, deh, menjalani hukumannya. Tentu saja harus dengan sikap realistis, dan tidak menghilangkan rasionalitas. Kita tetap punya hak untuk menilai, kok, apakah hukuman yang mesti dijalani itu keterlaluan, atau pantas untuk diterima.

Coba Untuk Rasional

Tiap Kamis, Dian Manginta Bicara CintaKalau rasanya keterlaluan, maka langkah selanjutnya adalah membicarakannya dengan kepala dingin. Dengan mengalahkan segala ego, cobalah untuk mengadakan perdamaian. Try to say, "I did make mistake and am sorry".

Jangan biarkan rasa permusuhan hidup berlarut-larut, bercerminlah dari contoh simpanse tadi. Apapun yang berlebihan, pasti tidak akan membawa kepada kebaikan. Tetapi, karena ukuran “berlebihan” itu tergantung perspektif masing-masing, maka perlu diadakan pembicaraan dari hati-ke-hati dengan niatan yang tulus.

Sebaliknya bagi yang dimintakan maaf, berusahalah untuk mengerti dan berhati-hati dalam menilai. Kadangkala, seseorang terlalu takut untuk memaafkan, karena katanya “nanti diulangi lagi”. Padahal kalau sayang, sewajarnya kita mengerti bahwa pasangan akan menginginkan punya kehidupan bersama yang lebih baik, dan dengan demikian ia punya potensi lebih besar untuk memperbaiki diri.

Manusia ‘kan memang bisa khilaf, oleh karena itu kita harus berusaha untuk dapat berpikir jernih dan mengalahkan ego diri sendiri untuk memberi maaf. Tentu dengan kemauan yang tulus untuk dapat terus bersama.

Pada akhirnya, semua usaha yang baik itu, pastilah akan membawa kebaikan juga bagi kedua belah pihak. Dalam hal ini, kedewasaan hubungan itu pun terasah dan membawa peningkatan pada kepribadian kedua belah pihak.

Akhirnya, Jangan "Kalahkan" Tuhan

I am telling you, my beloved readers, it is alright to make mistake because we are human who make mistakes. Jadi, mintalah maaf dan jangan menyalahkan. Dan berilah maaf dengan tulus tanpa mendendam. Karena semua orang pasti pernah berbuat salah.

Tuhanlah yang selalu benar. Bagian kita adalah berusaha sebaik mungkin menciptakan hubungan antar manusia yang bisa membuat semua orang yakin bahwa hari depan nan cerah tak akan hancur oleh hubungan yang retak.

Mau punya harapan yang cerah? Yuk, terus saling memaafkan? Apalagi sama pasangan... mau dong atuh! ;)




*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • Those who can forgive, are giving reasons to receive forgiveness!"... Gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?


Sep 23, 2009

Cerber Nita Si Sekretaris (16)


KUTIPAN MINGGU LALU:

Memang aneh juga dengan pertanyaan Sarah itu. Padahal tadi 'kan Nita sendiri sudah berbicara dengannya pada saat menerimanya masuk dari ruang reception sampai ke ruang meeting. Bahkan Nita sendiri juga yang membawa Sarah masuk ke ruang kerjanya yang baru.

Tapi Mbak Tini buru-buru beranjak dari kursinya dan menghampiri Nita. “Nit, kamu dipanggil Mbak Sarah.” Kata Mbak Tini masih dengan nafas tersengal-sengal dari balik partisi meja Nita.

“Oh…?” Nita menyahut dengan wajah seperti baru mengetahui bahwa maksud Sarah bertanya dengan suara keras seperti itu adalah memanggilnya masuk ke ruang kerjanya. Namun, dengan wajah pura-pura terkejut, Nita menoleh ke arah Mbak Tini. “Kenapa, Mbak?” Dia juga pura-pura bertanya.

“Cepet, ayo sini.” Sahut Mbak Tini setengah mendesis.

Baru bergabung? Jangan mulai dari episode ini, baca dulu bagian:




*****




Dian Manginta - Cantik Selamanya



Nitapun beranjak dari mejanya dan mendatangi Sarah yang sedang duduk bersandar sambil memegang ballpoint dan memainkannya di area dekat dagunya sendiri.

Sejak Nita beranjak dari kursinya dan memasuki ruang kerja Sarah, Sarah tampak memandang lekat-lekat dirinya.

“Saya tahu kamu kerja sebagai sekretaris untuk Ibu Marsya.” Katanya pada Nita. Tanpa mempersilahkan Nita duduk, bahkan ia sudah mulai berbicara ketika Nita baru selangkah masuk dari pintu ruang kerjanya. Ucapannya terdengar agak kaku ketika melafalkan huruf ‘r’.

“Ya?” Sahut Nita.

“Jadi seharusnya kamu juga termasuk bagian dari tim saya.” Katanya dengan suara yang lembut namun terdengar jelas. Nita tidak paham, apakah maksud Sarah adalah ia juga diangkat jadi sekretarisnya sekaligus sekretarisnya Ibu Marsya? Hmmm...

“Oh, kalau begitu nanti saya tanyakan surat penunjukkannya, ya Mbak.”

Nita Si Sekretaris“Mbak?” Tiba-tiba wajah Sarah memerah. Ia tampak jelas terkejut dengan ucapan Nita memakai kata ‘Mbak’. Ups… Nita tidak menyangka hal itu…

“Oh... Mbak eh, Bu Sarah.” Jawab Nita cepat-cepat. “Selamat bergabung dengan kami, bu.” Sebenarnya Nita sendiri lebih ingin memperpanjang soal kalimat Sarah ‘seharusnya kamu juga termasuk bagian dari tim saya’, tapi kok, malah kata-kata yang seperti itulah yang meluncur dari bibirnya?

Tapi ternyata Sarah sangat mendominasi pembicaraan. Nita sendiri belum mendapatkan kesempatan lagi untuk sekali lagi mengkonfirmasi ke Sarah mengenai apa maksudnya bahwa ia termasuk bagian timnya?

Hmmmm… nanti kalau begitu akan gue tanya ke Bu Marsya deh.

Untungnya Nita masuk ke dalam ruang kerja tadi sudah dengan membawa alat tulis di tangannya. Jadi, ketika Sarah mulai mengatakan semua keinginannya untuk disediakan ‘tray-in’ dan ‘out’, peralatan alat tulis menulis, akses sambungan keluar telpon, nomor-nomor ekstension semua karyawan, internet, bahkan kebiasaan-kebiasaan kerjanya termasuk dengan persediaan teh panas setiap pagi. Nita dapat segera mencatatnya satu per satu.

Mbak Tini yang tadi ada disitu ternyata hanya berdiri terbengong-bengong saja dan merasa gugup untuk menyampaikan pamit meninggalkan Sarah dan Nita. Sejak Sarah berbicara ini-itu dengan Nita, Mbak Tini terlihat berpindah-pindah arah pandangan, sebentar ke arah Sarah, sebentar ke arah Nita. Mungkin juga sih Mbak Tini ini sedang terkesima melihat penampilan Sarah yang cantik sekali itu.

“Ya, Ibu Tini boleh kembali ke tempat kerjanya lagi.” Kata Sarah tiba-tiba dengan suara yang terdengar tegas tapi dengan ekspresi wajah yang datar sambil menggerak-gerakkan jari tangannya ke arah Mbak Tini.

Hati Nita jadi mengkerut… Mudah-mudahan tidak seperti yang gue pikirin, harapnya dalam hati.








Bersambung




Baca juga: "Pembacaan Cerber "Nita si Sekretaris" di Radio Cempaka Asri FM!"




Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Sep 21, 2009

Bagi Indonesia, Tiga Catatan Perayaan Lebaran di Dunia

Cantik Selamanya.com



"Dari diri sendiri dan kelompok, untuk mengabdi bagi negara. Itulah catatanku tentang tiga perayaan Idul Fitri di berbagai tempat di dunia."





Dian Manginta - Cantik Selamanya

Klik gambar di atas untuk melihat kartu ucapan Hari Raya dari Dian Manginta.

Setelah sebulan berpuasa, akhirnya Lebaran tiba juga. Selama menjalankan puasa, kadang sesama teman kami bercanda, "mudah-mudahan Lebaran lewat rumah guwe". Becanda seperti itu karena belum baju baru... he he he :P



Lebaran, atau Hari Raya Idul Fitri 'kan memang disebut sebagai Hari Kemenangan. Kemenangan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Hari sukacita, maka di rumah-rumah disediakan hidangan istimewa yang khas. Kalau di Indonesia, umumnya ditandai dengan ketupat. Aku paling suka ketupat Lebaran. The taste is very rich.



Di hari Lebaran, teman-temanku umat Islam merayakannya juga dengan pakaian baru sebagai tanda kesukaan. Yah, ada juga yang gak pake baju baru karena kurang mampu. Tak apa, asal jangan kehilangan makna tentang indahnya sukacita karena menang melawan godaan hawa nafsu. Lalu, timbul dalam pikiranku untuk mengintip perayaan hari yang fitri ini ke negara-negara lain. Tentunya dengan surfing on the net. What lesson would I get? 




Yuk, kita ikuti catatanku tentang perayaan Lebaran di berbagai tempat di dunia:



1. Haroon Khan, Sebarkan Tradisi Di Perantauan

Pada tahun 1976, Haroon Khan pindah ke Kanada dari Pakistan, membawa serta ibu dan adik-adiknya. Sejak tiba di negara barunya, sang ibunda selalu setia mengadakan jamuan untuk acara silaturahmi merayakan Lebaran bersama teman-teman Khan. Jumlah mereka waktu itu kurang lebih 30-40 orang, dan semuanya berstatus single.

Sekarang Khan telah jadi agen penjualan perumahan sukses dan merupakan aktivis masyarakat yang punya reputasi baik di mata masyarakat Mississauga, Kanada. Bagi Haroon Khan, perayaan Lebaran tahun ini merupakan kali ke-33 yang dihadiri 450 orang, termasuk wakil rakyat setempat.  

Reputasi pribadi yang baik akan menarik simpati banyak orang.


Merayakan lebaran sebagai imigran

Haroon Khan merayakan Lebaran yang juga dihadiri  seorang wakil masyarakat setempat, Bonnie Crombie [21 September 2009].

Photo: metronews.ca




2. Hamilton Green, Untuk Menghargai Ramadhan

Adalah Hamilton Green yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Guyana, sebuah negara di kepulauan Karibia. Sekarang, Green malah menjadi walikota ibu kota negara, Georgetown.

Dalam sambutan publiknya dalam merayakan Idul Fitri, Walikota Green menyerukan agar momen pelaksanaan Idul Fitri dipergunakan sebagai masa rekonsiliasi sementara seluruh warga menjalankan keimanannya masing-masing.

Green berkata, “Hari ini adalah waktu yang penting, saat yang mempengaruhi setiap orang beriman untuk menjadi lebih baik, dan dengan demikian siap untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan kondisi Guyana. …Hanya dengan demikian kita dapat menempuh hidup bersama dalam kasih dan perdamaian sehingga bisa menjadikan Bulan Ramadhan bermakna.”

Sebanyak 7,3% populasi Guyana beragama Islam. Berbagai hari raya umat beragama, termasuk Islam baru diakui negara setelah era 1970-an.

Pengakuan selalu datang beriringan dengan tanggungjawab.


Merayakan lebaran sebagai imigran

Hamilton Green, Walikota Georgetown, Ibu Kota Guyana. Green berpesan agar setiap umat bersatu demi kemajuan negara, dan dengan demikian memberikan nilai lebih bagi Ramadhan. 

Photo: stabroeknews.com




3. Muslim China: Sambut Masa Depan

Sedari pagi masih menjelang [Senin, 21 September 2009], masyarakat Muslim China berkumpul merayakan Hari Raya Idul Fitri. Populasi warga beragama Islam banyak terdapat di wilayah-wilayah otonomi Xinjiang-Uygur dan Ningxia Hui.

Setelah Shalat Ied, masyarakat beretnis Uygur berkumpul di balai kota "International Grand Bazaar" di Ibukota provinsi Urumqi untuk bernyanyi dan menari bersama merayakan hari bahagia.  

Pada Juli 2009, provinsi tersebut diguncang kerusuhan massal, di mana pemerintah mengakui terdapat 197 korban tewas. Waktu itu tercatat 627 kendaraan dan 633 gedung hancur.  

Provinsi Xinjiang memiliki populasi 21 juta orang, lebih dari separuhnya merupakan penduduk Muslim yang berlatar belakang 10 kelompok etis berbeda, termasuk Uygur, Kirgiz, Kazak, dan Uzbek.

Di provinsi Ningxia Hui, perayaan Idul Fitri ditandai dengan sikap manis otoritas setempat yang mendatangi langsung penduduk untuk mengucapkan selamat.

Sedangkan di Beijing, sekitar 12 ribu anggota komunitas Muslim memenuhi Jalan Niujie yang berada di sebelah selatan kota tersebut. Mereka menghiasi jalan dengan bendera dan lentera merah. Masyarakat juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pameran sejarah, arsitek, peninggalan budaya, adat religius, serta deskripsi hubungan dengan dunia luar.

Seorang pengusaha restoran di Kota Urumqi menyatakan berita bahagia atas keuntungan bisnisnya yang melonjak dua kali lipat di saat masyarakat merayakan Lebaran. Katanya,  orang tidak ingin berlelah-lelah memasak meski tetap mau menyelenggarakan jamuan besar saat menghela perayaan.

Silaturahmi menguatkan harapan meraih keberhasilan bersama-sama.


Merayakan lebaran sebagai imigran

Musik dimainkan manakala masyarakat berkumpul dan menari merayakan Idul Fitri di Urumqi, Ibu Kota  Provinsi Otonomi Xinjiang Uygur [21 September 2009].

Photo: news.xinhuanet.com



*****


Perlu dibaca juga artikel menarik tentang hukum di Cantik Selamanya:








Yuk, gabung?


Sep 17, 2009

Sampaikan Kepada Yang Mudik Dengan Sepeda Motor

Cantik Selamanya.com

Dian Manginta - Cantik Selamanya


"Menjelang Hari Raya, aku membayangkan betapa luarbiasanya bila seluruh warga Indonesia cinta keamanan lalu lintas. Paling tidak, itu tandanya kita ingin jadi sejahtera bersama."





Menjelang Lebaran arus mudik pun ramai lagi. Dan seperti tahun lalu, ada banyak orang yang pulang kampung naik motor. Yang mengerikan, banyak yang pulang kampung naik motor bawa anak, sehingga satu motor ditunggangi lebih dari dua orang.

Waktu aku googling soal keamanan berkendaraan di Indonesia, ternyata hampir mustahil mendapatkan lansiran formal data kecelakaan dari pemerintah Indonesia. Jadi agak sulit untuk tahu berapa persis keluarga yang mudik dengan sepeda motor. Meski begitu, kita bisa melihat sendiri betapa banyaknya saudara/i yang sudah berangkat mudik dengan naik kendaraan roda dua.

Kita masih harus belajar untuk lebih memberi perhatian terhadap negara sendiri. Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menghilangkan nyawa si korban, namun membahayakan kesejahteraan keluarga yang bersangkutan.

Hasil perhitungan para ahli menunjukkan bahwa pada akhirnya jumlah total santunan yang diperoleh para korban akan lebih kecil daripada total beban kerugian. Ini antara lain terlihat dari tulisan H. Naci dari Universitas John Hopkins yang bertajuk "Distribution of road traffic deaths" [Februari 2009]. Repotnya, menurut Naci dan kawan-kawan, di seluruh dunia 51% korban tewas dan 59% cacat tubuh berasal dari kalangan usia produktif.

Mengapa Harus Egois?

Kompas [17 September 2009] dan media-media lain memberitakan pernyataan Center for Safety Riding Study [CERAS] tentang jumlah kecelakaan kecelakaan 2008 yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Pada 2008, 2.732 orang mengalami kecelakaan motor [633 tewas]. Di tahun sebelumnya, 2007, 3.784 orang mengalami kecelakan roda dua, dan 798 di antaranya kehilangan nyawa.

Meski dikatakan jumlah kecelakaan di dalam dua tahun di belakan menurun, tetap saja kita bisa melihat jumlah korban meninggal yang masih ratusan. Itu artinya dalam dua musim mudik saja, sebetulnya ada ribuan anggota keluarga yang turut jadi korban atas tewasnya mereka dalam kecelakaan motor roda dua. Aku kira, dampak kerugian kecelakaan motor tak bisa dibilang lebih kecil dari bahaya flu babi [lihat artikel tentang flu babi di Cantik Selamanya].

Paten - Keselamatan Berkendaraan motorKalau memperhatikan ulah para pengemudi motor di jalan-jalan di Jakarta, aku sebenernya gak kepingin berempati terhadap para pengemudi motor itu. Bayangkan, saat sebuah mobil berusaha untuk pindah jalur, sebuah sepeda motor bisa saja seenaknya memotong. Padahal, mobil tersebut sudah jauh-jauh memberi aba-aba dengan lampu sennya. Egois, dan sangat membahayakan.

Lain waktu, dalam kemacetan lalu lintas, sementara pengemudi mobil sedang berusaha mengendarai mobilnya dengan hati-hati, motor di belakangnya dengan penuh semangat membunyikan klaksonnya sehingga menimbulkan kebisingan. Barangkali mereka pikir dengan keberisikan yang mereka timbulkan itu, maka mobil di depannya dapat bergerak lebih cepat.

Itulah kalau tidak mengerti sopan santun di jalan raya.

Perhatikan Keluarga

Dengan bersopan santun di jalan raya dan di mana saja, akan tercipta keteraturan. Kita ini ‘kan bangsa yang lemah lembut dan penyabar, terapkan juga, dong, di jalanan dengan penuh kedisiplinan. Masa harus menunggu Pak Polisi datang baru bisa tenang?

Nah, kalau mau pulang kampung pake motor, mohon hati-hati. Apa lagi kalau bawa anak. Banyak kasus anak-anak kecil itu meninggal karena dehidrasi. Dehidrasi itu maksudnya kekurangan cairan. Kurang minum, gitu, loh.

Kemudian kasus lain adalah karena anaknya didudukkan didepan ayahnya yang mengemudikan mobil. Ketika tiba-tiba sang ayah harus terpaksa merem mendadak, anaknya bisa terlempar dari motor. Ngeri, 'kan? Kalau bawa anak, jangan didudukkan di depan pengemudi. Tapi di tengah-tengah orang dewasa yang bersama-sama naik motor itu. Biasanya ‘kan ayah dan ibu, ya? Lindungi keselamatan mereka karena mereka belum mampu melindungi diri sendiri.

Dian Manginta - Cantik SelamanyaJadi aku mohon, untuk para pemudik yang menggunakan sepeda motor, hati-hati di jalan, ya? Bukan saja harus mengenakan helm yang benar, tapi juga perhatikan kondisi penumpangnya. Helm yang benar itu bukan helm yang biasa dipakai pekerja di pabrik atau di lokasi pembangunan gedung/jalan, loh. Helm untuk bersepeda motor itu yang bulat menutupi seluruh kepala dengan lapisan sejenis mika untuk melindungi wajah [bukan cuma mata].

Dengarkan Saran WHO

WHO pernah mengedarkan satu tulisan berjudul "The state of road safety around the world" [lihat dokumen pdf-nya di sini]. Dari dalamnya kita bisa menarik pelajaran tentang keamanan berkendaraan, tentu saja termasuk bagi yang berkendaraan roda dua.

Ini yang aku catat dari sebagai pesan dari WHO di tulisan tersebut:
  • Kurangi kelajuan; Menaikkan kelajuan selalu berarti meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk yang mengorbankan para pejalan kaki. Tiap meningkatkan 5% rata-rata kelajuan maka sama artinya dengan menambah 20% kemungkinan terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan terjadinya kematian dan 10% cacat fisik.
  • Selalu gunakan Helm; Menggunakan helm akan mengurangi kemungkinan kematian sebanyak 40% dan 70% korban cacat fisik saat kecelakaan terjadi.

Kalau pembaca punya saudara, sahabat, tetangga, atau teman yang pulang kampung naik motor, mohon ingatkan mereka juga tentang hal-hal di atas. Jangan sampai nanti ikut merasa bersalah kalau benar terjadi kecelakaan terhadap mereka sedang kita gak menggunakan kesempatan untuk mengingatkan mereka agar berhati-hati. Selagi ada kesempatan untuk peduli, ya dilakukan. Kita semua ‘kan saudara sebangsa setanah air.

Jadi, selamat mudik dan hati-hati di jalan!



*****


[Untuk Facebook Users - Aku ikut Jakarta Defensive Driving Consulting, yang berisikan tips/trik defensive driving/riding. Kenapa nggak ikut juga ;?]

*****


Perlu dibaca juga artikel menarik tentang hukum di Cantik Selamanya:







  • Indonesia is great: so keep that idea safe by make your lives safe. And, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yak yiuk? ;)
Yuk, gabung?

Sep 16, 2009

Take Me Out Indonesia - Kejar Daku, Biar... [Kutinggal?]

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Dian Manginta - Cantik Selamanya


Ada sebuah tontonan televisi romantis yang belakangan menarik perhatianku di Indosiar, namanya "Take Me Out Indonesia". Sebuah ajang perjodohan yang dikemas menjadi pertunjukan apik dengan host si ganteng Choky Sitohang [lihat dia di Wikipedia].

...Ah, ya, gara-gara acara ini aku jadi kesengsem juga dengan si Choky. "Kesengsem" itu maksudnya tertarik. Suka, gitu, loh... Mm... sayang jauh lebih muda dan sudah ada yang punya... Eh, kok jadi ngelamun?...

Anyway. Acaranya memang jadi menarik karena cara si Choky membawakannya. Sepuluh orang perempuan cantik berjejer di panggung, masing-masing memiliki podiumnya sendiri. Sebuah tombol disediakan untuk mematikan lampu apabila mereka tidak tertarik pada sang lelaki yang muncul mencari jodohnya. Apabila banyak peminat, maka sang lelaki pun akan punya kesempatan mematikan lampu untuk mengeliminasi perempuan yang kurang menarik hatinya.

Yang suka nonton program ini pasti sudah hafal, 'kan, bagaimana jalan acaranya?

Mula-mula, setelah membuka acara, Choky yang di panggung dengan latar belakang para wanita cantik [begitu dia menyebut mereka], akan memanggil si lelaki untuk diperkenalkan kepada para perempuan pencari jodoh itu. Pada tahap pertama, sengaja hanya perkenalan umum saja. Berupa nama, umur, dan agama.

Para perempuan menilai dari pandangan pertama dan dipersilakan untuk memutuskan akan terus maju dalam babak berikutnya atau mundur. Apabila si perempuan tidak berminat, maka dia cukup mematikan lampunya saja.

Selanjutnya, untuk perempuan yang bertahan, Choky memberikan informasi tambahan tentang si lelaki. Maksudnya memberikan kesempatan supaya para lelaki bisa menambah nilai dirinya. Tapi apa yang dituturkan sini bisa-bisa malah mengurangi nilai "jual" si lelaki. Para perempuan pun dapat memilih untuk terus berkompetisi, atau mematikan lampu.

Apabila masih ada perempuan yang berminat, maka pada babak berikutnya adalah giliran si lelaki untuk mematikan lampu. Kalau cuma ada satu yang tersisa, ya itulah jodohnya. Kalau tidak ada yang tersisa, tentu saja si lelaki dipulangkan dengan kecewa.

Nah, babak inilah yang menarik bagiku, yaitu ketika si lelaki mendapat kesempatan memilih. Biasanya akan tersisa tiga atau dua sehingga si lelaki harus mengeliminasi kandidat yang ada sampai tinggal satu.

Looking for Some Challenges?

Beberapa kali aku melihat di mana yang lelaki mendapat kesempatan memilih satu di antara dua. Yang mana yang akan dipilihnya? Pada bagian ini, si lelaki diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada kedua kandidat perempuan. Tentunya, harapan kita adalah dengan menjawab pertanyaan tersebut, maka si lelaki akan dapat melihat mana yang lebih baik. Dan idealnya, tentulah pemenangnya adalah yang memenuhi semua keinginan si lelaki.

Misalnya, kalau dia sayang keluarganya, maka perempuan yang menunjukkan mampu mengerti perasaan si pria itulah yang akan dipilih. Itu yang aku pikir. Setidak-tidaknya, itulah yang aku dan pemirsa di rumahku, serta penonton di studio harapkan.

Namun yang terjadi kemudian, ternyata, setiap kali kesempatan itu tiba, hampir selalu saja si lelaki justru memilih perempuan yang sepertinya gak mau tauk dengan keinginannya! Wow...

Maka penonton rame-rame terkejut dan sang lelaki dengan bangga menjemput perempuan yang dipilihnya. Aku dengar, dalam salah satu episode yang kebetulan aku gak liat, si perempuan yang memang gak cocok itu langsung membatalkan penjajakan mereka saat masih di romantic room.

Kata si perempuan, “ini sebuah kesalahan!” Dear me.., oh...really? :P

Dian Manginta - Cantik SelamanyaKejutan ini cukup memancing minatku untuk mencoba mencari jawabannya. Bukankah kita tahu bahwa secara tradisional, bagiannya lelaki memang yang mengejar?

Dalam pengejaran, ada kebutuhan untuk bertualang di dalamnya. Kalau terlalu mudah untuk memilih, tentu sense petualangannya jadi kurang. Agaknya, karena perempuan yang satu keliatan lebih menantanglah makanya si lelaki justru memilih dia. Mungkin dalam khayalannya, sang pria berpikir akan dapat menaklukkan hati si perempuan pada akhirnya...?

Ah, lelaki... Ada-ada saja. Tapi, apa benar begitu?

Apa Yang Riset Katakan?

Adalah Daniel J. Kruger, Ph.D., seorang asisten profesor di Institut Riset Sosial, Universitas Michigan - yang meneliti tentang kebiasaan seseorang dalam menghadapi resiko. DR. Kruger yang seorang ahli psikologi evolusioner berpendapat bahwa laki-laki lebih banyak harus berjuang demi status sosial. Status sosial adalah lambang penguasaan segala sumberdaya, fisik maupun sosial.

Ilmu sosial mengajarkan bahwa di banyak sistem budaya, pria yang memiliki status sosial lebih baik akan menikmati lebih banyak kemudahan untuk mendapatkan pasangan. Kodrat perempuan yang harus mengandung dan memiliki anak memaksa para pria mengambil posisi sebagai penyuplai materi.

Dalam usaha menaikkan status sosial, seorang pria antara lain harus menghadapi resiko bersaing dengan pria lain dari dalam atau luar kelompoknya. Maka, tidak heran banyak muncul sinyalir bahwa rata-rata usia pria lebih pendek daripada perempuan. Karena faktanya mereka harus menghadapi lebih banyak resiko.

Sebetulnya, ada jenis resiko yang sama-sama dihadapi oleh perempuan dan lelaki demi menghadapi hidup langgeng dan berketurunan baik. Para ahli mengklasifikasikan jenis resiko antara lain saat:
  • hendak menguasai sumber alam [di alam modern namanya "uang"];
  • menghadapi persaingan sosial antar/intra grup;
  • menjaga kondisi badan;
  • dan mengembangkan kemungkinan mendapatkan pasangan.

Manusia: Selalu Mencari Keseimbangan

Untuk melihat kembali bagaimana manusia mengelola proporsionalitas resiko, maka DR. Kruger dan rekan-rekannya menguji sebanyak 1361 mahasiswa/i. Mereka terdiri dari 668 perempuan, 484 laki-laki. Studi ini dilakukan dalam dua gelombang yang sengaja dilakukan untuk mengurangi bias persepsi budaya. Hasil studinya dituliskan pada jurnal "Evolutionary Psychology" pada tahun 2006 lalu [lihat file pdf-nya di sini].

Para mahasiswa tadi diberikan suatu kuosioner untuk memperlihatkan rentang kesediaan masing-masing dalam mengambil tingkat resiko dalam berbagai jenis situasi tadi. Pertanyaan yang diberikan adalah untuk menggali keputusan mengambil pilihan di antara opsi yang ekstrim.

Contoh pilihan yang diberikan misalnya, rela bekerja di lingkungan berbahaya hingga mengganggu fertilitas demi mendapatkan uang lebih banyak [resiko demi menguasai sumber daya]. Atau membela teman saat mendapat keputusan boss yang tidak adil [persaingan internal].

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, terdapat kecenderungan mencolok bahwa jika seseorang berani menghadapi jenis resiko tertentu maka ia akan mengimbangi dengan sikap safe dalam situasi lainnya. Contohnya, mereka yang berani menjadi relawan kedokteran, akan bersikap setengah nekad saat diharuskan melabrak boss, dan malah tak akan mau sama sekali berjalan-jalan di kota yang asing.

Namun ada satu jenis kesimpulan yang tidak mengejutkan. Yaitu ternyata responden pria punya keberanian lebih tinggi untuk mengambil resiko dibandingkan kelompok perempuan. Dari penelitian DR. Kruger disimpulkan bahwa cowok cenderung lebih nekad dibandingkan cewek.

"Aman" Lalu Cari Tantangan Lain

Tiap Kamis, Dian Manginta Bicara CintaTadi aku katakan bahwa pada bagian akhir perjodohan di acara "Take Me Out Indonesia" seolah sering terungkapkan bahwa karena para peserta pria suka dengan tantangan, mereka jadi lebih tertarik menghadapi resiko. Hal ini ternyata memang masih sesuai dengan hasil penemuan DR. Kruger tadi.

Namun hasil riset DR. Kruger juga mengajarkan bahwa keberanian menghadapi challenges di suatu ragam masalah ternyata sering diimbangi dengan kebiasaan mencari aman di jenis situasi lain.

Nah, rasanya kita dapat mengambil dugaan bahwa para pria yang sudah bisa merasa aman dalam suatu rentang kebutuhan bisa cenderung suka mencari "tantangan" lain, termasuk dengan lawan jenis. Vice versa, perempuan pun begitu, meski bentuknya berbeda [baca "Ketika Perempuan Selingkuh" di Cantik Selamanya untuk melihat perbedaan persepsi di antara lelaki dan perempuan]. Karena konon, manusia selalu mencari keseimbangan.


Kesimpulannya, agaknya, karena para lelaki di panggung "Take Me Out Indonesia" itu sudah merasa safe dalam pekerjaannya, maka mereka memilih mengambil resiko untuk mendapatkan pasangannya.

What do you think? ;)




*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • What makes you feel safe? Isn't it the situation when you had felt not safe? Let us be thankful on that, then!"... Gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?