Apr 13, 2009

Cinta Fitri Season 3, Sudah Selesai Kemarin...

Lihat artikelku sebelumnya tentang Cinta Fitri
Aku bengong waktu sinetron Cinta Fitri selesai kemarin malam.

Fitri masih menjerit-jerit mau melahirkan.

Aldo tergeletak di hutan setelah dianiaya oleh temannya sendiri yang menginginkan istrinya.

Hadi sibuk dengan LBH.

Miska masih marah karena dicekik oleh Farrel setelah usahanya membunuh jabang bayi yang dikandung oleh Fitri ketahuan Farrel.

Mami baru saja kembali kepada Farrel setelah hatinya terluka oleh kekasaran Fais.

...Jadi serius mau dilanjutkan ke Season 4?

Wah, sinetron ini pastilah sudah memberikan keuntungan yang besar kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Mudah-mudahan sampai juga ke karyawan yang terkecil semacam office boys dan cleaning service, semua ketiban rezeki. Mana kutahu?

Tapi apa, ya, gak bosenin, nanti kalau ceritanya dipanjang-panjangin? 'Kan gampang ditebak.

Mestinya, nanti Fitri berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.
Aldo ditemukan oleh penduduk setempat yang lewat.
Hadi berhasil memenangkan perkaranya dan keluarganya selamat dari ancaman teror.
Miska ditangkap polisi karena percobaan pembunuhan.
Mami mengembalikan harta warisan Hutama kepada Farrel sesuai dengan surat wasiat papi.

...And Fais...

Hmmm... Mungkin bayinya Fitri meninggal? Kalau ya, pasti Miska masuk penjara. Tapi kalau bayinya Fitri selamat.. Mungkin Mami akan memohon kepada Farrel untuk tidak memenjarakan Miska demi Fais. Ibu-ibu 'kan suka begitu. Walau anaknya jahat gimana pun, tetap aja dia belain. Kasih ibu, gitu, loh!

Jadi ada banyak pilihan buat kelanjutan cerita Cinta Fitri ini. Hilman, si penulis naskah, mau pilih yang mana?

Lagi pula, cerita manusia, 'kan memang begitu. Gak habis-habis.

Kayak sinetron. Eh, dulu kita bilangnya "kayak telenovela".. Iya, 'kan? Sekarang, mungkin jadi "kayak Cinta Fitri".

Keren juga, dong, sekarang kita bisa pake produk lokal sebagai referensi... ;)

Aku, sih, bangga. Sinetron Cinta Fitri disukai juga di Singapura, loh. Lihat di facebook page-ku untuk preview situs yang aku temuin soal itu.

Bagaimana pun, Sinetron Cinta Fitri telah menunjukkan kualitas yang lebih baik dari sinetron lain yang bikin banyak orang jadi benci sinetron. Realistis. Meski ada beberapa hal yang harus diperbaiki, karena bagaimana pun setiap pelaku perfilman gak boleh melupakan unsur pendidikan demi mencerdaskan bangsa. Bukan "cuma" demi anak kecil, tetapi buat semua orang. Karena dalam belajar, we must count everybody. Gak seharusnya ada kata berhenti belajar.

Yang aku maksud bagian yang bisa dibagusin itu misalnya waktu Norman dipecat. Gak bisa begitu, dong. Kalau memang gak pingin kasih porsi yang banyak untuk adegan pemecatan, janganlah korbankan unsur pendidikannya. Yang cerdiklah. Mana ada orang dipecat dengan cara begitu? Mungkin ada, tetapi itu salah. Yang salah itu, kalau gak mau dibahas, jangan ditampilkan. Biar jangan diserap pemirsa, dan jadinya dianggap benar (it's a sensitive matter for us, labors). Gitu, loh, Mas Hilman. He he.. 'kan Hilman Hariwijaya yang penulis skenarionya, tokh?

Sekedar input aja, ya. Gak papa, 'kan? Soalnya, buat aku, penting sekali untuk hati-hati dalam hal ini. Karena walau di Jakarta dan mungkin beberapa kota lainnya sinetron dianggap sampah oleh beberapa orang, tetapi di lebih banyak tempat juga bagi begitu banyak penduduk Indonesia dianggap sebagai hiburan yang menyegarkan.

Lebih baik adegannya pemecatannya itu dihilangkan sekalian, diganti dengan adegan, misalnya, Norman keluar dari kamar boss dengan tampang suntuk lalu memberitahukan kepada seseorang bahwa dia baru dipecat. Karena dalam norma yang sebenarnya, perkara pecat memecat gak bisa sembarangan. Bisa panjang urusannya. Karyawan yang merasa dirugikan bisa ngadu ke Depnaker, kok. Dan Depnaker pasti menanggapi dengan memanggil pengusaha yang melakukan kesewenangan itu. Gitu.

Eh, nanti tauk-tauk aku jadi ngomongin masalah ketenagakerjaan lagi. This is for next time aja, ya.. :)

Intinya, kalau memang Cinta Fitri mau disambung lagi, mohon supaya lebih hati-hati. Masalah-masalah hukum yang ditampilkan hendaknya dikonsultasikan dengan ahlinya, sehingga tidak menyesatkan. Demikian juga masalah-masalah ketenagakerjaan, masalah-masalah kesehatan. Pokoknya harus lebih banyak riset, ya, Pak Hilman, ya?

Aku sangat mendukung hasil karya Hilman Hariwijaya ini. Aku nilai naskah Cinta Fitri hampir sempurna. Gak aneh-aneh lah. Gak kayak sinetron di jam sebelumnya. About that particular sinetron, I'd ask "how come someone can keep somebody's husband and the family cannot do anything"? Lebih aneh lagi, mantunya menyerahkan diri masuk ke sarang penyamun untuk merawat ayah mertuanya tanpa bisa dihubungi atau menghubungi keluarganya. Kok gak lapor polisi? Gak masuk akal, lah.

Nah, kalau Hilman mau lebih teliti lagi, aku yakin Cinta Fitri Season 4 bakal lebih baik dan bisa meraih Panasonic Award lagi yang banyak seperti kemarin. Tetapi at the same time, aku berharap bahwa sinetron yang lain pun dapat dipacu untuk meningkatkan kualitasnya menjadi tontonan yang bermutu dan membanggakan. Seperti Cinta Fitri.

Nice work, Hilman. It's so good, we can feel secure to say, "You could be better".


Yuk, gabung?