Mar 6, 2009

Keranjingan Sinetron Cinta Fitri

Kenapa aku suka 'Cinta Fitri' Sejak sinetron Cinta Fitri masuk season 3, aku jadi punya acara baru setiap malam mulai jam 8 (atau jam 8:30), terserah SCTV-nya karena jam tayangnya gak stabil gitu.

Cinta Fitri itu cerita tentang gadis desa yang menikah anak kota dari keluarga kaya. Mimpi kalee.. Tapi Cinta Fitri juga ada yang bahas di Wikipedia loh... :D

Aku sih gak ngikutin dari awal. Season 1 aku sama sekali gak ngikutin. Pas season 2, aku mulai perhatiin. Aku tertarik karena setiap kali sinetron itu on, ibuku pasti melarang kami ganti channel. Lalu dengan heran aku bilang, “Dasar emak-emak, hobby-nya nonton sinetron”.


Terus lama-lama aku notice juga kalo’ ipar aku juga suka nonton, walo’ gak seheboh ibuku. Dan karena terpaksa, aku jadi ikut-ikutan nonton sambil komentar “Hah! Apaan gitu?” atoTaela.. gak mungkin aja kali”, ato “dasar sinetron”, dan sebagainya.

Besok malemnya aku nonton lagi. Masih sambil menghina-hina.

Besok malemnya aku nonton lagi. Kali ini pake nanya dulu “...dah mulai, belum?”

Suatu ketika, karena missed the episode in the night before, begitu duduk di depan tivi, pertanyaan yang keluar dari mulutku adalah “dah gimana?” Yah!... Ketagihan gue.

Lalu cerita makin seru dan Lebaran tiba, Cinta Fitri Season 2 pun berakhir. Aneh sekali, bikin penasaran! Sejak itu aku menunggu-nunggu kapan Cinta Fitri Season 3 mulai ditayangkan!

Kataku kepada para penghuni rumah lain, “Ceritanya masuk akal, kok. Gue udah pernah ketemu orang gila kayak Mischa.” Dan, “Wajar ajalah kalau Fitri nggak berani ngadu ke Farrel. Dia kan takut dimarahin.”


Yang gak masuk akal adalah sikap Maya sebagai anak pertama, “Masak anak sulung begitu kelakuannya!” Sebagai anak sulung, aku merasa sikap Maya itu kurang bijaksana :( .

In conlusion, aku merasa Cinta Fitri masuk akal sehingga worth watching. Pantes ditonton.


Yang menarik dari sinetron ini adalah kesabaran penulis skenarionya. Karakter Mischa ditabrakkan dengan Fitri yang sebetulnya sama-sama punya latar belakang mellow. Bedanya, Mischa digambarkan pernah mengalami kesendirian menghadapi Jakarta, hidup sebagai pemulung. She fought alone, jadi gak gampang percaya sama orang.

Integritas Fitri juga disampaikan dengan absurb. Yaitu dia tidak memberitahukan rahasia besar Mischa yang berbohong soal kehamilannya, cuma lantaran sebuah janji. Sebetulnya, integritas baru bisa muncul jadi karakter setelah melewati tekanan-tekanan hidup. Semakin setia seseorang mempertahankan integritasnya, makin orang tersebut akan menerima pujian. Seseorang kalau makin bisa dipercaya, makin dipuji.

Cinta Fitri rada-rada berbau misterius khas Indonesia. Bukan horror norak atau drama gak keruan. Kebanyakan air mata, sih. Kayaknya cengeng banget, gitu. Tapi lumayan lah. Nonton sinetron di rumah bisa jadi rumus berhemat di jaman krisis. Menurut aku, this is the best Sinetron we currently have. Tapi.. aku jarang nonton sinetron, kok. Jadi, pendapat terakhir aku itu gak bisa di-quoted ;).

Pokoknya, aku suka nonton Cinta Fitri sampe-sampe aku tulis di statusku di Facebook-ku, di YM. Biasanya, di YM temen-temenku juga tektok, langsung ikut kabur nonton kalau aku ingetin udah jamnya Cinta Fitri main :).

Dan waktu ngumpul dengan teman-teman aku malam minggu kemarin, aku minta keluar cari makan malamnya abis Cinta Fitri aja. Jam 10! Biarin, ah. Mudah-mudahan restorannya masih buka. Memang buka, tapi tinggal sisa. Gara-gara Cinta Fitri. Nonton aja dulu... :)

1 comment:

  1. salam damai saya suka dengan tulisannnya http://nutrisibali.blogspot.com
    http://bramwijaya.blogspot.com

    ReplyDelete

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!