Apr 11, 2009

Aku Punya Anjing Kecil...

Anjing kecil aku namanya Welly, and Sophie-Emelie.. He he.. memang anjingku keren.. walaupun anjing campur, tapi mereka adalah anjing paling keren di dunia!

Kami bertiga foto bersama Welly itu ibunya Sophie-Emelie. Tapi aku jadi "ibu" mereka berdua. Sejak ada Welly aku jadi belajar bahwa anjing akan selalu menghormati ibunya sampai kapan pun. Tapi kalo' male dog, sih, teuteup aja ngawinin ibunya kalo' musim kawin tiba. Meskipun setelah itu dia akan kembali menjadi anak!

Sebenernya anjing aku sempet banyak juga. Tetapi ada yang mati, ada juga yang dikasihkan ke orang lain. Itu karena aku gak sterilkan Welly. Gak tega. Padahal harusnya kasian kalau dia jadi gak bebas main karena takut hamil, ya..?

Tapi sudah terlanjur. Welly sekarang umurnya lima tahun dan semua male dogs sudah disingkirkan dari rumah. Dengan berat hati we got to release the males go. Kecuali Jacko yang mati karena parvo.

Welly itu memang anggun, egaliter. Dia juga cerdas. Believe it or not, dia yang memilih aku dari sejak masih a little puppy yang cuma sebesar telapak tangan. Dia berusaha keras supaya dekat dengan aku dan tentu saja aku menyambutnya.

Kasian, sih. My mom gak suka ada anjing di rumah. Tetapi karena aku kasian sama Welly, maka aku diharuskan mengajak Welly tidur di kamarku. Gak masalah.

Kamarku lumayan besar, dan Welly kebetulan gak suka tidur di tempat tidur. Dia lebih suka tidur di kolong meja dekat tempat tidur aku. Tapi karena saat itu dia masih bayi, aku capek juga melatih dia supaya gak pipis sembarangan.

Dulu dia suka nangis kalau mau pipis malem-malem karena gak bisa keluar kamar. Sekarang dia sudah besar, bisa nahan pipis lebih lama. Tapi aku juga membiarkan pintu kamarku agak terbuka sedikit karena dia suka main-main dulu dengan Sophie sampai jam 3 pagi as long as there is somebody in the living room.

Welly Observes, Welly Understands
Setelah beberapa ekor bayinya mati, Welly belajar bahwa yang mati harus dikubur. Saat anak-anaknya mati, Welly memperhatikan kami menguburkan mereka. Suatu hari, ketika salah satu bayinya mati lagi, Welly menutupi si bayi dengan sedikit tanah dan daun kering yang digaruknya from our yard where we let her stayed when she labored. Aku kagum sekali! Marvelous...

Tadinya, hampir aja aku punya tiga anjing. Satu lagi Suzie, adiknya Sophie-Emelie. Tapi Suzie mati karena sakit dan aku terus aja merasa bersalah karena gak ambil cuti hari itu untuk merawat Suzie. Waktu Suzie mati, aku menungguinya bersama Welly. Sophie aku jauhkan karena dia baru sembuh dari sakit dan masih lemah. Mereka kena parvo.

Waktu akhirnya Suzie mati, aku gak bisa nangis saking sedihnya. Saat itu juga rasanya aku ingin ikut mati biar bisa terus merawat Suzie.. Sampai sekarang aku masih sedih kalau teringat Suzie.

Dan Welly mengerti how I love Suzie! Setelah Suzie mati, dia seperti mau menghibur aku dengan meniru perbuatan Suzie yang dulu aku suka seperti suka minta di-cuddled. Dulu Welly gak suka di-cuddled. Dia 'kan egaliter. Suzie juga suka difoto. Welly terus menghibur aku seolah tahu bahwa dia akan selalu menjadi pengganti Suzie bagiku. Sekarang, Welly pandai berpose.

Ketika Sophie menjadi "remaja", Welly jadi gak suka lagi dengannya. Padahal, Sophie yang tadinya adalah anak kesayangan Welly, lebih dari pada sayangnya kepada Suzie which was just a puppy.

Sophie itu memang Miss Adorable. Dia periang sekali dan suka merayu. Siapa aja yang gak suka dia, akan dirayunya sehingga jadi suka. She's so great. Tetapi karena Welly galak sekali kepadanya, Sophie jadi susah merayunya.

Aku juga sedih melihat Welly. Dia suka duduk saja melamun di dekatku, sambil waspada ngusir Sophie kalau mendekat ke aku. Eh, bukan duduk. Tapi tiduran dengan perut ke lantai. Welly selalu ada di dekatku.

Dengan sabar aku ajak Welly untuk ramah kepada Sophie. Karena Sophie memang maunya main, maka dia pun dengan gembira memanfaatkan usahaku itu untuk bermain dengan Welly. Akhirnya sekarang mereka jadi sering main bersama, walau Welly tetap lebih superior.

Welly gak suka aku pergi going out on Saturday. Dia selalu dengan sedih bersembunyi setiap kali aku keluar di hari Sabtu. Kalau hari lain, dengan senyumannya dia akan mengantarkan aku pergi di teras rumah. Dogs smile too, you know?

Kehadiran Welly, juga Sophie-Emelie, in my life, really, means so much to me. Mereka memberikan kasih sayang yang tulus yang gak bisa diganti dengan apa-apa.

Do We Belive in Love?
You know what? Kadang aku berharap bahwa mereka itu manusia sehingga bisa hidup lebih lama, dan bisa diajak jalan-jalan ke mall..

Di facebook, baru-baru ini aku bikin polling tentang cinta. Aku ingin tahu berapa banyak orang yang percaya pada true love. Tapi bukan true love dari anjing.. ha ha ha.. True love dari pasangannya, lah.

Lihat yuk, pollingnya?
Aku pingin riset bagaimana kecenderungan di masyarakat. Do they believe in love? Aku juga berharap ada comment-nya biar aku bisa coba untuk mengerti. Nanti hasilnya aku bisa share untuk menambah wawasan.


Biar tambah PeDe, 'kan?




Yuk, gabung?