Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care!


"Menggunakan uang itu mesti cerdik, karena rupanya seperti pisau tajam yang bisa memotong tapi juga mampu melukai." [Dian Manginta, tentang MANAJEMEN UANG]

Belakangan, aku pun mulai banyak menerima tawaran untuk membuka tabungan, di bank ini dan itu. Tawaran tiba terutama dari bank yang aku punya kartu kreditnya.
Mengingat selera belanjaku yang seperti orang kelaparan, rasanya aku memang harus menabung instead of using my bank account as a transit place only! Duit cuma mampir di rekening aku.. Cuma.. pingin, sih, ikutan nabung, tapi memilih bank yang sehat, gimana caranya?
Kebetulan, aku kenal seorang economist yang adalah an officier in a bank, namanya Romy Henry. Aku mengirimi dia sebuah e-mail untuk mewawancarainya dengan sejumlah pertanyaan seputar menabung dan memilih bank. Tentu saja, hasil wawancara itu juga untuk di-shared kepada pembaca Cantik Selamanya, dong. Biar makin PeDe, 'kan? ;)
Berikut hasil wawancaraku dengan Romy Henry, SE:
Apa itu "global crisis"?
Akhirnya, situasi ini menghasilkan dampak-dampak ekonomi yang tidak baik. Sebagai contoh: terjadi inflasi harga-harga kebutuhan yang tinggi, sektor produksi, [pertanian, industri, jasa, dan lainnya] mengalami kendala menurunnya permintaan baik dalam maupun luar negeri.
Secara sederhana krisis ekonomi digambarkan dengan tingkat harga yang tinggi, tingkat pendapatan yang cenderung stagnan bahkan menurun, ancaman meningkatnya pengangguran karena banyak usaha menjadi bangkrut, dan seterusnya. Sehingga krisis global dapat diartikan sebagai kondisi buruk perekonomian negara-negara yang terjadi secara luas menimpa hampir seluruh perekonomian di dunia.
Apa dampaknya bagi warga Indonesia?
Dari sisi produksi juga mengalami kendala baik dalam hal operasional - karena modal/biaya bunga yang tinggi, bahan baku makin sulit didapat - maupun dari sisi permintaan [makin menurun, baik lokal maupun ekspor].
Banyak bank yang mencari nasabah buat menabung. Mengapa kita harus menabung?
Arti lain adalah sebagai cara untuk menumpuk kekayaan atau mencari keuntungan. Menabung adalah suatu kegiatan yang positif. Menabung selain memberi keuntungan dari sisi finansial, juga memberi dampak memupuk kebiasaan yang baik. Seperti gaya hidup hemat, tertib, dan penuh perencanaan.
Bank akan memberikan banyak alternatif produk yang sifatnya menabung, antara lain produk tabungan, deposito berjangka, dan produk keuangan lainnya. Karena sifat bank adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya pada sektor produktif, maka menabung juga memberikan dampak baik pada perekonomian itu sendiri.
Bagaimana cara memilih bank?
- Cari referensi pribadi sebanyak-banyaknya; misalnya dari teman, saudara, atau kerabat kerja. Hal ini terutama dibutuhkan untuk mengetahui bank apa yang banyak digunakan oleh lingkungan terdekat kita. Suatu saat kita akan memerlukan akses ke bank-bank tersebut baik dalam hal transaksi [bisnis] atau kondisi darurat lainnya.
- Setelah itu, kita perlu mendapat informasi vital yang sebanyak-banyaknya tentang bank tersebut. Misalnya:
- pemiliknya [apakah swasta atau pemerintah],
- kapan berdirinya dan sejarah lainnya [misalnya pernah di-merger],
- jumlah/lokasi kantor cabangnya,
- fasilitas layanannya [ATM, fasilitas pembayaran publik seperti air, listrik, telephon, pajak],
- produk-produk simpanan dan kredit yang dimiliki,
- tingkat bunga yang ditawarkan [simpanan & kredit], dan seterusnya.
- Perhatikan kebutuhan kita akan bank tersebut. Berdasarkan informasi-informasi di atas, apakan bank tersebut cukup memenuhi kriteria yang kita butuhkan untuk memanfaatkan layanannya. Misalnya kita hanya memerlukan bank dalam kepentingan praktis saja, seperti membayar tagihan dan melakukan transfer uang, maka kita hanya membutuhkan bank yang menyediakan fasilitas pembayaran tagihan saja. Sedangkan untuk keperluan transfer, tiap bank dapat menjalankan transfer dana tersebut. Bedanya hanya dalam hal biaya transfer dan berapa lama proses transfer dijalankan.
- Satu hal sederhana yang tak kalah penting adalah pilihlah bank yang memberikan pelayanan yang baik, ramah, teratur serta memberikan penjelasan yang lengkap pada nasabah atau calon nasabahnya.
Apa tandanya bank sehat, aman?
Untuk bank yang belum go-public, laporan keuangan tersebut dapat diminta pada bank yang bersangkutan. Sayangnya sering kali bank menerapkan asumsi-asumsi pada laporan keuangannya sehingga kondisi riilnya tak jarang menjadi tersamar oleh laporan keuangan tersebut. Membaca review bank pada berbagai penerbitan juga dapat memberi informasi tentang kondisi suatu bank.
Tapi secara kasat mata pun sebenarnya kita dapat memperoleh gambaran tentang kondisi suatu bank. Misalnya dari tingkat suku bunga yang ditawarkan. Tingkat suku bunga tabungan yang tinggi menggambarkan bank tersebut membutuhkan dana yang besar untuk memenuhi rasio-rasio keuangannya.
Kita perlu cermat melihat hal ini, jangan mudah tergiur dgn tawaran bunga yang lebih tinggi atau program hadiah berupa tambahan bunga [dalam bentuk-bentuk yang bermacam-macam]. Hal ini umumnya untuk mengatasi batasan tingkat penjaminan simpanan oleh LPS [Lembaga Penjamin Simpanan].
Perhatikan juga apakan bank dalam operasionalnya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian bank secara maksimal? banyak bank yang memberikan kelonggaran/permakluman atas kekurangan dokumen atau mekanisme transaksi yang terjadi. Contohnya nama yang salah/tidak lengkap, tanda tangan yang tidak sesuai, dan seterusnya.
Bank yang sehat akan menjalankan bisnisnya dengan cara yang benar, tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Banyak yang menawarkan tabungan karena nasabahnya sudah menjadi pemegang kartu kredit, lalu ditawarkan kalau nabung di bank yang bersangkutan, gak akan dikenakan biaya tahunan. Apakah ini menguntungkan?
Kita mesti melihat juga ketentuan-ketentuan lain [terms and conditions], seperti berapa saldo mengendap/minimalnya. Ini biasanya agak tinggi, misalnya lebih besar dari Rp. 150.000,- , bea administrasi penutupan rekeningnya, bunga tabungannya [biasanya rendah sekali atau pakai prasyarat-prasyat pemberian bunga], dan seterusnya.
Tapi secara umum, kriteria tabungan yang menguntungkan adalah:
- Setoran awalnya tidak terlalu tinggi;
- Bea administrasinya tidak mahal, bahkan gratis;
- Bea layanannya juga masih rasional [bea transfer, RTGS, Bea ATM, dll];
- Saldo minimumnya tidak terlalu banyak [termasuk bea penutupannya] - ada fasilitas ATM dan jaringannya [ATM Bersama, ALTO, BCA];
- fleksible [bisa dipakai untuk pembayaran listrik, PAM, Telkom, artinya tergantung banknya juga punya fasilitas ini atau tidak;
- Bunga yang tak terlalu rendah amat [umumnya bunga tabungan memang tidak setinggi bunga deposito].
Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:
- Jamsostek - Waktunya Berasuransi? [Bagian II]
- Waktunya Berasuransi? [Bagian I]
- Uang, Belanja, Nabung
- Kompilasi "Tips Hemat" - Dari Berbagai Media Top
- Björk - Sukses, Tak Jadi Kacang Lupa Kulit
- Money cannot buy peace, but when spent wrecklessly, it can corrode your life. And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)