Aug 18, 2009

Björk - Sukses, Tak Jadi Kacang Lupa Kulit

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


"Orang Indonesia yang sukses, mesti belajar dari Björk. Yang tidak jadi 'Kacang Lupa Pada Kulitnya'."



Seperti Indonesia, Islandia [Iceland] pernah sangat jaya, bahkan mereka pernah jadi salah satu negara terkaya di dunia, berperingkat ke-20 pada tahun 2008. "World Fact Book" milik Central Intelligence Agency/CIA, Amerika Serikat, mencatat bahwa di Islandia tidak ada sama sekali penduduk yang miskin [!]. Mengandalkan sektor perikanan, Islandia memperkaya sumber pendapatannya melalui sektor teknologi informasi, bioteknologi, dan pariwisata.

Ekonomi Islandia, Kuat Namun Runtuh!

Dian Manginta Bicara KarirSebelum krisis ekonomi 2008, Islandia juga menjadi salah satu negara favorit sektor jasa perbankan dunia. Jasa perbankan yang sangat efesien, lewat pemanfaatan teknologi internet yang maksimum, melejitkan reputasi perbankan Islandia. Ini berkat David Oddsson, gubernur bank sentral yang sebelumnya pernah menjabat sebagai perdana menteri Islandia selama 13 (tiga belas) tahun. Suatu rekor terlama untuk durasi kedudukan jabatan perdana menteri di sana.

Islandia memang bukan negara besar, hanya berpenduduk sedikit lebih dari 300 ribu orang. Faktor kecilnya jumlah konsumen dalam negeri inilah yang menyebabkan mereka harus bergantung pada pasar luar negeri. Akhirnya, industri dan penduduk Islandia sangat bergantung pada pinjaman bank dalam valuta asing.

Seiring dengan datangnya krisis ekonomi dunia pada 2008, sektor perbankan Islandia yang sangat bergantung pada kestabilan nilai tukar mata uang Krona pun runtuh. IMF bahkan memperhitungkan bahwa pada 2009, ekonomi Islandia akan mengalami kontraksi hingga -9.6% mengikuti laju pertumbuhan minus pada tahun 2008 yang sebesar -3.5%.

Celakanya, tiga bank utama di Islandia runtuh pada awal tahun 2009. Dua dari tiga bank tersebut pada 2007 bahkan meminjam uang sembilan kali lebih besar dibandingkan nilai produksi negara tersebut. Situs majalah ekonomi terkenal The Economist mencatat bahwa IMF menyebutnya hal ini sebagai sejarah keruntuhan terbesar perbankan di dalam sejarah.

Karena dianggap beresiko tinggi, European Central Bank [ECB] dan Bank of England lantas menolak klaim-klaim perbankan Islandia. Dan Islandia pun terancam mengalami stagnansi ekonomi, ketidakmampuan melakukan transaksi, secara berkepanjangan.

Björk Ikut Turun Tangan

Cantik Selamanya - Belajar dari BjörkBjörk, bagi banyak orang, lebih dikenal dibandingkan negara asalnya Islandia. Publik di Indonesia pun mengenal musik Björk lewat siaran MTV. Misalnya single "Army Of Me" yang populer di era 1990-an.

Artis bernama lengkap Björk Guðmundsdóttir yang eksentrik ini sebetulnya bisa hidup nyaman di New York, Amerika Serikat, bersama partner-nya Matthew Barney. Namun, demi melihat gejolak ekonomi negara asalnya, Björk tidak tinggal diam.

Björk pun mengamit lembaga keuangan yang berdiri di Reykjavik Audur Capital. Dia bergerak untuk mendorong para investor untuk menyalurkan dana bagi usaha kecil-menengah [UKM] Islandia.

Hebatnya, Björk punya visi membangun industri teknologis sehingga Islandia nanti bisa tetap menjadi salah satu negara tertangguh di dunia. Di samping itu Björk menargetkan membantu UKM yang memiliki ciri sudah beroperasi dan menujukkan gejala ingin berkembang.

Audur sendiri memiliki mengusung ciri feminim dalam mengelola usaha penyaluran kapitalnya. Lembaga ini percaya bahwa setiap usaha harus mengedepankan sisi pengetahuan, pengembangan pengaruh [relationship, jalur informasi], emosi [inspirasi, mentor, support mental], dan keahlian pengelolaan keuangan.

Kristin Petursdottir dari Audur menyatakan bahwa sektor yang akan mendapat dukungan harus merefleksikan kepentingan Islandia dalam pengelolaan alam dan teknologi energi ramah-lingkungan.

Jangan Jadi Kacang Lupa Kulit

Sampai Maret lalu, usaha Björk membantu negara asalnya tercatat bukannya tanpa hasil. Dan ini harus menjadi catatan refleksi bagi kita orang Indonesia, untuk selalu berusaha membantu sesama orang Indonesia.

Dari Björk, kita belajar:
  • Semakin sukses kita, semakin besar pula kans untuk membantu sesama orang Indonesia;
  • Meski bukan kita yang menyebabkan kerusakan negara, itu bukan lantas bisa jadi alasan untuk cuci tangan, cari alasan untuk tidak terlibat dalam usaha perbaikan negara.


Begini catatan situs fashion majalah tersohor dunia, Vogue:

“The eccentric singer has teamed up with Reykjavik-based Audur Capital's drive to encourage investors to inject capital into Icelandic businesses. And it's working - the fund expects her involvement to boost its coffers to the tune of $16 million by the end of March.”.



Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







Yuk, gabung?