Jul 22, 2009

Menjaga Safety, Membantu Motivasi Baik (Iptek)

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya

Cantik Selamanya - Safety

Di Cantik Selamanya, aku giat mengajak pembaca untuk memperhatikan safety, baik di jalan, maupun di tempat kerja.

Safety, atau keselamatan, harus diperhatikan sebagai ukuran kualitas hidup kita. Masyarakat yang teratur, tertib, tentu menunjukkan adanya kualitas hidup yang baik di masyarakat itu. Dengan keteraturan itu kita membebaskan diri dari kesemrawutan, menjamin segala daya usaha dan investasi memiliki harapan akan menghasilkan keberhasilan lebih baik.

Ini sebenarnya salah satu filosofi dalam penataan kualitas keselamatan kerja yang spanduknya bisa kita lihat di lingkungan pabrik dan di mana ada pembangunan gedung atau pun jalan raya. For our own good.

Apa Sebenarnya Arti "Bahaya"?

Kita pasti pernah lihat slogan “UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA” yang tak lain adalah menghindari kecelakaan dalam bekerja. Tentu kita masih ingat kecelakaan putusnya gondola di beberapa gedung perkantoran di Jakarta. Bayangkan berapa orang pekerja yang kehilangan nyawanya karena kurangnya perhatian pada keselamatan kerja.

Dalam kasus gondola yang dipakai petugas cleaning service untuk membersihkan gedung yang lantainya banyak itu, misalnya, kecelakaan terjadi karena gondola yang tidak terawat dan alat perlindungan yang tidak dikenakan sesuai petunjuk.

Bagi yang bekerja di kantor, jangan dikira gak ada bahayanya. Posisi duduk yang gak ergonomis, misalnya, bisa mengakibatkan cedera dalam jangka panjang. Atau cara memindahkan barang seperti kardus berisi tumpukan folder yang salah juga dapat mengakibatkan cedera punggung.

Selain itu, bila di kantor kita tidak menggunakan tangga untuk mengambil barang dari tempat yang tinggi akan berbahaya, loh! Selain itu, seperti yang aku pernah share dalam topik safety, terus menerus bekerja tanpa jeda untuk beristirahat pun tidak baik untuk kesehatan [lihat kumpulan link di bawah].

So, apa itu "bahaya"? Ini artinya:

    Bahaya adalah segala sesuatu yang punya potensi memberikan kerugian dan kecelakaan. Bahaya adalah semua hal yang merugikan.

Dengan memperhatikan keselamatan kerja mau gak mau akan mendorong terbentuknya gaya hidup aman dan sehat, memaksa kita berpikir untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

Tapi, memang harus disadari, bahwa gaya hidup sehat dan aman masih belum jadi budaya di negeri kita ini. Kalau kebetulan kerja di tempat yang kurang memperhatikan masalah keselamatan kerja, tetaplah berusaha untuk menjaga kualitas hidup yang baik itu tanpa menyinggung yang lain. Hubungan kerja 'kan harus dijaga.

Gaya hidup sehat dan aman itu akan menghasilkan keteraturan dan akan meningkatkan kualitas kerja juga karena terbiasa untuk hidup berdisiplin. Disiplin yang enak [kenapa begitu? Baca terus].

Nah, Michael T. Rogan dan Eric R. Kandel dari Pusat Medik Universitas Columbia memberikan hint atau petunjuk supaya kita bisa melihat bahwa safety sebetulnya berbicara banyak untuk masalah kemauan belajar supaya bisa hidup lebih enak. Eric Kandel adalah pemenang Nobel Kedokteran tahun 2000.

Riset: Mengerti Bahaya Belum Tentu Tahu Safety 

Kedua peneliti tersebut menempatkan tikus laboratorium pada ruang kecil yang lantainya bisa diatur untuk menyengat listrik sewaktu-waktu bila ia membuat langkah kaki baru. Tikus percobaan ini diajar untuk mengerti bahwa bila ada lampu atau bunyi "bip", maka artinya lantai akan menyentrum bila ia melangkah.

Eric Kandel, Pemenang Nobel 2000
Photo: Wikipedia - Dian Manginta, Cantik Selamanya, www.cantikselamanya.com

Bisa ditebak, tikus yang dilatih akan memilih ruangan aman, yang memiliki petunjuk safety suara atau bunyi kalau dipaksa memilih dengan option tempat tanpa penanda bahaya. Sedangkan tikus yang tidak pernah dilatih pada kondisi sama akan bersikap ugal-ugalan, adventerous namun sembarangan. Si Tikus yang tak terlatih mengerti bahaya, tapi ia jadi resah.

Ternyata penelitiannya belum berhenti di situ.

Rogan dan Kandel menemukan bahwa tanda safety akan mengurangi aktivitas bagian otak yang mengaktifkan emosi [termasuk rasa takut]: amygdala. Otak kita bisa belajar tentang rasa aman.

Lagi-lagi penelitiannya tidak berhenti di sini.

Kedua periset juga menemukan bahwa tikus yang mengerti tanda bahaya akan mengaktifkan bagian otak yang disebut sebagai "caudoputamen". Area ini diketahui mempengaruhi kondisi motivasi dan rasa puas. Area otak yang membangkitkan motivasi dan puas akan aktif pada saat tikus merasa aman dan terlindungi. Kondisi-kondisi di amygdala dan caudoputamen ini tidak terjadi pada tikus yang terlatih sebagaimana disebutkan di atas.

Kesimpulannya? terdapat indikasi bahwa rasa aman (safe) akan  membantu kita hidup  dengan motivasi baik. Ini penting bagi kita yang insaf bahwa bahaya - apapun bentuknya - sebetulnya selalu mengintai sepanjang hidup kita.

Jadi, mau hidup dengan motivasi baik? Jaga kesehatan dan keselamatan kerja, dong..

Begini kata Michael Rogan:

“Our results show there’s more to the feeling of safety and security than the simple absence of danger. We have found that there is another part of the brain that is involved in calculating how much protection or shelter is in the environment. Shelter is something that is independent of the presence or absence of danger, and it contributes to a sense of well being.”

Feeling Safe and Secure? CUMC Scientists Find It’s All in the Caudoputamen



Perlu dibaca juga:





Yuk, gabung?