May 23, 2009

Pesawat Hercules Kita Jatuh (Lagi)

Jatuhnya Hercules C-130 di Magetan, Jawa Tengah, sangat dekat maknanya dengan kehidupan kita. Turut berduka cita atas 109 orang yang dilansir media telah tewas dalam kecelakaan ini. Pengorbanan mereka adalah harga yang mahal bagi kita supaya mau belajar lebih sungguh-sungguh tentang pentingnya arti safety. Dengan demikian, kita bisa jadi bangsa yang lebih beradab.


Awal minggu ini, kita mendengar kabar sedih tentang kecelakaan pesawat terbang. Yang bikin miris pesawat itu milik angkatan udara kita. Sebab setelah kabar kecelakaan yang mengerikan itu, sebuah ejekan yang pernah aku dengar beberapa tahun lalu, terdengar lagi di telingaku: "...jangan tembak pesawat militer Indonesia.. jatuh sendiri"

Di lain kesempatan, kebetulan I have a friend yang mantan tentara khusus di negaranya. Temenku itu pernah cerita bahwa dia sudah lihat pesawat militer Indonesia dan gak mau menerbangkannya. Mengerikan, katanya. Aku gak bisa kasih komentar apa-apa selain terdiam.

Biarpun temen tadi nggak bermaksud ngeledek, malu juga lah, aku. Gak juga bisa belagak kaget karena inget bahwa this is Indonesia. Liat aja toilet umumnya.. Jijay! Menjijikan, maksudnya.. Kalau bukan di gedung dengan manajemen premium yang baik, pasti kita harus pura-pura gak liat kalau toiletnya gak terawat. Kalau gak pura-pura, bisa muntah, kali!

Well, that is us. Itulah kita. That's how we take care our life. Iya, 'kan? Kita itu kan senengannya yang serba instant. Yang gampang aja. Kalau naik motor bisa nyelip, kenapa mesti nunggu mobil di depan belok? Selip aja. Mudah-mudahan gak ketabrak. Untuk mengurangi kemungkinan tabrakan, bunyikan klakson keras-keras... selengean.

Itulah kita.

Lihat catatannya di wall-blog Cantik SelamanyaTerus kalau naik mobil duduk di bangku belakang gak mau pake seatbelt. Katanya gak nyaman. Lagian gak harus. Biar Nurul Arifin bilang kapok gak pake seatbelt sejak mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu, tetep aja kita gak mau pake seatbelt. Gak bakal ditanyain polisi, kok.

Itulah kita.

Lalu, dari luar kita lihat mobil bagus mengkilat lewat, tiba-tiba jendela terbuka dan sampah melesat keluar. Wah, gak punya tempat sampah di dalam mobil terus jalanan dikorbanin.

Itulah kita. I'm not smiling for that.

Malu, gak? Sebenernya malu-maluin. Tapi memang kesadaran kita akan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang baik memang sangat rendah. Aku pikir skalanya 0 - 2. Very bad. Kita ini ancient banget. Manusia purba yang berada di kota modern. Jadinya kacau. Itulah kita.

Dan agaknya, keterbelakangan mental kita ini juga dimiliki oleh angkatan udara kita sehingga gak bisa memelihara perlengkapannya militernya sendiri. Lho, buktinya jatuh terus tanpa ada yang nembak..

Aku pikir, semuanya berpulang pada diri kita masing-masing. Kita ini, ya begini. Ancient. Seperti Tarzan masuk kota. Menurut aku, kalau kita masih gak mau pake seatbelt saat duduk di kursi tengah atau pun kursi belakang mobil, ya, kita juga gak perlu pura-pura peduli dengan pesawat yang jatuh itu.

I really am sorry, I cannot be nicer this time...

Aku harap kita bisa lebih maju!



Yuk, gabung?