Mar 18, 2009

...Ketika Wanita Menikah

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Minggu kemarin, aku baca satu short article yang muncul di dua milis kaum perempuan. Satu artikel yang di-share ke mana-mana karena isinya pasti menarik buat para perempuan.

Temanya apa lagi kalo' bukan soal relationship.

Artikel itu berisi analogi tentang seorang istri yang bosan pada suaminya. Ini karena kekurangan sang suami mulai gak bisa dia abaikan.

Singkat cerita, sang istri akhirnya memutuskan untuk mengatakan kepada suaminya bahwa ia ingin bercerai. Sang suami pun mencoba menahannya. Sang istri memutuskan untuk menguji cinta suaminya dengan memberikan pertanyaan, "...Apakah kamu akan mempertaruhkan nyawamu demi mengambil sekuntum bunga yang ada di jurang hanya karena aku menginginkannya?"

Sang suami tidak segera menjawab. Dan tentu saja sang istri merasa kecewa.

Keesokannya harinya jawaban tiba melalui sebuah surat yang diselipkan di bawah segelas susu yang dibuatkan oleh sang suami buat istrinya. Intinya, sang suami gak mau mempertaruhkan nyawanya untuk sang istri hanya demi menyenangkan hatinya.

Karena apa? Karena dia melihat banyak kekurangan sang istri. Dan karena itu, di kehidupan ini sang suami sedang mempersiapkan dirinya untuk mengimbangi kekurangan istrinya, yang antara lain suka menonton tv dan membaca buku dari dekat.

Katanya si suami mau siap-siap supaya kalo' nanti sudah tua, dia punya mata yang cukup sehat untuk membantu istrinya melihat dan membaca.

Sang istri menitikkan air mata dan mereka pun tak jadi bercerai. Happy ending, gitu, deh...

Kesimpulan sang penulis sederhana saja: cintailah pasanganmu.

Aku angkat alis. Memang ada, ya, yang menikah bukan karena cinta? Kok harus dihimbau? Hmm.. mungkin ada. Atau menikah tanpa cinta? Hmmm.. mungkin ada juga.

Serendah apapun alasan seorang perempuan untuk menikah, tetap aja dia sudah memutuskan untuk menikah dan mendapatkan honor to be with someone who will entrust his life to her, who will entrust his happiness to her.

Karena itu, seorang perempuan yang menikah itu seharusnya sadar, bahwa selain mendapatkan kehormatan untuk menjadi seorang istri, dia juga mendapatkan tanggungjawab untuk membahagiakan pria yang menjadi suaminya.

Sebab bagaimana pun, ketika seorang wanita menikah, dia menjadi lebih dihormati oleh lingkungannya sebagai wanita yang telah menikah.

Gak seperti wanita single yang kebanyakan waktu dalam hidupnya selalu ditanya, "kapan kawin?" Capek, deh.

Tapi menikah itu 'kan about making two lives become one. Dua pribadi yang bukan aja punya otak, tapi juga punya perasaan bersatu menjalani kehidupan dan selamanya akan selalu saling terkait. Bagaimana bisa hidup bersama kalau tanpa emosi?

Maka dua manusia yang bersatu ini harus belajar untuk mengendalikan emosinya dengan belajar memahami pasangannya. Belajar mencintainya. Sebab itu, menikah haruslah dengan cinta.

Ketika seorang wanita menikah, dia memberikan hak kepada seseorang yang menjadi suaminya itu untuk selama-lamanya menjadi satu-satunya orang yang berhak mencintainya. Tetapi juga dia mendapatkan seseorang yang berhak menerima cinta darinya. Seseorang yang akan merasakan bahagia bersamanya, seseorang yang akan membuat hidupnya berarti karena dimiliki dan memiliki.




Take and Give

1 comment:

  1. cerita yang bagus.. cuman belum mewakili arti sebuah hubungan, karena variasinya sangat banyak dan luas...

    cinta: ah yg ini absurd dah.. nggak bisa dibahas hanya bisa dirasakan...

    ada sedikit cerita ttg cinta:
    dari cerpen seorang penulis di eropa timur yg aku sadur secara bebas...

    di sebuah kerajaan ada seorang pangeran dan seorang putri cantik yang saling mencintai.. hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah...

    namun beberapa hari setelah pernikahan sang pangeran harus meninggalkannya karena tuntutan tugas bela negara di perbatasan yang cukup jauh dan berbatas laut... duh keindahan yang sempurna serasa tercerabut sia-sia... bak tumbuhan beranjak menghijau dan berujung kelopak warna bunga yang semestinya mulai mekar mewangi seakan tiba tiba terinjak olah hempasan kaki sang kala.. terbenam datar bersama tanah basah bercampur lumpur dan mati sia-sia..

    adakah para dedewa tidak lagi bisa hargai perasaan ini..
    haruskan dekapan dan pelukan hangat dan hari hari pesona penuh rajutan benang benang cinta asmara tinggal kenangan dan angan-angan berubah menjadi bayangan diantara dentingan pedang, darah mengalir dan jerit kesakitan...

    malam pun tiba, deburan ombak di kegelapan malam tanpa rembulan menghapus luka
    berganti rindu mencekap di dada.. akan kekasih yang tertinggal merana di istana..

    diambilnya sebuah cangkang kerang yang terdampar disela karang..
    terdengan rintihan nada kerinduan berbalut duka lara rasa kehilangan..

    dan goresan luka di dada akan takdir angan dan kenyataan....
    begitu mengerikan hidup ini.. seakan dedewa tidak pernah perduli.. ataukah mereka iri.. akan bersatunya dua hati..
    dan tak rela surga turun ke bumi..

    derai air mata beranak sungai lenyap berujung samudra..
    sumpah serampah dan umpatan berakhir dengan keniscahyaan dan putus sudah harapan...
    hari berlalu bercambuk rindu berdarah kekecewaan...
    dan senandung untaian perasaan dinyanyikan mewakili angan menembus pekatnya malam dan berharap kekasih hati memandang kosong dari jendela istana menanti kekasih pulang segera...

    dan perangpun berlalu...
    pulanglah sang pangeran mencari cintanya yang dulu..
    yang tertinggal sejenak terampas waktu...

    kekasihku.. adakah seseorang disana merampas hatiku.. hingga yang terasa tak seperti dulu...

    indah anganku besar harapku akan kehadiranmu..bahagia tak terkira karenamu disampingku.. kenapa ada sesuatu..

    dekapmu tak sehangat mentari pagi lagi..
    cumbuanmu tak lagi menggetar hati..
    tatapmu tak lagi menembus dan membelai diri...
    dan ketika kuserahkan tubuhku dengan sepenuh cinta angan dan nafsu tak lagi kudapati surga turun ke bumi....

    engkau bukan yang dulu lagi!!!!
    dengan siapakah engkau berbagi...!!!!
    adakah penantian ini tidak lagi berarti!!!!
    dan kau biarkan hati ini beku disaat harapan tumbuh berkembang setelah sekian lama mati suri!!!

    dan mereka terdiam.. dalam angan tuduhan dan kekecewaan..
    sementara mereka duduk bedampingan bertatap sinar rembulan dikala petang yang dulu begitu syahdu menembus hati kala bersentuhan....

    aku akan pergi..
    pergi jauh dan takkan kembali
    mencari sesuatu yang hilang yang kamu tanyakan tadi..

    tahukah kamu, aku tak pernah berbagi...
    kurindukan kamu dari hari demi hari..
    untuk bisa bersama kembali...
    anganku melayang menembus waktu dan gelapnya petang bersama jeritan hati..
    dan senandung rindu tercipta untukmu kekasih hati..

    sepanjang petang ku berdiri di pantai dan tak kubiarkan tidur merampasku akanmu...
    dan tak kukehendaki pagi datang mencuri anganku..
    kupeluk dinginnya karang berbasah ombak seakan hanya itu yang bisa wakili dirimu..
    kuteriakkan namamu bersama awan kuharap kamu tahu .. bila aku benar benar cinta kamu sayang kamu rindu kamu dan inginkanmu disampingku...
    setulus hatiku.. segenap jiwaku...

    sekarang kita disini bersama seperti yang kita harapkan...
    akan tetapi ada sesuatu yang lenyap senyap..
    dan malam tidak lagi mencekam penuh harap...
    dan kerinduan tak lagi menggores hati seperti yang terungkap...

    ijinkanku pergi...
    untuk bisa lagi merasakan kerinduan ini
    akan kekasih hati nan jauh menanti.. hari demi hariii...

    ijinkanku jauh darimu...
    agarku merasakan betapa berartinya dirimu...
    dan waktu berlalu dengan goresan rindu...
    untuk segera bertemu... untuk segera bertemu...
    dan akan aku bisikkan aku sayang kamu..
    dan berharap bisikku terdengar di telingamu...
    batapa hidupku ini hanya untukmu!

    hanya untukmu...!





    (ah, cerita konyol tentang cinta, kalo jelek yaaa mohon dimaklum saja yah! maklum aku udah lama nggak bicara dengan hati..)

    ReplyDelete

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!