Jun 29, 2009

Gossip.. Gossip.. Gossip...

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Gossip... Gossip... Gossip...
Pengalamanku menghadapi gossip di kantor sudah dimulai di awal karirku. Yah, kira-kira setelah hampir setahun bekerja.

Waktu itu, tiba-tiba ada seorang rekan yang menelepon, memberitahukan kabar buruk mengenai pekerjaanku. Tentu saja, itu gossip. Waktu itu aku pake logika aja dan rasanya berita yang disampaikan itu gak masuk akal. Tapi cukup bikin bete.

Berbagai gossip baik professional maupun pribadi kemudian terus datang silih berganti sampai aku capek sendiri menghadapinya. Sikap aku pun berubah, dari defensive, sampai kemudian akhirnya gak peduli.

Dian Manginta Bicara KarirLumayan juga, perjuanganku menghadapi itu semua. Tapi akhirnya aku jadi pakar juga dalam menghadapi gossip.

Profesional? Jangan Terlalu Cuek
Memang ada gossip yang gak usah dipikirin, tetapi ada juga gossip yang harus disikapi dengan membuat pernyataan. Karena orang cenderung percaya gossip sebagai kebenaran.

Kalau nama baik kita dirusak oleh gossip, agak repot juga. Dari pengalamanku, aku mengambil keputusan bahwa selama suatu gossip gak sampai ke kuping aku, ya gak masalah. Tapi kalau sudah sampai, maka itu artinya minta perhatian, lampu kuning.

Sebagai perempuan single, gossip mengenai relationship adalah adalah gangguan yang tidak mengenakkan, yaitu apabila gossip itu melibatkan istri orang. Paling repot kalau si istri adalah istri boss kita.

Dulu aku cuek saja karena memang gak merasa punya personal feeling terhadap any of my boss-ku. Tetapi sekarang aku belajar bahwa yang harusnya aku lakukan adalah mendekati the jealous wife sehingga dia mengerti bahwa aku gak punya niat apa-apa terhadap suaminya.

Seandainya dulu aku menyambut istri para mantan bossku sebagai teman, mungkin dia akan lebih mempercayaiku. Karena dulu aku "sok" professional sehingga enggan mendekatkan diri dengan sang istri, maka hubungan kerjaku dengan si boss pun jadi kurang baik karena tentu saja dia pun tak ingin istrinya cemburu terus.

Learning from this, kalau kita menghadapi masalah dengan istri rekan kerja yang cemburu (atau mungkin istrinya partner kerja kita), lebih baik adalah to make it clear that there is nothing between us. Bahwa the relationship is purely business, maka hal itu akan membuat sang istri lebih tenang, malah mungkin bisa jadi teman baik [which is much better]. Suami pun jadi lebih tenang bekerja dan tentu saja lebih respect karena we are friends with his wife.

Kesimpulannya? Gossip itu muncul karena kita punya rasa ingin tahu tentang sesama-which is normal. Yang paling penting adalah agar jangan sampai rasa ingin tahu itu berjalan serampangan, nyarasar ke sana ke sini.

Yang orang perlu tahu itu adalah kita hidup dengan niat baik :).


Perlu dibaca juga:





Yuk, gabung?