Feb 27, 2009

Cantik

I always am fighting to be happy. This is the first entry of this blog so it should be an introduction.. Kenalan dulu, 'kan?

Namaku Dian and I am 41 going 42 next September.

Meskipun aku sih berharapnya sudah menikah di sejak 10 tahun lalu, tapi aku bahagia, kok. Terbukti dari kecantikanku yang makin cantik setiap hari.

Eh, bukan ge er. Memang kenyataan, kok. Aku aja kagum. Nanti aku akan perlihatkan foto lamaku yang menunjukkan kejelekan aku di masa lalu. Silahkan bandingkan dengan betapa cantiknya aku sekarang ini.

Sekarang, aku sangat kagum bahwa setiap photo sessions yang aku bikin bersama sahabatku, pasti menghasilkan foto-foto yang lebih bagus dari sebelumnya. Jujur aku semangat untuk membuat yang lebih bagus lagi.

Ini semua berawal dari masa SMA dulu waktu kami mulai diperkenalkan dengan soft lens yang ditempel di kamera canggih punya teman-teman sekolahku. Aku sih sudah cukup puas pake instant camera milik sendiri yang gak bisa ditambahin asesoris apa-apa :p.

Nah, dengan adanya soft lens, lalu kami suka pergi ke tempat hiburan hanya untuk berfoto. Ke pantai Ancol, ke kebun teh Puncak, ke Bogor, macem-macem deh!

Kebanyakan fotoku dulu juelek sekali. Kadang-kadang sih lumayan dan itu biasanya kalo' aku mingkem. Gigiku memang jelek. Tapi aku yakin yang bikin hasil foto aku jelek itu bukan cuma muka aku yang terbatas, tapi karena aku gak Pe-De banget. Waktu itu, seolah ada yang bilang ke kuping aku "Dian jelek.. Dian jelek.. Dian jelek."

TAku selalu ingetin diriku, kalau aku cantik!entu saja aku berusaha keras mengatakan pada diriku sendiri "Dian cantik". Sampai suatu hari, setelah aku bekerja, lima tahun setelah lulus SMA, aku temukan plastic sticker yang bisa aku ketik sendiri dan aku menuliskan "Dian Cantik Sekali" lalu aku tempelkan di monitor aku. It was in 1993. Sejak itu aku berusaha untuk mempunyai foto diri yang bagus yang aku gak akan malu memandangnya.

Oh, aku pernah ke ruang kerja rekanku di kantor dan di dindingnya ada pin board tempat dia menempelkan berbagai kertas termasuk print out sebuah foto kami bersama beberapa teman lain. Waktu melihat foto itu.. aduuuuh.. aku malu sekali. Aku jelek banget!

Tapi harga diriku bilang let it be there.. Walaupun hati teriris-iris setiap kali memandangnya. Tapi, memang itu aku, kan? Aku yang dulu. Aku yang sekarang ya yang seperti ini. Cuantek..

1 comment:

  1. AURANYA KELUAR KALAU KITA PERCAYA DIRI YA MBAK..
    BOLEH JUGA DIPELAJARI.....

    ReplyDelete

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!