Mar 1, 2009

High Heels

Suatu hari aku pernah baca blog seseorang yang mencela abis pemakai high heel seperti aku. Katanya, perempuan pemakai high heel itu cuma nyiksa diri demi memikat hati kaum lelaki. Astaga! Such a low thought!

Tauk apa dia tentang my keenness with high heel?


Dia memang gak nunjuk ke aku langsung walau pun mungkin pernah liat aku yang wearing high heel almost all the time, karena kebetulan dia itu temennya adik bungsu aku. Tapi, bahkan tanpa maksud menunjuk ke aku, dia gak bisa menuduh seperti itu terhadap para pemakai sepatu tinggi.

Hello... Cantik itu adalah bagian dari kewanitaan, deh...

Siapa pun hendaknya memperhatikan penampilannya. Untuk lelaki misalnya, sebaiknya memotong rambutnya dengan baik. Sehingga seorang pria yang suka berambut gondrong tidak terlihat seperti Tarzan masuk kota yang gak punya sisir.

Aku tauk, kebanyakan lelaki Indonesia masih risih dengan being dandy. Takut dibilang kurang “laki”. Padahal kerapihan itu aja wajib, kok, di ketentaraan. Ada cermin di banyak area di lingkungan militer yang dilengkapi stiker bertulisan “Sudah Rapihkah Saya?”

Kerapihan diri itu menunjukkan bahwa kita menghormati diri kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan diri kita, begitulah orang akan memperlakukan kita.

Kalau kita sembarangan terhadap diri kita sendiri, maka orang pun akan sembarangan terhadap kita. Kalau kita berpakaian rapih, maka orang pun memandang kita sebagai orang yang berpakaian rapih, yang identik dengan kemapanan. Yang namanya mapan itu artinya dewasa.

Demikian juga dengan my high heels. Sepatu tinggi aku membuat penampilanku menjadi rapih. Aku jadi merasa dan terlihat lebih anggun dengan sepatu tinggi. I truly enjoy it.

Lalu bagaimana kita membawa diri memilih pakaian yang pantas dipadu dengan those high heels, dan tentu saja penataan rambut serta make up. Jadilah seorang wanita membentuk impresi sesuai apa yang dia inginkan saat orang memandangnya. Di dunia ini, semuanya perlu dikerjakan. Termasuk penampilan bagus.

Gak semata-mata karena pake high heel, rok mini, lalu si perempuan itu sedang memancing syahwat. That is shallow, girl...

...Or you are just being lazy?

No comments:

Post a Comment

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!