Mar 1, 2009

Make Me Over, Dokter Gigi

Sebenernya aku sedih setiap kali dibilang jelek, atau cuma dilirik sebelah mata oleh orang-orang yang menganggap aku kurang cantik.

Aku senang berteman dan berharap suatu hari semua orang sedunia jadi temanku. Tapi, kok, kayaknya gak semua orang mau jadi teman aku, ya? Apa karena aku jelek?

Lihat di Wikipedia tentang braces alias behelCuma sedikiiiit sekali orang yang bilang bahwa aku gak jelek-jelek amat dan bahwa masalahku ada di gigiku yang jelek itu. Seorang teman ku di kampus dulu bilang kalo’ aku pake behel, pasti bisa jadi maniiiis sekali. Teman itu bilang dia tauk orang yang pernah pake behel dan menjadi maniiiiis sekali setelah selesai perawatan. Tapi dia gak pernah tauk kalo’ aku juga kepengen jadi cantik dan mau do the make over to improve my look. Aku simpan baik-baik di dalam hati dan berjanji suatu hari nanti aku pake behel. Bagaimana juga aku termotivasi dengan ucapannya.

Juga ucapan adikku yang perempuan, waktu kami masih kecil dulu. Dengan gaya seriusnya dia bilang, "sebenernya you are beautiful". Hmm.. Cuma dia yang bilang sebenernya aku cantik, and she’s a painter so she knows about human anatomy real well. I trust her judgement. Dan aku bertekad untuk membuktikan bahwa omongannya itu benar.

Dulu, aku gak berani tertawa lebar. Musti mingkem. Takut bikin orang berhenti ketawa karena tiba-tiba wajah manisku berubah jadi jelek. Kalo’ kegelian aku tutup muka, tepatnya tutup mulut dengan tanganku.. Atau tertawa dengan bibir tertutup sampe merah tuh muka. Susah, deh. Dan aku paling ngeri ngeliat foto wajahku dari samping. I really did not like it.. Males banget ngeliatnya.

Setelah beberapa tahun bekerja, aku bertemu dengan dokter gigi yang hebat.


Namanya Drg. Ferry yang praktek di Miracle Clinique di Wisma BCA, Jl. Jend. Sudirman. Kata teman aku yang pernah dateng ke tempat prakteknya di rumah, yang ngantri banyak sekali. Dia memang hebat.

Tapi sampe tiga tahun dia gak mau nyerah juga mengutak-atik gigiku. Dia maunya perfect. Aku yang nyerah, bosan bolak-balik. Hehe. Jadilah gigiku seperti sekarang, rapihnya tanggung :p. Seandainya aku nurut, pasti akan lebih bagus lagi.

Tapi at least now I can smile freely tanpa harus tutup muka...

Waktu baru copot behel, aku rajin memperhatikan foto-fotoku yang dari samping. Rasanya gak percaya I could look better.. Lumayan..



4 comments:

  1. Mba Dian,
    I was never aware of you wearing "behel" (braces?) or may be I don't remember :o)

    What you wrote are daring & honest testimonies of how you look at yourself, your surroundings and how you see people perceived you. You're not afraid of exposing yourself to be vunerable infront of everyone. Thanks for sharing the insights through your writing. Keep up the good work! Cheers -Ellya

    ReplyDelete
  2. eh, boleh dong di-posting-in foto before and after braces, biar bisa dilihat sebelum dan sesudah pake kawat gigi. Semoga bisa memberikan motivasi bagi kaum "behelista" (kaum pengguna kawat gigi)

    :-)

    http://ummul-orthodonti.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Sayang ga ada foto pas sebelum pake behel mba,,jd penasarankan pembaca 'mang sebelumnya gimana sih kalo tampak samping',,he..he.. lam kenal aja

    ReplyDelete
  4. iya bener.. pejeng before and afternya mbak..hehehe... ^_^

    ReplyDelete

Kasih komentar, ya, supaya aku punya input yang bisa aku kembangkan untuk artikel aku selanjutnya. Menambah wawasan aku juga, kan? Terima kasih sebelumnya, loh!