May 14, 2009

Laptop untuk Belajar yang Lebih Efektif

I love digital thingy!

Sewaktu meminta tolong IT staff untuk membantu aku setting 3G connection di notebook baryuku, rekan kerjaku di kantor itu menyampaikan idenya, "buat anak, bagus, nih. Buat sekolah. Pengganti buku catetan."

Dia shared bayangannya bagaimana nanti anaknya gak perlu bawa banyak buku. Malah kalau bisa textbook-nya juga e-book. Tinggal PR-nya aja yang tulisan tangan.

Kami pun teringat masa sekolah kami dulu. Bagamana dulu kami me-managed buku catatan kami. Dia bilang, dia fotokopi buku catatan temannya lalu ditempel di buku catatannya. Waktu diprotes oleh gurunya, dia malah tanya apa catatannya kurang lengkap. Gurunya nyerah. :P

Wah, aku gak kepikiran yang seperti itu. Sikapku lebih parah. Simply letting it not complete! Entah kenapa, kok, aku lolos dari setrapan guru, ya? Lupa.

Tapi aku ingat adik-adikku aku yang memang jauh lebih rajin dari aku. Bahkan pernah mengambil bekas buku catatanku untuk dipelajari. Salah seorang dari mereka bilang dia terperangah karena menemukan cuma beberapa lembar pertama aja yang ada catatannya kemudian disusul beberapa lembar kosong, lalu disusul lagi berlembar-lembar berisi puisi, lalu gambar-gambar muka orang...

Padahal kadang-kadang aku masih jadi juara kelas juga...Ha ha ha! Bukan hasil nyontek, loh... Tapi hasil belajar... Karena kalau butuh catetan, aku pinjam catetan teman, bikin fotokopinya dan belajar dari situ! Harusnya aku tempel juga di buku aku seperti yang dilakukan rekanku yang IT staff itu, ya?! Hmmm... :P

Kemudian, sekretaris di kantorku juga melihat notebook-ku dan dia tertarik sekali. Soalnya, dia juga sedang mengambil kuliah malam sepulang kerja. Saat ini dia pake laptop lama. Berat, katanya. Jadinya aku sibuk mempromosikan notebook Hewlett Packard yang canggih itu. Bukan promosilah. Pamer, tepatnya. Bagus, sih.

Lalu aku teringat film "Legally Blonde", dalam adegan si blondie Elle Woods masuk kuliah. Dia pake laptop. Anak sekolah sekarang kayaknya memang sudah pake laptop, ya?

Jaman aku sekolah dulu, boro-boro laptop. Yang ada pelajaran mengetik. Eh, tetapi aku bersyukur dulu kebagian kelas mengetik, loh, karena aku jadi bisa mengetik sepuluh jari dan menghemat banyak waktu saat mengetik laporan dan karanganku baik untuk newsletter di kantor, maupun untuk blog pribadiku!

Jangan anggap remeh pelajaran mengetik, loh. Apalagi sekarang sudah ada notebook merek bagus dengan harga relatif murah seperti punyaku! Kalo’ ngetiknya masih sebelas jari, kayaknya norak, deh... Biarlah yang norak itu yang tua-tua saja.

Untuk yang muda-muda, belajar mengetiklah kalian, sebab besar manfaatnya. Antara lain, bisa ngetik tanpa melototin keyboard sementara mendengarkan Pak atau Bu Guru menyampaikan pelajarannya. Bisa menyimak dengan lebih baik...



Yuk, gabung?