Jan 21, 2010

Analisis: Boss Berkharisma di Indonesia


Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya











Thomas Carlyle [04 Desember 1795 – 05 Februari 1881], sejarawan Skotlandia di era Victoria, pernah berkata, "Sejarah manusia sebetulnya hanya terdiri dari kumpulan biografi [para pemimpin].". Carlyle sangat percaya bahwa takdir jutaan, milyaran manusia berada di tangan beberapa orang pemimpin besar saja. Rakyat kecil akan terus berkembang jumlahnya dan sepanjang masa mereka akan tetap punya nilai hidup lebih rendah dibanding "Para Pembesar".

Begitulah kira-kira yang dimaksud dengan kharisma: ciri kemampuan yang dimiliki sedikit jumlah orang untuk menggerakkan sebagian besar orang.

Tentu saja pendapat Carlyle mendapat tentangan besar. Pasalnya antara lain adalah berbagai bencana dan masalah datang kian besar, dalam ukuran yang mengkerdilkan kekuatan para pembesar manapun.

Pemanasan global, gempa bumi, dan tsunami, datang bukan sebagai senjata perang namun mereka sudah memusnahka harapan hidup jutaan juta manusia. Seluruh dunia tahu bahwa pemimpin besar manapun sekarang tak akan mampu menghadang datangnya mega-disaster yang telah jadi pengalaman nyata di seluruh muka Bumi.

Di bidang pemerintahan, China jadi contoh yang mengejutkan karena makin meninggalkan ketaatan pada satu orang pimpinan dan beralih pada ide-ide mencapai kemakmuran bersama. Rasanya, kita tak akan melihat lagi lahirnya tokoh sekuat Sun Yat Sen, Deng Xiaoping, apalagi Mao Zedong, hadir di China karena fungsi mereka digantikan oleh kepemimpinan kumulatif begitu banyak orang.

Pertanyaannya, masihkah kita layak percaya pada karisma satu atau dua orang boss saja? Apakah hingga sekarang kita pantas menganggap bahwa pemimpin hanya bisa berasal dari satu kalangan saja?

Baca seterusnya




Edisi "Boss"

Juga:

 

 

 






Yuk, gabung?