Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Resolusi 2012


Banyak yang sudah kita lewati sepanjang hidup kita hingga kini kita memasuki tahun 2012. Bagiku, sejak kelahiranku di tahun 1967, aku sudah melewati lebih dari 44 tahun perjalanan kehidupan menjadi "somebody".

Akhir tahun adalah waktu pilihanku untuk melakukan refleksi, berkaca pada yang telah lalu, mengucap syukur untuk semua yang baik dan yang tidak baik yang sudah kualami. Karena kebiasaanku untuk selalu bersikap positif, maka aku juga selalu berusaha untuk melihat kebaikan apa yang aku peroleh dari peristiwa kurang atau tidak baik yang aku alami. Sederhananya, semua yang telah kita hadapi mendewasakan, atau mungkin lebih tepat dikatakan mematangkan diri. Kematangan diri membuat kita lebih tenang dalam bersikap, lebih mudah untuk bermawas diri, lebih mudah untuk mencoba mengerti.

Suatu ketika di tahun 2011, aku menghadiri sebuah acara peluncuran buku kumpulan puisi dari dua perempuan pendekar puisi yang telah sekian lama tak berpuisi. Kini mereka kembali dan agaknya mengejutkan bagi rekan mereka yang lebih muda ketika sang rekan membaca puisi baru mereka yang terasa lebih lembek. Tidak gagah. Sang rekan begitu gregetan sehingga menambahkan satu kata diakhir puisi yang dibacakannya sebagai bentuk koreksi yang dirasanya perlu.

Tentu saja, kedua pendekar puisi punya alasan dengan nada puisinya yang lebih lunak itu. Lebih perempuan. Bahwa semangat mereka tetap sama seperti muda dulu. Kepedulian mereka pun tak berubah. Namun, perjalanan waktu, pengalaman hidup yang dilewatilah yang mengajarkan kepada mereka untuk menjadi lebih lembut, lebih mau mengerti dan karenanya jadi seoleh lebih lembek.

Padahal tidak demikian. Setiap orang yang mengalami kematangan pada akhirnya akan mengambil kesimpulan tentang kehidupan ini. Bahwa kompleksnya kehidupanlah yang menimbulkan nuansa yang mengundang kritik dan protes. Lalu, karena kita, bangsa Indonesia, adalah bangsa yang religious, bangsa yang mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka penyerahan diri kepadaNYA adalah pilihan wajar yang sesungguhnnya memiliki tanggungjawab yang besar. Itu bukan lembek.

Mencoba untuk mengerti, mau memahami, kemudian berempati, ditambahkan dengan keyakinan bahwa TUHAN tidak tidak tidur, akhirnya melembutkan kita. Itu adalah tanda cinta. Cinta itu kuat. Hanya orang yang kuatlah yang mampu mencinta. Misalnya mencintai kehidupan.

Mencintai kehidupan adalah menyadari kekurangannya dan dengan sabar berjuang untuk menjadikan kehidupan itu lebih baik. Cinta memberi kita keyakinan bahwa kita berharga, dan bahwa kita mampu memberi yang terbaik.

Maka, resolusi 2012 ku adalah to give more smile to the world and encourage people that we can do better things if we believe. Kita harus percaya, bahwa kita bisa. Ada TUHAN beserta kita.

Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...