Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Google Trends: Di Jakarta "Porno" Lebih Dicari Dibanding "Jackson"

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Klik gambar ini untuk melihat artikelku 'Gairah Perempuan'
  • Klik gambar di samping untuk membaca artikelku "Gairah Perempuan" di Cantik Selamanya. Di situ, aku menyampaikan bahwa pornografi adalah kebohongan, bahkan untuk pasangan sah...

SITUS Kompas pernah memuat pengakuan Pemerintah kita tentang sulitnya memblokir situs porno. Dari hampir seratus sepuluh juta situs, 40 persennya memuat konten pornografi.

Tidak hanya merusak mental bagi remaja dan kaum muda, situs porno pun mulai diketahui bisa mengundang kehancuran kelanggengan pasangan suami-istri. Situs porno adalah wabah baru penyakit pernikahan pengundang perceraian.

Disiarkan dari Australia, situs "Sidney Morning Herald" pernah mencatat pernyataan mantan Kepala Akademi Pengacara Pernikahan Amerika, J.Lindsey Short, bahwa pernikahan kian sering hancur oleh kebiasaan mengakses pornografi.

Meski tidak menimbulkan gejala fisik seperti pada kecanduan obat-obatan, misalnya, gangguan mental yang disebabkan oleh kecanduan pornografi bukannya tidak sebanding dengan bahaya narkoba. Seperti kecanduan narkoba atau rokok, sang pria (atau perempuan) akan mulai menghabiskan waktu lebih banyak untuk menjelajah, mencari sensasi di situs porno. Harga diri seseorang akan rusak, merasa bahwa ketertarikan pasangannya pada situs porno tak ubahnya seperti perselingkuhan. 

Potensi Bahaya Porno Lewat Internet di Indonesia? Tidak Kecil




Dari layanan penayangan perhitungan jumlah hit oleh Google, kata "porno" lebih banyak dicari warga Jakarta dibandingkan "Jackson" bahkan pada saat berita kematian "King Of Pop" mengguncang dunia". Garis merah pada gambar screenshot di atas menunjukkan tingkat frekuensi pencarian kata "porno", sedangkan pita biru adalah untuk "jackson". Screenshot ini diambil pada 02 Juli 2009.

Sebelumnya, dikabarkan Google, CNN dan situs lainnya mengalami gangguan akibat lonjakkan banyaknya orang yang ingin mencari tahu kabar kebenaran kematian Si Raja Pop [lihat "Jackson dies, almost takes Internet with him"]. Jutaan orang di seluruh dunia pada saat yang sama mencari informasi lewat internet karena ingin menyelidiki kebenaran kabar duka tadi.

Klik gambar grafik di atas, untuk melihat langsung bagaimana Google merekam frekuensi kata "porno" dicari di Indonesia.

Kita sekarang bisa melihat bahwa ancaman pornografi sesungguhnya ada. Meskipun pencarian kata "porno" tidak serta-merta menunjuk pada kegiatan mencari situs porno, namun kita bisa melihat indikasi jelas ke arah tersebut.

Tsunami Bencana Materi Porno di Internet

Brett McCann, seorang dosen senior bidang ilmu kesehatan sexual di Universitas Sidney mengatakan bahwa potensi kerugian dari kecanduan materi porno di internet sangat besar, dan cenderung tidak terdeteksi. Dan manakala bahaya kecanduan pada hal porno bermunculan, biasanya ditandai dengan krisis hubungan.

Bilamana hubungan tetap dilangsungkan pada saat kecanduan hal-hal porno tetap hidup, perempuan kerap cuma jadi korban. Ini terutama akibat penyimpangan yang terjadi pada sang laki-laki, hingga ia tega meminta sampai hal-hal mengerikan untuk dilakukkan oleh pasangannya demi mengikuti "anjuran" tayangan porno.

Pada dasarnya materi porno, pastinya termasuk dalam media internet, cuma akan merendahkan martabat dan menghancurkan jiwa.

Begini catatan Sidney Morning Herald [26 Mei 2007]:

"It may not be strictly addictive but for a silent minority, internet pornography has brought anguish, shame and broken hearts.." .

How porn is wrecking relationships


Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...