Jul 2, 2009

Google Trends: Di Jakarta "Porno" Lebih Dicari Dibanding "Jackson"

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Klik gambar ini untuk melihat artikelku 'Gairah Perempuan'
  • Klik gambar di samping untuk membaca artikelku "Gairah Perempuan" di Cantik Selamanya. Di situ, aku menyampaikan bahwa pornografi adalah kebohongan, bahkan untuk pasangan sah...

SITUS Kompas pernah memuat pengakuan Pemerintah kita tentang sulitnya memblokir situs porno. Dari hampir seratus sepuluh juta situs, 40 persennya memuat konten pornografi.

Tidak hanya merusak mental bagi remaja dan kaum muda, situs porno pun mulai diketahui bisa mengundang kehancuran kelanggengan pasangan suami-istri. Situs porno adalah wabah baru penyakit pernikahan pengundang perceraian.

Disiarkan dari Australia, situs "Sidney Morning Herald" pernah mencatat pernyataan mantan Kepala Akademi Pengacara Pernikahan Amerika, J.Lindsey Short, bahwa pernikahan kian sering hancur oleh kebiasaan mengakses pornografi.

Meski tidak menimbulkan gejala fisik seperti pada kecanduan obat-obatan, misalnya, gangguan mental yang disebabkan oleh kecanduan pornografi bukannya tidak sebanding dengan bahaya narkoba. Seperti kecanduan narkoba atau rokok, sang pria (atau perempuan) akan mulai menghabiskan waktu lebih banyak untuk menjelajah, mencari sensasi di situs porno. Harga diri seseorang akan rusak, merasa bahwa ketertarikan pasangannya pada situs porno tak ubahnya seperti perselingkuhan. 

Potensi Bahaya Porno Lewat Internet di Indonesia? Tidak Kecil




Dari layanan penayangan perhitungan jumlah hit oleh Google, kata "porno" lebih banyak dicari warga Jakarta dibandingkan "Jackson" bahkan pada saat berita kematian "King Of Pop" mengguncang dunia". Garis merah pada gambar screenshot di atas menunjukkan tingkat frekuensi pencarian kata "porno", sedangkan pita biru adalah untuk "jackson". Screenshot ini diambil pada 02 Juli 2009.

Sebelumnya, dikabarkan Google, CNN dan situs lainnya mengalami gangguan akibat lonjakkan banyaknya orang yang ingin mencari tahu kabar kebenaran kematian Si Raja Pop [lihat "Jackson dies, almost takes Internet with him"]. Jutaan orang di seluruh dunia pada saat yang sama mencari informasi lewat internet karena ingin menyelidiki kebenaran kabar duka tadi.

Klik gambar grafik di atas, untuk melihat langsung bagaimana Google merekam frekuensi kata "porno" dicari di Indonesia.

Kita sekarang bisa melihat bahwa ancaman pornografi sesungguhnya ada. Meskipun pencarian kata "porno" tidak serta-merta menunjuk pada kegiatan mencari situs porno, namun kita bisa melihat indikasi jelas ke arah tersebut.

Tsunami Bencana Materi Porno di Internet

Brett McCann, seorang dosen senior bidang ilmu kesehatan sexual di Universitas Sidney mengatakan bahwa potensi kerugian dari kecanduan materi porno di internet sangat besar, dan cenderung tidak terdeteksi. Dan manakala bahaya kecanduan pada hal porno bermunculan, biasanya ditandai dengan krisis hubungan.

Bilamana hubungan tetap dilangsungkan pada saat kecanduan hal-hal porno tetap hidup, perempuan kerap cuma jadi korban. Ini terutama akibat penyimpangan yang terjadi pada sang laki-laki, hingga ia tega meminta sampai hal-hal mengerikan untuk dilakukkan oleh pasangannya demi mengikuti "anjuran" tayangan porno.

Pada dasarnya materi porno, pastinya termasuk dalam media internet, cuma akan merendahkan martabat dan menghancurkan jiwa.

Begini catatan Sidney Morning Herald [26 Mei 2007]:

"It may not be strictly addictive but for a silent minority, internet pornography has brought anguish, shame and broken hearts.." .

How porn is wrecking relationships