Jun 25, 2009

Sekretaris

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Dian Manginta, Bicara tentang Citra Diri


Sudah baca Cerber "Nita Si Sekretaris"? Aku merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk sharing this fiction. Asli langsung dari pengarangnya, loh!

Aku memang gak memesan cerita, selain bujukan agar contribute some stories. Tadinya aku minta cerpen saja. Buat hiburan. Eh, ternyata malah disodori cukilan novel. Dan lebih seru lagi, aku dikasihnya juga sepotong-sepotong sehingga apa yang aku tahu, sama dengan yang pembaca lain tahu. :P

Lho, kok, gak aku review dulu? Jangan khawatir, aku tahu she is a good writer dan aku mengenal standard moralnya yang tinggi sekali. Jadi ceritanya akan tetap nyaman dibaca ataupun dibiarkan terbuka di monitor tanpa khawatir ada yang belum cukup umur membacanya. Oh, buat laki-laki yang membacanya, aku ingin anda mengerti bahwa this story is reflecting what is in woman's heart.

Dianggap Lemah
Cerita di novel ini gak akan berusaha menyenangkan hati kaum lelaki yang selama ini kami dengar disuarakan ketika perempuan ingin mencoba mengerti lelaki. Tetapi inilah suara hati seorang perempuan yang berada di posisi lemah, kebetulan sebagai sekretaris. Gak berarti jadi sekretaris itu penuh dengan kesedihan. Tapi umumnya begitu, sehingga banyak sekretaris kemudiannya gak bangga jadi sekretaris karena merasa gak dihargai.

Tentu saja, gak semua sekretaris akan mendapat perlakuan buruk. Banyak juga yang sukses meniti karir dan bersaing dengan orang-orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Aku ingin tahu, bagaimana "nasib" tokoh kita, Nita, dikemudian hari.

Posisi sekretaris juga sering jadi korban pelecehan. Dianggap remeh karena kerjanya "hanya" typing, filing, angkat telepon boss, dan hal-hal mungil lainnya. Lalu yang paling menjengkelkan adalah ejekan bahwa seseorang menjadi sekretaris adalah untuk mencari jodoh dari kalangan boss-boss. Ah, kalaupun seorang sekretaris mendapat jodoh boss bule, itu 'kan karunia buat dia.

Intelektualitas sekretaris juga sering dilecehkan karena pekerjaannya yang remeh temeh itu. Padahal, seorang sekretaris yang handal akan sangat membantu pimpinannya bekerja dengan lebih fokus pada hal utama dalam pekerjaannya. Sekretaris yang cerdas dapat membuat prediksi untuk kondisi yang berhubungan dengan pekerjaannya, atau pekerjaan boss-nya, sehingga ia pun dapat memberikan pendapat yang berguna, yang dapat membantu boss-nya menemukan ide-ide untuk pengembangan usahanya.

Yang pasti, sekretaris yang baik membuat boss-nya tidak perlu memusingkan hal-hal kecil seperti misalnya keeping things neat. And believe me, it takes some brightness to understand how to get things done.

Jadi, kenapa ada orang yang cukup kurang ajar sehingga berani mencela profesi sekretaris? Ya, karena gak tahu. Tapi saran aku, ingatlah bahwa semua manusia adalah sama. Jangan suka saling merendahkan, karena hasilnya akan cuma jadi sama-sama stres dan tidak akan menghasilkan apa-apa.


   Perlu dibaca juga:




Yuk, gabung?