Jul 13, 2009

Managing Your Time between Personal Life and Work

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya



Taugh! :)

Dalam bekerja, aku pernah mengalami ketika waktunya pulang, si boss malah memberikan pekerjaan untuk dikerjakan saat itu juga. Akibatnya, aku harus membiarkan temanku menunggu di area reception kantor karena kami memang sudah berjanji untuk bertemu.

Tapi itu dulu, waktu aku masih gak PeDe dan berpikir bahwa aku harus menunjukkan loyalitasku dan kemampuanku bekerja long hour. Ratu Lembur.

Seringkali teman-temanku menggoda aku, “...have a life!...” ketika mereka melihat aku masih terus bekerja saat kantor sudah sepi. Lama juga akhirnya aku sadar bahwa hal ini tidak baik. Bagaimanapun kita harus punya kehidupan lain selain bekerja.

Karena Untuk Diri Sendiri, Atau Orang Lain?


Sebetulnya kita memang tidak digaji untuk devote our life to work, ‘kan? Dalam hidup ini harus balance antara kehidupan sebagai pribadi, dan sebagai professional. Ketika kita bekerja, maka kita akan mencurahkan segenap kemampuan kita untuk mencapai hasil yang maksimum dalam bekerja.

Berinovasi [to make things work], dan mencarikan solusi yang lebih baik untuk setiap tugas yang diberikan akan bermanfaat bagi peningkatan kemampuan berpikir kita selain bagi terselesaikannya pekerjaan yang ditugaskan kepada kita. Tetapi kalau kita terlalu devoted to our job, akibat yang langsung adalah berkurangnya kualitas hubungan sosial yang kita miliki dengan teman bahkan keluarga. Karena ada banyak moment persahabatan dan keluarga that we could miss when we were too busy.

Keadaan ini membuat hubungan emosional dengan sesama kita jadi tidak berkualitas. Akibatnya kita bisa kehilangan kemampuan berempati. This cannot be good.

Kita mungkin bisa mengerti apabila orang yang dekat dengan kita sedang menghadapi suatu masalah. Tetapi kalau terlalu sibuk, kita akan mengalami kesulitan untuk berempati. Akibatnya, kita hanya memakai diri sendiri sebagai ukuran yang tentu saja tidak bisa kita pakai untuk orang lain, karena memang setiap orang punya caranya sendiri dalam memandang suatu masalah. Jangan sampe nanti teman kita berkata “you are busy with yourself” karena rasanya gak enak.

Dian Manginta Bicara KarirSelain kualitas itu, apabila kita telah belajar untuk disiplin dalam hal manajemen waktu ketikamenjadi anak buah, maka ketika tiba giliran kita yang menjadi pimpinan, kita akan memiliki rasa mengerti yang rasional dan bukan emosional terhadap any excuses yang akan diberikan oleh anak buah kita saat mereka meminta suatu baik dispensasi maupun pembatasan yang tegas antara waktu bekerja dan waktu untuk pribadi.

Ask People To Understand You


Apabila kita secara terbuka meminta pengertian kepada rekan sekerja dan atasan agar dapat memiliki personal life yang wajar, tentu kita akan mendapatkan umpan balik dari keinginan kita itu. Ini akan melatih kemampuan kita menyampaikan pendapat, dan bahkan juga melatih kemampuan kita dalam bernegosiasi.

Latihan berbicara ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Sebagai pribadi yang lebih percaya diri, kita akan memiliki kemampuan untuk terbuka terhadap pikiran yang berbeda dan mengolah ide yang kita terima menjadi keuntungan baik bagi diri sendiri, maupun bagi tim kerja dan tentu saja bagi perusahaan.

Jadi, jangan pendam dalam hati. If you think you have to go home, when its time to go home pada saat si boss memberikan pekerjaan, tanyakan kepadanya apakah harus bisa dikerjakan besok first thing in the morning because you have to run an errand. Ada urusan keluarga yang harus dibereskan. Itu akan membantu si boss untuk mengelola kembali manajemen waktunya.

The Message Is: Jangan Selingkuh Dengan Pekerjaan


Bagaimana kalau sudah pulang lalu ditelepon? Ada yang menyarankan untuk mematikan saja handphone itu dan menjauh dari telepon rumah. Dijamin si boss akan menunggu sampai besok pagi.

Selama kita bekerja dengan maksimal dan menunjukkan prestasi yang baik dalam jam kerja, kita akan tetap menjadi karyawan yang berharga bagi perusahaan. Tentu saja, ada saatnya kita juga harus mengerti bahwa suatu pekerjaan mungkin memang tidak bisa menunggu sampai besok. Tetapi unless we train ourselves to manage our time, semua pekerjaan akan minta diselesaikan sekarang juga.

So, get a life, jangan berselingkuh dengan pekerjaan!


Perlu dibaca juga:



Yuk, gabung?