Jul 9, 2009

Tubuhku Langsing, Indah Sekali... ;)

Seimbang - Dian Manginta - Cantik Selamanya

Hmm… rasanya aku belum pernah kasih tahu berapa berat badanku sekarang.. 52kg. Tinggi badan 160cm. Kotor. Kayaknya it includes jambul dan aku angkat dagu tinggi-tinggi biar lebih tinggi dikit.. Tapi cukup proporsional, bukan? ;)

Aku juga suka berolah raga meski beberapa bulan ini absent (but I will do it!). Olah raga kesukaanku adalah berenang karena aku gak suka keringetan. Tapi berenang is the best sport, loh.

Dr. James, temanku bilang olah raga berenang gak ada kemungkinan cideranya, sebab gak nginjek bumi. Gak melawan gravitasi.

Dulu… badanku kuruuuuuus… sekali. And I thought I was slim. Padahal skinny. Bukan slim.

Sampai suatu hari ketika aku bercermin, tiba-tiba aku sadar bahwa wajah aku, tuh, puceet.. terus. Gak segar, gitu. Aku pikir pantesan temen-temen aku suka ngeledekin bahwa kalau ada tiupan angin di lobby Gedung Sentra Mulia yang seringkali cukup kencang, aku bisa ikutan terbang terbawa angin. LOL.

Dulu aku keras kepala aja sambil ketawa-ketawa mendengar ledekan mereka. Iyalah, karena aku gak pernah marah kalau diledekin, mereka jadi terbuka which is good. Dengan begitu kita ‘kan jadi dapet input walau susah untuk menerimanya.. he he he..

Harus Naikkan Berat Badan!

Yuk, enjoy the weekends... Setelah sadar bahwa aku harus menaikkan berat badanku, maka sejak saat itu aku lebih serius lagi berusaha menaikkan berat badanku. Memang dulu aku hampir-hampir anorexia, kok. I hated food. Sebenernya malah sampai sekarang, makan adalah salah satu kegiatan yang aku gak suka selain tidur. Wasting time.

Tapi TUHAN gak ciptakan kita sebagai robot, ya? Dia ciptakan makhluk yang indah yang dinamakan manusia. Cuma karena indah, jadi harus ada perawatannya. Biar tetap indah.

Tidur cukup, makan cukup, minum cukup, olah raga cukup. Itu adalah basic maintenance buat tubuh kita. Biar tetap sehat dan tahan lama. Iya, loh, aku kenal seorang professor di Institut Teknologi Bandung [ITB] berumur 75 tahun yang masih kuat nyetir mobil Bandung-Jakarta-Bandung untuk menghadiri sebuah resepsi.

Kalau kamu nanti umurnya 75 tahun, kira-kira masih gagah seperti beliau, gak? Aku sih mau tetap sehat sampai aku 90 tahun atau 100 tahun atau sampai ajal tiba. Biar bisa terus beraktifitas dan berkontribusi bagi kehidupan. Wouldn't it be good?

Nah, karena aku terlalu kurus, selain terus berolah raga, aku minum susu yang cocok untuk perutku yang memang agak sensitif. Kebetulan yang cocok untuk aku adalah yang pasteurised milk rasa coklat. Aku juga coba yang rasa susu putih dan yang rasa strawberry tapi lidahku menolak dan aku jadi "neuk".

Eh, gimana, sih, nulisneuk” itu.. Tahu, ‘kan, yang aku maksud dengan “neuk”? Itu, loh, rasa ingin muntah karena makanan...[bahasa Inggrisnya "neg" itu nausea].

Susu itu aku minum malam hari sebelum tidur. Wah, ternyata efektif sekali. Gak sampai enam bulan, berat badanku bertambah. Wah, aku senang sekali. Ternyata tubuhku jadi indah, loh. I love it more... And it works well to boost up my confidence more.

Sekarang, gak ada lagi yang ngeledekin aku bahwa aku bisa terbang terbawa angin kalau berdiri di lobby Gedung Sentra Mulia di sore hari saat angin kencang. Instead, I keep getting praises for my success in gaining my weight. OK, dong!?

Setelah Kurus, Jangan Sampai Gemuk

Setelah berat badanku mencapai berat ideal, aku pun menghentikan konsumsi susu itu. Aku gak mau nambah berat badan lagi. Masa', kemarin terlalu kurus, lalu besok terlalu gemuk..? Jangan sampe, ‘kan?

Terlalu kurus atau terlalu gemuk itu sama saja gak baik. Terlalu kurus bikin orang pikir kita ini penyakitan. Keliatan seperti orang susah. Its giving bad impression. Terlalu gemuk juga bikin orang pikir kita ini pemalas. Kayak “ibu-ibuk”...

Eh, tega, ya, kok ada celaan yang bunyinya begitu: “ibu-ibuk”? With all do respect to all mothers, tapi sejauh ini, aku gak pernah denger ada orang yang ngucapin kata “ibu-ibuk” itu sebagai sanjungan.

Imageibu-ibuk” adalah perempuan agak tua yang sudah gak punya harapan selain menjadi penunggu rumah sementara suami dan anak-anaknya beraktifitas di luar. Gak ada energy-nya, gitu. Males, deh. Iya, ‘kan, ibu-ibu?

So, why don’t you become funky mothers yang sehat, dengan berat badan proporsional dan terawat. Pertama, you will feel good about yourself. Kedua, orang lain juga enak melihat kita. Itu akan mempengaruhi impresi mereka terhadap kita, dan impresinya bagus.

Buat yang single, apa lagi.. Masa’ masih single dibilang kayak “ibu-ibuk”? Gak enak rasanya, ‘kan? Jadi kurangilah berat badanmu, and see how people will react. You will love it. I bet you!



Perlu dibaca juga:




Yuk, gabung?