Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Buka Puasa

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Dian Manginta - Cantik Selamanya




"Saat Bersama Adalah Saat Saling Memperhatikan.. Saat Kita Tahu Kita Tidak Sendiri.."




Lebaran sebentar lagi, nih.. Umat Islam sudah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan yang akan berakhir tanggal 19/20 September nanti. Selama bulan Ramadhan ini, atau yang disebut juga bulan Puasa, umat Islam yang berpuasa menahan segala hawa nafsu termasuk nafsu makan. Keinginan untuk makan ini baru bisa dipenuhi apabila waktunya berbuka tiba.

Nah, waktu berbuka ini yang menarik bagiku karena rasanya, at least di Jakarta, semua orang pernah mendapat undangan buka puasa bersama. Ada yang dengan rekan sekantor, ada yang dengan kumpulan organisasi, dan sebagainya. Aku sendiri, di bulan Puasa kali ini, mendapat tiga kali undangan Buka Puasa Bersama.

Buka Puasa Bersama ini kegiatan sosial yang menarik tentunya karena yang bukan umat Islam pun diundang untuk ikut menikmati hidangan berbuka. Ketika saat berbuka hampir tiba, semua berkumpul di meja makan. Bersama-sama semua menunggu suara bedug terdengar tanda saatnya berbuka puasa. Walaupun tidak puasa, semua yang hadir duduk manis menunggu panggilan berbuka itu. Semua menghormati dengan tulus, dan ketika bedug pun berbunyi juga terdengar suara adzan, semua bersama-sama membisikkan ucapan syukur “Alhamdulillah” yang artinya kurang lebih adalah “puji Tuhan” dan dilanjutkan dengan doa. Aku selalu senang menghadiri acara buka puasa bersama karena kebersamaannya.

Click Here To Enjoy Your WeekendSetelah menikmati tajilan berupa makanan dan minuman manis, mereka yang menjalankan puasa pun melakukan sembahyang. Yang gak puasa ya menunggu saja dengan senang hati. Acara sembahyang ini juga diadakan tergantung kondisi. Ada kelompok yang menyewa ruangan khusus untuk berbuka dengan memesan catering, lalu menyiapkan tempat yang baik untuk bersembahyang bersama. Ada juga yang karena kelompoknya kecil saja, maka sembahyang dilakukan dengan mengikuti kegiatan di mesjid atau musholla terdekat. In all, suasana gembira memenuhi ruangan saat menikmati kebersamaan. Isn’t it beautiful?

Selain acara buka puasa bersama kelompok masing-masing, ada juga yang memanfaatkan acara berbuka puasa untuk berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. Biasanya penyelenggara menyiapkan hidangan dan membawa ke lokasi tempat orang-orang yang dalam kesusahan itu berada, atau sebaliknya, orang-orang yang kurang beruntung itu diundang datang untuk bergabung. Ini pun indah sekali.

Bagiku inilah kekhasan bulan puasa di Jakarta sebab aku belum pernah berada di kota lain saat bulan Ramadhan. Tapi aku juga tahu, bangsa kita memang menyukai kebersamaan. Tentu, kegiatan yang baik ini sepatutnya diadakan di waktu lain demi menjalin silaturahmi. Demikian juga saat memperhatikan orang yang berkekurangan, tentu sepatutnya diadakan juga di waktu-waktu yang lain. Dengan cara begini, kita menikmati kebersamaan and know at the same time that we are not alone. Bagus, 'kan?



*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:











Yuk, gabung?






Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...