Oct 18, 2009

Classic Chrisye - Mengenang Keanggunan Sang Legendaris

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya





Konser Chrisye: ekspresikan rasa hormatmu!





"It was a great performance... Indonesia is trully the land full of imagination. But what is more important, the concert showed that we know how to pay respect." [Dian Manginta, tentang Classic Chrisye, 12 October 2009, The Ritz Carlton Ballroom Pacific Place, Jakarta]






Konser ChrisyeHari Senin, tanggal 12 Oktober 2009 yang baru lalu, aku berkesempatan meliput pertunjukan Classic Chrisye. Acara ini diadakan di ballrom hotel The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Kemewahan Dari Jauh

Aku datang sebagai undangan pers, dan di sana berhasil mendapatkan spot yang bagus di kelompok kelas Tribune. Karena dari tempat dudukku, kami bisa mendapatkan foto cantik seperti yang terlihat di bagian bawah artikel ini ;).

Sebenarnya untuk photographer diberikan kesempatan untuk mengambil foto dari dekat panggung. Tetapi, photographer kami, Tika, kurang beruntung. Di sana ternyata banyak sekali photographer yang datang sehingga tak ada ruang gerak bagi Tika.

Nevertheless, alih-alih gak dapet foto close-up, kami mendapatkan perspective lebih lebar yang cuma bisa dilihat dari jarak jauh seperti dari tempat kami duduk. Dari tempat duduk, kami bisa menikmati dekorasi panggung yang mewah ditambah bantuan layar lebar di kanan kiri panggung sehingga penonton dapat juga melihat secara close-up wajah artis yang sedang menghibur di atas panggung.

Kemewahan pertunjukan ini sesungguhnya dengan sempurna telah mengungkapkan siapa Chrisye. Klik di sini untuk melihat indahnya tata panggung malam itu.

Sang legendaris yang, menurut Armand [GIGI], selalu memiliki penggemar ABG dari berbagai era yang dilaluinya. Maksudnya, kalo' digemari sama ABG, berarti Chrisye itu bisa diterima oleh semua kalangan, gitu loh. Dan kalau aku terjemahkan lagi, Chrisye adalah salah satu dari sedikit artis yang berhasil merebut hati setiap generasi yang dilaluinya. He is a legend.

Class-A Performers

Artis-artis yang tampil malam itu pun terbukti dan membuktikan diri sebagai artis berkelas. Tika foto bersama AfghanDengan mengikutin susunan abjad nama saja, mereka adalah Afgan, Ahmad Albar, Armand Maulana, d'Cinnamons, Dewa Budjana, Memes, Oddie Agam, I Gusti Kompyang Raka, Noor Bersaudara, Utha Likumahuwa, Vina Panduwinata, Sherina, Jockie Suryoprayogo, dan penyanyi cilik Wisanggeni yang membuka acara dengan suaranya yang merdu.

Sebenarnya juga akan tampil Erros Djarot namun beliau berhalangan. Sebagai gantinya sebuah rekaman video pesan darinya ditayangkan di layar lebar yang tersedia. Sayang terjadi gangguan teknis sehingga hadirin tidak dapat mendengar pesan-pesan beliau.

Twilite Orchestra mestinya bangga karena konser malam itu memang sukses. Dan pilihan penyelenggara terhadap Sarah Sechan sebagai MC pun menyempurnakan pertunjukan malam itu.

Special Note On Sarah Sechan

Sarach Sechan, bright quality
Sarah yang elegant namun tetap bisa lucu. Kecerdasannya membuat penonton tertawa sambil tetap classy. Ah, ya.. soalnya namanya juga pertunjukan orkestra, gitu, loh. Ini 'kan pertunjukan berkelas. Bergengsi.

Penontonnya datang dengan pakaian pesta yang terbaik. Mana lagi diselenggarakannya pun di hotel berbintang lima yang tentu saja merupakan tempat yang mewah. Tentu diperlukan MC yang mampu mengimbangi kemewahan ini tanpa harus jadi konyol, atau sebaliknya malah menjadi kaku.

Aku memuji Sarah karena kemampuannya menghangatkan suasana dengan kelucuannya. Penonton jadi gak capek karena tegang oleh keanggunan khas suasana orkestra. Salut untuk Sarah! :)

Konferensi Pers, Tak Terduga

Para artis, Dari Sherina dan Inul...hingga Vina Panduwinata dan Ahmad Albar

Setelah pertunjukan, saat penonton telah pergi, konferensi pers pun dibuka. Para pendukung yang cantik dan ganteng bersama Yanti Noor dan anak-anaknya menyempatkan diri untuk bertemu dengan wartawan yang telah menunggu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka.

Yanti, yang adalah istri almarhum Chrisye, mengungkapkan keterharuannya karena acara ini sesungguhnya tidak pernah direncanakannya. Di mataku yang Yanti rasakan adalah pertanda baik demi kita semua. Supaya mampu melihat masa depan yang lebih baik, kita memang tidak seharusnya melupakan jasa para senior di masa lalu agar mampu belajar dari semua tindakan mereka.

Agaknya, karena kerap terdengar komentar bahwa Chrisye bukanlah ABG, Jockie merasa perlu mengemukankan bahwa dalam berkesenian seharusnya tidak ada pembedaan antara ABG dan bukan. Seharusnya, menurut Jockie, rekan-rekan pers menanyakan karya baru apa yang dapat dihasilkan oleh seniman senior untuk terus berprestasi sehingga mampu menyentuh setiap generasi, seperti yang telah dicapai oleh almarhum Chrisye.


(Lagi) Keindahan Tata Cahaya Panggung

Tadi aku sudah sebut, kalau panggung Classic Chrisye ditata dengan mewah. Ini dia, sebagian jepretan Tika yang merekam keindahan panggung untuk menghormati jasa si artis senior, Chrismansyah Rahadi:




Indahnya tata lampu di konser Classic Chrisye. Klik foto-foto di atas untuk melihat dalam ukuran lebih besar






*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






Yuk, gabung?