Oct 11, 2009

Konser Air Supply: Romansa, Jiwa Sosial, dan Kerendahan Hati

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Menginspirasi, selalu dimulai dengan kerendahan hati.




" Orang-orang yang rendah hati adalah yang mampu mewarisi negeri ini, karena hanya mereka yang mampu berpikir dengan tenang." [Dian Manginta, tentang  KERENDAHAN HATI]





Tanggal 07 Oktober 2009, aku dapat kesempatan nonton konser World Tour Air Supply di Ballroom Hotel Gran Melia. Duo Graham Russell dan Russell Hitchcock ini memang punya banyak hits sejak 1980-an.

Air Supply yang masuk kategori "Super Group Pop" datang ke Indonesia dalam rangkaian World Tour 2009 mereka. Di Indonesia, mereka akan mengunjungi dua kota, Jakarta dan Palembang.

Menurut penyelenggaranya, Tommy Pratama - Original Productions, kehadiran grup asal Australia ini ke Indonesia dinilai bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia [MURI] sebagai grup asing yang paling banyak manggung di Indonesia, 15 kali, seluruhnya hasil penyelenggaraan mereka.

Air Supply pertama kali mengadakan pertunjukan di Indonesia pada tahun 2005. Wah, sesungguhnya, aku baru tahu kalau mereka sudah sering ke sini! They must like it here!

Dian Manginta di konser Air Supply, 07 Oktber 2009. Foto diambil menggunakan Samsung Star - s5233



Post Noordin

Makanya, Graham Russell dan Russell Hitchcock waktu ditanya gak takut teror bom dan gempa, mereka bilang gak. Katanya kalau merasa takut takut malah bisa menghambat kreatifitas. Bener, tuh!

Karena musibah bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Yang penting 'kan kita selalu waspada. Seperti suasana di lobby hotel Gran Melia yang dijaga ketat termasuk ikutan jaga aalah seekor anjing pelacak dari tim K9-nya Polisi Indonesia. Anjingnya besar banget dan mukanya lucu kayak anjing kecilku yang cuma sebesar tangan. Tapi tenaganya... jangan coba-coba!

Aku bahagia juga mereka datang di tengah berbagai masalah yang mengguncang negeri kita: gempa dan teror bom. Memang, Nordin M. Top yang bertahun-tahun menghantui negeri kita sudah ditembak mati. Tapi perlu seseorang yang "nekat" untuk membuktikan kepada dunia bahwa negeri kita aman dan Air Supply melakukannya. Thank you, guys!

Romance & Social Awareness In The Air

Di ballroom yang full packed itu, aku bisa merasakan suasana yang romantis sementara the stars were perfoming. Bahkan rekan wartawan pun ikut tenggelam dalam suasana romantis itu.

Aku melihat beberapa pasangan yang berangkulan mesra sambil menikmati sajian musik dari Air Supply yang bernyanyi tanpa backing vocal. Wah, mereka percaya diri banget bahwa suara mereka cukup merdu sehingga gak perlu suara pemanis dari grup backing vocal, dan cukup anggota band pengiring saja yang melakukannya. Dan memang, suara mereka semua merdu.

Dalam kesempatan manggung di Jakarta, Air Supply menyatakan prihatinnya atas gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Mungkin sadar kalimat mereka belum tentu jelas dimengerti oleh semua penonton, mereka pun menampilkan peta daerah gempa. Maka penonton pun bertepuk tangan. Makasih, ya, Air Supply?

Dan tidak cukup begitu, mereka pun melelang sebuah gitar yang telah ditandatangani oleh personil Air Supply. Lelangnya diadakan melalui internet dan hasilnya sepenuhnya akan disumbangkan untuk korban gempa di Sumatera Barat.

Coba saja nanti unggah www.deltafm.net untuk ikutan lelangnya. Silakan dicoba memeriksa ke website-nya Radio Delta FM Jakarta itu, ya?

Belajar Dari Air Supply: Percaya Diri

Setelah empat lagu, penonton yang kebanyakan adalah kalangan usia di atas tiga puluhan tampak tenang menikmati pertunjukan. Tapi namanya pertunjukan musik, kalau penonton gak goyang, bisa bikin performer grogi, loh. "Sebenernya penonton suka, gak, ya?" begitu pasti yang muncul di benak mereka.

Lalu tiba-tiba duo penyanyi itu turun dari panggung menemui penonton sampe ke belakang! Wah, ternyata manjur. Setelah itu penonton jadi lebih bersemangat dan mulai berdiri untuk ikut bergoyang bersama sang penyanyi. Geto, dong... Jadi makin terasa nikmatnya, tokh?

It was such a humble decision dari sang bintang untuk turun ke panggung demi menggerakkan penonton. Mereka 'kan "Super Group", tapi tetap rendah hati dengan rela berjalan sampai ke tempat duduk paling belakang agar penonton gak kaku lagi.

Kerendahan hati mereka sebenarnya sudah tak asing lagi. Seorang temanku bercerita bahwa tahun lalu waktu Air Supply datang ke sini, ada performer dunia lainnya yang datang bersamaan. Tentang hal itu, mereka gak panik dan menyatakan akan tetap datang sesuai jadwal untuk selanjutnya menyerahkan kepada pengunjung mau pilih nonton yang mana. Kenyataannya, penonton saat itu tetap datang membludak.

Selama 35 tahun karirnya, Air Supply memang sudah lebih dari 1500 kali mengadakan konser. Tanpa kerendahan hati, tentu orang akan bosan melihat gaya mereka. Suatu kali di awal tahun 2009 ini mereka pernah berkata, "Kami akan bermain di mana saja, di depan 175 ribu penggemar di Kuba seperti beberapa tahun lalu, di depan 30.000 orang seperti tahun lalu di Chihuahua, Meksiko, bahkan di kasino-kasino di negara tersebut yang memuat 500 orang. Kami tidak menyombongkan atas apa yang kami lakukan."

Kreatif, rendah hati, romantis.. Itulah kesan manis yang di dapat dari nonton Air Supply ini. Very nice.

When we grow big, don't we all want to be humble?



Dian Manginta - Air Supply Dian Manginta - Air Supply Dian Manginta - Air Supply Dian Manginta - Air Supply Dian Manginta - Air SupplyDian Manginta tentang konser Air Supply dan suansana pasca Noordin M. Top: "Mudah-mudahan, dunia semakin yakin, bahwa Indonesia aman. Grup Air Supply telah membuktikannya".


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:










Yuk, gabung?