Jun 28, 2009

Dituntut Karena Menghina Lewat SMS... Bisa, Gak?

Hukum - Cantik Selamanya
Masih ingat Meyland, sepupuku yang sarjana hukum, yang lulus cum laude dan pernah shared tentang segi hukum dari pernikahan beda agama? Lihat di sini deh.

Well, I am so lucky to have a relative who is not only smart, but is eager about sharing her knowledge to public. "Biar kita makin melek hukum dan gak gampang terintimidasi", katanya.

Wah, aku setuju banget. Menambah pengetahuan memang salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri. Of course, supaya kita gak gampang terintimidasi. Bawaannya jadi PeDe terus, gitu.

So, today she is sharing about pencemaran nama baik melalui SMS. Bisa, gak, kita dituntut kalau marah-marah and ngata-ngatain orang yang kita kirimi SMS? Sederhana banget, ya? Dituntut gara-gara SMS? Jadi inget kasus Prita [lihat artikelnya di Cantik Selamanya, "Belajar dari Kasus Prita Mulyasari"]. Dituntut gara-gara curhat ke teman-temannya? Eh, tapi siapa tahu kita ngalami juga?

Karena jengkel sekali, kita ngamuk lewat SMS dan yang dikirimi SMS gak terima lalu mengancam akan menuntut.. weleh-weleh.. Sebelum terjadi, kita baca aja penjelasan Meyland, yuk...

***





Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirimkan SMS kepada saya. Dia terkesan sedang terdesak dalam pesan singkatnya itu.

Ia meminta tolong untuk ditemani ke pengadilan jika nanti ada Surat Panggilan. Kontan saya kaget. Ada apa?

Setelah mendengar ceritanya, saya pun bernafas lega. Ternyata mantan pacarnya marah karena diputuskan cintanya dan memaksa untuk balik. Teman saya menolak dan mulai membalas semua SMS sang mantan dengan kalimat-kalimat yang buruk. Di sinilah mulai masalahnya.

"Kamu tuh udah punya istri, tahu diri dong, dasar tukang bohong, Bajingan kamu!" kurang lebih seperti itu kalimatnya. Sang mantan bilang "Saya gak punya istri, kamu mencemarkan nama saya ini!",

Si mantan kemudian menyimpan semua SMS teman saya dan menyatakan kepada teman saya dan keluarganya akan melapor ke polisi dan menyeretnya ke meja hijau dengan gugatan atas pencemaran nama baik atau penghinaan.

Sungguhkah kasus SMS-an ini dapat dibawa ke Pengadilan?

Dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (disingkat dengan KUHP), pengertian Penghinaan termuat di dalam Pasal 310 KUHP:
"(1) Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda.
(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri."

Maka sangat jelas bahwa kasus teman saya itu tidak termasuk penghinaan atau pun pencemaran nama baik. Sebab, kita tidak melihat adanya unsur publikasi. Dalam Pasal yang dimaksudkan tersebut, yakni dalam kalimat "...maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum..."

Mengerti Hukum Itu PentingWalaupun sang mantan yang berang itu mamaksakan pelaporan dan diproses oleh polisi, [chance-nya sangat kecil], maka dasar gugatan akan sangat lemah untuk dibawa ke Pengadilan. Saya katakan itu kepada teman saya dan menyatakan kesimpulan bahwa ia hanya menggertak dan memaksa agar cintanya diterima kembali.

Ia tetap gelisah, tapi dengan saran saya untuk membalas SMS sang mantan pacar itu dengan penjelasan hukum, akhirnya si mantan berhenti menerornya. Adalah tidak baik menggunakan kalimat-kalimat buruk, meskipun kepada mantan yang buruk sekalipun.

Akan tetapi lebih buruk lagi bila hanya karena ketidak-mengertian kita akan hukum yang cukup, mengakibatkan kita terjerembab dalam pembodohan yang berakhir dengan stress karena terintimidasi...


Jadi.. memang kita gak bisa, sih, dituntut kalau ngomel lewat SMS. Tapi, lebih baik, kalau gak usah ngomong kasar juga. Diemin aja, 'kali. Hapus SMS orang yang ngeselin itu, gak usah dibalas. Dan kalau ada fasilitas blocking di hape, block aja. Buat sementara...

Perlu dibaca juga:





Yuk, gabung?