Jun 11, 2009

Pemilih Presiden Republik Indonesia


Tanggal 08 Juli, bulan depan, kembali negara kita akan mengadakan pemilu. Kali ini, pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. This is the second election we are doing directly to choose the persons we believe should lead the nation.

Pemilihan umum itu penting, loh. Kegiatan ini sangat berharga karena inilah tandanya kita adalah bangsa yang berdaulat. Bangsa yang merdeka. Mandiri. Gak lupa, 'kan, kalau kita memperoleh kemerdekaan kita melalui pengorbanan para pahlawan?

Pahlawan: Tidak Sibuk Menyalahkan Orang
Inget, dong, pelajaran sejarah waktu sekolah dulu? Tentang Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjol dan sederetan nama pahlawan nasional lainnya dari pulau Sumatera.

Tentang para raja di Pulau Jawa yang berhadapan dengan Belanda. Tentang para pejuang tahun 40-an yang dibuang ke pulau terpencil agar terpasung jauh dari kota tempat penjajah berkuasa.

Tentang Bung Tomo dan peristiwa berdarah di Surabaya.

Tentang Jenderal Sudirman yang tetap berperang meski sedang dalam keadaan sakit.

Tentang banyak lagi pahlawan dari pulau-pulau lain sampai ke timur Indonesia.

Pernah dengar, gak, bagaimana hinanya dulu penjajah Belanda memperlakukan orang Indonesia yang mereka sebut dengan hinaan "inlander". Salah satunya, kalau orang Indonesia mau nonton di bioskop, maka mereka hanya boleh menonton dari sisi sebaliknya layar bioskop! Nonton film terbalik!

Aku pernah dengar dulu di Timor Timur, waktu penjajah Portugis menguasai pulau itu, orang sana hanya boleh jalan di tanah. Gak boleh nginjek trotoar! Sayang, Timor Timur terlepas dari Indonesia karena referendum.

Belum lupa, 'kan, kisah kerja rodi yang menyebabkan banyak orang Indonesia mati di tempat kerja paksa? Tentang pembunuhan masal di mana-mana di negri tercinta ini.

Tentang pemerkosaan terhadap para perempuan Indonesia.

Kita dulu direndahkan. Dihina. Tetapi para pahlawan menolak penghinaan itu dan berjuang. Dan menang. Walau banyak yang mati demi mengembalikan harga diri yang terinjak ketika penjajah yang arogan datang merampok negeri kita.

Tapi para pahlawan tidak sibuk menyalahkan orang. Mereka mengisi hidupnya dengan mencari solusi. Membuat hidup mereka jadi solusi. Mengapa kita tidak mau jadi pahlawan, yang bisa jadi solusi?

Kemerdekaan Itu Bukan Barang Gratisan
Akhirnya kita merdeka. Kemerdekaan yang mahal, bukan pemberian. Negara kita merdeka karena para pahlawan yang berjuang. Bukan karena para penjajah bermurah hati dan memberi kita kebebasan. No way. Kita merebut kemerdekaan itu.

Keluargaku gak pernah melupakan hal itu. Kami pun punya cerita tentang kakek nenek kami di jaman perang dulu. Aku yakin, setiap kita pasti punya cerita dari kakek neneknya. Karena memang dulu kita dijajah dengan sangat rendahnya. Janganlah pernah dilupakan. Our freedom is not cheap. It is paid by the blood of our heros and heroines. Memang, kita mau sampai kehilangan darah demi membela orang lain? 

Melalui perjuangan yang berani, Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Itulah tandanya kita negara berdaulat. Sejak itu kita punya hak sama dengan bangsa manapun di dunia. Kita bebas.

Sekarang kita bisa memilih. Pemilu adalah lambang bahwa kita ini bangsa yang merdeka. Berdaulat. And once again, harganya mahal: darah para pahlawan bangsa kita.

Karena itu aku berharap jangan ada yang sengaja tidak memilih. Kita seharusnya gak menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan kita. Jadilah patriot masa kini yang melanjutkan perjuangan para pahlawan itu. Jangan pernah lupa, kita ini bangsa besar.

Giliran Kita (Hidup Tidak Buat Selamanya)
Kalau dulu para pahlawan rela mati demi kemerdekaan kita, sekarang kita harusnya rela bekerja dengan giat demi memelihara kemerdekaan itu. Kita harus menolak untuk menjadi apatis. Gampang putus asa. Perjuangan kemerdekaan kita memakan waktu lebih dari 350 tahun, loh!

Sekarang, bagi kita sudah disediakan tiga pasang calon presiden dan wakil presiden yang bisa kita pilih untuk meneruskan memimpin kita meneruskan perjuangan para pahlawan kita di masa lalu. Inilah saatnya kita juga berjuang untuk kehidupan di masa yang akan datang sehingga nanti orang akan ingat masa ini juga sebagai masa di mana kita juga ambil bagian dalam perjalanan bangsa kita menuju kejayaannya. Negara kita ini negara besar, loh!

Kalau masih ragu untuk menentukan siapa yang sebaiknya dipilih, ambillah kertas dan tuliskanlah prestasi-prestasi pemimpin para kandidat kita itu. Lalu bandingkan, siapa yang paling banyak prestasinya sejauh ini. Gampang, 'kan? Iya, gak gampang juga, sih. Karena itu, jangan enggan untuk mencari informasi sambil stay neutral. When you are convinced, pergilah ke TPS pada tanggal 8 Juli nanti, dan give your vote.

Because your voice do count for the future of our nation. If you consider not to vote, memangnya kita bisa dicatat sejarah dengan baik dengan keputusan memilih untuk jadi golput?





Baca juga tulisanku soal Pemilu:






Yuk, gabung?