Jul 9, 2009

Bercinta tanpa Mencinta

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Cantik Selamanya - Dian Manginta

Ada seorang teman yang pernah bercita-cita untuk tidak menikah. Ia ingin mengabdikan hidupnya sebagai orang yang tidak menikah, namun, ibunya ingin dia menikah. Kebetulan ada seorang pria yang setia mengejar hingga bahkan ibunda pun ikut jatuh hati. Sang Ibunda mendorong agar temanku itu menerima pria itu sebagai suaminya.

Karena dia ingin berbakti kepada orang tua, maka temanku itu pun mengikuti bujukan ibunya. Mereka pun menikah.

He was quite good looking dan punya pekerjaan yang baik serta cukup religious. Kayaknya gak ada, deh, kekurangannya.

Namun, karena tiadanya cinta, temanku tidak dapat menyerahkan dirinya dalam pelukan pria yang sudah menjadi suaminya itu. They got problem with intimacy.

Setelah beberapa waktu, sang suami yang mati akal, pulang ke rumah membawakan video porno. Temanku bilang, "it turned me on".

Aku terpana mendengar ceritanya dan tidak sanggup mengatakan apa-apa. Aku pastinya tidak ingin "menghukum" dia. Yes, it could be difficult for her to hear what I know about pornography.

Derita Artis Porno, Keuntungan Kita?

Para artis pornography melakukannya demi uang, tetapi selain uang, mereka juga mendapat penyakit-penyakit yang mengerikan dan banyak yang terlibat obat terlarang.

Aku menemukan sebuah situs rohani yang mengungkapkan hal itu dan memerangi pornography. Situs religius yang justru aku dapati dari milist agama lainnya. Si pengirim mengatakan bahwa kesaksian yang disampaikan pemilik situs itu baik dipelajari untuk mengerti mengapa pornografi itu jahat.

Dan itulah yang membuat aku terpana. Sesuatu yang jahat dikatakan oleh temanku itu sebagai pertolongan bagi masalah hubungan suami istrinya. Aku terpana antara empati dan ngeri.

Porn Helps? Check Again - Romance Does

Tiap Kamis, Dian Manginta Bicara CintaTetapi, benarkah pornografi telah menolongnya? Yang aku lihat, suaminya galak sekali dan dia selalu gugup menghadapinya. Agaknya mereka memang berhasil menemukan caranya bercinta, tetapi tidak menemukan cinta itu sendiri.

Aku teringat ibuku yang juga menikah karena terpaksa. Tetapi, ibuku yang waktu itu berumur 19 tahun, memutuskan untuk mencintai pria yang dinikahinya itu. Ayahku.

Mencintai versi ibuku adalah memberikan yang terbaik untuk ayahku. Merawatnya, memanjakannya dengan masakannya, dengan telinganya yang selalu siap mendengar, dengan cerita-ceritanya yang so lively, dengan menjadikan suaminya sebagai sang raja.

Of course, my mom does not mind over my dad's "kingship". Memang, sebaliknya, ayahku pun sebisanya memanjakan ibuku. Cinta hadir karena dia mengusahakannya.

Ibuku memulainya dengan mengagumi ayahku dan mengingat-ingat kekagumannya itu sambil melupakan kekurangannya. Ibuku yang perkasa mengatakan pada dirinya sendiri that she can't live without him. Tidak ada pornografi dalam hidupnya.

Kalau aku menceritakan hal ini kepada temanku itu sekarang, I wonder, maukah dia juga belajar lagi untuk mencintai suaminya? Supaya mereka lebih bahagia sehingga suaminya gak lagi menakutkan dengan amarahnya yang siap meledak kapan saja. Aku tahu it will need a lot of time karena hubungan yang gak manis itu sudah berlangsung lama. But, as long as they are together, there is hope. Asal jangan mulai coba-coba selingkuh aja. Bisa tambah runyam.

Temanku itu mungkin akan berkilah mengatakan bahwa dia mencintai suaminya. Tetapi aku yakin, if she would put her pride down on the ground, suaminya akan melihat sesuatu yang berbeda dan mulai belajar juga untuk kembali mencintai perempuan yang pernah jadi pujaan hatinya itu.

Perlu dibaca juga:





Yuk, gabung?