Nov 6, 2009

Toshiba Slim Series Notebook PC PORTÉGÉ T110/T130 - Seperti John D. Rockefeller

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Dian Manginta - Cantik Selamanya




"Semua lambang persatuan Indonesia bermakna keberhasilan bersama. Nyatakan sekarang!" [Dian Manginta, tentang MENGGANTI PERSEPSI KALAH]





INILAH yang sekarang banyak diperhatikan perempuan sebelum berpergian: dompet, kunci, bedak...laptop. Yes, laptop! Cantik memang harus punya produktivitas tinggi. Dan laptop yang tipis, sangat cocok buat punya penampilan cantik meski melewati hari sangat sibuk.

Tanggal 27 Oktober 2009 yang lalu Toshiba mengumumkan peluncuran Notebook PC PORTÉGÉ terbaru yang merupakan seri Slim atau tipis. Produk terbarunya ini adalah seri ultra-tipis dengan baterai bermasa pakai mengagumkan, yaitu mencapai 11 jam atau lebih dari satu hari kerja!

Wong Wai Meng, Senior Product Marketing Manager Toshiba's computer Systems Division, mengatakan bahwa seri PORTÉGÉ ini memberikan portabilitas, kinerja tinggi dengan harga yang terjangkau. You do not have to be rich to own this beauty thing ;).

Toshiba memang baru saja menambahkan dua model baru ultra tipis dalam pilihan laptop-nya. Dua model baru itu adalah T110 yang memiliki fitur 13,3-inci, 16:0 widescreen Clear SuperView display dan akan tersedia dengan balutan Fusion Finish Toshiba Glossy Precious Black Precious Black, Glossy Iron Red, dan Glossy Pearl White.

Sedangkan model yang satunya lagi adalah T130 dengan 11,6-inci 16:9 widescreen Clear SuperView display dan akan tersedia dengan balutan Fusion Finish Toshiba Precious Black dan Glossy Iron Red. Pilih mana?

Harus Efesien

Begitu tahu tahu kekuatan baterainya, aku langsung bersemangat sekali. 11 Jam! Laptop atau notebook itu 'kan perangkat PC yang diharapkan untuk dapat dipakai secara mobile alias berpindah-pindah.

Aku merasakan kerepotan dengan notebook yang harus selalu ditemani oleh charger-nya yang bikin tas jadi berat. Notebook yang bagaimana pun ringannya, jadi berat juga kalau harus selalu ditemani oleh charger. Belum lagi kerepotan untuk mapping lokasi demi mendapatkan spot yang dekat dengan sumber listrik.

Tetapi kalau charger bisa kita tinggalkan selama lebih dari 10 jam saja, wah.. rasanya menenteng notebook ke mana-mana bukan lagi masalah. Orang-orang yang pekerjaannya bergerak ke sana ke mari pun gak perlu lagi memikirkan apakah nantinya akan bertemu dengan soket listrik atau tidak.

Misalnya waktu bikin laporan bisa segera dilakukan tanpa harus memikirkan berapa waktu yang harus disia-siakan karena harus menembus kemacetan. Dan karena ringannya notebook PORTÉGÉ ini, maka pemakainya gak usah harus menderita sakit punggung atau ngilu di lengannya. Rasanya, produktifitas bisa meningkat, nih.

Meski sangat tipis, tapi notebook Toshiba punya banyak fitur yang tetap membuatnya setangguh komputer desktop biasa. Dengan keyboard berukuran penuh dan MultiTouch Pads berukuran penuh, lalu dengan Gesture Control yang memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar untuk mencari dan mengendalikan apa yang terjadi di layar dengan perintah isyarat. Semua tenaga kita jadi efesien.

Kemudian, Windows® 7, memori DDR3 ultra cepat dan lebih banyak port, termasuk HDMI-out, horse power untuk menangani tugas-tugas sehari-hari di siang hari atau hiburan pada malam hari. Built-in wireless LAN dan Bluetooth® untuk dapat terus online.

Efesien, Ramah Lingkungan

Tapi, kita juga musti tahu kalau Toshiba punya komitmennya yang tinggi terhadap lingkungan. Mereka punya semboyan, "Toshiba Group, a Corporate Citizen of the Planet Earth,", Toshiba mengingatkan diri sendiri bahwa mereka harus ikut serta mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Makanya, target perusahaan ini adalah mengurangi emisi CO2 yang diproyeksikan mencapai total setara dengan 117,7 juta ton per tahun pada tahun 2025 melalui pengembangan dan penjualan perangkat dan sistem dengan pasokan listrik yang sangat efisien. Toshiba mendukung gaya hidup dalam harmoni dengan bumi. OK, dong?

Nah, seri Slim PORTÉGÉ Notebook PC baru ini didesain untuk menjadi sadar lingkungan dengan tenaga yang efisien, layar LED backlit bebas-raksa dan RoHS compatible yang secara efektif mengurangi dampak lingkungan dengan membatasi penggunaan air raksa, kadmium, dan unsur zat-zat berbahaya lainnya. Toshiba menyatakan bahwa PORTÉGÉ notebook PC memenuhi persyaratan ketat standar EnergyStar 5.0, bahkan PORTÉGÉ T130 mendapatkan status GOLD pada Electronic Product Environmental Assessment Tool [EPEAT].

Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur dan spesifikasinya, silakan mengunggah http://www.domoreinstyle.com.

Oh ya, tadi aku bilang bahwa harga notebook ini terjangkau. Well, pastinya kita langsung pingin tahu berapa, sih, harganya? Harga Toshiba sebutkan adalah Rp.6,900,000 untuk T110, dan Rp.8.200.000 untuk T130. Bisa lebih menggunakan uang kita secara efesien, kale?!

Jadi, bagi yang sedang mempertimbangkan untuk membeli notebook baru, this effecient and stylish notebook is highly recommended!

John D. Rockefeller, Paling Kaya & Efesien

Seperti Toshiba Latop Slim Series PORTÉGÉ T110/T130, John D. Rockefeller selalu mengedepankan prinsip hidup efesien.

Rockefeller [lahir 8 Juli 1839] memang manusia terkaya sepanjang masa. Bila dihitung jumlah kekayaannya dalam nilai uang sekarang, maka total harta yang dimilikinya semasa hidup adalah sebesar 318,3 milyar dollar. Artinya Rockefeller enam kali lebih kaya dibanding Bill Gates[!]

Kekayaan Rockefeller didapatkan melalui kerja keras menjalankan bisnis di bidang energi. Karir sebagai pebisnis Rockefeller sendiri dimulai dari usia enambelas tahun, sewaktu bekerja sebagai asisten penata buku di sebuah bookshop, di mana ia mulai berkenalan dengan tata kelola keuangan.

Namun ada yang menarik dari Rockefeller: sejak kecil ia sangat tidak pelit. Rockefeller muda bekerja dengan gaji sekitar 5 ribu rupiah sehari. Namun, dari sejumlah uang sekecil itu, ia masih mengambil 6% untuk didonasikan ke tempat ibadahnya. Dan proporsi jumlah ini bertambah besar menjadi 10% saat memasuki usia duapuluh tahunan.

Rockefeller percaya bahwa waktu adalah berharga, sehingga ia yakin bahwa setiap orang harus dilatih menguasai suatu pekerjaan spesifik untuk dapat menggabungkan kontribusi keahliannya dengan lebih efesien bersama manusia lain.

Prinsip efesien dan efektif Rockefeller ini kemudian jadi trend di seantero Amerika Serikat di era 1890 - 1932an. Jadilah pemerintah dan masyarakat di sana keranjingan membangun universitas riset, lembaga riset, perguruan tinggi khusus [seperti sekolah bisnis]. Gerakan bersejarah ini disebut sebagai Pergerakan Efesiensi.

Nah, sekarang mengerti 'kan kenapa aku katakan semua orang Indonesia harus kaya? ;) Karena kalau kita hidup efesien, pasti hasilnya kaya seperti John D. Rockefeller.





*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:






  • In everything, leffiecient means living with much of thanksgiving hearts. Terus, gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya", yiuk yaak yiuuuk? ;)
  • Yuk, gabung?