Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Revenge, OK?

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya

Dian Manginta - Cantik Selamanya


"Mengapa dendam harus menggerogoti hidup kita? Lawan saja perasaan itu, and move on with your life."




Aku ingin tanya: Bales dendam alias revenge itu, boleh atau gak, sih?

Jangan lupa, Indonesia itu bangsa yang percaya pada adanya Tuhan sehingga tentu saja kita harus tunduk kepada hak otoritasnya Tuhan. Bukankah pembalasan dendam adalah hak Tuhan?

Aku belum mempelajari semua agama, tapi kalau memakai common sense aja, rasanya semua agama mengajarkan untuk tidak mendendam, melainkan menyerahkan masalah kita pada keadilan Tuhan. Iya, 'kan?

Makanya kita juga menghormati lembaga peradilan. Supaya orang tidak lantas pakai ukuran keadilan seenaknya sendiri.

Tapi, aku sering juga mendengar orang melakukan balas dendam dalam asmara yang tidak melibatkan hukum. Pembalasan dendam itu dilakukan untuk menebus kekecewaan karena perbuatan seseorang mantan kekasih.

Hmm... katanya sayang, kok, balas dendam? Balas dendam 'kan dilakukan agar sang mantan yang telah melukai hati juga merasakan kecewa juga. Eyes for eyes, mata ganti mata.

Balas Sekeras Mungkin!

Tiap Kamis, Dian Manginta Bicara CintaAda seorang temanku yang kecewa karena kekasihnya selingkuh. Anehnya, dia tidak meninggalkan kekasihnya yang telah selingkuh itu, melainkan tetap bersama tetapi dengan hati mendua. Temanku selingkuh juga.

Cuma yang aku perhatikan kalau orang patah hati dan ingin balas dendam, selalu saja dendam itu dilakukan dengan sekeras-kerasnya. Seolah ingin memastikan bahwa sang mantan itu benar-benar terluka. Seolah tindakan balas dendamnya itu gak akan pernah cukup untuk melukai hati sang mantan kekasih.

Aku merasa kasihan kepada si pelaku balas dendam setiap kali mendengar cerita seperti. Rasanya ingin sekali membantu menyembuhkan luka hatinya agar dia berhenti memikirkan betapa sakitnya dan betapa ia ingin membalas perbuatan yang telah melukai hati itu.

Perasaan yang negatif akibat keinginan membalas yang besar itu membuat hidup jadi tak enak. Bathin tersiksa dua kali. Pertama karena dikhianati, kedua karena keinginan untuk melakukan pembalasan itu memahitkan hati. Hati kita jadi pahit. Getir, gitu, loh.

Aku perhatikan bahwa pelaku balas dendam itu biasanya menutupi kesedihannya dengan amarah dan bersikap seolah-olah dia dapat menguasai emosinya. Padahal, hatinya dipenuhi rancangan-rancangan balas dendam. Pokoknya dia harus merasakan sakitnya. Begitu pikirnya.

Yang mengerikan, pelaku balas dendam biasanya mengorbankan hidupnya. Terutama pekerjaan, karirnya. Agaknya, pekerjaan yang merupakan tanda pencapaian tidak lagi dianggap penting lalu kesuksesan pun gak ada artinya lagi. Yang begini ini namanya penghancuran diri sendiri.

Terus Terang: Lebih Baik Dari Dendam

Padahal, terus terang lebih baik dari dendam. Katakan saja sejujurnya bahwa hati terluka.

Sebab ketika kita mengakui kelemahan kita, justru di sanalah kekuatan kita menjadi nyata. Orang yang terluka, bila mengakui sakit hatinya secara terbuka akan lebih mudah melupakan dan terbebas dari kepahitan hati. Tentunya, ia akan lebih tangguh menjalani kehidupannya.

Jadi, kumpulkan keberanian dan katakan saja langsung kepada kekasih yang pernah melukai kita:


"Aku mau kamu tahu, kamu telah membuat hatiku hancur."


Lalu, lanjutkan kehidupan yang fana ini dengan hati gembira. Life is too precious to be wasted.




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







Yuk, gabung?


Popular posts from this blog

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Tips: Etika Mengirim dan Menerima E-mail

Klik di logo di atas untuk melihat versi PDF artikel ini . Jaman sekarang, di era fesbuk , e - mail sudah jadi biasa. Memang mungkin belum 50% orang Indonesia yang pake e-mail, but soon , I’m sure .. Dengan teknologi 3G; sekarang 3.5G; dan kenyataan bahwa handphone sudah jadi barang biasa, aku yakin sebentar lagi kelompok masyarakat yang tadinya cuma tahu caranya pake hape , sebentar lagi juga pasti akan belajar pake imel . Trigger -nya bisa jadi adalah kenyataan bahwa memakai yahoo! messenger di handphone lebih murah dari pada SMS. Karena murahnya, aku sempat ajarin Office Boy di kantor aku untuk memakai messenger dan mengajar keluarganya di desa untuk belajar juga. Bayangkan seandainya dia bener-bener ngajarin sanak saudaranya untuk memakai messenger, maka mereka akan juga melihat feature e-mail dari yahoo! yang comes together with the messenger . Lalu mereka belajar bikin surat pake e - mail . Nice , ya? Belum lagi kerja keras para telecommunication services provider ...

Selamat Hari Ibu

Haiiiii… Apa kabar?  Oh, dear... It's almost end of the year! Gak terasa, yaaa....  Sudah berapa lama aku absen ngeblog? Aku kalang kabut antara ngedit video dan ke rumah sakit untuk terapi rehabilitasi medik. Itu, lho , efek kemo yang bikin ujung-ujung jari tanganku dan telapak kakiku jadi kebas kesemutan harus diterapi supaya hilang. Padahal, kata dokter di Unit Rehab Medik, seharusnya efek kemonya sudah hilang secara alami karena terakhir aku kemo 'kan bulan Pebuari 2018. Sudah lebih dari enam bulan. Makanya harus diterapi. Nah, namanya juga pasien BPJS Kesehatan, ya harus ngantri dan ngantrinya panjang! Ndilalalh , pas lagi minggu kemarin itu RS Persahabatan sedang mengadakan perapihan sistim administrasi yang melibatkan prosedur BPJS. Jadi, aku harus kembali ke Klinik dan Rumah Sakit kelas B untuk memperbarui rujukan sebelum bisa mendapatkan terapi yang aku perlukan. Jadi, lumayan repot, ya. Tapi aku gak mengeluh, lho . Ngantri itu wajar, karena pasiennya b...