Sep 14, 2009

Legal: Sheila Marcia Joseph Dipenjara Lagi, Ada Apa?

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya


Dian Manginta - Cantik Selamanya

"Dalam kejadian masuk kembalinya Sheila Marcia di penjara, apakah aparatur Indonesia sudah melaksanakan hukum kita secara benar?"



Agustus 2008, situs TempoInteraktif.com mulai membicarakan Sheila Marcia yang terancam pidana lantaran tertangkap sedang pesta sedang pesta narkoba di sebuah kondominium di bilangan Penjaringan, Jakarta Utara. Ia ditangkap pada tanggal 07 Agustus 2008.

Dian Manginta - Cantik SelamanyaDi halaman situs tersebut, tiga pembaca meninggalkan catatan kekecewaan mereka terhadap artis yang bernama lengkap Sheila Marcia Joseph ini. Usia Sheila yang belia namun justru mengisi hari-harinya bukan hanya demi mengejar cita-cita mulia, mengkhawatirkan kita akan masa depan negara ini. Karena Sheila Marcia adalah contoh bagi banyak kalangan muda Indonesia.

Tapi kemudian media kita berusaha adil. MediaIndonesia.com, misalnya. Pada bulan November 2008, Media Indonesia menyiarkan pengakuan rasa penyesalan Sheila Marcia saat meminta hakim meringankan hukuman untuk perkara kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Waktu itu, Jaksa Penuntut Umum [JPU] menuntut Sheila agar dipenjara selama dua tahun.

Pada akhirnya, Koran Tempo mencatat bahwa majelis hakim menjatuhkan hukuman 12 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 2 bulan penjara bagi Sheila Marcia. Dituturkan bahwa sepanjang persidangan, Sheila dan teman-temannya yang jadi pesakitan lebih banyak tertunduk. Kita bisa mulai menangkap bahwa Sheila sungguh menyesal.

Waktu berjalan sampai kemudian pada 06 Maret 2009, Sheila diberitakan sudah menghirup udara bebas setelah dipenjara selama tujuh bulan dan mulai menata hidup serta karirnya kembali. Untuk berita bahagia tersebut, pembaca situs DetikHot.com pun meninggalkan catatan harapan mereka agar Sheila punya kualitas hidup lebih baik.

Kehidupan nampak bergulir begitu baik, bahkan Waspada Online juga menyiarkan kunjungan Sheila Marcia saat duduk terharu di acara Hari Anti Narkoba di Rutan Kebonwaru, Bandung. Dan publik kita masih bisa menghanturkan harapannya supaya Sheila Marcia bisa punya hidup bahkan lebih baik.

Namun tiba-tiba, publik kembali terhenyak oleh suatu berita menggemparkan: Sheila Marcia harus kembali lagi masuk penjara. Reaksi simpang-siur masyarakat pun mulai bermunculan.

Pembaca DetikHot.com ada pula yang mengungkapkan merasa kecewa terhadap sistem pengadilan Indonesia dalam kasus dimasukkannya lagi Sheila Marcia ke dalam penjara. Kata seorang pembaca, ia merasa hukum di Indonesia bergantung pada selera pribadi JPU dan hakim. Lanjut si pembaca tadi, kasus Sheila tidak menjukkan rasa rasa keadilan dan penerapan hukum yang mendidik.

Aku pun ikutan heran. Lho, memangnya Sheila "make" lagi? Make yang kumaksud itu bukan bahasa Inggris untuk "membuat", ya? Tapi bahasa sehari-hari di Jakarta untuk "memakai". Lha, iya, dong... Sudah dihukum lalu harus masuk penjara lagi, 'kan mestinya karena ada Sheila berbuat salah lagi?

Tapi kayaknya, sih, bukan karena Sheila berbuat salah lagi. Melainkan, sepertinya, dan ini gak enak didengar, ada yang salah dalam proses pengadilan sebelumnya! Wah! Apa benar begitu?

Daripada berpikiran negatif terhadap pengadilan di negeri sendiri, lebih baik kita cari tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Maka hari ini, ahli hukum kita, Meyland, mengajak untuk mempelajari apa yang terjadi dalam kasus Sheila Marcia itu. Tentu dengan maksud untuk menambah wawasan kita dalam hal hukum yang adalah tanda adanya keteraturan di masyarakat kita.

Dengan menambah wawasan, kita mengembangkan rasa percaya diri yang baik dalam diri kita. Yuk, kita baca catatannya Meyland, SH?





Sheila Marcia Ditahan Kembali, Apa Yang Terjadi?



Mengerti Hukum Itu PentingKali ini saya mau membahas kasus masuknya lagi Sheila Marcia kedalam penjara. Tapi bukan sekedar bergosip, namun kita akan bahas lebih secara hukumnya.

Tadinya saya kurang bersemangat menulis artikel kali ini. Tapi seorang teman berkata "Sheila Marcia masuk penjara lagi, kayaknya hakimnya salah baca putusan!".

Lho? Kok bisa? Bayangkan bila ia menyebarkan pemikirannya tersebut kepada banyak teman di luar sana yang kurang mengerti hukum. Wah, bisa berabe. Orang awam berpikir bagaimanapun bahwa Sheila sudah membayar utangnya. Dia sudah dipenjara. Akhirnya tulisan ini saya buat juga.

Ada asas dalam hukum pidana yang memang mengatur hal tersebut, yakni asas Ne bis in idem atau "not twice for the same". Artinya, tidak dapat dilakukannya pengulangan perkara dengan obyek dan subyek yang sama karena telah diputus dengan putusan yang Berkekuatan Hukum yang Tetap/BHT [inkracht van gewijsde]. Seseorang tidak dapat dituntut dua kali untuk kasus yang sama.

Namun sebetulnya, dia udah bayar utang - tapi belum sampai lunas. Kita ikuti penjelasan berikutnya, ya?

Perbaikan Putusan

Semua tuntutan yang diajukan kepada tersangka diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Bila Penuntut Umum merasa belum puas akan putusan yang dijatuhkan oleh hakim atas tuntutannya, maka dapat dilakukan upaya hukum agar putusan terdahulu dapat diperbaiki. Hal tersebut berlaku juga atas Terdakwa. Upaya mendapat perbaikan putusan ini bergantung siapa yang tidak puas akan putusan tersebut.

Ada 2 macam upaya hukum, yakni upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa.

Upaya hukum biasa dilakukan bila putusan tersebut belum BHT, antara lain Upaya Banding ke Pengadilan Tinggi dan Kasasi ke Mahkamah Agung. Sedangkan Upaya Hukum luar biasa dilakukan terhadap putusan yang sudah berjenjang BHT, yakni dengan upaya kasasi oleh Jaksa Agung demi kepentingan hukum, serta Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Ada unsur yang luar biasa dalam kedua Upaya Hukum terakhir ini.

Dalam kasus Sheila Marcia, Jaksa Penuntut memohon kepada Hakim Pengadilan Negeri agar hukuman yang dijatuhkan adalah selama 1 tahun. Sheila kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi dengan harapan hukuman lebih diringankan, dan hal tersebut terjadi.

Di Pengadilan Tinggi ia dihukum 7 [tujuh] bulan penjara saja. Ternyata Jaksa Penuntut tidak puas dan mengajukan kasasi ke MA dan kemudian, dengan tidak memperhatikan telah dijalankannya hukuman yang 7 bulan tersebut, MA menegaskan putusan Pengadilan Negeri untuk dijalankan, yakni 1 tahun penjara. Karena telah menjalani 7 bulan hukumannya, maka ia kini putusan tersebut dieksekusi dengan ditahannya kembali Sheila selama sisa 5 bulan penjara.

Maka kita sekarang lebih mengerti apa yang sekarang terjadi dengan Sheila Marcia, bukan? (Meyland.S)




*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:








Yuk, gabung?