Skip to main content

Video Baru di YouTube channel-nya Cantik Selamanya #newvideoalert

Sudah lama gak nulis blog, hari ini aku baru saja upload video lanjutan dari video nasihat buat yang mau menikah. Supaya pernikahannya langgeng dan bahagia. Mau, 'kan ? Banyak orang yang menikah tetapi tidak mesra hubungannya dengan pasangan. Masing-masing sibuk dengan kehidupannya sendiri-sendiri. Padahal, menikah itu menyatukan dua orang dalam satu hubungan yang erat, ada ketergantungan satu sama lain. Dua jadi satu. I need you, like you need me. Gitu. Kalau orang menikah 'kan inginnya bahagia, awet selamanya, hingga maut memisahkan. Kalau menikah tetapi dingin satu sama lain. Tidak ada kangen lagi. Kepinginnya ketemu teman-teman yang asik itu. Siapa yang mau tinggal dalam pernikahan seperti itu? Nah, kalau video yang sebelumnya bisa dilihat dengan klik di sini , video lanjutannya bisa dilihat dibawah ini.. Sok, atuh, di tonton.. Jangan lupa SUBSCRIBE , ya... lalu share, mungkin ada yang perlu nasihat supaya mantap langkahnya untuk menikah. Take care! 

Impeachment, Apa Itu? [Legal]

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Jamsostek - Berikan kesempatan semua orang jadi pemenang





"Kepada Tuhan kita beriman. Kepada manusia, kepercayan itu harus dibangun." [Dian Manginta, tentang SALING PERCAYA]





KECUALI yang menerima penghasilan dengan sistem komisi, pegawai di kantor barangkali tak terlalu merasakan bahwa segala macam interaksi yang terjadi di antara karyawan dan karyawati sebetulnya merupakan upaya penambahan nilai. Ini karena para pegawai biasanya akan menerima gaji tertentu untuk satu masa yang pasti.

Namun sebetulnya itulah yang terjadi. "A" akan memberikan hasil kerjanya untuk diteruskan oleh si "B", dan kemudian "C" akan menambahkan lagi. Masing-masing harus memutuskan berbagai masalah saat menyandang tugas sendiri, dan kemudian hasil pekerjaannya akan dinikmati atau ditindaklanjuti oleh orang lain di lingkungan kerja tersebut.

Diferensiasi berbagai penugasan itu sebetulnya adalah masalah efesiensi, yang titik-titik temunya merupakan proses adaptasi. Bila adaptasi gagal, maka akan timbul berbagai new deal, persetujuan baru supaya seluruh kesepakatan di dalam misi pekerjaan tercapai.

Kadang, yang memutuskan deal atau kesepakatan tersebut adalah para atasan. Jadi jabatan atasan pun sebetulnya adalah bagian dari strategi manusia mengefesiensikan sistem kerja yang telah dirancang, disepakati untuk diadakan oleh setiap partisipan [pegawai, warga, atau anggota organisasi]. Atasan punya fungsinya sendiri.

Seperti di lingkungan kantor, negara pun sebetulnya merupakan bentuk persepakatan antar warga untuk bersatu lantas menghasilkan berbagai kemajuan bersama. Dan segala tindakan yang melawan persepakatan untuk saling bahu-membahu tersebut, sedianya harus diberi sangsi.

Sekarang, sedang marak berita tentang impeachment, yang boleh dikatakan sebetulnya adalah bagian dari pelurusan kesepakatan tentang suatu fungsi kerja [baca: presiden] di antara masyarakat.

Di dalam masyarakat yang dinamis, seluruh persepakatan tersebut tentu berubah-ubah pula, termasuk tentang bagaimana seharusnya fungsi para pemimpin dijalankan. Jadi, cara pandang tentang fungsi pemimpin adalah bagian dari interaksi antar masyarakat yang tujuannya untuk meraih segala cita-cita bersama.

Hukum sendiri sudah meletakkan berbagai panduan atau cara berinteraksi yang dianggap paling adil. Termasuk dalam isu impeachment, yang kadang kerap dilontarkan di media massa.

Supaya kita tidak tersesat jalan untuk mengerti impeachment, sehingga malah membuat segala kegiatan masyarakat berlangsung tidak efesien, tentu kita perlu agar seorang yang telah lebih terdidik dalam bidang hukum untuk memandu kita. Di sini, Meyland S.H. sudah siap untuk memberitahu tentang apa yang dimaksud dengan impeachment.


Yuk, kita baca catatannya Meyland, SH?




Resiko Intervensi dan Impeachment



Impeachment - Apakah itu?Beberapa hari yang lalu, muncul pemberitaan yang menurut saya cukup menyesatkan publik. Yaitu tentang adanya upaya impeachment terhadap presiden terkait dengan kasus KPK Vs. Polri yang belakangan jadi fokus perhatian kita semua.

Berita tersebut menyebutkan bahwa presiden tidak mengintervensi kasus ini adalah karena tindakan tersebut dapat menjadi alasan lawan-lawan politiknya untuk mengadakan impeachment terhadapnya.

Apa impeachment itu sebenarnya, dan bagaimana ketentuan perundang-undangan kita mengatur pemberhentian presiden sesungguhnya?

Saya merasa perlu meluruskan ini, karena hemat pribadi supaya kita tidak mengizinkan keabsenan presiden dalam kasus ini diberikan dengan alasan yang mengada-ada.

Apa itu Impeachment?

Impeachment merupakan ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Dasar [UUD 1945] untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden, oleh karena alasan yang dibenarkan oleh UUD untuk itu. Singkatnya, impeachment adalah cara yang legal untuk memberhentikan presiden dari jabatannya saat masa kerjanya masih aktif berlaku.

Undang-Undang Dasar kita sendiri tidak mengenal istilah impeachment [atau tuntutan hukum, lihat deskripsinya di Wikipedia], yang digunakan adalah kalimat “Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden”.

Seperti termuat dalam Pasal 7A UUD 1945 yang berbunyi:
“Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa Pengkhianatan terhadap Negara, Korupsi, Penyuapan, Tindak Pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden”.

Dari ketentuan satu-satunya yang memuat tentang alasan diberhentikannya presiden itu, dapat kita lihat bahwa intervensi beliau terhadap perselisihan dua lembaga negara tersebut tidak akan membawa presiden kedalam proses pemberhentiannya. Akan tetapi, bila terbukti oleh Mahkamah Konstitusi [dalam hal ini merupakan lembaga yang berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pemberhentiannya] bahwa presiden terlibat dalam pelanggaran hukum yang disebutkan tadi, barulah presiden dapat diberhentikan oleh MPR melalui Sidang Istimewa.

Salah satu kemungkinan paling kuat yang dapat dijadikan dasar pengajuan pemberhentian presiden oleh DPR related to this case adalah perkara korupsi. Akan tetapi bukan kasus KPK-Kepolisian, melainkan kasus dugaan Penyelewengan Dana Penyelamatan Bank Century oleh Pemerintah yang disetujui oleh presiden melalui menterinya. [Lihat artikel di Cantik Selamanya, "Kasus Bibit-Chandra, Apa Kata Dunia? [Legal]"].

Jadi, mengapa presiden takut untuk intervensi kalau ternyata tidak beresiko? Menjadi masalah baginya adalah bila terbukti keterlibatan presiden dalam berbagai kasus yang saling berhubungan itu.

Sekarang, kita tahu bahwa UUD mengatur jelas tentang alasan apa saja yang benar-benar dapat membuat Presiden dipecat. Sehingga kedepannya, kita tidak dapat dibohongi oleh pihak-pihak yang secara sepihak menamai dirinya pengamat. Be careful yah?…





*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • It is about functionality, not shallow degree! And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?



Popular posts from this blog

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris

Mulai hari ini, setiap hari Rabu, di Cantik Selamanya ada cerita bersambung karangan Renthyna. Yes , it ' s a fiction . Semua serinya akan masuk di tag " fiction ". Hope you'll enjoy it ! :) Sinopsis: Nita, seorang karyawan yang bermimpi punya harapan yang indah di masa depan. Semangat empat limanya dipakai untuk menggempur semua tugas-tugas yang diberikan atasan karena berprinsip teguh untuk selalu memberikan hasil terbaik untuk sang pimpinan. Menurut ukurannya, apa yang diinginkannya tidaklah muluk-muluk, bahkan dia juga ikhlas dengan jumlah Rupiah yang diterima dari hasil jerih payahnya di kantor. Nita punya mimpi dan berharap setiap hari. Dalam pengejaran akan mimpi-mimpinya, dia juga harus menghadapi kenyataan bahwa mimpinya tidak dapat diraih semudah ia membalikkan telapak tangannya. Nita Si Sekretaris Matanya memang menatap tajam ke arah gambar-gambar komik yang ditaruh di atas meja sambil kedua tangannya memegangi lembar kiri-kanan komik tersebut. Kepalanya se...

Cerita Bersambung - Nita Si Sekretaris (2)

Cerita sebelumnya : Nita, seorang sekretaris, hidup dengan optimis namun tidak neko-neko. Namun, keoptimisannya kerap diuji, apalagi dia "hanya" seorang... Nita Si Sekretaris Nita tidak bisa mengerti, kenapa semua pekerjaan Vero tersebut harus dikerjakannya. Ditambah lagi Vero malah marah-marah tidak karuan gara-gara Nita tidak menambah sepuluh persen pada kolom perkiraan tadi. “Sumpah, gue ga' tahu itu harus dikalikan berapa.” Cerita Nita pada Ellen. “Tapi elu tuh harusnya banyak bertanya dong, Nit. Lu harus lebih berinisiatif bertanya ke Vero kalau ada urusan kerjaan sama dia.” Ucap Ellen menguliahi. Saat itu Nita tidak berharap Ellen malah menasehatinya karena Ellen 'kan juga sama seperti dia yang adalah seorang sekretaris juga. Dia justru ingin seorang kolega bisa memberi kata-kata hiburan ataupun pemberi semangat pada saat-saat tidak menyenangkan seperti ini. Dan, walaupun bosnya adalah Pak Walker yang sudah tua tapi ramah, namun dalam logika Nita, Ellen sepantas...

Selimut Hati (by Dewa 19)

Suka Dewa 19 ? Aku suka lagu-lagunya. No offence but aku gak suka kasarnya Ahmad Dani . Siapa, sih , yang suka..? He he he.. Tapi, aku suka lagu-lagunya. Well, don ' t judge the book by its cover , right ? Aku juga suka suaranya Once . Nice voice . Salah satu lagu yang aku suka adalah Selimut Hati . " Aku.. kan menjadi malam-malammu.. kan menjadi mimpi-mimpimu.." Very nice . Lagunya bikin ngelamun . Lembut dan meyakinkan. Meyakinkan, bahwa yang menyanyikan lagu ini bener-bener ngerti perasaan kekasih hatinya. So sweet ... Dia bener-bener pengen menyenangkan hati kekasihnya, waktu bilang , " Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta .." Tapi dia juga minta pengertian bahwa dia gak bisa seperti kekasih lama yang mungkin masih terkenang-kenang... Ah ... so dearly ... Wouldn't it be nice kalau ada orang yang berlaku begitu untuk kita? Dengan lembut mengungkapkan rasa sayangnya tanpa terdengar menjadi murahan... Tanpa menjadi gombal .. kain bekas buat lap l...