Dec 15, 2009

FIFA World Cup Team 2010: Never Talk Failure

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




FIFA World Cup Team 2010




Sepintas, Afrika Selatan pantas untuk sinis dengan posisi mereka menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010. Namun, mereka seperti punya motto baru, "Never Talk Failure". Dan lewat stasiun televisi, kita pun pasti akan tertular punya kebiasaan berpikir positif.





PESTA olahraga “2010 FIFA World Cup South AfricaTM” akan digelar di 9 kota di Afrika Selatan, dari tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2010. Ini adalah pertama kalinya Afrika menjadi tuan rumah dari sebuah acara Piala Dunia ternama yang merupakan salah satu yang terbesar dan yang paling dinantikan pecinta bola di seluruh dunia.

Namun, lihat dulu video di samping, dan pasti akan jelas nanti mengapa Cantik Selamanya menggunakan judul di atas buat artikel ini.

Ya, video dibuat berdasarkan kisah nyata, yang ditulis oleh Chris Moerdyk [baca di sini, unduh di sini-3 Mb].



Di bandara Cape Town, Afrika Selatan, Moerdyk melihat seorang rekan senegaranya berkeluh kesah sewaktu mendengar pesawat yang akan ditumpanginya mengalami delay. Orang tersebut mengomel berkepanjangan, mengungkapkan kesangsian kemampuan Afrika Selatan menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010.

Tak seberapa lama, seorang turis Australia berusia 50 tahunan yang berdiri di dekatnya malah balik memarahi kecengengannya, mengingatkan bahwa sikap tersebut berlebihan. Malah, si turis mengingatkan bahwa kala Australia akan menjadi Tuan Rumah Olimpiade Sydney 2000, media memborbardir ketidaksiapan kota tersebut menyambut tamu dari seluruh dunia.

Ternyata, Australia justru sangat berhasil. Dan pesan orang itu? Jangan hanya karena pesawat terlambat maka kita menyalahkan seluruh Afrika. Get the message for us, Indonesians?

Moerdyk mengatakan bahwa tulisan tersebut dibuatnya menjadi sebuah skenario karena ia merasa orang Afrika Selatan sangat gemar mengeluhkan segala-sesuatu, sampai tak segan membesar-besarkan imajinasi bahwa Piala Dunia 2010 di Afsel akan jadi kacau-balau. Kata Moerdyk, FIFA is not stupid.

Tak Selalu Bagus

Tunggu dulu, jangan berpikir bahwa si tukang ngomel tadi betul-betul salah. Afrika Selatan punya tak sedikit masalah. Pertengahan tahun ini, Dewan Kesehatan Afrika Selatan mengumumkan hasil riset sosial yang menyatakan bahwa satu dari empat pria di sana mengaku pernah memperkosa seseorang [baca di sini]. Bahkan satu dari sepuluh pria Afsel mengaku pernah diperkosa.

Masihkah kita bisa ikut berpikir bahwa FIFA is not stupid?

Mari kita lihat latarbelakang sejarah sepakbola. Sepakbola pertama kali pertamakali dimainkan ratusan tahun sebelum Masehi [lihat di Wikipedia], di berbagai benua.

Popularitas sepabola di dunia - klik gambar di atas untuk melihatnya di Wikipedia



Sepakbola modern sendiri berkembang pertama kali di Inggris, dengan mereka menetapkan berbagai peraturan permainan yang kita kenal sekarang mulai di tahun 1800-an. Dan di era yang sama, Inggris mulai mengorganisasikan kompetisi sepakbola dalam liga-liga seperti di era sekarang.

Tahukah seperti apa kondisi Inggris masa 1800-an tersebut? Rasanya, kondisi Afrika Selatan sekarang sebetulnya jauh lebih baik. 

Angka kejahatan meningkat dari 5.000 pertahun pada 1800, menjadi 20.000 pertahun. Di tahun 1807, Inggris baru saja menghilangkan hukuman gantung bagi para pencopet[!] Penjara penuh sesak, dan para kriminal dibuang ke Australia, sampai rakyat di benua tersebut menolak menerima lebih banyak para penjahat.

Akhirnya, 90 penjara baru dibangun di antara 1842-1877. Namun di era 1840-an pun diperkenalkan sistem penjara isolasi yang akhirnya membuat banyak narapidana menjadi gila karena kehilangan kontak dengan manusia lain. Era 1800-an, kejahatan memang membuat pusing kepala pemerintah Inggris.

Tapi, di masa yang sama Inggris mulai mengalami revolusi industri. Makin banyak rakyat yang kian makmur, dan perhatian pada kesehatan lingkungan kerja pun tambah diperhatikan. Dan permainan sepakbola [football], adalah salah satu ajang yang sengaja dibuat supaya para pekerja dapat lebih saling berinteraksi.

Jadi, sejarah mengatakan bahwa latarbelakang masalah Afrika Selatan sekarang tak bisa dikatakan yang terburuk.

Exciting! Ditayangkan Di sini

Faktanya, Afrika Selatan sangat berdandan. Mereka mengambil momen Piala Dunia, sebagai ajang untuk membuka kerjasama di segala bidang. Dari olahraga, konservasi lingkungan, sampai sains dan teknologi [lihat di sini].

Lewat youtube.com, kita bisa melihat begitu banyak tayangan iklan televisi yang lebih ceria, bahagia menyambut kehormatan menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010 [lihat rangkaiannya di sini]. Kemakmuran dan kesejahteraan, siap mereka jelang.

Namun, tak hanya di situ. Publik Indonesia pun akan menikmati berbagai tayangan FIFA World Cup 2010. Ini lewat keberhasilan Electronic City Entertainment untuk menangani FIFA World Cup 2010 di Indonesia.

Seluruh hak cipta pencintraan “2010 FIFA World Cup South AfricaTM“ [seperti maskot “2010 FIFA World Cup South AfricaTM“ serta logo, nama, simbol, figure, dan lainnya dipegang oleh Electronic City Entertainment. Mereka mengamit PT. Rajawali Citra Televisi [RCTI] dan PT. Global Informasi Bermutu [GlobalTV] sebagai dua stasiun televisi yang ditunjuk secara eksklusif untuk menayangkan seri-seri pertandingan Piala Dunia di negeri kita.

RCTI & GlobalTV

Kontributor situs Cantik Selamanya mencatat, ‘2010 FIFA World Cup Final Draw’ telah menjadi acara pembuka RCTI dan GlobalTV dari serangkaian program acara yang dikemas secara kreatif sebagai pengantar dimulainya Piala Dunia ini nanti [lihat group-groupnya di situs FIFA-dot-com].

Klik di photo di atas untuk melihat lebih lanjut tentang Piala Dunia 2010 [FIFA World Cup] di Wikipedia


Program TV ‘2010 FIFA World Cup Final Draw’ sendiri akan diawali dengan sebuah acara hiburan yang menghadirkan band-band ternama milik Indonesia seperti Nidji, Changcutters, ST12, Gigi dan juga pesulap top Mr. Limbad. Sebuah reality show pun akan mewarnai rangkaian program Piala Dunia 2010, yang temanya mencari host/komentator lokal untuk membawa acara FIFA World Cup 2010 di GlobalTV.

Selain itu, RCTI akan menggunakan acara hiburan dan musik ‘Dahsyat’-nya yang sudah terkenal di seluruh penjuru negeri untuk mensosialisasikan pesta olahraga akbar ini, yang dimulai sejak Januari 2010 hingga Mei 2010.

Sebelum puncak pertandingan tahun 2010 dimulai, pada akhir Maret hingga awal Juni 2010 RCTI akan menayangkan acara final dari pertandingan FIFA World Cup tahun 2006 – 2006. GlobalTV tak mau kalah dalam menciptakan demam bola dengan menayangkan pertandingan-pertandingan ‘FIFA World Cup Classic Matches’. Perjalanan 32 tim yang berpartisipasi dalam FIFA World Cup 2010 ini akan dihadirkan untuk penonton dalam ‘Road to 2010 FIFA World Cup’, sebuah acara mingguan berdurasi 1 [satu] jam yang dimulai pada bulan April hingga akhir Mei 2010.

Upacara Pembukaan 2010 FIFA World Cup, tanggal 11 Juni 2010, akan ditayangkan langsung bagi pemirsa Indonesia. Selanjutnya pada tahap pembagian grup, RCTI akan menayangkan 29 pertandingan secara live dan GlobalTV akan menayangkan 18 pertandingan. 12 pertandingan seru dari ‘round-of-16’ akan ditayangkan di RCTI.

Pertandingan semifinal dan final akan tayang langsung bersamaan di kedua stasiun TV. Selama periode ini berlangsung, RCTI dan GlobalTV juga akan memberikan 81 pertandingan re-runs, episode-peisode khusus ‘2010 FIFA World Cup Highlights’ sepanjang 30 menit selama sebulan penuh dan 2 episode special ‘Road to 2010 FIFA World Cup Finals’ menjelang pertandingan Final.

Acara FIFA lainnya seperti pertandingan pilihan dari FIFA U-17 World Cup, FIFA Beach Soccer World Cup 2009 dan 2010, FIFA U-17 dan U-20 Women World Cup juga akan dihadirkan di GlobalTV.

Di samping itu, RCTI dan GlobalTV akan mendukung penuh FIFA World Cup 2010 dengan serangkaian acara promosi off-air yang akan digelar di kafe-kafe dan pusat perbelanjaan [mall] ternama serta kampus-kampus di kota-kota besar di Indonesia. Senang melihat RCT dan GlobalTV punya semangat optimis seperti Afrika Selatan sekarang.

Aku Mulai "Demam" Sepakbola

Tahun 2006 lalu penduduk Indonesia pun ikut menikmati kemeriahan World Cup dengan diadakannya acara nonton bareng di berbagai tempat umum. Aku tertarik menyaksikan masyarakat demam sepakbola, berkumpul walau malam telah larut demi menyaksikan pertandingan yang akbar itu.

Kata sahabatku, Tika, yang antara lain sempat nonton di gedung kedutaan Italia: "penontonnya ganteng-ganteng!".

Well, I missed the fun karena gak nonton. Sebenernya alasanku gak nonton sederhana aja: Gak ngerti sepak bola.

Sekarang rasanya agak-agak menyesal karena kok kayaknya gak OK juga kalau sampai gak mengikuti perkembangan sekitar kita, hanya karena "gak ngerti!" We could learn, couldn't we?

So, next time, aku akan share tentang sepakbola. Biar yang belum ngerti bisa ngerti and bisa ikutan menikmati acara akbar FIFA World Cup. Yes, I am learning now! Just wait for my articles about it... ;)

Sementara itu, ingat: Never Talk Failure.




*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







Yuk, gabung?






Cover/ID photo: Koleksi pribadi