Nov 19, 2009

...Bukan Soal Teknik Bercinta [Dari Lelaki]

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya









"Diciptakan Tuhan laki-laki dan perempuan. Keduanya misteri Tuhan, yang bila saling menghormati, bisa saling menyempurnakan." [Dian Manginta, tentang penghormatan antar laki-laki dan perempuan].





BEBERAPA temanku menceritakan masalah pernikahan mereka. Sepertinya suami-suami mereka bosan dengan mereka dan mulai melirik perempuan lain! Mendengar cerita mereka, aku jadi mengajukan pertanyaan yang sama [padalah aku ngobrol sama mereka masing-masing pada waktu dan di tempat yang berbeda, loh!], yaitu, "were you a boring wife? were you not wild enough in bed?" Umm...

Tiap Kamis, Dian Manginta Bicara CintaOh, ya. Aku pikir seks adalah masalahnya. Mereka itu cantik-cantik, berpendidikan tinggi, rajin beribadah, semuanya baik. Ada yang belum [atau mungkin tidak ingin] punya anak, dan ada juga yang punya anak. Sebagai ibu, mereka bahagia dan bangga dengan keluarga mereka sampai kemudian mereka menemukan bahwa suami mereka selingkuh. Kasihan banget.

Mereka sudah bilang sama aku untuk tidak menulis tentang masalah mereka, jadi aku gak bisa sebutkan lebih jelas kisah mereka. Namun I could sense bahwa masalah utama mereka adalah dengan seks.

Aku memperhatikan bahwa bagi banyak dari kita, nice ladies, memandang seks sebagai kewajiban untuk melayani suami. Selain itu banyak ibu yang terlalu sibuk mengurus anak dan rumah agar terlihat baik bagi semua orang, termasuk bagi sang suami, tapi lupa apa artinya rumah itu sendiri.

Dalam kondisi begini, romance jadi kehilangan arti karena mereka [mmm, aku 'kan masih single, ya, jadi gak bisa ikutan dan menggunakan kata "kita"...]. Karena mereka jadi sibuk dengan urusan rumah tangga.

Saling Percaya[?]

Salah satu temanku menceritakan bahwa awalnya suaminya mulai menolak untuk bercinta dengannya. Yang lainnya menjalani cinta jarak jauh karena sang suami bekerja di luar kota. Dia bilang, "...gimana mau jadi wild, lha dia gak mau aku datang tiba-tiba?" Si suami tercinta mau supaya istrinya buat appointment dulu kalau mau datang berkunjuang... 

Wah, tanda-tanda ada yang gak beres 'kan? Tapi sayangnya temanku itu terlalu naif dengan mengatakan bahwa suami-istri harusnya saling mempercayai. Aku bilang kepadanya, "benar, tapi kita gak bisa mempercayai wanita lain yang dia mungkin sering jumpai saat kamu gak ada.."

Aku share tentang hal ini dengan seorang teman priaku dan kemudian dia menawarkan ide untuk menuliskan pandangannya mengenai hubungan suami-istri. Nah, berikut ini adalah tulisan temanku itu [yang juga gak mau disebut namanya]:

Komunikasi Dalam Bercinta



Dear Dian,

Seperti banyak hal dalam hidup, komunikasi adalah kunci dalam mendapatkan hasil yang terbaik. Hal ini barangkali sangat tepat kalau sudah mengenai seks.

Dalam banyak societies, perempuan percaya bahwa mereka mempunya tugas untuk menyenangkan pasangan pria mereka dalam hal "ini" - seperti juga dalam memasak, membersihkan rumah dan mencuci. Tapi ini tidak benar. Seks itu adalah sesuatu yang dapat dan harus bisa dinikmati oleh kedua pasangan. Dengan kata lain, lelaki memiliki tugas yang sama untuk memuaskan pasangan perempuan mereka sebagaimana halnya yang perempuan.

Komunikasi seks itu gak selalu mudah karena kedua pihak memang bisa merasa malu untuk mendiskusikan persoalan yang sensitif ini, tapi jeleknya adalah kalau gak didiskusikan, seks akan menjadi mundane, boring, and uninteresting. Seks bisa kehilangan daya tariknya.

Yang perempuan mungkin akan merasa bahwa mereka bercinta hanya untuk menyenangkan pasangannya, sedangkan yang lelaki mulai berpikir bahwa mereka perlu menemukan perempuan lain untuk memuaskan kebutuhan seks mereka. Di sinilah saat relationships jadi berantakan. Karena itu sangat penting bahwa seks dalam suatu hubungan itu dijaga agar tetap interesting bagi kedua pihak.

Harus diingat bahwa seks itu bukanlah soal teknik bercinta. Yang paling penting adalah untuk memberikan perhatian pada pasangan. Ini dapat dilakukan dengan memperhatikan saat bernafas, melihat bahwa kekasih adalah mahluk hidup yang indah. Kita akan jadi ingin tahu bahasa tubuh, perkataan yang bersifat mendukung dan sebagainya.

Banyak lelaki berpikir bahwa mereka hebat di ranjang - mungkin karena banyak pengalaman, atau mengambil kesimpulan sendiri dari banyak sumber bacaan. Tapi semua perempuan berbeda, sehingga hal yang satu perempuan suka, mungkin perempuan lain gak suka. Lelaki harus mengerti hal ini dan perempuan harus percaya diri untuk menjelaskan hal itu kepada pasangannya.

Komunikasi

Kalau seorang lelaki tidak memuaskan si perempuan, maka ia dapat merasa very inadequate, rendah diri. Di saat ini, si perempuan lah yang harus menuntunnya dengan lembut.

Misalnya, kalau si lelaki memijit bagian tubuh si perempuan dengan terlalu kasar atau keras, maka si perempuan bisa dengan lembut menyentuh lengan sang lelaki dan meredakannya. Atau memindahkan lengannya ke tempat lain di tubuhnya. Sebaliknya, apabila si perempuan menikmati sentuhan si lelaki, maka si perempuan gak boleh takut-takut untuk encourage him dengan mengatakan how good it feels, atau dengan menyentuh dia juga.

Tuhan menciptakan lelaki dan perempuan berbeda dan ada banyak area pada tubuh kita yang memiliki erogenous zones - zona yang yang memberi kita all great pleasure. What could be better than experiencing these pleasures together with your partner?

Kabar baiknya adalah kita gak perlu jadi ahli seks - you just need to talk to your husband or wife about what you like and what they like. Come on, sex is fun - don't be afraid to start enjoying it






*****




Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:









  • It is not only about winning, it is about giving thanks to God.  And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Yiuuuk yaaak yiuuuk? ;)
Yuk, gabung?







Cover photo: wall photo di account facebook seorang rekan. Tika Sugiyanto, our photographer, termasuk yang menyukainya.